Wednesday, January 8, 2014

Ciri pesawat tegangan B+ rendah saat st-by

 

KASUS :

  • Seorang teknisi membawa Panasonic TC21Z99, yang menggunakan ic SMD kotak TDA9592 80 pin, regulator STRW6754
  • Menjelsakan  bahwa "Pesawat problem bagian regulator yang jika dihidupkan tegangan B+ nge-drops”
  • “Semua komponen udah dicek dan diganti - problem tetap sama saja”.

 

PEMERIKSAAN YANG KAMI LAKUKAN :

  • Jika listrik dicolokkan lampu indikator hijau nyala sebentar…trus kemudian mati…..
  • Tegangan B+ ketika lampu indikator nyala hijau normal 140v….trus kemudian saat lampu indikator mati tegangan B+ drops.
  • Saat lampu indikator nyala hijau tegangan suply ke ic vertikal ada….ini artinya flyback sudah nyembur
  • Saat lampu indikator nyala hijau – jika ujung komponen didekatkan ke kumparan def yoke……terasa bergetar……ini menunjukkan bahwa vertikal sudah bekerja
  • Saat indikator mati tegangan st-by 5v…tetap ada terus…….ini artinya menunjukkan bahwa regulator masih kerja.
  • Kesimpulan dari gejala-gejala sesuai hasil pemeriksaan diatas……”ini namanya kan mati protek”
  • Pin kontrol power pada ic TDA kami cek saat indikator hijau adalah “high” dan kemudian “low” saat indikator mati……jelas ini mati protek

 

Kesalahan diagnosa seperti ini sering terjadi…….terutama pada model-model pesawat dimana tegangan B+ memang kecil saat “st-by”. Dan baru normal jika “power-on”. Akibat kesalahan diagnosa tersebut teknisi  telah buang2 waktu, uang, dan tenaga  untuk “ubek-2” mencari kerusakan bagian power suply, beli ic regulator, dan “tanya kesana-kemari” tentang kerusakan bagian power suply yang memang sebenarnya tidak rusak.

 

BAGAIMANA CARA MENGETAHUI CIRI-CIRI PESAWAT YANG TEGANGAN B+ RENDAH SAAT ST-BY

  • Paling mudah dengan cara pelototi skema model tersebut

 

Contoh .1 Dibawah ini adalah bagian dari skema Panasonic 21Z99.

clip_image002

  • Disini nampak bahwa pada katode-diode (pin-2) photocoupler dikontrol oleh Q857 yang dikontrol on-off oleh mikrokontrol lewat Q852.
  • Saat st-by - basis Q857 “high” – maka Q857 akan “on” – dan arus photocoupler PC850 akan langsung melalui R867 – Zener D862 – D863 – kolektor Q857 – Emitor Q857 (ground) sehingga akibatnya tegangan B+ drops
  • Saat power-on – basis Q857 “low” – maka Q857 akan “off” – dan arus photocoupler PC850 akan melalui SE140 – maka tegangan B+ akan normal

 

Contoh .2 Adalah Sharp merupakan skema Sharp

  • Untuk sharp tegangan B+ saat st-by demikian rendahnya, sehingga hanya kira-2 sekitar 10v

clip_image004

  • Pin-2 SE130 atau pin-2 photocoupler dikontrol oleh Q703
  • Cara kerjanya sama seperti penjelasan Panasonic diatas. Artinya jika Q703 pada kondisi “on” – maka tegangan B+ akan drops.

 

Contoh.3 Adalah merupakan skema Polytron.

  • Untuk Polytron tegangan B+ saat st-by sekitar 30 atau 40v
  • Disini sebagai pengganti semacam SE - digunakan KA431
  • Pin-2 photocoupler dikontrol oleh T506
  • Prinsip kerjanya juga sama, artinya jika T506 pada kondisi “on” – maka tegangan B+ akan drops.

clip_image006

 

Contoh.4  Adalah merupakan skema LG slim

  • Pin-2 photocoupler dikontrol oleh Q801.
  • Artinya jika Q801 “on” – maka tegangan B+ akan drops.

clip_image008

 

Sekarang coba diamati dan bandingkan contoh skema dibawah.

  • Contoh - Adalah skema Samsung
  • Terlihat bahwa pin-2 photocoupler tidak dikontrol oleh sebuah transistor – oleh karena itu tegangan B+ saat st-by maupun saat power-on tetap sama.

clip_image010

 

 

BAGAIMANA CARA MEMERIKSA APAK TEGANGAN BISA NAIK MENJADI NORMAL ?

Dari contoh-contoh 1 ~ 4 diatas. Jika bagian mikrokontrol masih problem, maka pesawat kadang selalu pada kondisi st-by sehingga tegangan B+ rendah. Untuk memastikan apakah tegangan normal masih bisa bekerja, maka dapat dilakukan cara sebagai berikut :

  • Walaupun ini tidak berlaku pada sebagian model . Demi “aman”nya – maka putus dulu jalur tegangan suply st-by (5v atau ada pula yang hanya 3.3v) ke ic mikrokontrol . Dapat dilakukan dengan sedot solderan pin-Vcc atau cabut dulu regulatornya. Hal ini untuk menghindari bagian mikrokontrol mendapat tegangan “over voltage” yang dapat merusak mikrokontrol
  • Lepas transistor yang mengkontrol pin-2 photocoupler
  • Hidupkan pesawat – maka kalau power suply normal, tegangan akan naik menjadi normal

 

******************************************

No comments: