Saturday, December 14, 2013

Akibat teknisi jika tidak memahami teori

 

Teknisi membawa mesin china LA76810A, katanya problem tidak terima siaran, sudah ganti tuner dan LA76810A……masih problem…….Rencana mau dicarikan ic program.

  • Begitu saya coba auto-serch….layar blank tidak ada noise.
  • Ini artinya bagian Video IF tidak kerja.
  • Cek tegangan pada coil VIF…..tidak ada tegangan……..Analisa langsung tertuju kemungkinan bagian VIF tidak mendapat tegangan supply Vcc…………Dan benar sekali pin-8 VUF Vcc tidak ada tegangan, karena induktor (L) yang menghubungkan ke jalur 5v putus…….

Jelas dari contoh cerita diatas….teknisi banyak buang waktu, tenaga dan biaya. Teknisi tersebut saya tahu sudah kerja hampir 10 tahun. Lalu apa yang salah? Apa yang perlu diperbaiki?

  • Dasar-dasar elektronika tentu sudah dipahami, karena lulusan SMK elektro.
  • Tetapi prinsip kerja teknik teve mungkin belum dipahami sepenuhnya atau belum dipelajari sama sekali.
  • Teknisi belajar service diperoleh berdasarkan “hafalan” saja.  Dia belajar hanya dengan cara melihat dari teknisi lain yang lebih senior. Klo gejala kerusakan begini…biasanya ini yg di-resolder,….atau ini yang coba diganti dulu……
  • Dia tidak memahami bagaimana “cara kerja” masing-masing bagian dari sirkit sebuah teve. Cara kerja masing-maing part (……..dalam hal ini dia tidak memahami cara kerja LA76810A……..teknisi tidak memahami fungsi masing-masing pin dari setiap ic.)
  • Teknisi tidak memiliki skematik diagram (kumpulan skema)
  • Komplit-nya teknisi tidak tahu bagaimana mesti belajar reparasi teve atau memang tidak ada semangat untuk “belajar” buat menambah pengetahuan.

 

Melacak kerusakan atau trouble-shooting………mestinya berdasarkan prosedur sebagai berikut……….

  1. Pengamatan gejala-gejala kerusakan.
  2. Memahami cara kerja bagian-bagian yang dicurigai rusak…..memahami rentetan kerja suatu bagian……memahami cara memeriksa kerusakan masing-masing part………Lha kalau tidak memahami cara kerjanya – bagaimana akan tahu bahwa sesuatu itu normal atau rusak?
  3. Berdasarkan gejala-gejala – kemudian dianalisa dengan bantuan skematik diagram…..saya biasa memelototi skema hingga agak lama sebelum melakukan pengukuran/pengecekan. Berdasarkan skema - kami buat catatan point-point mana saja yang akan di- ukur/cek. Kalaupun tdk pakai skema…sebenarnya tetap masih menggunakan….hanya skema tersebut sudah tercetak di kepala alias sudah hafal.
  4. Melakukan pengukuran/cek…….
  5. Dari hasil pengukuran/cek trus dianalisa…….woooowwwww…..kalau begini kemungkinan rusak adalah ini…….dan kalau lagi beruntung bisa langsung ketemu “biang keroknya”
  6. Tapi klo blum ketemu…kadang harus mesti ulangi pelototi skema lagi….trus buat catatan lagi point-point mana yg akan di-ukur/cek lagi…….
  7. Demikian proses akan berulang lagi……….

 

Sebagai contoh misalnya : Memahami cara kerja/fungsi-fungsi LA76810A

image

  • Suply vcc utk H.start adalah pin-25…tidak ada tegangan pada pin ini akan menyebabkan horizontal tidak nyembur.
  • Suply vcc untuk bagian Vertikal/video/Chroma adalah pin-43 ….tidak ada tegangan pada pin ini akan menyebabkan vertikal satu garis……..banyak teknisi yg memahami bagian vertikal hanyalah pd ic spt misalnya LA78040, TA8403, STV9302…..contoh2 ic tsb sebenarnya hanyalah merupakan bagian penguat achir bagian vertikal…….mereka tidak memahami bahwa bagian vertikal sebagaian ada pada ic besar.
  • Suply vcc untuk bagian Video IF adalah pin-8…….tidak ada tegangan pada pin ini kan menyebabkan layar tidak ada noise (tidak ada semut)
  • Suply vcc untuk bagian RGB adalah pin-18…..tidak ada tegangan ini akan menyebakan layar blank/no osd
  • Jalur sinyal suara FM 5.5 keluar dari pin-52 ==> masuk ke pin-54 ==> diproses oleh FM amplifier dan Audio detector sehingga diperoleh sinyal audio (suara). Sinyal suara langsung dikeluarkan dari pin-2. Sinyal suara yang melewati AV switch dan volume control keluar dari pin-1
  • Dst….Dst…..Dan masih banyak lagi yang mesti dipahamai bagian-bagian dari LA76810A ini……

Karena itu penting bagi teknisi untuk memahami bagian-bagian dari setiap ic seperti misalnya TMPA8873, TDA8361, M52770, dll. Karena hanya dengan memahami setiap fungsi dan bagian dari ic-ic tersebut kita bisa melakukan analisa. Data-data semua ic tersebut dapat dicari lewat internet (misalnya lewat “datasheet4u.net”

 

 

Ini adalah cerita lucu tentang :

“bagaimana jika seseorang hanya belajar dari mengamati/melihat cara orang kerja orang lain, tanpa diberi tahu teorinya”

Seseorang mengamati bagaimana orang lain menggunakan mikroskop. Dia tidak diberitahu “teori” cara menggunakan mikroskop. Ketika disuruh coba untuk melihat menggunakan mikroskop tersebut : “dia mengatakan tidak melihat-apa-apa”. Selidik-punya selidik dia tidak melihat pa-apa karena kedua matanya merem semua waktu menggunakan osiloskop

 

 

***********************************

No comments: