Friday, August 22, 2014

Berapa ongkos service yang wajar

 

Seorang teknisi menanyakan tentang ongkos service yang wajar.

Ongkos reparasi itu sebenarnya sangat relatip. Artinya sangat banyak faktor yang mempengaruhi, antara lain misalnya

  • Kalau lagi buka cari pasaran ya jangan mahal dulu…….mesti dibawah harga pesaing sekitarnya……..dalam situasi ini hal utama kita perlu “mencari dan membangun kepercayaan” dari konsumen terlebih dahulu…..”lengo klentik nggo lelengan….bati sitik nggo langganan”
  • Kepercayaan akan diperoleh jika kita dapat…..menepati janji kapan selesai…..dapat memberi informasi berapa lama selesainya….dapat memperkirakan biaya service……..datang memenuhi service panggilan sesuai janji ….tarif dirundingkan dulu jika habis banyak…..kejujuran mengenai part yang diganti….hasil pekerjaan dapat dihandalkan (tidak rusak lagi)…..hasil gambar dan suara memuaskan……kalau ada retour (ulangan) segera diselesaikan……..mudah dihubungi (ditilpon).
  • Penampilan teknisi juga dapat mempengaruhi…..pakai sepatu….pakain selalu bersih dan rapi….rambut disisir rapi tidak gondrong….gigi tidak terselip Lombok
  • Penampilan tempat kerja (bengkel)….rapi bersih….tertata…..tidak terkesan kumuh
  • Sesuai dengan lokasi…..artinya berapa rata-rata ongkos service didaerah tersebut.
  • Sebaiknya buatlah Daftar Ongkos Service. Tempelkan di bengkel agar dapat dilihat konsumen dengan jelas.

Dan percayalah….jika sudah bisa “memperoleh kepercayaan” dari konsumen……”sudah mempunyai langganan”…….memasang tarif lebih tinggi dari bengkel sekitar….orang akan tetap mau datang. Orang kalau sudah percaya akan bilang :” wis manut ongkose piro sing penting dadi apik”….” Dah nurut saja ongkosnya berapa…yang penting jadi bagus”

Jika kita sudah punya nama dan dan dipercaya :

  • Ongkos lebih mahal biasanya tidak menjadi masalah.
  • Akan banyak konsumen menjadi langganan.
  • Konsumen dari jauhpun akan datang atau menilpon sebagai akibat promosi dari mulut ke mulut.

 

*****************

No comments: