Friday, November 16, 2018

Lampu dop sebagai alat bantu repair


Salah satu tool atau alat bantu repair yag sangat berguna adalah memiliki lampu dop 100w-200w atau bisa diganti 2 x 60w diparalel, atau diganti halogen.

Alat dapat berfungsi sebagai :
1.       Pengaman kerusakan Transistor atau IC power saat repair power supply.
2.       Untuk  beban power supply sebagai pengganti bagian horisontal.
3.       Cek fungsi flyback apakah sudah nyembur dan pengaman transistor horisontal jebol.

 
Sebagai pengaman (serial lamp) saat repair powersuply.
Kadang saat repair power suply, karena suatu hal yang belum beres, maka ketika dicoba........ makan korban transistor atau ic power.

Hal ini dapai dihindari dengan cara sebagai berikut.
  • Lepas Tr Horisontal atau shortkan Basis-Emitor dengan seutas kabel.
  • Lepas degaussing.
  • Kalau pakai PTC 3 kaki, lepas dulu juga
  • Lepas fuse, sebagai gantinya pasang disini lampu dop.
  • Kalau power supply dihidupkan lampu dop nyala terang, ini berarti powersuply masih masalah.
  • Kalau powersuply sudah normal, maka lampu dop hanya akan nyala terang sesaat ketika listrik dicolokkan, kemudian trus padam atau hanya nyala sangat redup.


Sebagai beban powersuply.
Kadang jumpa tegangan B+ drops. Ini dapat disebabkan 2 macam. Powersuply yang masalah atau bagian horisontal yang masalah.

Untuk mengetahui hal ini maka dapat dilakukan seperti berikut.
  • Lepas transistor horisontal atau shortkan Basis-Emitor dengan seutas kabel
  • Pasang lampu antara  B+ dan Gnd.
  • Hidupkan power supply.
  • Kalau tegangan B+ tetap drops, maka berarto problem ada pada sirkit powersuply.
  • Kalau tegangan normal, maka berarti ada masalah pada bagian horizontal.



Untuk pengecekan flyback dan menghindari kerusakan transistor horisontal.
Ketemu transistor horisontal rusak…..ganti transistor…..coba hidupkan, ternyata transistor langsung jebol lagi.
  • Ketemu transistor horisontal rusak, maka sebaiknya periksa dulu kapasitor milar damper (1600v) yang ada pada kolektor transistor horisontal memakai kapasitan meter. Kapasitor rusak (nilai drops) akan menyebabkan transistor horisontal langsung koit.
  • Untuk Samsung model lama, sebaiknya periksa defyoke terlebih dahulu, karena banyak dijumpai yang kumparan horisontalnya terbakar.
  • Putus jalur antara kaki flyback yang ke kolektor transistor horisontal.
  • Pasang lampu dop antara jalur yang diputus tersebut.
  • Posisi VR screen ajust maksimum.
  • Coba hidupkan pesawat dan dan ukur tegangan screen. Disini lampu akan nampak menyala, .....kalau tidak menyala berarti horisontal belum kerja.
  • Kalau ada tegangan screen avo posisi dc 30v (dalam hal ini hanya kecil kurang dari 30v), ini artinya flyback aman. Setiap model tegangan terukur tidak sama
  • Atau cek tegangan heater, avometer akan bergerak sedikit (pakai posisi ac 3v).
  • Kalau tidak ada tegangan screen sama sekali, atau tidak ada tegangan heater.........ini menunjukkan flyback rusak.
  • Untuk layar 29 inch sebaik gunakan lampu 100w 2bh diparalel atau 3 x 60w.




****************














Wednesday, November 7, 2018

Mau ganti CRT slim ? Hati2


Mau ganti layar CRT slim ?
Hati2……cari penggantinya.
Bisa2 salah tidak cocok.
Pelajari mainboardnya dulu pesawat yang mau diganti, maupun pesawat pengganti.
Atau ganti saja dengan nomor part (tipe) yang sama.

 Ada 2 macam jenis CRT slim.
  • CRT EW, crt jenis ini membutuhkan sirkit EW pada mainboardnya.
  • CRT Non EW, crt jenis ini tidak membutuhkan sirkit EW pada mainboardnya.
CRT Non EW harus diganti dengan CRT Non EW…….karena jika diganti CRT EW layar akan melengkung tapi tidak ada fasilitas adjustment.
Sebaliknya  CRT EW dapat diganti dengan CRT Non EW….karena tinggal non aktipkan saja sirkit EW.



*******************

Thursday, November 1, 2018

Prosedure melacak problem vertikal satu garis


Sedih….klo dengar teknisi ………jika ketemu problem vertical satu garis.
Katanya elko2 udah dibabat habis, ic vertical dah diganti……tapi tetap satu garis.
Ini adalah cara pengecekan melacak penyebab vertikal tdk kerja secara sistematis.

 
Cara cek ic vertikal dengan ohm meter.
Ketemu vertikal gak kerja, maka cek bagian output ic vertikal tsb……..rusak atau tidak (rusak short atau open).
Contoh ic vertikal LA78040/41 yang paling sering dijumpai.
 



Bagian output amplifier berhubungan dengan pin-4, 5, 6.
Cek kaki pin 4 - 5 ( Out dan Gnd) dengan ohm meter. Jika probe ohm meter dibolak-balik maka harus bersifat seperti diode.
Demikian juga kaki pin 5 – 6 (Out dan (+) elko pump-up) kalau normal juga harus mirip hasil pengetesan diode.
  • Kalau dibolak-balik ohm meter bergerak, artinya transistor output didalam ic short.
  • Kalau dibolak-balik ohm meter tidak bergerak, artinya transistor output didalam ic open (putus)
Cara pengetesan ini bisa dilakukan tanpa melepas ic vertikal.

Cara cek elko2.
Elko2 yang rusak bisa diperiksa. Jadi gak perlu harus direboisasi atau dibabat habis ganti semuanya. Intinya ganti elko yang pasti memang rusak saja. Untuk ini kita mesti memiliki alat ESR meter. ESR meter saat ini sudah merupakan kebutuhan pokok setelah AVOmeter.

Cek tegangan supply Vcc.
Ada 2 macam sistim yang dipakai pada suply Vcc ic vertikal.
(1)    Sistim single supply, yaitu Vcc tunggal sekitar 24-27v pada pin-Vcc.
(2)    Sistim simetri supply, yaitu Vcc  +/- (plus-minus). Plus untuk pin-Vcc dan Minus untuk pin-Gnd. Umumnya mempunyai besar sekitar +/- 12 – 16v.

Beberapa model supply Vcc ic vertikal diperoleh dari flyback, dan ada beberapa model yang diperoleh dari tranfo powersuply.

Cek tegangan supply Vcc ke bagian output amplifiter.
Yaitu Vcc setelah melalui diode pump-up ke pin-6. Besarnya kalau diukur sama dengan tegangan pin-Vcc. Jika diode ini putus atau rusak, maka tegangan pin-6 akan drops dan vertikal tidak kerja. Disini dinamakan tegangan “pump-up” karena jika dilihat pakai osiloskop secara periodic kadang muncul tegangan sebesar kira2 dua kali tegangan Vcc. Tegangan pump-up akan drops jika elko filter 100u/50v rusak dan menyebbakan layar bagian atas muncul garis2 blangking. Kerusakan elko pump-up tidak menyebabkan vertikal satu garis. Yang dapat menyebabkan problem vertikal satu garis adalah kerusakan diode pump-up putus.

Cek tegangan pada pin-output ic vertikal ke def yoke pin-5.
(1)    Pada sistim suply tunggal, maka normal mempunyai tegangan sekitar “setengah Vcc”. Disini dibutuhkan elko kopel yang mempunyai nilai sekitar 1000- 2000u/35v. kerusakan elko menyebabkan vertikal satu garis atau vertikal meyempit.

(2)    Pada sistim suply simetri, maka normal mempunyai tegangan nol (bisa kurang atau lebih dikit sebesar nol koma). Disini tidak dibutuhkan elko kopel, karena tegangan out nol sama denga gnd.

Jika tegangan tidak sesuai diatas, maka ada 2 kemungkinan :
(1)    Tegangan pin-Input (pin-1) dan tegangan pin-Ref (pin-7) tidak normal
(2)    IC Vertikal rusak.

Jika tidak ada tegangan pada pin-Input.
IC vertikal sebenarnya bukan berdiri sendiri. Ada bagian yang dinamakan sirkit vertikal osilator sebagai pembangkit pulsa2 vertikal yang ada dibagian ic chroma. Pin-Input mendapat tegangan dari ic chroma.

Jadi jika pin-Input tidak ada tegangan, hal ini dapat disebabkan :
(1)    IC chroma bagian pin-Def Vcc tidak mendapat tegangan Vcc.
(2)    Jika ic chroma menggunakan sirikit umpan balik V.FB dari def yoke vertikal, ada R umpan balik yang putus atau ada jalur putus.
(3)    Jika ic chroma ada bagian V.SAW atau V.RAM maka kemungkinan kapasitor filter rusak, atau R pd pin tsb molor/putus.
(4)    IC chroma rusak

 

Contoh pin-kaki Def Vcc ic chroma, yang akan menyebabkan vertikal osilator tidak kerja :
  • TMPA 8873/91/93/95  pin-47  (5v)
  • LA76810   pin-43 Vcc (5v)
  • LA76931/38  pin-55 (5v)
  • Untuk mengetahu pin semacam ini, dapat dicari lewat datasheet tipe ic bersangkutan.
 
 
*******************