Sunday, November 27, 2011

Horisontal kurang lebar kiri-kanan

(merupakan revisi ke.1 dari tulisan sebelumnya)

Beberapa versi cara mengatasai raster kurang lebar kiri-kanan pada teve normal yang tidak menggunakan sirkit EW (pin-cushion).

Ada beberapa penyebab yang dapat membuat raster sedikit kurang lebar.

  • Adjustment tegangan B+ belum pas. Oleh karena itu adjust dengan benar sebelum melakukan perbaikan lainnya.
  • Sehabis ganti def yoke, terutama jika diganti bukan ori
  • Sehabis ganti flyback, terutama jika flyback pengganti bukan ori
  • Sehabis ganti CRT
  • Kerusakan kapasitor resonant (nilai kapasitansi berubah menjadi lebih kecil)
  • Memasang mesin china pada CRT lain

 

1. Dengan menambah kapasitor milar

  • Cara ini yang biasa kami lakukan jika hanya kurang lebar sedikit
  • Sediakan kapasitor dengan nilai 332 atau 442 tegangan 1600v
  • Pasang paralel dengan kapasitor resonan yang lokasinya pada kolektor transistor horisontal dengan ground.
  • Jika hasilnya masih kurang lebar - nilai kapasitor dapat ditambah, dan jika terlalu lebar - nilai dikurangi

Cara ini mengakibatkan tegangan heater menjadi sedikit drops (juga tegangan keluaran dari flyback lainnya) dan lebar vertikal berubah. Oleh karena itu perlu re-adjustment vertikal size.

Catatan :

  • Jangan mengurangi nilai kapasitor resonan untuk mengatasi raster yang terlalu lebar.
  • Karena akan mengakibatkan tegangan heater maupun tegangan keluaran flyback lainnya seperti tegangan high voltage anode juga naik. Dapat mengakibatkan transistor horisontal panas atau jebol, bahkan CRT rusak

 

2. Dengan memasang tranfo yoke

  • Jenis tranfo ini banyak dijual oleh toko yang menyediakan mesin china.
  • Cara ini dapat digunakan jika kurang lebar cukup banyak
  • Prinsip kerjanya mirip sebagai tranfo step-up (dapat dibaca pada buku petunjuk yang disediakan)
  • Kelebihan dengan tranfo yoke kita dapat menambah maupun mengurangi lebar raster kiri-kanan.

Pengamatan kami dengan pemakaian tranfo yoke, dapat mengakibatkan problem pada horisontal linear. Bahu kiri-kanan penyiar nampak menjadi kurang simetri

 

3. Dengan penambahan lilitan pada ferit flybak.

  • Putus salah satu kabel yoke horisontal (pada solderan def yoke).
  • Lilitkan kabel tersebut di ferit yg ada di flyback (3 atau 4 lilitan dulu)
  • Ujung kabel sambungkan lagi ke yoke.
  • Tes apa perubahanya. Kalau melebar berarti arah gulungan sudah benar. Kalau tambah menyempit berarati gulungnya salah arah.
  • Kalau arah gulungan sudah benar, tetapi masih kurang lebar maka tambah lilitan (dan sebaliknya kurangi lilitan jika terlalu lebar)

 

 

********************

Tanda-tanda flyback rusak

 

Tanda-tanda kerusakan tranfo flyback antara lain dapat ditunjukkan dengan :

  • Transistor HOT rusak short, dan jika diganti baru akan rusak lagi
  • Bodi flyback ada bagian yang mengelembung, warna bodi berubah, ada lubang kecil yang kadang keluar semacam lelehan, bodi ada retakan
  • Resistor pada sirkit bagian ABL ada yang terbakar. Kalaupun masih dapat hidup normal, hal ini umumnya menunjukkan flyback sudah akan rusak. Biasanya tidak lama kemudian flyback akan rusak.
  • Kapasitor (200v) pada pin-ABL flyback short ke ground
  • Keluar loncatan api dari bagian tertentu atau antar kaki pin-pinnya.
  • Tegangan tinggi anode, fokus, screen tidak keluar, tetapi tegangan rendah lainnya keluar.
  • Jika diukur dengan ohm meter( dengan X10K) ada kebocoran antara anode cap dengan kaki pin-yang ke ground flyback.
  • Jika diukur dengan ohm meter ada hubungan antara kumparan bagian primer dengan bagian sekunder.

 

************************

Flyback untuk pembangkit tegangan anode dan fungsi lainnya

(merupakan revisi ke.1 dari tulisan sebelumnya)

 

Flyback  sebagai pembangkit tegangan tinggi anode CRT (High Voltage)

  • Pulsa horisontal digunakan untuk mengendalikan agar sinar elektron melakukan penyapuan gambar secara horisontal dari bagian kiri layar ke bagian kanan. Kemudian dengan kecepatan tinggi pulsa horisontal akan mengembalikan sinar elektron kebagian kiri layar untuk memulai mengulang penyapuan garis horisontal berikutnya lagi.
  • Pulsa pengembalian sinar elektron agar kembali ke bagian kiri layar ini dinamakan "pulsa horisontal retrace". Pulsa-pulsa inilah yang dimanfaatkan untuk membangkitkan tegangan tinggi anode dengan cara memasang sebuah tranfo pada bagian horisontal-output. Oleh karena itu tranfo ini dinamakan tranfo flyback.
  • Arus pulsa horisontal retrace yang berubah dengan sangat cepat pada bagian primer flyback mampu menginduksikan tegangan tinggi (HV) pada kumparan sekunder sekitar 25 hingga 30Kv ac. Dan menggunakan diode tegangan ini disearahkan menjadi tegangan dc. Sebagai filter tegangan tinggi adalah lapisan aquadaq pada tabung CRT.
  • VR atau potensio sebagai pembagi tegangan tinggi dipasang didalam bodi flyback guna mendapatkan tegangan tinggi untuk Fokus sekitar 6Kv dan tegangan Screen sekitar 500v. Kecuali itu flyback juga digunakan untuk menghasilkan tegangan-tegangan rendah lainnya seperti untuk suply bagian vertikal, heater dan 180v untuk video drive, dan tegangan lain misalnya untuk bagian sirkit video atau bagian audio (suara).

 

TV Sony yang menggunakan tabung Trinitron membutuhkan tegangan screen sekitar 400 ~ 800v. Tegangan screen bukan diperoleh dari tranfo flyback, tetapi diperoleh dengan cara menyearahkan pulsa-pulsa horisontal dengan cara memasang sebuah diode pada kolektor transistor HOT.

 

Alasan mengapa pembangkit tegangan tinggi menggunakan flyback?

Besarnya frekwensi pulsa horisontal adalah sekitar 15khz. Keuntungan dengan penggunaan  frekwensi tinggi untuk membangkitkan tegangan tinggi ialah bahwa jumlah lilitan tranfo untuk menaikkan tegangan yang dibutuhkan relatip tidak sebanyak jika dibanding menggunakan tranfo konvensionil seperti yang dipakai pada listrik ac dengan frekwensi 50Hz (tranfo adaptor). Jika menggunakan trafo seperti yang digunakan pada adaptor, tentu akan lebih banyak membutuhkan gulungan, memakan tempat, dan berat. Karena bekerja pada frekwensi tinggi, maka inti tranfo flyback menggunakan bahan dari ferit

 

Blooming dan breathing

  • Sebagai penyearah tegangan tinggi HV digunakan deretan diode yang diseri, sehingga mengakibatkan mempunyai resistansi internal yang relatip tinggi. Perubahan arus yang kecil dapat mengakibatkan tegangan tinggi drops.
  • Tegangan tinggi drops akan menyebabkan sinar elektron kecepatannya menurun dan lebih mudah dibengkokkan oleh def yoke, sehingga akibatnya raster akan mengembang arah horisontal dan vertikal (istilahnya blooming....). Akibatnya jika kontras atau britnes gambar berubah-ubah dapat menimbulan gangguan raster kembang-kempis (istilahnya breathing.....).
  • Pada TV yang sederhana untuk mengkoreksi cacat breathing biasanya dipasang sebuah resistor 1 hingga 3 ohm 2 watt pada jalur B+ . Jika kontras atau britnes gambar bertambah akibatnya arus B+ akan bertambah dan mengakibatkan tegangan drops pada resistor bertambah besar (tegangan drops V = I x R). Akibatnya tegangan ke horisontal output akan drops dan defleksi horisontal juga drops sehingga raster tidak jadi mengembang.
  • TV layar besar biasanya memakai sirkit anti breathing dengan menggunakan pin-EHT input yang terdapat pada IC Jungel. Pulsa dari flyback dihubungkan ke pin-EHT dan dihubungkan dengan bagian koreksi EW yang akan otomastis mengendalikan Hor-size dan Vert-size

 

Pulsa-pulsa dari tranfo flyback diberikan ke sirkit bagian lain dengan fungsi untuk :

  • Pulsa diberikan ke IC Mikrokontrol sebagai pulsa Hor Sync, dimana bersama pulsa Vert Sync dari bagian vertikal-out dipakai untuk keperluan pembangkit karakter OSD (On Screen Display). Jika pulsa ini terputus maka akan menyebabkan OSD tidak muncul.
  • Pulsa diberikan ke ic Jungel /Video Chroma berfungsi untuk pulsa blangking, pembangkit sinyal sand-castle, pemroses warna dan sebagai pulsa untuk Horisontal AFC.2. Jika pulsa ini terputus dapat menyebabkan raster blank dan OSD tidak muncul, atau gambar sedikit bergeser kekiri sehingga nampak ada blok hitam pada bagian kanan layar.
  • Pada beberapa model TV lama (juga pada monitor komputer) pulsa dari flyback dipakai untuk sinkronisasi ke bagian SMPS (Switch Mode Power Supply). Berfungsi untuk menghilangkan gangguan frekwensi SMPS terhadap gambar. Jika pulsa ini terputus dapat menyebabkan problem seperti, power suply ada ngerik, power suply tidak kerja, back ground gambar ada gangguan seperti serat kayu.

 

********************************

Lapisan aquadaq adalah lapisan konduktor berwarna hitam yang ada dibagian luar kaca tabubg CRT. Lapisan ini membentuk semacam kondensator dengan lapisan anode yang ada didalam CRT. Oleh karena itu aquadaq harus selalu disambung ke ground dengan baik.

Penyebab transistor horisontal langsung jebol

(merupakan revisi ke.1 dari tulisan sebelumnya)

 

Kemungkinan para teknisi pernah punya pengalaman seperti ini.
Ketika mengganti transistor HOT, maka transistor tersebut rusak short kembali dalam hitungan detik ketika dicoba hidupkan.

Penyebab transistor HOT langsung rusak seketika saat teve dihidupkan adalah :

  1. Kapasitor resonan yang terdapat pada kolektor transistor HOT nilainya mengecil atau solderan lepas (tegangan kerja umumnya 1600v). Cek nilai kapasitor dengan kapasitor-meter untuk memastikan apakah nilai berubah.
  2. Flyback rusak karena kumparan bagian primer short
  3. Def yoke terbakar berat sehingga short
  4. Tegangan B+ terlalu tinggi (misalnya 200v atau lebih), disebabakan kerusakan bagaian power suply.
  5. Osilator horisontal frekwensi berubah (misalnya karena X-tal 503 rusak)

 

Kenapa kapasitor resonan yang nilainya mengecil dapat merusak trasistor HOT ?

Coba lakukan percobaan seperti ini :

  • Cari tranfo power suply yang dipakai untuk amplifier atau radio/tape/DVD compo import (bukan lokal) yang masih bagus
  • Ambil ohm-meter dan set pada posisi x-1
  • Pegang probe merah dan probe hitam pada bagian logam-kontaknya, masing-masing dengan tangan kiri dan tangan kanan (bukan dipegang plastiknya)
  • Tempel sebentar kedua probe tersebut pada ac input 220v tranfo dengan jari tetap menempel pada ujung logam probe meter, seperti saat memeriksa dengan ohm meter
  • Lepaskan probe dari tranfo.
  • Pada saat melepaskan kontak probe – maka akan dapat dirasakan adanya kejutan atau sengatan listrik yang kecil.
  • Dari mana asalnya tegangan kejutan ini, karena kita tahu bahwa avo meter hanya menggunakan tegangan bateri 3v?

Pada semua induktor (kumparan) yang dilalui arus dc kemudian diputus, maka arus dengan tiba-tiba akan menghilang. Arus yang menghilang dengan tiba-tiba dengan waktu yang sangat singkat ini akan membangkitkan tegangan kejut yang waktunya sangat pendek yang dinamakan tegangan “induksi diri” (self induction")  pada kumparan itu sendiri. Tegangan induksi ini besarnya dapat beberapa puluh kali lipat tegangan dc asalnya. Tergangan induksi diri inilah yang menyebabkan adanya kejutan saat kita mengukur tranfo power.
Demikian juga yang terjadi pada kumparan bagian primer tranfo flyback. Tranfo ini dilalui arus yang berbentuk pulsa-pulsa on-off secara berulang dengan frekwensi tinggi yang dapat menghasilkan tegangan induksi diri hingga puluhan ribu volt.
Kapasitor resonan digunakan untuk "meredam" tegangan induksi diri yang tinggi ini dengan cara tegangan tersebut akan diserap untuk mengisi kapasitor tersebut.
Oleh karena itu jika kapasitor resonan sampai lepas solderannya atau nilainya turun, maka tegangan induksi diri dari flyback tersebut tidak ada yang meredam. Tegangan kejut puluhan ribu volt akan diterima oleh kolektor transistor HOT hingga menyebabkan transistor mati seketika, karena tidak tahan.
Apa akibatnya jika kapsitor resonan rusak, tetapi transistor HOT masih tahan.
Jika kapasitor resonan rusak, tetapi transistor HOT masih tahan bekerja hingga beberapa puluh detik saja , maka kemungkinan dapat menyebabkan :

  • Tegangan keluaran dari flyback, seperti heater, screen, tegangan anoda dll akan naik semua.
  • Jika model menggunakan X-ray protektor maka protektor akan aktip bekerja
  • Raster sedikit menyempit kiri-kanan
  • Terjadi loncatan internal tegangan tinggi didalam flyback yang dapat merusak flyback itu sendiri, atau merusak kapasitor tegangan tinggi internal yang ada didalam flyback.
  • Ada kemungkinan merusak tabung CRT (timbul loncatan api didalamnya)

 

Mengapa flyback yang short pada kumparan primer menyebabkan transistor HOR rusak ?

Pada kondisi normal saat transistor HOT pada kondisi “on” maka arus yang melalui transistor besarnya akan dibatasi oleh "reaktansi induktif"  kumparan primer flyback. Jika kumparan primer flyback short, maka tidak ada lagi yang membatasi arus ini, sehingga transistor HOT dapat mati seketika karena over current.
Kerusakan flyback pada bagian kumparan sekunder, diode tegangan tinggi atau kerusakan kumparan def yoke horisontal juga dapat merusakan transistor HOT, tetapi umumnya tidak meyebabkan mati seketika.

 

***********************************

Thursday, November 24, 2011

Memahami bagian-2 sirkit Horisontal-out

(tulisan ini merupakan revisi ke.1 tulisan sebelumnya)

Jalur utama pulsa horisontal adalah dari kolektor transistor HOT >>def yoke >> kumparan linearity >> kapasitor “S” >> ground.

Mengenal nama-nama part pada bagian horisontal-out (lihat gambar dibawah)

  • Kapasitor resonan (nama lain adalah kapasitor safety, damper) yaitu kapasitor milar yang umumnya mempunyai tegangan kerja 1600v (tidak nampak pada gambar)
  • Kapasitor “S” ( S curve correction) yaitu kapasitor milar yang umunya mempunyai nilai sekitar 304 dengan tegangan kerja sekitar 200 hingga 400v. Dipasang secara seri dengan def yoke dan coil linearity (contoh gambar CR406S)
  • Kumparan Linearity horisontal , merupakan kumparan yang dipasang secara serial dengan def yoke dan kapasitor S (contoh gambar LR402S)
  • Sirkit “Kink” correction (koreksi cacat cross-hatch) terdiri dari sebuah dengan tegangan 160v~250v, sebuah diode dan sebuah resistor. Sirkit dipasang paralel dengan kapasitor S (contoh gambar C407, R407, D401)
  • Sirkit ‘M” correction yang terdiri dari coil dan kapasitor yang dipasang paralel pada kapasitor S sama seperti halnya sirkit “kink” correction (contoh gambar L408 dan C823)

clip_image002Gambar adalah contoh bagian dari skema Samsung

 

I.Kapasitor Resonan

Fungsi

  • Meredam tegangan induksi diri yang sangat tinggi sekali yang terjadi pada flyback

Jika rusak sehingga nilai mengecil atau solderan lepas

  • Akan mengakibatkan tegangan induksi diri pada flyback sangat tinggi dan menyebabkan transistor HOT short kolektor-emitor
  • Tegangan keluaran HV dari flyback akan naiksangat tinggi (hingga 50 Kv atau lebih). Pada kasus tertentu hal ini dapat menyebabkan CRT rusak

Jika nilai diperbesar

  • Raster akan melebar arah kiri-kanan
  • Tegangan keluaran dari flyback seperti misalnya tegangan heater, tegangan tinggi HV, akan drops

Jika nilai sedikit menurun atau diperkecil

  • Raster akan menyempit pada bgaian kiri-kanan.
  • Tegangan keluaran dari flyback akan naik semua, seperti tegangan heater.
  • Tegangan tinggi HV yang naik sehingga melebihi spesifikasi. dan dalam jangka waktu tertentu dapat menyebabkan CRT rusak
  • Dapat memicu X-ray protektor aktip bekerja.

II.Kapasitor “S”

Fungsi

  • Memperbaiki cacat “S”. Yaitu cacat dimana gambar pada bagian kiri-kanan layar menjadi lebih renggang dibanding gambar pada bagian tengah layar.
  • Jika rusak - Harus diganti dengan nilai yang sama.
  • Cacat “S” hanya bisa diamati jika gambar menampilkan patern cross-hatch (kotak-kotak)

Jika rusak sehingga mengecil atau nilai nol atau solderan lepas

  • Menyebabkan jalur pulsa horisontal buntu, sehingga berpindah akan melalui sirkit “kink correction”. Menyebabkan elko pada sirkit “kink” correction meletus dan resistor terbakar
  • Raster akan menyala satu garis tegak lurus dibagian tengah layar
  • Pada teve model tertentu seperti SONY – menyebabkan semua tegangan keluaran dari flyback drops menjadi sangat kecil – raster gelap – sehingga kadang teknisi terjebak disangka problem pada bagian horisontal out atau flyback rusak.

Jika diganti dengan nilai yang tidak sama (lebih besar atau kecil)

  • Jika dilihat sepintas  gambar nampak seperti normal-normal saja. Kalau dicek dengan patern akan nampak cacat “S”. Cacat kadang juga dapat dilihat saat ada gambar teks berjalan.

III.Coil linearity

Fungsi

  • Memperbaiki cacat horisontal linearity. Yaitu cacat dimana gambar pada bagian kanan layar seperti dikompres.
  • Jika rusak (terbakar) harus diganti dengan nilai (mH) yang sama.
  • Mempunyai polaritas seperti elko – pemasangan tidak boleh terbalik. Pada bagian part maupun board biasanya sudah diberi tanda. Kalau terbalik cacat akan nampak bertambah parah.

Jika terbakar atau dishort langsung

  • Dilihat sepintas gambar normal-normal saja. Tetapi kalu dicek pakai patern akan terlihat cacat tersebut. Cacat kadang juga dapat dilihat saat ada gambar teks berjalan. Bahu kiri-kanan penyiar nampak tidak simetris

IV. Sirkit “kink” correction

Fungsi

  • Memperbaiki cacat cross-hatch, dimana jika gambar menampilkan garis tegak vertikal silang dengan garis horisontal, maka akan timbul cacat seperti cacing pada bagian garis tegak vertikal

Jika salah satu part ada yang rusak atau tidak dipasang

  • Secara sepintas gambar seperti normal-normal saja. Cacat akan timbul jika layar menampilkan gambar yang ada garis silangnya.

V.Sirkit “M” correction

Fungsi

  • Fungsi hampir miirip dengan fungsi kapasitor “S”

Jika part ada yang rusak atau tidak dipasang

  • Secara sepintas tidak nampak problem pada gambar.

VI. Def yoke (horisontal)

Fungsi

  • Mengontrol sinar elektron untuk melakukan scanning dari arah kiri ke kanan layar

Jika rusak short

  • Kalau kerusakan masih ringan – raster akan nampak berbentuk seperti trapesium (bagian pinggir kiri-kanan miring)
  • Menyebabkan kumparan terbakar/berasap
  • Menyebabkan tegangan B+ drops, tegangan keluaran flyback drops.
  • Kerusakan cukup parah dapat menyebabkan transistor HOT rusak

Salah satu kumparan putus

  • Def Yoke horisontal umunya terdiri dari 2 buah kumparan yang dipasang secara paralel. Jika salah satu putus maka raster akan menyempit secara horisontal dan membentuk seperti trapesium.

Kalau diganti dengan tipe yang berbeda

  • Dapat menyebabkan konvergen dinamis problem. Yaitu garis putih pada bagian pinggir-pinggir layar pecah menjadi tiga garis RGB

Jika diganti dengan impedansi (ohm) yang lebih rendah

  • Raster cenderung akan melebar kiri-kanan
  • Tegangan keluaran dari flyback akan naik.
  • Karena itu perlu dilakukan penyesuaian nilai resistor heater (diperbesar) agar tegangan heatar tidak melonjak. Tegangan heater yang naik dapat menyebabkan umur pemakaian CRT lebih pendek
  • Jika impedansi pengganti terlalu rendah dapat menyebabkan transistor HOT panas atau jebol, disebabkan karena tegangan dari flyback menjadi naik sangat tinggi.
  • Pada kasus tertentu dapat menyebabkan CRT rusak, karena tegangan tinggi HV naik sangat tinggi (hal ini sering terjadi pada SAMSUNG)

Jika diganti dengan impedansi (ohm) yang lebih besar

  • Raster cenderung akan menyempit kiri-kanan – dapat dikoreksi dengan memperbesar nilai kapasitor resonance atau penggunaan tranfo-yoke (step-up)
  • Tegangan keluaran dari flyback cenderung akan menurun.
  • Tegangan heater drops sehingga gambar menjadi redup.

 

clip_image004

Cacat kink atau cacat cross hatch, jika menampilkan garis silang (cross) maka garis vertikal akan menjadi bengkok seperti pada contoh gambar (gambar dari Toshiba training manual)

 

                   
                   
                   
                   
                   
                   
                   
Gambar cacat “S”. Disini nampak gambar pada samping kiri-kanan lebih renggang dibanding gambar pada tengah layar

 

                   
                   
                   
                   
                   
                   
Cacat horisontal linear. Disini gambar pada bagian kanan layar nampak lebih rapat dibanding gambar pada bagian kiri layar.

 

***********************

Penyebab transistor Horisontal panas atau sering rusak

(tulisan ini merupakan revisi ke.1 dari tulisan sebelumnya)

 

KASUS :

  • Transistor HOT panas.
  • Atau transistor HOT rusak lagi.setelah pesawat dipakai beberapa hari

 

Dan dibawah ini adalah beberapa catatan yang kami miliki sebagai penyebab kasus tersebut

(1) Semua tegangan di cek normal.

  • Penyebab ini paling sering terjadi. Elko deccoupling filter suply Vcc pada bagian primer tranfo horisontal drive nilai mengecil atau kering (contoh gambar C408). Hal ini menyebabkan transistor HOT “under drive”.
  • Transistor HOT cara kerjanya mirip sebagai switch yang bekerja on-off dengan frekwesi tinggi. Idealnya pada saat “on” resistansi antara kolektor-emitor adalah mendekati nol ohm, dimana syaratnya untuk memenuhi hal ini adalah “level sinyal drive” harus mencukupi.
    Jika level sinyal drive kurang akibatnya transistor tidak dapat “on” sepenuhnya. Ada semacam resistansi atau "tahanan semu" antara kolektor-emitor. Akibatnya akan timbul panas dari tahanan semu ini ketika dilalui oleh arus kolektor sebesar Watt = I x R. Makin besar nilai tahanan semu, maka makin panas suhu transistor horisontal

clip_image002

 

(2) Pada model-model tertentu seperti SAMSUNG atau JVC.

  • Suply tegangan Vcc untuk bagian horisontal-drive ada 2 macam.
  • Saat start pertama teve dihidupkan - suply diberikan dari tranfo switching (contoh gambar bawah tegangan A+ 13.5v)
  • Kemudian saat pesawat sudah hidup - suply selanjutnya ganti diberikan dari tranfo flyback yang mempunyai tegangannya sedikit lebih besar dari tegangan saat start (contoh gambar B+ 16.5v)
  • Kerusakan pada sirkit yang mensuply Vcc dari flyback dapat menyebabkan under drive.
  • Kerusakan dapat disebabkan ada resistor yang putus, atau diode rusak.  Diode ini (contoh D303) kadang diperiksa dengan ohm meter nampaknya bagus, tetapi kalau dipasang akan menyebabkan tegangannya drops

clip_image004

 

(3) Penyebab kemungkinan lain yang bisa terjadi :

  • Tegangan suply untuk horisontal-driver drops. Dapat disebabkan karena ada resistor nilai molor (atau pernah diganti dengan nilai yang berbeda)
  • Gulungan pada tranfo horisontal-drive ada yang sedikit short
  • Kumparan def yoke bagian horisontal ada yang sedikit short/terbakar . Atau def yoke pernah diganti dengan impedasi yang lebih rendahh.

 

Cara menguji apakah transistor horisontal terlalu panas (overheat) secara sedehana :

  • Tempelkan jari telunjuk pada bodi transistor (hati-hati melakukannya).
  • Jika jari telunjuk tahan menempel hingga agak lama, berarti suhu adalah normal.

 

 

         ******************************

Bagian Defleksi Horisontal


Fungsi dari sirkit Defleksi Horisontal

(tulisan ini merupakan revisi ke.1 dari tulisan sebelumnya)

Fungsi sirkit bagian defleksi horisontal :

1. Fungsi utama bagian defleksi horisontal adalah membangkitkan pulsa-pulsa untuk diumpankan ke kumparan defleksi horisontal. Pulsa-pulsa ini menyebabkan arus yang melalui kumparan berbentuk gigi gergaji dan digunakan untuk mengendalikan sinar elektron tabung gambar agar melakukan penyapuan (scanning) dari bagian kiri kearah bagian kanan layar secara berulang. Tegangan pulsa-pulsa diumpankan langsung dari kolektor transistor HOT ke kumparan def yoke.

2. Fungsi kedua adalah untuk membangkitkan tegangan tinggi (High Voltage) untuk anode tabung gambar (CRT). Setelah pulsa selesai melakukan penyapuan gambar satu garis horisontal dari kiri ke bagian kanan layar maka sinar elektron dengan cepat dikembali lagi ke bagian kiri layar untuk memulai lagi penyapuan garis horisontal berikutnya. Pulsa yang mengendalikan agar sinar elektron kembali lagi dengan cepat ke bagian kiri layar dinamakan "pulsa horisontal retrace". Pulsa ini dimanfaatkan untuk membangkitkan tegangan tinggi HV dengan cara memasang tranfo pada bagian horisontal output. Oleh karena itu tranfo ini dinamakan “flyback”.

Gambar dibawah merupakan contoh bentuk pulsa-pulsa pada bagian horisontal out bila diperiksa menggunakan osiloskop

image

 

Istilah lain untuk yang sering digunakan untuk menyebut trafo flyback :

  • HVT, High Voltage Transformer
  • FBT, Flyback Transformer
  • LOPT, Line Output Transformer

 

Berapakah besarnya frekwensi horisontal ?

  • Jika teve bekerja pada sistim PAL frekwensi horisontal adalah 15.625 Hz per detik
  • Jika bekerja pada sistim NTSC maka frekwensinya adalah 15.750 Hz per detik

 

Kamus :

  • HOT atau Horisontal Output Transistor
  • Frekwensi, banyaknya jumlah getaran pulsa pada setiap detik
  • Scanning, penyapuan sinar elektron ke seluruh bidang gambar layar tabung gambar. Sinar elektron sebenarnya hanya berupa sebuah titik kecil. Sinar ini digerakkan dengan kecepatan sangat tinggi agar melakukan penyapuan keseluruh layar, sehingga kita bisa melihat titik tersebut sebagai bidang gambar

 

 

**************************

Friday, November 4, 2011

Macam-macam penyebab Raster BLANK

(tulisan ini merupakan revisi ke.1 dari tulisan sebelumnya)

Yang dimaksud dengan raster blank ialah kerusakan dengan gejala-gejala sebagai berikut :

  • Raster gelap
  • OSD tidak muncul
  • Jika tegangan screen dinaikkan,  raster akan menyala disertai dengan garis-garis blangking putih
  • Pada pin-R,G,B-out ic jungel tidak ada tegangannya semua (normal sekitar 2 ~ 3v)

 

Menurut pengalaman kami hal dapat disebabkan karena bermacam-macam problem. Setiap model belum tentu sama penyebabnya.  Dibawah ini adalah catatan kami tentang problem-problem yang kemungkinan dapat menyebabkan raster blank.

  • Tidak ada pulsa FBP dari flyback ke ic jungel. Disebabkan karena jalur pulsa dari pin-AFT tranfo flyback putus. Sering dijumpai disebabkan karena printed pada pin-AFT flyback retak.
  • Problem pada sirkit ABL Periksa part-part pada sirkit ABL mulai dari ic chroma sehingga pin-ABL flyback. Dapat disebabkan misalnya karena diode short, resistor putus, atau kapasitor short.
  • Jalur SDA atau SCL dari mikrokontrol ke ic jungel terputus atau short
  • EEPROM rusak atau data EEPROM korup. Biasanya disertai vertikal yang menyempit
  • Pulsa sinkronisasi vertikal (VS) dari ic vertikal-out ke mikrokontrol  terputus. Dapat disebabkan karena jalur putus atau transistor bufer rusak atau kerusakan bagian Pump-up IC Vertikal-out
  • Mikrokontrol belum bekerja. Periksa tegangan suply 5v, x-tal, dan Reset
  • Tidak ada suply tegangan Vcc untuk bagian Video/Chroma  ic jungel
  • IC jungel rusak

 

Pesawat yang menggunakan sirkit IK (atau AKB) seperti misalnya TDA9381 kecuali problem diatas, maka dapat disebabkan :

  • Salah adjustment tegangan screen (kurang atau over)
  • Bagian vertikal belum bekerja
  • Ada kerusakan part pada pcb CRT soket sehingga jalur umpan balik pulsa IK ke ic jungel terputus.
  • Salah satu jalur sirkit RGB drive dari ic jungel tidak fungsi karena kerusakan part.
  • Salah satu Katode CRT lemah.
  • Tidak ada tegangan suply 180v ke video-driver pada pcb CRT soket
  • Tegangan Heater kurang

 

Lain-lain penyebab :

  • Sharp - tidak ada tegangan pada pin-AC Det Mikrokontrol. Lacak tegangan yang berasal dari tranfo switching
  • TA8690 – tidak ada tegangan pada pin-54 (OSD brit) atau pin-15.  Periksa komponen pada pin tersebut
  • LA76810/76818 – tidak ada tegangan suply Vcc pada pin-18 atau tidak ada pulsa V Sync dari ic vertikal out ke Mikrokontrol
  • TDA8366 – Tidak ada pulsa FBP dari flyback ke pin-39.  Atau pulsa SSC-out dari pin-37 short disebabkan kerusakan ic delay line (TDA4661/4665)

 

***********************

Mikrokontrol

 

 

*********************************

Power suply Toshiba STRZ2152/2154

 

Eko Prasetyo  ekopras39@gmail.com

Met mlm pak ?  mu tanya masalah smps tv thosiba yg pakai str Z2152 karena msh kurang dan br pertama jumpa str yg type ini. kasus mati total tetapi udah di ganti problem masih sama karena kesusahan cr datasheet mengenai str tersebut saya coba ganti str lagi dgn harga 75 ribu karena hampir semua komponen sy check masih nrml setelah ganti str baru smps nrml dan outnya jg nrml.yg jd pertanyaan sy pak bgmana cara kerja str tsbt tuk tegagan drivernya...dan tuk mengetahui str trsbt udh rusak karena kl short fuse kok dak putus. ?udh cr blog yg bahas mslh smps thosiba belum ada pak !terimakasih sebelumnya pak.

 

JAWAB

Saya sendiri belum pernah jumpa masalah dengan ic ini, tapi disini saya coba analisa kerjanya berdasarkan data STRZ2154 yang saya miliki.

image 

  • Blok sirkit STRZ kira-kira seperti ganbar dibawah ini.

image

  • Berbeda dengan sirkit SMPS yang biasa kita jumpai yang bekerja menggunakan sistim PWM (pulse width modulation), artinya untuk mengontrol agar tegangan keluaran stabil digunakan PWM
  • SMPS yang pakai STRZ prinsip kerjanya menggunakan “sistim resonan”. Sirkit resonan terdiri dari kumparan primer (4)(5) yang diseri dengan kapasitor C870. Artinya untuk mengontrol agar tegangan keluaran stabil digunakan perubahan frekwensi osilator. Umpan balik dari photocoupler yang akan mengontrol frekwensi osilator lewat pin-4/5

clip_image004

  • Tegangan input 300v dari elko masuk ke pin-1 dan ground disambung lewat pin-12
  • Keluaran dari STRZ berupa tegangan pulsa-pulsa dari pin-14, dan masuk ke sirkit resonan kumparan primer (4)(5). Jadi yang masuk ke bagian kumparan primer disini bukan tegangan 300v seperti SMPS umumnya.
  • Bagian output STRZ menggunakan power push-pull seperti gambar blok diatas. Paling atas dapat 300V pin-1, tengah merupakan Output pin-14 dan bawah ground pin-12
  • Agar osilator STRZ mulai bekerja, maka Vcc pin-8 pertama kali akan mendapat tegangan “start” lewat R860/R861.
  • Setelah STRZ bekerja, maka Vcc pin-8 ganti diambil alih dari tranfo switching >> D864 >> Regulator 18v Q872.
  • Pin-1, merupakan Over Current detect. Jika pada kumparan resonan terjadi over current akan menyebabkan STRZ berhenti bekerja.

 

Jika tidak mau bekerja sama sekali :

  • Periksa dahulu semua tegangan output bagian sekunder power suply tidak ada yang short
  • Cek tegangan 300v pada pin-1
  • Cek tegangan start 18v pada Vcc pin-8. Jika tegangan start tidak ada atau drops, maka kemungkinan resistor start putus (molor) atau STRZ rusak (pin-8 short).
  • Periksa nilai kapasitor resonan C870
  • Cek dengan ESR meter elko-elko pada pin-6, 7, 8

 

(bahan training manual TOSHIBA)

*******************************

Tuesday, November 1, 2011

Beberapa penyebab horisontal osilator belum bekerja

(tulisan ini merupakan revisi ke.1 dari tulisan sebelumnya)

 

Jika bagian horisontal belum bekerja, maka langkah awal yang perlu dilakukan adalah :

  • Periksa dengan ohm meter apakah jalur B+ short dengan ground. Biasanya disebabkan karena transistor HOT short
  • Hidupkan pesawat. Periksa apakah tegangan suply B+ sudah ada.

 

Jika kedua hal tersebut diatas sudah OK, maka kemungkinan osilator horisontal pada ic jungel belum bekerja. Tergantung dari desain sistim kerja ic jungel maka osilator horisontal belum bekerja kerja dapat disebabkan antara lain oleh :

  • Tegangan suply pada pin-H.Vcc ic jungel tidak ada atau kurang dari spesikasinya. Kebanyakan teve model lama mempunyai tegangan kerja pada sebesar 8v dan pada teve baru hanya 5v. Sebenarnya yang dibutuhkan pada sirkit bagian ini adalah “arus” yang melalui pin-H Vcc yang ditentukan oleh “RESISTOR” yang dipasang pada pin ini. Oleh karena itu mengganti “NILAI” resistor dari aslinya dapat menyebabkan ic jungel rusak atau osilator tidak bekerja.
  • (teve model lama) Keramik resonator 500khz rusak (biasanya berwarna biru atau orange)
  • Beberapa tipe ic jungel ada yang menggunakan resistor pull up pada bagian outputnya ( misal TDA8366, TDA8842). Jika resistor putus maka akan menyebabkan basis transistor driver tidak mendapat tegangan bias.
  • Jalur hubungan pulsa SDA-SCL antara mikrokontrol dengan ic jungel putus atau jalur yang ada yang short disebabkan kerusakan pada part lain.
  • Beberapa tipe ic jungel osilator horisontal dihidup-matikan oleh kontrol pulsa SDA/SCA dari mikrokontrol (contoh adalah TDA8842). Osilator tetap belum mau bekerja walaupun sudah ada tegangan suply H Vcc, jika mikrokontrol belum bekerja
  • X-ray protektor dipasang untuk mematikan osilator horisontal jika tegangan tinggi flyback over.. TV model lama X-ray protektor aktip bekerja dengan menshort ke ground tegangan H.Vcc. Ada kerusakan salah satu part pada sirkit X-ray protektor dapat menyebabkan ada tegangan pemicu X-ray protektor bekerja.
  • Beberapa ic jungel model lama kadang mempunyai pin-Xray input (misal TA8690, TA8659). Normal pin X-ray tegangannya adalah nol. Jika pada pin-Xray input diukur ada tegangan (walaupun kecil)  maka osilator tidak mau bekerja.

 

Kerusakan pada bagian horisontal driver  dapat disebabkan karena :

  • Tidak ada suply tegangan ke kolektor.
  • Kadang dijumpai tegangan kolektor nol, tetapi jika transistor driver dilepas tegangan kolektor ada (misal pada TDA8844). Ini bukan kerusakan bagian driver. Problem disebabkan pada ic jungel yang belum bekerja atau rusak. Menyebabkan tegangan basis transistor driver over.
  • Tidak ada tegangan pada basis transistor driver. Hal ini dapat disebabkan osilator horisontal belum bekerja atau ic jungel rusak, jalur ada yang putus, atau resistor pull-up pada pin hor-out ic jungel rusak.
  • Pada model teve tertentu kadang pada jalur basis transistor driver dipasang semacam transistor protektor yang disambungkan ke bagian vertikal-out, dimana kolektor-emitor transistor protektor ini akan men-short-kan ke ground tegangan basis jika ada problem pada bagian vertikal. Coba open dahulu transistor ini.
  • Walaupun jarang terjadi kadang disebabkan tranfo horisontal driver rusak (kumparan short)
  • Transistor driver rusak.

 

**********************************************

Untuk mengetahui bahwa osilator horisontal & driver horisontal keduanya sudah bekerja dapat dilakukan dengan cara mengukur tegangan pada bagian sekunder tranfo horisontal driver. Umunya kalau diukur ada tegangan sekitar 2v AC., jika basis transistor HOT diopen.

**********************************************

Kamus :

  • Resistor pull-up = resistor yang dipasang pada salah satu pin-ouput ic dan disambung ke jalur suply Vcc
  • Resistor pull-down = sama seperti pull-up tetapi disambung ke ground
  • IC Jungel = awalnya merupakan istilah untuk penamaan ic horisontal-vertikal osilator

 

**********************************************

Menguji apakah bagian horisontal sudah bekerja

 

Bagian horisontal sudah bekerja, dapat diketahui dari tanda-tanda sebagai berikut :

  • Heater nampak menyala. Kalau diukur pada pin Heater ada tegangan ac sekitar 5v
  • Diukur ada tegangan screen (G2)
  • Anode CRT sudah menyimpan muatan. Kalau dibuang ke ground ada suara “pletek....” dan loncatan api

 

Menguji hanya bagian Horisontal Osilator & Horisontal Drive apakah sudah berfungsi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  • Sebaiknya open atau lepas solderan kolektor transistor HOT atau jalur suply B+ ke flyback. Hal ini untuk menghindari kerusakan transistor HOT jika ada problem pada bagaian horisontal –output, misalnya flyback rusak.
  • Ukur tegangan pada basis transistor HOT dengan ac volt meter
  • Hidupkan teve
  • Kalau bagian osilator dan drive sudah bekerja, maka akan terukur ada tegangan sekitar 1 hingga 2v ac

 

**************************

Memahami cara kerja bagian defleksi Horisontal

(tilisan ini merupakan revisi ke.1 dari tulisan sebelumnya)

Sirkit bagian defleksi horisontal teve modern terdiri dari bagian-bagian :

  • VCO (Voltage Controlled Oscillator)
  • Horisontal Count-down ( Pembagi Frekwensi )
  • Horisontal Automatic Frequency Control (Hor AFC)
  • Horisontal Driver
  • Horisontal Output
  • Kumparan Defleksi Horisontal ( Def yoke )

Sirkit VCO, Horisontal Count-down, PH1 dan PH2 pada teve modern berada dalam kemasan ic besar yang dinamakan ic Jungel bersama dengan bagian lain seperti Vertikal osilator, Video/Chroma, Video IF dan SoundIF.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 

VCO (Voltage Controlled Oscillator)

Merupakan osilator pembangkit frekwensi tinggi dimana besar frekwensinya dapat dikendalikan oleh suatu perubahan tegangan dc. Berbagai macam ic Jungel mempunyai sistim kerja yang sedikit berbeda pada bagian VCO. Pada teve model lama frekwensi osilator diperoleh dengan menggunakan eksternal keramik resonator yang mempunyai frekwensi 500Khz. Pada model-model baru eksternal resonator semacam ini sudah tidak digunakan lagi dan frekwensi osilator menggunakan referensi dari osilator yang juga digunakan untuk bagian pemroses warna.

Frekwensi yang dihasilkan VCO masih sangat tinggi dan oleh Horisontal Countdown frekwensi akan diturunkan dengan cara dibagi-bagi (dengan sirkit pembagi frekwensi) sehingga diperoleh frekwensi horisontal (atau line frekwensi). Besarnya keluaran frekwensi horisontal secara otomatis akan mengikuti sistim sinyal video yang diterima. Jika terima sistim PAL frekwensi horisontal adalah 15.625 Hz dan jika terima sistim NTSC frekwensinya adalah 15.750 Hz. 

 

Horisontal AFC.

Jepang menggunakan istilah AFC (Automatic Frekwency Control) dan Eropa menggunakan istilah PH (Phase Horizontal). Digunakan untuk menjaga agar frekwensi horisontal sinkron dan stabil frekwensinya. Frekwensi horisontal yang tidak sinkron dan tidak stabil (berubah frekwensinya) dapat menyebabkan gambar terlihat menjadi seperti garis-garis miring (roboh seperti motif batik) atau gambar bergeser kiri-kanan. Makin banyak jumlah garis-garis miring, berarti makin jauh frekwensi horisontal berubah. Teve model lama hanya menggunakan sebuah sirkit AFC, sedangkan teve sekarang menggunakan Double Horisontal AFC.

AFC.1

Sirkit inilah yang berfungsi untuk menjaga agar "frekwensi" horisontal tetap stabil tidak berubah. Jika frekwensi horisontal berubah frekwensinya maka akan menyebabkan gambar nampak terkoyak-koyak atau roboh. 
Bagian ini bekerja dengan cara membandingkan frekwensi sinyal horisontal dari VCO dengan frekwensi sinyal sinkronisasi horisontal yang diterima dari sinyal gambar teve. Kalau kedua frekwensi tidak sama, maka frekwensi VCO akan dikoreksi oleh AFC.1 sehingga keluaran frekwensi horisontal menjadi sama dengan frekwensinya sinyal sinkronisasi horisontal.

AFC.2

Berfungsi untuk menjaga agar "phase" horisontal tetap stabil. Phase horisontal yang tidak stabil akan menyebabkan gambar nampak tetap utuh tetapi tidak stabil sehingga gambar "bergeser kearah kiri-kanan" layar.
Bagian ini bekerja dengan cara membandingkan phase keluaran dari horisontal osilator dengan phase pulsa flyback (FBP = Flyback Pulse) yang berasal dari umpan balik pin-AFC tranfo flyback. Jika kedua pulsa tersebut phasenya tidak sama, maka akan dikoreksi oleh sirkit AFC.2 agar phase menjadi sama. Sirkit ajusment Horisontal Shift berhubungan dengan bagian ini.

Gambar dibawah adalah merupakan contoh blok diagram osilator Horisontal Count Down dengan Double Horisontal AFC.

clip_image002

Gambar dibawahadalah contoh blok diagram sirkit osilator Horisontal Count Down yang dengan Single Horisontal AFC (misalnya TA8690)

clip_image004

 

Horisontal driver.

Berfungsi untuk memperkuat sinyal frekwensi horisontal yang dikeluarkan dari ic Jungel dan dan sebagai “penyesuai impedansi” dengan bagian Horisontal-out. Sebagai penghubung (kopel) antara Horisontal Driver dengan Horisontal Output umumnya digunakan sebuah tranfo sebagai matching impedansi (penyesuai impedansi) dengan tujuan untuk mendapatkan efisiensi kopel secara maksimum.

Peranan horisontal driver cukup kritis, karena  

  • Idealnya pada saat ON resistansi antara kolektor dengan emitor adalah nol. Jika drive kurang akan menyebabkan transistor HOT tidak sepenuhnya "on", tetapi masih mempunyai resistansi yang besar dan dapat menyebabkan transistor HOT panas.
  • Sebaliknya kalau drive over akan menyebabkan "storage time" atau waktu yang dibutuhkan untuk kembali dari kondisi ON ke kondisi OFF transistor menjadi lebih lama. Akibatnya periode "on time" transistor HOT menjadi lebih lama, sehingga dapat pula menyebabkan transistor HOT panas. 

clip_image006

(lihat gambar diatas)

RC damper :

  • Karena yang diperkuat berbentuk pulsa kotak dan kolektor dihubungkan dengan kumparan tranfo horisontal drive, maka akibatnya akan timbul gangguan “frekwensi ringing” pada kolektor transistor horisontal drive. Karena itu pada bagian ini dipasang serial RC damper yang berfungsi untuk menghilangkan gangguan ringing ini (R433 & C433)
  • Kerusakan filter R433 7 C433 dapat menyebabkan timbulnya gangguan garis putih vertikal pada layar TV.

 

Elko C434 dinamakan elko de-coupling.

  • Berfungsi untuk memperbaiki kopling antara horisontal drive dengan horisontal-out
  • Kerusakan elko filter C434 akan menyebabkan kopling kurang maksimal sehingga HOT under drive,
  • Under dirve dapat menyebabkan HOT panas dan lama-lama rusak.
  • Terhadap gambar kerusakan elko ini dapat menimbulkan gangguan yang berupa timbulnya beberapa deretan blok vertikal abu2 (tipis) pada bagian kiri layar.

 

Horisontal-Output

Merupakan bagian yang paling sulit dipahami. Bentuk tegangan yang melalui masing-masing komponen berbeda satu sama lain.

clip_image007

Transistor HOT berfungsi untuk menyediakan power yang cukup agar mampu menghasilkan tegangan berbentuk pulsa-pulsa untuk mendrive kumparan defleksi horisontal. Transistor HOT umumnya mendapat suply tegangan B+ yang besarnya sekitar dc 100 hingga 150v.   

Transistor HOT sebenarnya bukan berlaku sebagai sebuah penguat atau amplifier, tetapi berlaku sebagai "switch on-off" yang dikemudikan oleh pulsa horisontal driver. Pada saat periode "on" maka kolektor-emitor idealnya akan terhubung sepenuhnya seperti sebuah switch dan resistansinya "nol". Tetapi karena resistansi ideal ini tidak mungkin, maka kolektor-emitor masih mempunyai nilai resistansi yang kecil yang menyebabkan transistor menjadi panas sesuai hukum Watt = I x R.

Pada teve modern yang sudah mempunyai tingkat efisiensi tinggi - sirkit bagian HOT umumnya sudah demikian bagus, sehingga tidak banyak lagi panas yang dihasilkan oleh transistor HOT. Oleh karena itu kadang tidak diperlukan aluminium pendingin lagi.

Trafo flyback dilalui arus yang berbentuk pulsa-pulsa yang mengakibatkan timbulnya tegangan induksi yang cukup tinggi sekitar 100 ~ kurang lebih 1500v. Tegangan ini akan diterima oleh kolektor-emitor transistor HOT, oleh karena itu minimal transistor HOT harus mempunyai tegangan kerja kolektor-emitor 1500v.

Bagian horisontal output merupakan sirkit yang paling sulit dipahami. Bentuk tegangan maupun arus yang melalui masing-masing komponen berbeda satu sama lain.

clip_image009

 

 

  • Bentuk tegangan pulsa drive  pada basis transistor HOT.

 

  • Bentuk arus yang melalui basis transistor HOT
  • Bentuk arus yang melalui kolektor-emitor transistor HOT

 

 

  • Bentuk gabungan antara arus yang melalui Diode Damper (bawah) dan arus kolektor-emitor transistor HOT (atas)
  • Bentuk arus pengisian dan pembuangan kapasitor resonant

 

  • Bentuk arus gigi gergaji yang melalui kumpranDef Yoke

 

  • Bentuk pulsa tegangan pada kolektor HOT

 

(t1)

Awal scaning, yaitu ketika sinar elektron tepat ada dibagian tengah layar karena belum ada defleksi

(t1–t2)

HOT dalam kondisi “on”. Menyebabkan arus kolektor naik dari nol naik secara linear seperti terlihat pada gambar C. Hal ini menyebabkan sinar elektron melakukan scaning dari bagian tengah layar ke bagian pinggir kanan layar.

(t2)

Pulsa tegangan drive “Off”. Hal ini menyebabkan arus kolektor maupun arus yang melalui kumparan primer HVT tiba-tiba kolaps (hilang). Hal ini menyebabkan timbulnya tegangan induksi diri pada kumparan primer HVT.

(t2-t3)

Tegangan induksi diri dari kumparan HVT ini cukup tinggi dan akan disalurkan mengisi kapasitor resonan.

(t2-t4)

Merupakan saat horisontal retrace, scaning dari kanan layar kembali ke kiri layar.

Pada saat (t2-t4) ini tegangan kolektor HOT merupakan setengah sinus seperti gambar G. Besarnya tegangan pulsa kolektor adalah antara 1000 ~ 1500V, menyesuaikan dari besarnya layar CRT.

(t3-t4)

Setelah tegangan induksi diri HVT hilang, maka tegangan pada kapasitor resonan akan dibuang lewat kumparan HVT.

(t4-t5)

Kapasitor resonan dan kumparan primer HVT membentuk sebuah sirkit resonasi. Tegangan pembuangan dari kapasitor resona (t3-t4) akan menyebabkan tegangan induksi diri pada kumparan HVT timbul lagi, tetapi dengan polaritas terbalik. Karena dipasang Diode Damper, maka tegangan induksi ini akan dibuang lewat Diode Damper, dengan demikian tidak terjadi osilasi.

(t5)

Sebelum (t5) HOT harus diswitch menjadi “on”.

Timing untuk (t5) ini dapat berubah antara (t4-t5), dan hal ini dipengaruhi oleh beban arus anode CRT (antara lain nilai kapasitor resonan, impedansi def yoke, impedansi flyback). Pada CRT layar besar (t5) harus diswitch “on” lebih awal.

 

*******************************************

Perbedaan antara frekwensi dan phase.

Banyak teknisi yang kurang memahami perbedaan antara kedua istilah ini. Untuk memahami maka dapat digunakan analogi seperti dibawah ini.

  • Si A makan 3 kali sehari, yaitu pada jam 6.00 pagi. 12.00 siang dan 18.00 sore.
  • Si B makan 3 kali sehari, yaitu pada jam 7 pagi, 13.00, dan 19.00 malam.
  • Si C makan 4 kali sehari, yaitu pada jam 6.00 pagi, 11.00 siang, 17.00 sore, dan 21.00 malam

Maka dapat dikatakan,

  • Dikatakan A dan B mempunyai frekwensi makan yang sama, yaitu 3 kali sehari
  • Dikatakan A dan B mempunyai beda phase 1 jam, karena A makan 1 jam lebih awal dari B.
  • Dikatakan A dan C mempunyai beda frekwensi makan.

 

****************************************

 

Kamus :

  • Frekwensi = banyaknya jumlah getaran listrik dalam setiap satu detik.
  • Phase = waktu
  • Damper = peredam
  • HOT = horiosntal output transistor
  • Osilator = pembangkit getaran frekwen sinyal listrik

 

****************************************