Sunday, February 24, 2013

Beberapa resiko jika melumpuhkan sirkit protektor

Mematikan fungsi PROTEK pada kasus-kasus tertentu mempunyai resiko yang harus dipahami oleh semua teknisi.

 

B+ OCP (over current protector).

  • Protektor ini disampling menggunakan Resistor yang dipasang pada jalur B+ ke flyback.
  • Protektor ini akan aktif jika terjadi kerusakan pada Tr H-out, flyback, def yoke, beban flyback ada yang short (misalnya ic vertical short)
  • Jika flybak rusak karena kumparan ada yang short, maka dengan mematikan B+ OCP dapat menyebabkan Tr hor-out langsung jebol jika teve dihidupkan

 

Vertikal protektor.

  • Protektor umumnya disampling dari pulsa-pulsa vertical yang dioutputkan dari bagian Pump-up.
  • Protektor dapat aktip bekerja karena, solderan bagian vertikal, ic vertikal rusak, tidak ada supply Vcc dari flyback untuk bagian vertikal, atau komponen dari sirkit protektor sendiri ada yang rusak.
  • Jika protektor ini dimatikan, mungkin saja kita akan dapat melihat bahwa layar akan nyala satu garis horisontal.
  • Tetapi sebenarnya ada bahaya lain yang mengancam : yaitu CRT akan retak. Hal ini dapat terjadi ketika vertikal tidak kerja disertai munculnya gejala-gejala : layar sepertinya nyala penuh, polos, tidak terlalu terang, tidak ada OSD, dan ada warna-warni seperti pelangi. Jika terjadi hal demikian dan teve dihidupkan agak terlalu lama, maka ada resiko CRT akan retak. Kenapa hal ini bisa terjadi. Setelah beberapa kali menjumpai kasus seperti dan melakukan analisa, maka kami achirnya dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut. Pada saat vertikal satu garis, biasanya akan muncul dibagian tengah layar. Tetapi kadang garis yang muncul bukan tepat ditengah layar, tetapi agak bergeser keatas atau kebawah. Hal ini disebabkan pada kumparan def yoke dilalui arus dc yang disebabkan adanya perbedaan tegangan pada output dari ic vertical-out. Jika perbedaan tegangan dc ini terlalu besar, maka mungkin saja garis jadi tidak kelihatan, karena bergeser tersembunyi terlalu keatas atau terlalu kebawah. Akibatnya scaning garis ini menembak bagian leher CRT yang menyebabkan bagian tersebut menjadi panas….dan lama-lama menjadi retak.

 

B+ OVP (over current protector)

  • B+ OCP akan mematikan power supply atau bagian horisontal jika tegangan B+ over
  • Tegangan B+ yang over dapat juga beresiko merusakan CRT karena tegangan High Voltage anode CRT juga akan ikut over. Biasanya CRT akan retak atau kadang keluar sinar semacam lampu neon pada bagian sekiar katodenya. Kami sudah beberapa kali menjumpai kerusakan semacam ini, karena kebetulan teve tidak diperlengkapi dengan B+OVP.
  • Teve model lama yang diperlengkapi dengan sirkit Automatic 110/220v pengalaman kami juga beresiko terjadinya B+ over voltage. Sirkit ini sebenarnya berfungsi untuk menaikkan tegangan 110v menjadi 220v secara otomatis. Tetapi kadang sirkit ini rusak, sehingga tegangan 220v dilipatkan menjadi 2 kali sehingga tegangan yang keluar pada elko besar menjadi hamper 500v. Akibatnya teganagan B+ juga ikut naik…..dan mengakibatkan CRT rusak. Oleh karena itu setiap kali menjumpai teve yang masih menggunakan sirkit seperti ini kami selalu “mematikan” sirkit Automatis 110/220v ini dengan cara melepas semua komponen-komponennya.
  • Oleh karena itu setiap kali menyalakan teve pertama kali sewaktu repair, maka sebaiknya dilakukan dengan mengukur tegangan B+.

 

*******************

No comments: