Wednesday, September 19, 2018

Tips problem EW Polytron

Tips problem EW Polytron :
  • Jika pesawat belum pernah diacak bengkel lain. Jangan mulai dengan mencoba masuk service mode. Sebab umumnya data sermod tidak dapat berubah sendiri, kecuali pernah dirubah-rubah teknisi lain.
  • Sebaiknya mulai dengan “kapasitan meter” untuk mengukur apakah ada kapasitor yang nilainya berubah. Kapasitor2 itu adalah C813, C801, C814.
  • Mengganti kapasitor, maka gunakan dengan nilai yang sama. Merubah nilai kapasitor dapat menyebabkan layar tetap melengkung dan sulit diajust lewat sermod.
  • Jika jalur garis merah ada solderan yang open atau ada part yang putus, seperti misalnya R813 putus,  Tr D313 dilepas. Maka gejalanya layar akan menyempit dan melengkung pada bagian pinggir kiri-kanan.
  • Jika Tr T803 D313 atau Diode D804 yang “bagian bawah” dari DMV1500, maka gejalanya layar akan mengembang/membesar arah kiri-kanan dan gambar melengkung pada bagian pinggir.
  • Jika kesulitan mencari pengganti DMV1500 karena diode bagian bawah short. Maka dapat diganti diode damper biasa 1600v seperti misalnya FR309. Potong salah satu kaki diode bawah yang short.
  • Kerusakan L803 akan menyebabkan mengembang dan melengkung dan Tr D313 panas. Kerusakan L803 dapat di cek pakai ESR meter analog. Jika coil masih bagus, maka jarum tidak akan bergerak sama sekali. Jika hanya punya ESR digital, ambil contoh coil yang bagus, ukur dan catat sehingga nilainya dapat dipakai referensi.
  • Kerusakan elko C814 menyebabkan layar melengkung pada bagian pinggir kiri-kanan. Dan adjustment sermod tidak fungsi. Elko ini menggunakan jenis BP (bipolar). Mengganti elko ini tidak terlalu kritis nilainya, artinya jika nilai berbeda dikit tidak masalah. Elko BP bsia dipakai dengan elko yang biasa di pakai pada Cross Over Speaker box.
 
 
 
*************************

 

Monday, September 10, 2018

Memahami Powersuply Polytron



KESALAHAN TEKNISI PEMULA dalam memahami powersuply Polytron.

Ada 4 hal yang perlu dipahami :

  1. Powersuply Polytron pada saat Stby tegangan B+ memang  rendah, hanya sekitar 50v.
  2. Setelah power_on, maka tegangan B+ baru berubah naik menjadi normal 115v.
  3. Setelah power_on B+ normal 115v dan jika bagian horisontal belum kerja atau Flyback belum nyembur, maka tegangan 14v akan drops dibawah normal.
  4. Suply tegangan Vcc 5v pada saat Stby dan pada saat Power_on diambil dari arah berbeda, yang bekerja secara gantian.

Banyak teknisi pemula jika menjumpai kondisi seperti diatas mengganggap power suply yang bermasalah.  Padahal powersuply tersebut normal. Sehingga mereka bersusah-susah mencari penyebab penyakitnya, tapi tidak ketemu juga.
  

Trik untuk memeriksa apakah B+ 115 bisa normal.



Untuk memastikan bahwa powersuply  bisa bekerja normal mengeluarkan tegangan B+115. Maka shortkan sementara kaki B-E transistor T506.


Trik memastikan tegangan 14v bisa normal.
Setelah B+ sudah bisa normal 115v, tapi flyback belum nyembur, maka pasang lampu dop 100W antara jalur B+ dngan Gnd.
Kemudian cek tegangan apakah sudah bisa normal 14v.


Suply tegangan Vcc 5v untuk mikrokontrol.
Pada saat stby dan pada saat power_on berbeda.
Bisa saja ter jadi pada stby tegangan 5v normal, tapi suply tegangan 5v dari arah saat Power_on bermasalah atau drops. Kalau diukur tegangan Vcc 5v ke mikrokontrol akan goyang2. Akibatnya indikator akan nyala kedip2 karena mikrokontrol akan hidup-mati. 


  1. Garis  biru adalah jalur suply Vcc 5v saat  Stby. Tegangan 5v stby poblem umumnya karena elko C507.
  2. Garis merah adalah jalur  suply Vcc 5v saat power_on. Tegangan drops saaat power-on umumnya disebabkan karena diode D504 atau elko C505.


**********************