Saturday, December 15, 2018

Memahami dasar2 sirkit protek Sharp


Sebelum bicara masalah protek Sharp, maka marilah kita pahami terlebih dahulu karakteristik atau sifat komponen ini yang digunakan pada sirkit protektor.
1. Diode
2. Transistor

1. Karakteristik Diode.
·         Jika Katode tegangan lebih tinggi dari Anode, maka Diode akan bersifat sebagai sebuah SWITCH yang terbuka (OPEN), dan tidak ada Arus yang mengalir dari Anode ke Katode.
·         Jika tegangan Anode lebih tinggi dari Katode, maka Diode akan bersifat sebagai sebuah SWITCH yang tertutup (CLOSED), dan Arus akan mengalir dari Anode ke Katode.
 


 
2. Karakteristik Transistor.
·         Jika basis tidak ada tegangan (atau kurang dari 0.7v), maka C-E akan bersifat sebagai SWITCH yang Open.
·         Jika basis mendapat tegangan 0.7v atau lebih, maka C-E akan besrsifat sebagai SWITCH yang Closed.
 
 
 
Contoh Sirkit protek Sharp dapat digambarkan seperti contoh gambar dibawah ini yang menunjukkan macam2 tegangan2 apa saja yang di protek.
 
 

·         Pin PROTEK ic mikrokontrol dalam keadaan NORMAL mempunyai tegangan sekitar 4v yang disuply dari Vcc lewat sebuah R.
·         Jika tegangan pin-PROTEK berubah menjadi “0v”, maka mikrokontrol  akan memerintahkan agar pesawat mati protek kembali stby. Indikator merah berubah hijau terus kembali merah lagi. Jika pesawat mati protek, maka tidak akan mau di power_on lagi. Agar pesawat bisa power_on lagi, maka colokan listrik mesti dicabut sebentar kemudian dicolokkan ulang lagi terlebih dahulu.
·         Pin-PROTEK aktip berubah menjadi “0v” dapat disebabkan jika salah satu titik2 tegangan seperti contoh gambar ada salah satu yang tegangannya hilang, tidak keluar atau kurang dari 3v.
·         Sebagai contoh jika tegangan “5v” dari Regulator 7805 tidak keluar atau “0v”. Maka Diode D1 akan CLOSED karena Anode mempunyai tegangan lebih tinggi dibanding Katode. Akibatnya tegangan 4v pada pin-PROTEK akan hilang lewat D1 menjadi “0v” dan pesawat mati protek.
·         Untuk sirkit protek X-ray disini tidak digunakan diode sebagai sensor proteknya, tapi menggunakan sebuah Transistor Q603. Normal Basis Transistor tegangannya “0v”. Seumpama tegangan flyback naik disebabkan sesuatu ada yang tidak beres, maka Diode Zener akan tembus dan Basis mendapat tegangan, trus Transistor akan closed, dan tegangan pin-PROTEK “0v”.
Bagaimana cara mengetahui lokasi pin-PROTEK dan titik2 apa saja yang diprotek ??
·         Paling mudah adalah dengan melihat SKEMA model yang bersangkutan.
·         Tapi ada cara lain, yang membutuhkan kejelian ke telatenan. Cari saja transistor Q603……..kemudian dari sini dapai mulai diurut dan dilacak……..maka akan ketemu diode2 proteknya.
Cara melumpuhkan pin protek.
·         Dapat dilakukan men- “CUT” jalur seperti terlihat pada gambar. Pada model2 tertentu jalur ini ada semacam kabel JUMPER…..dan dapat dilepas untuk melumpuhkan semua sistim protek.
·         Melumpuhkan jangan sampai salah. Misalnya dengan meng-OPEN kaki pin-PROTEK. Karena ini justru akan membuat pin-PROTEK kehilangan tegangan 4v.
·         Melumpuhkan juga dapat dilakukan dengan cara melepas Diode2 sensor protek.
 
*******************