Wednesday, December 25, 2019

Samsung 21 pakai ic zig-zag TDA horisontal hanya nyembur sesaat

Samsung pakai ic zig-zag TDA120xx
Setiap kali dicolokin listrik lampu hijau nyala….trus padam…..terdengar suara flyback nyembur, tapi hanya sesaat saja trus mati…..

Cek tegangan stby (pin-3 = 1.8v) dan (pin-88 = 3.3v)……..hadir
Saat mati .......kontrol power-on masih aktip, sehingga tegangan2 sekunder PSU  3.3v,/5v,/8v masih hadir semua…….
Kesimpulan bukan mati protek……….tapi horisontal yg cuma hidup sesaat trus mati.



Mikir panjang dulu……….
Saat flyback kerja sesaat ……….cek tegangan vertikal +/-  dari flyback sempat juga hadir normal……..
Saat flyback kerja sesaat……..cek apakah vertikal kerja….dengan cara seperti ini……”http://marsonotv.blogspot.com/2015/09/trik-memeriksa-apakah-bagian-vertikal.html
Ternyata vertikal belum kerja…......cek lebih lanjut dengan memeriksa output pulsa vertikal dari kaki ic zig-zag  yang masalah. 

Wadouw….kayaknya ic zig-zag masalah………..
Vonis rusak.
Saat mau menutup pesawat….sepintas terlihat ada komponen kecil sedikit gosong…..???
Cek….ternyata sebuah coil utk suply Vcc 5v pada pin-80.
Cek pakai ohm-meter ada resistasi sekitar 10 ohm……
Coba jamper langsung pakai kabel…….
Alhamdullillah……pesawat bisa nyala normal.

Kesalahan yg kami lakukan……
Tegangan 5v tidak kami ukur pada kaki2 ic zig-zag…..Cuma kami ukur pada out regulator 78R05v……Padahal 5v ini banyak untuk mensuply beberapa kaki ic zig-zag…….yaitu pin-22/45/63/80.


******************




Thursday, December 19, 2019

Modifikasi psu Polytron pakai FET dengan Gacun 3 kabel

Modif PSU Polytron yang pakai FET dengan Gacun 3 kabel ?
Kalau kepepet……sulit….makan waktu…….kadang hal ini kami lakukan juga.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :
1. PSU Polytron normal pada saat Stby disini tegangan2 keluaran rendah ( misal B+ hanya sekitar 50 -60v), dan pada saat Power_on tegangan2 baru normal (B+ 115v).  Modifikasi denga Gacun maka tegangan Stby dan tegangan Power_on jadi sama tidak ada tegangan rendah.

2.  Polytron normal pada saat Stby tegangan 5v disuply dari tegangan 38v yg kondisinya masih rendah lewat Tr A1023.  Dan pada saat power_on ganti disuply dari tegangan 14v lewat  D510.
Modifikasi dengan Gacun akan mengakibatkan tegangan PSU tetap tinggi saat stby. Maka jika pesawat di stby  dapat mengakibatkan  Tr A1023 dan komponen pendukungnya terbakar………dan resiko terberat tegangan 5v stby melonjak……….menyebabkan IC Mikrokontrol rusak.

3. Sirkit Horisontal dikontrol hidup mati oleh tegangan 8v. Dengan modifikasi maka saat Stby tegangan 8v tetap ada…..sehingga jika pesawat di Stby maka akibatnya Horisontal masih nyembur, Heater masih nyala, hanya layar jadi gelap saja.

Karena itu modifikasi dengan Gacun ada beberapa sirkit yang perlu di modifikasi.

1. Disini Gacun kabel biru tidak terpakai.

2. Untuk mencegah  saat stby ada komponen2 yang terbakar maka “lepas Tr A1023”

3. Agar saat stby sirkit Horisontal dapat mati, maka cut jalur D511 seperti gambar. Selanjutnya pasang kebel jumper antara Kolektor T506 dengan Basis T502 seperti gambar (garis biru).

4. Biasanya kami tambahkna lagi protektor B+ over voltage, dengan memasang tambahan Diode R2M atau R2K antara jalur B+ dengan Gnd.





*****************

Thursday, December 12, 2019

Memahami fungsi EHT pada ic chroma Philips

Apa itu EHT ?

Para teknisi pasti sudah sering menjumpai istilah EHT pada skema teve CRT. Tapi kebanyak pasti belum tahu apa itu fungsi EHT.
EHT adalah solusi cacat gambar teve hak patent milik Philips. Ini sama hak patent Philips lainnya yang sudah kita ketahui yaitu sistim IK atau AKB, yang merupakan solusi agar white balance selalu terjaga walau emsisi RGB sudah sedikit tidak balance lagi setelah pemakaian teve jangka panjang.
EHT dapat dijumpai pada ic Philips produksi terachir seperti tipe TDA8841, TDA93xx, TDA95xx, TDA121xx

Pada teve murahan.
Coba amati layar jika britnes gambar berubah-rubah. Layar akan terlihat kembang kempis kadang melar kadang menyempit secara vertikal maupun horisontal.
Hal ini disebabkan tegangan tinggi Fbt yang tidak stabil naik-turun jika arus Fbt naik-turun.
Jika gambar terang maka arus anode CRT akan bertambah besar, tegangan tinggi Fbt sedikit drops dan akibatnya layar sedikit mengembang.

Ada 2 berbagai macam cara untuk mengkoreksi cacat semacam ini,  antara lain yaitu  dengan memperbaiki kualitas bagian Horsontal dan Fbt.
Philips menggunkan teknologi yang dinamakan EHT (Extra Highvoltege Tracking).
Tegangan dari Fbt diumpan balikkan ke pin-EHT ic chroma. Tegangan ini dipakai untuk mengontrol Vertikal Size dan Horisontal Size agar stabil, sehingga problem kembamg kempis bisa dikoreksi.
Kecuali itu pin-EHT juga bisa dipakai sebagai input sensor protek.

Pada kondisi normal pin-EHT mempunyai tegangan sekitar 1 - 2v

Jika pin-EHT mencapai 3 -4v maka pesawat akan mati protek.



Dibawah ini adalah contoh sirkit teve Panasonic yang menggunakan pin-EHT sebagai :
(1) EHT Tracking   
(2) Sensor Protek


Disini ada 2 jalur yang masuk menuju pin-EHT ic chroma lewat D583 :
  • Jalur EHT. Berasal dari Fbt, mempunyai tegangan sekitar 1-2v.
  • Jalur Protek, Berasal dari beberapa titik protek yang mempunyai tegangan normal 0v. Kalau ada tegangan lebih dari 2v maka akan menybabkan protek.Untuk melumpuhkan protek cukup di-short-kan saja ke gnd Kolektor Q581.


Seperti halnya  IK atau AKB………..EHT juga bisa dinonaktipkan lewat kontrol service mode.


*****************


Thursday, October 24, 2019

Modifikasi modul VR PRESET


Menjumpai TeVe jadul yang masih serba manual dan menggunakan modul “VR Preset” untuk chanel-chanelnya.
Kadang kondisinya masih bagus, baik CRT maupun mesinnya. Hanya umumnya VR Preset sudah banyak yang kurang baik kontak2nya, sehingga channel sering hilang2 setelah di preset.
Spare-part tersebut sudah langka dan susah dicari.
 


Kami biasa menggunakan solusi ini, setelah berunding dengan pemilik.
Pemilik biasanya malah merasa lebih senang.
Karena kecuali chanel yang diterima jadi lebih banyak (semua chanel bisa diterima), penampilan kayaknya jadi lebih antik.

Untuk mencari chanel kita ganti menggunakan sebuah VR ( atau potensio) dengan nilai 50k sebagai kontrol Tuning Manual.

Selanjutnya lakukan modifikasi seperti gambar.
  • Jalur BT, UHF VH, VL dipotong, selanjutnya disambung seperti gambar.
  • Tuner di kunci pada posisi UHF saja dengan cara pin-UHF disambung langsung ke pin-Vcc Tuner.
  • VH dan VL disambung ke Gnd.
  • BT disambung ke pin-tengah VR tuning.





**********************

Wednesday, September 25, 2019

Sepintas memahami kerja penerima TV color


Bagian2 utama  penerima TV  :
-          Tuner
-          MCU (Mikrokontrol = Program)
-          Memori (eeprom)
-          Chroma
-          Penguat Horisontal
-          Penguat Vertikal Out
-          Penguat Audio Amplifier
-          Penguat RGB Matrik (pcb CRT soket)
-          Pembangkit tegangan tinggi HV
-           PSU
-          Model2 tertentu tambahan sirkit protektor.

 

TUNER.
Dikontrol oleh Mcu.
Memilih nomor channel dari berbagai siaran yang frekwensinya ber-beda2.
Merubah frekwensi chanel2 yang diterima menjadi hanya satu frekwensi saja, yaitu 38.9Mhz (sistim yang dipakai di Indonesia)

MCU.
Merupakan digital kontrol, yang berfungsi mengkontrol :
Power on-off.
Kontrol  suara seperti Volume, Bass, Trebel dll.
Kontrol gambar (video) seperti Kontras, Britnes, Color dll.
Kontrol Geometri seperti V.Size, V.Lin, H Shift, EW dll.
Kontrol White Balance seperti R Cut off, R drive dll.
Kontrol Mode Suara seperti B/G, DK dll.
Kontrol Mode Gambar seperti PAL, NTSC dll.
Kontrol Muting gambar dan suara.
Character Generator atau Pembangkit huruf2 OSD.

MEMORI.
Berkomunikasi dengan Mcu untuk menyimpan semua data2 seting Mcu.
Data dari Chroma di tulis (disimpan) pd memori. Dan data juga dapat dibaca oleh Chroma.

CHROMA.
Sebenarnya ini sebutan yang salah kaprah.
Chroma sebenarnya mempunyai banyak fungsi :
Video IF amplifier 38.9 (termasuk disini adalah IF AGC, Video detector, AFT).
Audio IF amplifier (5.5Mhz)  (termasuk disini Audio FM Detektor dan Audio volume kontrol).
Video prosesor (chroma prosesor) untuk menghasilkan sinyal Video menjadi sinyal R, G, B, termasuk disini adalah kontrol sinyal video seperti Kontras, Britnes, Color, ABL dll.
Horisontal dan Vertikal osilator, termasuk disini H AFC dan geometri adjustment.
Horisontal dan Vertikal Sync separator.
Internal Switch Audio-Video.
Internal Switch sinyal RGB gambar dengan RGB OSD.

PENGUAT H.DRIVER dan HOR OUT
Sebagai penguat sinyal horisontal osilator dari Chroma untuk membangkitkan arus Defleksi Horisontal Def yoke

VERTIKAL OUT.
Sebagai penguat sinyal vertikal osilator dari Chroma untuk membangkitkan arus Defleksi Vertikal pada Def Yoke.

AUDIO AMPLIFIER.
Sebagi penguat sinyal suara dari Chroma untuk diumpankan ke Speaker.

PENGUAT RGB MATRIK.
Untuk memperkuat tegangan RGB dari Chroma yang levelnya rendah (sekitar 2-3v) menjadi sinyal RGB dengan level tegangan yang lebih tinggi (sekitar 70v)

PEMBANGKIT TEGANGAN TINGGI HV.
Disini memanfaatkan arus defleksi horisontal menggunakan tranfo Flyback untuk menghasilkan tegangan tinggi HV.

PSU.
Menyediakan tegangan stby Mcu (tidak di switch).
Menyediakan tegangan rendah lain yang bisa Switch on-off (misal teg 5v dan 8v).

PROTEKTOR.
Untuk men-switch off kontrol on-off jika ada salah satu sirkit yang tidak normal, untuk mencegah kerusakan lain sehingga kerusakan tidak menjadi lebih parah.
Kadang ada juga protektor yang hanya mematikan secara otomatis bagian Defleksi Horisontal (sehingga Fbt tidak nyembur).
 
 
 
***********************

Wednesday, September 11, 2019

Memahami psu Polytron slim saat power_on


Sebelum baca artikel ini, maka baca wajib baca dulu ini : https://marsonotv.blogspot.com/2019/09/memahami-psu-polytron-slim-saat-stby.html

 
Sekarang kita pelajari Switching Regulator saat Power_on (lihat gambar).

·        Saat power_on basis T505 tegangan 0v.

·        Karena basis tidak ada tegangan, maka C-E T505 hubungan terputus (switch open)

·        Jalur arus dari Photocoupler akan ganti mengalir lewat KA431 dari pin-3 ke pin-2 (Gnd).

·        Arus Photocoupler menjadi turun lebih kecil dibanding saat stby. Akibatnya tegangan out B+ akan naik.

·        Arus Photocoupler disini sekarang dikontrol oleh KA431.

 

Bagaimana tegangan B+ distabilkan ?

·       KA431 adalah jantung utama yang mengontrol secara otomatis agar tegangan out B+ stabil.

·       Pin-1 dihubungkan ke tegangan out B+ melalui R506 dan RT501.

·       Artinya pin-1 KA431 selalu me-monitor tegangan out B+.

·       Umpama tegangan out B+ naik………tegangan pin-1  juga  akan ikut naik……maka arus yang lewat KA431 akan bertambah besar,  arus lewat Photocoupler juga tambah besar…….sehingga out B+ jadi turun.

·       Sebaliknya umpama tegangan out B+ turun……..tegangan pin-1 juga akan ikut turun….maka arus yang lewat KA431 akan turun bertambah kecil……..arus lewat Photocoupler turun bertambah kecil….sehingga out B+ akan naik.
 
 
 


Contoh2 kasus kerusakan  :

·       Elko filter teg 14VA kering…….akan menyebabkan tegangan 14v drops…….arus Photocoupler turun (tambah kecil)….maka tegangan out B+ akan over.

·       R506 100k nilai molor atau putus……..tegangan pin-1 KA431 turun….arus Photocoupler juga turun (mengecil)……maka tegangan out B+ akan over.

·       R502 220 ohm nilai molor……arus Photocoupler akan turun (mengecil)……maka tegangan out B+ akan over.

·        T505 C-E short atau bocor…….maka arus Photocoupler akan langsung ke Gnd lewat T505…….arus Photocoupler tambah besar….maka tegangan out B+ akan drops.

·       Phototocoupler rusak (open)…….maka tidak ada arus Photocoupler alias sangat-sangat kecil…..maka tegangan out B+ akan naik….bahkan mungkin FET psu akan jebol.

·        R505 2k4 nilai molor….maka tegangan pin-1 KA431 akan naik….arus Photocoupler akan bertambah besar……tegangan out B+ akan drops.
 
 
 
***************

Monday, September 9, 2019

Memahami psu Polytron slim saat stby


Baca pelan2 dan pahami……….Dengan demikian kita akan lebih mudah menganalisa suatu kerusakan jika tegangan out B+ tidak beres.

Contoh yg kami berikan disini adalah Psu Poly tron slim yang paki VR

PRINSIP DASAR kerja Switching Regulator dalam mengatur tegangan out B+.

1.      Tegangan output B+ dikontrol oleh  KA431 yang kemudian di umpan balikkan dari bagian primer kebagian sekunder lewat Photocoupler.

2.      Kenapa mesti pakai Photocoupler ? ……..Sebab bagian primer dan bagian sekunder, ground tidak terhubung secara langsung. Photocoupler menghubungkan bagian sekunder ke bagian primer tanpa sambungan ground.

3.     Kenapa bagian primer dan sekunder ground tidak disambung langsung saja ?....... Sebab bagian primer terhubung langsung dengan tegangan listrik PLN. Dan kalau dipegang kita bisa tersengat listrik. Dengan memisahkan ground primer dan sekunder, maka kita aman jika pegang ground bagian sekunder, misalnya pegang Tuner atau Jack AV

4.     KA431  adalah merupakan jantung utama yang mengatur stabilitas tegangan out B+. Adapun prinsisp dasar kerjanya kurang lebih sebagai berikut :

·       Tegangan pada pin-1 dipakai untuk mengatur besarnya arus yang lewat dari pin-3 ke pin-2 (gnd).

·       Makin tinggi besarnya tegangan pada pin-1 makin besar arus yang mengalir melalui   pin-3 ke pin-2

5.       Prinsip dasar Photocoupler dalam mengatur tegangan ( perlu selalu diingat ).

·       ”Makin besar arus”  yang lewat pin-1 ke pin-2 Photocoupler, maka tegangan B+ akan makin turun.

·         Sebaliknya makin kecil arus Photocoupler, maka makin tinggi (naik) tegangan out B+.

6.     Tanpa “ada umpan balik” atau tidak memasang photocoupler, maka tegangan out B+ akan over. Sebab disini tidak ada sama sekali arus Photocoupler dari pin-1 ke pin-2. Bahkan disini mungkin FET bisa langsung jebol.

 

Sekarang kita pelajari Switching Regulatron Polytron saat stby (lihat gambar).

·       Saat stby tegangan basis T505 mendapat tegangan sekitar 0.2- 03v  dari Kontrol Power_on bagian Mikrokontrol.

·       Basis ada tegangan, maka C-E seakan seperti di sambung langsung (seperti dishortkan).

·       Jalur arus dari photocoupler pin-2 disini dihubungkan langsung ke Gnd oleh T505.

·       Akibatya arus yang lewat Photocoupler menjadi besar.

·      Dan menyebabkan tegangan out B+ drop hanya sekitar 4- - 50v (ingat prinsip dasar no.5 seperti telah diterangkan sebelumnya).

·       Jadi pada posisi stby,……KA431 tidak berfungsi.
 
 
 



*******************

Wednesday, June 19, 2019

Tombol front panel nyetrum (menyengat)


Pernah ketemu….???
Tersengat listrik ketika menekan tombol front panel…..
Kadang malah ada yg sampai nampak adanya loncatan api listrik pd ujung jari….
Sengatan ini sebenarnya tidak berbahaya……tapi cukup mengejutkan…..
dan tentu saja menakutkan bagi yg belum paham.

 

Kenapa hal ini bisa terjadi?
Kasus seperti ini hanya bias terjadi pada teve yang menggunakan front cabinet berwarna abu2 metalik, dimana bahan catnya menggunakan broom abu2.
Disebabkan sewaktu  proses pencampuran bahan2 cat kurang sempurna dan kurang diaduk dengan merata
Lapisan cat ini walaupun bukan konduktif (penghantar), tapi dapat menyimpan muatan listrik statis tegangan tinggi karena induksi dari CRT.
Sesungguhnya yang nyetrum itu bukan tombolnya, tapi front cabinetnya. Pada saat sentuh tombol, tentu saja kita juga akan menyentuh front cabinet. 

Bagaimana cara mengatasi masalah ini ???
Pada prinsipnya problem dapat diatasi dengan cara menghubungkan permukaan lapisan cat front panel dengan GND Crt.

Cuma caranya yang bisa berbeda-beda.
Kalau font panel menggunakan saranet (tutup) speaker dari logam (aluminium)……..maka kita cukup meng-ground-kan salah satu saranet speaker ini.

Yang agak sulit kalau tidak pakai saranet speaker.
Amati apakah lapisan cat juga sampai masuk kebagian dalam front cabinet.
Tanamkan skrup kecil dan beri ring pada bagian yang ada catnya. Kemudian groundkan sekrup ini ke gnd crt.



**********************

Tuesday, May 28, 2019

Cara cek emisi RGB secara sedehana


Cara sederhana yg kami lakukan utk cek Emisi RGB CRT apakah masih bagus dan masih balance.


  • Sediakan tranfo adaptor minimal 2 Ampere tanpa CT, sebab kalau pakai CT nanti akan drops terlalu banyak.
  • Sediakan CRT soket kosongan sesuai CRT yg akan diperiksa.
  • Beri sambungan kabel antara  kaki HEATER CRT soket ke tranfo  dengan kabel panjang sekitar 30-40cm.
  • Pasang CRT soket kosongan tersebut ke CRT yg akan di cek, agar Heater saja yang menyala.
  • Ambil Ohm-meter posisi 100x
  • Tempelkan probe hitam ke G1.
  • Tempelkan proble merah ke katode RGB secara bergantian………
  • Cobakan dulu pada CRT yang masih bagus……amati seberapa banyak masing2 jarum menyimpang….ini sebagai REFERENSI pembanding.
SIAP UTK COBA CEK CRT LAIN…..
  • Kalau CRT masih balance, maka simpangan jarum harus rata2 hamper sama.
  • Kalau ada salah satu yang simpangan jarum kecil, berarti Katode emisi sudah lemah.
**********************

Tuesday, March 5, 2019

Cek vertikal ekpress


Ketemu vertikal bermasalah seperti misalnya : satu garis horisontal, kurang penuh, layar pelangi dll.

Maka langkah awal yang selalu saya lakukan adalah :
  • Periksa solderan kaki2 ic vertical dengan lampu penerangan yang cukup dan kalau perlu memakai kaca pembesar (resolder)
  • Periksa ic vertikal dengan cara (lihat gambar, ic tanpa dilepas)……(a) dengan ohm meter posisi 1x seperti halnya cek diode….(b) periksa  kaki (A dengan B), dan (A dengan C)..........(c) Kalau dijumpai diukur bolak-balik  jarum tidak bergerak, atau bolak-balik jarum bergerak semua, ........maka dipastikan ic rusak..........(d) Normal harus mirip seperti diode
  • Cek dengan ESR meter elko2 : Vcc, Pump-up, Out 1000u/35v, Linearitas 2.2/4.7u/50v.
  • Cek tegangan Vcc atau Vcc+/- jika pakai sirkit simetri.



**********************
 

Sunday, January 20, 2019

Jebakan Sharp slim gambar dominan hijau


Sharp slim menggunakan ic tempel kotak.
Problem gambar dominan hijau…..seperti kehilangan warna merah

Kadang disini teknisi bisa terjebak….
Mengira kerusakan CRT, atau bagian Matrik, atau ic memori atau mungkin  ic temple yg rusak.
Jika diukur tegangan RGB out dari ic tempel….jelas tegangan Red drops paling kecil dibanding Green dan Blue.
Tapi anehnya….jika masuk sermod…..gambar jadi normal.

Penyebab masalah ini memang agak melenceng dari semua perkiraan diatas.
Problem disebabkan karena level pulsa H. AFC dari flyback ke pin FBP-In  ic tempel over. Pada jalur ini dipasang sebuah diode zener 5.1v sebagai pembatas level pulsa agar tidak lebih dari 5.1`v.
Jika diode ini short, maka akan mengakibatkan layar gelap dan jika screen dinaikkan layar akan blank dengan garis2 horisontal blangking.
Pada kasus ini……… kerusakan diode zener adalah open atau putus……..jika di ohm-meter bolak-balik tdk bergerak.

Pengalaman diode zener diganti 5.6v atau 7.5v masih bisa.
 



*******************
 

Thursday, January 17, 2019

Jebakan flyback belum nyembur


Bagi pemula…..yang umumnya hanya terbiasa ketemu dengan tv China….dimana pada saat flyback sudah nyembur maupun pada saat belum nyembur, ……..tegangan B+ tetap sama saja
Karena  terbiasa dg kondisi spt diatas, maka sering kali teknis terjebak, misalnya :

Power supply Panasonic yang menggunakan STR6754 dan SE140.
Tv sudah power_on lampu indikator hijau menyala, flyback belum nyembur……..
Tegangan B+ terukur 150v lebih.
Tegangan rendah sekunder lain biasanya juga tidak normal.
Vonis PSU masalah……utak-utik sini-sana…..coba ganti SE140 dll…….. tetapi tdk kunjung ketemu masalahnya.



Polytron dg Fet FS7UM……….sudah power_on (indikator padam),
Tegangan B+ normal……
Tapi tegangan2 sekunder lainnya drops.
Vonis PSU yang masalah………cari2 penyebab tegangan sekunder drops…….tapi juga tak kunjung ketemu juga……
Tidak ada bagian lain yang setengah short yg menyebabkan drops.
 


Dari kedua contoh kasus diatas, jawabannya adalah :
MEMANG PSU TIDAK BERMASALAH !

PSU semacam yag dipakai tv China menggunakan teknologi yg masih dasar yg dinamakan HARD SWITCHING. Tv yang lebih baru menggunakan teknologi yg lebih disempurnakan (SOFT SWITCHING) untuk meningkatkan efisiensi……sehingga karakterisik kerjanya menjadi berbeda.

Lalu bagaimana solusi problem spt diatas ?
Bagaimana kita dapat memastikan bahwa PSU tidak masalah ?
Flyback nyembur…..berarti flyback sudah menyedot arus B+.
Kalao masalahnya flyback belum nyembur……maka bisa kita simulasi……..
Caranya dengan memasang beban pada jalur B+……..dengan memasang lampu dop 60 atau 100 watt.
Jika memang PSU tidak masalah…..maka semua tegangan2 akan normal.

Pasang terus lampu dop……lacak penyebab flyback belum nyembur.
Kalau flyback sudah nyembur…..boleh deh lampu dop dilepas.



********************8

 

Wednesday, January 16, 2019

Jebakan psu tegangan stby rendah


Bagi pemula..... bahkan bagi yg sudah lama kerja sebagai teknisi kadang terjebak dg "KEBIASAAN2"
Misalnya......hanya terbiasa ketemu Tv China dimana tegangan B+ saat Stby maupun saat Power_on adalah sama.

Pada  model dan merk tertentu banyak diketemukan bahwa pesawat saat Stby tegangan lebih rendah dibanding saat Power_on.
  • Misalnya Polytron dengan Fet FS7UM…saat Stby tegangan B+ hanya sekitar 40v, kemudian saat Power_on baru normal 115v.
  • Sharp dan Panasonic model tertentu…..bahkan saat Stby tegangan B+ sangat kecil sekali tidak sampai 20v.
Akibatnya…banyak teknisi terjebak mengira PSU problem….tegangan B+ kurang.
Trus otak-atik,….tapi tak kunjung ketemu part yg rusak,..……coba ganti part ini-itu,……..tak membuahkan hasil,……..
Capek, pegel, bĂȘte……buang2 waktu. Karena memang psu tidak masalah, tapi disebabkan karena pesawat masih dalam posisi Stby.

Bagaimana ciri PSU yang mempunyai tegangan rendah saat stby ?
Ini bisa dilihat adanya TRANSISTOR SWITCH yang terhubung dengan pin-2 Photocoupler.
  • Saat Stby …………pin-2 dihubungkan langsung ke gnd oleh transistor tersebut.
  • Saat power_on hubungan ke gnd ini terputus, ………….dan pin-2 ganti terhubung mengambil jalur melalui “ERROR DETECTOR” seperti misalnya ic TLP471 atau ic SE110 misalnya.
Apa tujuan tegangan Stby dibuat rendah ?
Saat stby….pesawat tetap juga membutuhkan daya listrik.
Dengan menurunkan tegangan stby…..maka daya listrik yang dibutuhkan saat stby menjadi lebih rendah.
Katakanlah misalnya daya turun dari 3 watt menjadi 2 watt….atau pengiritan daya 1 watt.
Ini bagi suatu Negara sangat besar sekali artinya.
Misal di Indonesia ada 50 juta pesawat televisi,………maka ini berarti pengiritan 50 Mega watt daya listrik……
Di Negara maju….bahkan men-syaratkan pada televisi model2 baru yang akan dijual dinegara tsb……..bahwa daya saat stby tidak boleh lebih dari 1 Watt.

Bagaimana trik memeriksa PSU tegangan stby rendah ?
Untuk memeriksa PSU apakah sudah normal……..tinggal LEPAS saja transistor switch, atau open kolektornya saja…….maka tegangan B+ akan menjadi normal.





********************