Saturday, August 10, 2013

Management “5 s”

 

Istri saya pernah ceritera, bahwa ipar perempuannya pernah ngomong :”bengkel teve itu umumnya pasti kumuh”. Tapi langsung dijawab oleh istri saya :”tapi kalau suami saya lain, lihat saja sendiri”

Menanggapi omongan istri saya :”saya cuma bisa meng-iya-kan”. Memang hal itu merupakan kenyataan yang sering saya jumpai.

Coba saja lihat :

  • Buka laci meja. Mungkin disitu bayak diketemukan serpihan sedotan timah, ada bekas bungkus rokok, bekas komponen rusak, potongan kabel
  • Lihat bawah meja. Mungkin penuh barang-barang dan jarang disentuh sapu.
  • Lihat meja kerja. Mungkin banyak skrup, potongan kabel, puntung rokok, ada beberapa teve dibuka sekaligus.
  • Lihat lantai sekitar. Mungkin sulit untuk jalan, barang2 saling ditumpuk sehingga kadang sulit dicari.
  • Teknisi kebingungan mencari teve yang mau diambil, peralatan yang ketlingsut. Ada teve yang kelupaan belum dikerjakan.

clip_image002

clip_image004

Sory ya buat pemilik bengkel ini, gambarnya saya pinjam

Kenapa bisa demikian?    Ada beberapa alasan yang menyebabkan hal demikian terjadi, antara lain :

  • Merasa sayang untuk membuang barang-barang yang sebenarnya tidak diperlukan lagi.
  • Terlalu disibukkan dengan pekerjaan, sehingga “tidak ada waktu” untuk membersihkan maupun menata.
  • Atau mereka memang tidak peduli, tidak merasa risih dengan tempat kerja yang amburadul dan kotor. Melihat tempat kerja kotor dan amburadul sudah ter-“biasa”…….
  • Tidak tahu harus berbuat apa? Atau tidak tahu bagaimana cara mengatur tempat kerja.
  • Tidak mempunyai rasa disiplin.
  • Tidak tersedia peralatan untuk menjaga kebersihan

 

Disini kami berikan “5 S” atau singkatan dari 整理 (seiri), 整頓 (seiton), 清楚 (seiso), 清潔 (seiketsu), 躾け (shitsuke),

5S adalah suatu metode “penataan” dan “pemeliharaan” wilayah kerja secara intensif yang berasal dari Jepang yang digunakan oleh manajemen dalam usaha memelihara ketertiban, efisiensi, dan disiplin di lokasi kerja sekaligus “meningkatan kinerja” perusahaan secara menyeluruh.

Penerapan 5S harus dilaksanakan secara bertahap sesuai urutannya. Jika tahap pertama (seiri) tidak dilakukan dengan baik, maka tahap berikutnya pun tidak akan dapat dijalankan secara maksimal, dan seterusnya.

1. Seiri (sort). Merupakan kegiatan indentifikasi barang/peralatan maupun spare part yang dilanjutkan dengan kegiatan “pemilahan” dan “pengelompokan” antara barang yang masih sering digunakan, barang yang mungkin/jarang digunakan, dan barang yang semestinya dibuang atau tidak diperlukan. Barang yang sering diperlukan ditempatkan pada lokasi yang mudah dijangkai, barang yang jarang digunakan disimpan ditempat lain, barang yang tidak dipakai dibuang atau diloakkan.

2. Seiton (straighten) . Merupakan metode “penyimpanan barang maupun peralatan” pada “posisi yang telah ditetapkan” agar “siap dan mudah dicari” jika diperlukan. Dikelompokkan tempat penyimpanan peralatan, tempat teve belum dikerjakan, tempat teve kesulitan/tunggu spare part, tempat teve sudah selesai misalnya.

3. Seiso (shine). Merupakan kegiatan pembersihan dan perawatan peralatan dan area tempat kerja sehingga selalu tampak rapi, teratur, dan bersih. Setiap hari sebelum meninggalkan tempat kerja semua harus dirapikan, diatur pada tempatnya, dan dibersihkan

4. Seiketsu (standardize). 3 tahap diatas harus merupakan ”kebiasaan pribadi” yang harus dilakukan oleh setiap pekerja. Setiap pekerja pada kelompok perlu “tahu dan memahami” semua hal ini.

5. Shitsuke (sustain). Rasa “disiplin diri” masing-masing pribadi, dan harus ada komunikasi yang baik pada semua orang yang dalam pekerjaan dalam menjaga agar seluruh tahap diatas bisa berjalan terus-menerus. Setiap pekerja baru mesti “diberikan training” agar memahami dan ikut melaksanakan semua hal ini

clip_image006

clip_image007

clip_image009

Intinya 5S adalah :

  • Memilah apa yang perlu dan apa yang tidak diperlukan
  • Menentukan lokasi setiap barang maupun material pada tempat yang sesuai
  • Standard kerja ini harus secara disiplin dilaksanakan

 

********************************

No comments: