Friday, October 28, 2011

Mengganti ic memori dan alat copy memori

(tulisan ini merupakan revisi ke.1 dari tulisan sebelumnya)

Dari tanya-jawab lewat email, banyak teknisi pemula yang dengan mudahnya mengganti begitu saja ic memori dengan memori baru yang dibeli dari pasaran.

Mereka ini jelas belum memahami bahwa :

  1. Memori yang dijual di pasaran adalah merupakan memori “KOSONGAN”
  2. Beberapa model teve ada yang harus diganti dengan memori yang sudah di “PRE PROGRAM” atau “di isi dengan program tertentu” yang sesuai dengan ic mikrokontrol dan ic chroma yang digunakan serta sesuai merk teve.
  3. Ada beberapa model yang dapat di ganti dengan ic kosongan, tinggal dipasang dan kemudian dihidupkan. Secara otomatis nanti memori kosongan akan diisi sendiri oleh ic mikrokontrol, kemudian perlu sedikit dilakukan adjustmen lewat service-menu. Misalnya adalah WANSONIC dengan UOC TMPA8873
  4. Ada beberapa model yang dapat diganti dengan ic memori kosongan. Tetapi membutuhkan teknik khusus agar memori dapat diisi secara otomatis (....proses ini dinamakan inisialisasi). Misalnya Sharp yang menggunakan UOC TDA9381.
  5. Teve model kuno, dimana belum menerapkan teknologi I2CBus (belum menggunakan SDA/SCL), umumnya bisa diganti ic memori kosongan. Ciri pesawat seperti ini masih banyak menggunakan adjustment dengan VR atau trimer resistor.

Ada beberapa kemungkinan gejala yang dapat ditunjukkan jika ic memori yang digunakan masih kosong atau tidak tidak cocok isi programnya atau ic memoeri rusak.

  • Power tidak mau “on”
  • Muncul tulisan “ERROR”
  • Muncul tulisan “HUBUNGI INTEL-AKARI”
  • Power mau “on” tetapi Raster blank, tidak ada OSD dan kadang vertikal tidak penuh
  • Remote dan tombol front panel tidak fungsi.

 

Bagaimana cara untuk mengetahui :

  • Apakah memori harus ganti pre-program
  • Atau memori dapat diganti kosongan
  • Atau memori dapat diganti kosongan tapi dengan teknik tertentu

Jawaban:

  • Baca service manual model bersangkutan
  • Tanya kepada teknisi yang sudah mempunyai pengalaman

 

Bagaimana cara mendapatkan memori yang sudah ada isi programnya

  1. Beli di kantor perwakilan service resmi (tapi jangan kaget kalau harganya mahal !!)
  2. Dengan alat tertentu meng-copy dari ic yang sudah ada isi programnya ke ic kosongan (dari ic ke ic). Caranya tentu saja harus melepas memori dari main-board terlebih dahulu.
  3. Dengan komputer dan alat khusus untuk meng-copy isi program memori suatu model teve dan menyimpannya ke dalam komputer. Kemudian kalau membutuhkan dapat mengkopikan kedalam ic kosongan dari komputer tersebut.
  4. Di beberapa kota besar sekarang ini kadang sudah ada toko spare part yang dapat menyediakan ic yang sudah ada isi programnya, walaupun  belum tentu dapat menyediakan semua model.

 

Alat kopi memori dari ic ke ic (bagi yang belum punya komputer)

  • Jika ingin membeli alat ini, maka yang perlu dilihat adalah kapasitas maksimumnya. Ada yang hanya mampu maksimal sampai 24C16, ada yang maksimal sampai 24C32, bahkan ada pula yang lebih.
  • Teknisi dapat membuat koleksi macam-macam memori dengan cara meng-copy memori setiap pesawat yang masuk ketempat service (dilepas – dipinjam  untuk di copy)
  • Meng-koleksi macam-macam model ic memori dengan alat ini, maka diperlukan “stock ic” yang cukup banyak.

Alat kopi memori dengan komputer.

  • Alat ini membutuhkan sebuah komputer yang mempunyai port koneksi LPT 21 pin (bukan USB)
  • Keuntungan dengan alat ini kita dapat meng-koleksi macam-macam memori dengan lebih mudah dan murah, karena data tersimpan dalam hardisk.
  • Keuntungan lain dengan cara ini adalah kita dapat mencari data program memori model tertentu lewat internet atau tukar-menukar data dengan rekan teknisi lain.

 

=======================================================================================

Bagi mereka yang menginginkan memiliki : (a) alat copy dari ic ke ic atau (b) alat copy ic ke ke komputer (dan sebaliknya) dengan kabel LPT konektor 21 pin (bukan USB), maka kami dapat membantu membuatkan dengan harga (a) 100rb, (b) 120rb. Harga belum termasuk ongkos kirim sesuai tujuan (sekitar 15rb)

=======================================================================================

Beberapa kerusakan mikrokontrol

(tulisan ini merupakan revisi ke.1 dari tulisan sebelumnya)

Beberapa contoh problem kerusakan bagian mikrokontrol :

  • Hidup sebentar kemudian mati.
  • Pesawat kadang mati sendiri setelah dipakai beberapa lama, di power tidak mau hidup.
  • Pesawat mati sendiri setelah beberapa puluh menit hidup, dipower mau hidup lagi.
  • OSD tidak center dapat disebabkan karena :
  • Data error
  • Tombol front panel kalau ditekan hasilnya "ngaco"
  • Warna OSD nomor chanel berubah menjadi kuning (biasanya berwarna hijau).

 

Hidup sebentar kemudian mati.

Pesawat di “power” dapat hidup, tetapi  kemudian mati sendiri. Beberapa model kemudian disertai LED indikator yang kedip-kedip. Di tekan tombol “power” lagi tetap tidak mau. Tetapi jika  colokan listrik dicabut sebentar dan kemudian dipasang kembali, di “power” mau hidup sebentar dan kemudian tetap kembali mati.

  • Kerusakan ini bukan pada mikrokontrol, tetapi pada sirkit lain yang tidak beres.
  • Mikrokontrol kemudian akan “protek” mematikan pesawat secara otomatis karena adanya kerusakan tersebut
  • Sirkit protek antara satu model berbeda dengan model lainnya. Ada yang sederhana tetapi ada pula yang ukup rumit.
  • Beberapa model televisi banyaknya  kedip-kedip ini merupakan kode (blingking kode) yang sengaja dibuat untuk menunjukkan adanya kerusakan pada bagian-bagian lain dari TV. Setiap jenis kerusakan ditunjukkan dengan banyaknya kedip yang diulang-ulang. Informasi arti dari kode blingking dapat diperoleh dari masing-masing merk pabrikan.

Kemungkinan penyebab mati protek antara lain adalah :

  • Vertikal protek. Disebabkan karena bagian vertikal tidak kerja. Atau karena mikrokontrol tidak terima pulsa dari bagian vertikal out.
  • Ada bagian tertentu yang tidak mendapat suply Vcc. Dapat disebabkan karena ada part yang rusak short atau IC regulator yang rusak.
  • Software protek. Disebabkan kerusakan IC memori atau data korup
  • Over current protek (OCP)  karena arus B+ over
  • Over voltage protek (OVP) karena tegangan suply B+ over.
  • X-ray protek, disebabkan tegangan tinggi HV flyback over. Dapat disebabkan karena tegangan suply B+ atau karena kerusakan kapasitor resonan pada bagian horisontal out.
  • Jalur SDA/SCL  ada yang terputus atau short.

 

Pesawat kadang mati sendiri setelah dipakai beberapa lama.

Power di-on-kan tidak mau lagi. Tetapi jika colokan listrik dicabut dahulu kemudian dipasang lagi , pesawat dapat di hidupkan normal lagi.
Kerusakan dapat disebabkan karena :

  • Over current protektor (OCP) aktip bekerja, dapat disebakan karena gambar tiba-tiba britnesnya over. Kurangi adjustment level sub brites atau mungkin ada kerusakan pada part OCP.
  • Beberapa model televisi  mempunyai menu "self diagnosis" . Dari menu ini dapat dilacak sejarah penyebab pesawat mati sendiri.

 

Pesawat mati sendiri setelah beberapa puluh menit hidup

Dan jika di “power on” dapat hidup lagi. Kemungkinan problem disebabkan karena :

  • Periksa dahulu fungsi “sleep” atau “auto shut off” mungkin aktip bekerja
  • Problem pada bagian power suply, dimana kadang tegangan stand-by 5v drops. Kerusakan biasanya disebabkan karena photocoupler mau rusak
  • Problem pada sirkit horisontal protektor (X-ray protek), yang menyebabkan horisontal osilator mati protek.

 

OSD tidak center dapat disebabkan karena :

  • Pada televisi model lama yang masih menggunakan osilator OSD. Coba adjust coil osilator OSD.
  • Pesawat televisi model lama kadang mempunyai trimer untuk adjust center OSD
  • Pesawat televisi yang sudah menggunakan teknologi I2CBus dapat diadjust lewat service- menu

 

Data error

Dapat terjadi pada saat TV dimatikan penulisan data kembali dari RAM ke IC ic eeprom terjadi kesalahan sehingga data ada sebagian yang rusak. Kejadian ini dinamakan "data korup" atau "data error". Jika hal ini terjadi maka dapat menimbulkan berbagai macam problem, tergantung data bagian mana  yang hilang atau rusak.Kerusakan yang disebabkan data korup antara lain

  • Muncul tulisan "ERROR" pada saat TV dihidupkan Muncul gambar gembok, kunci atau tulisan "LOCK"" sehingga TV tidak dapat dioperasikan sama sekaliVolume suara satu strip langsung besar
  • Auto search tidak terima siaran
  • Chanel tidak dimemori saat Auto-searh  atau tidak nyantol . Atau saat Manual-search tidak mau stop.
  • Tidak ada suara atau suara desis , karena sistim suara berubah ke 6 atau 4.5 Mhz
  • Vertikal tidak penuh atau satu garis
  • Raster gelap/polos
  • Raster bergambar cross
  • Raster kedip-kedip
  • Jenis kerusakan yang sering terjadi pada setiap model atau merk berbeda-beda.

Memperbaiki data korup ada beberapa macam cara :

  • Buka "service mode" kemudian rubah data yang nilainya telah berubah
  • Buka "service mode" kemudian lakukan inisialisasi (semua nilai dikembalikan standard). Tidak semua pesawat mempunyai fasilitas seperti ini.
  • Ganti IC EEPROM dengan nomor part yang sama yang sudah di "pre-program". Dahulu IC yang sudah dipre-program hanya dapat diperoleh dari perwakilan service masing-masing merk. Tetapi sekarang sudah banyak toko yang menjual berbagai macam EEPROM dari berbagai merk dan model yang sudah di-preprogram, karena mereka sudah memiliki koleksi data-data dari berbagai macam EEPROM. Jika ada pembeli maka mereka tinggal meng-copy-kan data ke EEPROM kosong yang banyak dijual ditoko.
  • (Pada model tertentu). Ganti EEPROM dengan yang baru (kosongan). EEPROM akan diprogram otomatis jika pesawat dihidupkan.

Penyebab pasti data korup pada EEPROM ada macam-macam dan sulit dipastikan. Pabrikan hingga kini masih berusaha untuk membuat rancangan yang dapat mencegah terjadinya problem ini. Diperkirakan hal-hal dibawah ini yang dapat menyebabkan data korup.

  • Ada petir
  • Listrik mati tiba-tiba atau listrik sering hidup-mati
  • Tegangan listrik yang drops mendadak (walaupun hanya seper-sekian  detik)
  • TV dekat lampu neon kedip-kedip yang mau mati, Sinyal HP yang terlalu kuat dekat TV.
  • Flyback rusak mengeluarkan loncatan api

 

Tombol front panel kalau ditekan fungsinya "ngaco".

Tombol ditekan tidak sesuai fungsinya. Misalnya jika ditekan vol-up, tetapi hasilnya teve malahan mati. Problem ini umum terjadi pada sistim kontrol input analog yang menggunakan tegangan lewat pin key-in. Yang kacau kadang hanya satu tombol, tetapi kadang bisa beberapa tombol sekaligus.

Penyebabnya kemungkinan adalah :

  • Tombol touch switch kontak sudah kurang baik, sehingga ketika ditekan tegangan kontrol-input tidak sesuai.
  • Tegangan pada Key-in normal adalah sekitar 5v. Jika tegangan drops dapat menyebabkan semua tombol kacau perintahnya. Biasanya ada resistor yang nilainya molor.

 

Warna OSD nomor chanel berubah menjadi kuning (biasanya hijau).

Hal ini bukan merupakan kerusakan. Tetapi menunjukkan bahwa nomor chanel tersebut pernah dilakukan “fine tuning” secara manual. Nomor chanel yang pernah difine tuning otromatis AFT tidak kerja lagi.

 

Angka tombol chanel tertentu loncat

Bukan merupakan kerusakan. Problem disebabkan chanel yang terloncati SKIP di set pada posisi “on”. Chanel ini hanya dapat diakses dengan cara menekan langsung tombol angka pada remote. Untuk menghilangkan masalah ini maka seting SKIP dapat dirubah menjadi “off” kembali

 

 

**********************

Memahami fungsi tombol pada Remote kontrol

(tulisan ini merupakan revisi ke.1 dari tulisan sebelumnya)

Memahami fungsi-fungsi kontrol pada tombol remote

 

  • Off timer atau sleep timer. Biasanya disertai pilihan “angka kelipatan 30 menit”. Jika diaktipkan TV otomatis mati sendiri setelah beberapa menit sesuai dengan seting.
  • On timer. Biasanya disertai pilihan angka kelipatan 30 menit. Jika diaktipkan maka TV akan hidup sendiri setelah beberapa menit sesuai  dengan seting
  • Auto-shut off. Jika diaktipkan maka TV akan mati sendiri jika siaran habis (selesai)
  • Child Lock. Jika diaktipkan maka nomor chanel yang dikunci tidak dapat diakses menggunakan kontrol front panel. Tetapi pakai remote tetap bisa. Jika orang tua menginginkan anak-anak tidak nonton TV, maka orang tua tinggal menyimpan remotenya saja. Ada model tertentu Child Lock dikunci lewat remote dengan pass-word. Walaupun ada remote, orang lain tetap tidak dapat menghidupkan atau mengganti chanel kecuali dengan memasukan pasword dahulu.
  • Chanel skip. fungsi hampir mirip Child-lock. Jika diaktipkan maka nomor chanel bersangkutan tidak akan dapat diakses menggunakan tombol front panel, sebab nomor tersebut akan selalu diloncati. Chanel yang diskip hanya bisa diakses menggunakan remote.
  • Call atau On Screen atau Display. Jika ditekan maka OSD yang menunjukkan nomor chanel akan nampak terus. Jika ditekan sekali lagi akan hilang.
  • Mute. Jika tombol ditekan suara akan langsung vol minimum. Jika tombol ditekan lagi vol suara akan kembali pada posisi semula. Digunakan jika ada tilpon yang mesti diterima atau mau bicara dengan orang lain misalnya.
  • Quick View atau Return. Misalnya jika kita nonton chanel 6. Kemudian karena lagi ada program iklan kita pindah ke chanel 9. Jika kita tekan Q.view maka chanel akan lansung kembali ke chanel 6. Jika kita tekan lagi akan pindah ke chanel 9 lagi. Begitu seterusnya.
  • VSM atau PSM. Merupakan pilihan memori pengaturan kontrol kecerahan & kontras gambar seperti soft, normal, bright misalnya
  • SSM. Merupakan pilihan memori pengaturan kontrol karakteristik bass-trebel suara seperti music, vokal, film misalnya.
  • Color sistim. Untuk merubah sistim warna misalnya sistimNTSC, PAL, Secam. Jika salah pemilihan sistim color maka dapat menyebabkan warna hilang (gambar jadi hitam putih).
  • Sound sistim. Untuk merubah sistim suara bagian penerima misalnya sistim B/G, DK, atau I (sistim 5.5, 6, 4.5). Jika salah pemilihan sistim suara maka akan menyebabkan suara tidak ada, suara desis atau ngosos.

 

*****************

Mikrokontrol sebagai kontrol TUNER

(tulisan ini merupakan revisi ke.1 dari tulisan sebelumnya)

Untuk memilih chanel yang diterima, mikrokontrol mengoutputkan sinyal kontrol yang terdiri dari :

  • Sinyal tegangan Band Switch - untuk memilih band VHF-L, VHF-H atau UHF
  • Sinyal tegangan tuning (VT) - untuk memilih nomor chanel. Suatu tegangan yang dapat berubah dari 4 ~ 0v dari mikrokontrol dirubah menggunakan dc amplifier sehingga menjadi tegangan yang dapat berubah dari  0 ~ 33V

 

Ada tiga macam sistim tegangan kontrol untuk pemilihan band-switch yang tergantung dari jenis Tuner yang digunakan :

1. Kontrol Band-switch sistim 3 kontrol-output analog, yaitu  kontrol pin VL, VH, dan U. Sedang tegangan tuning dioutputkan lewat pin-VT  tersendiri dari mikrokontrol

 

Pin-VL

Pin-VH

Pin-U

Band VL

H

L

L

Band VH

L

H

L

Band U

L

L

H

 

2. Kontrol Band -swich sistim 2 kontrol-output analog, yaitu  pin-Band sw1 dan pin-Band sw2. Tegangan tuning dioutputkan lewat pin-VT tersendiri dari mikrokontrol

 

Band SW 1

Band SW 2

Band VL

H

L

Band VH

L

H

Band U

H

H

 

3. Kontrol Band-switch sistim digital melalui 2 output  kontrol pin-SDA dan pin-SCL. Disini kontrol untuk tegangan tuning VT diouputkan bersama menjadi satu lewat kontrol data SDA 

 

*********************************

Wednesday, October 26, 2011

Mikrokontrol hidup (sebetar) terus mati sendiri

 

Hal-hal yang dapat menyebabkan mikrokontrol hidup (sebentar) kemudian mati sendiri :

 

  • Ada sirkit protektor yang aktip bekerja. Kerusakan pada salah satu sirkit-sirkit sampling protektor
  • Tegangan pada pin suply Vcc sedikit drops. Atau asalnya normal dan lama-kelamaan terus drops, dan ketika kurang dari 4.5v mikrokontrol akan mati (power – off). Dapat disebabkan kerusakan pada sirkit regulator 5v
  • Tegangan pin-RESET drops. Jika pin-reset tiba-tiba berubah menjadi kurang dari 3v kadang juga dapat menyebabkan mikrokontrol mati.

 

 

***************************

Kenapa mikrokontrol dinamakan ic program

(tulisan ini merupakan revisi ke.1 dari tulisan sebelumnya)

Pertanyaan : Dari Chairul Awami rommielectronics@gmail.com

  1. Samakah IC UOC TDA9381PS yang dipakai teve merk LG, SAMSUNG dan SHARP ?
  2. Jika sama dimana letak perbedaannya ?
  3. Apakah ic Epprom-nya yang dipakai sama ?
  4. Apakah bedanya antara 24C02 dengan 24C04 misalnya ?

Jawaban :

  1. Beda – perbedaan dapat dilihat dari deretan nomor yang ada dibelakangnya. Nomor dibelakang ini menunjukkan perbedaan isi data ROM (read only memori).
  2. IC UOC terdiri dari bagian mikrokontrol dan bagian Video-IF-Horisontal/Vertikal Osilator. Yang berbeda ada bagian mikrokontrol-nya saja – yaitu pada “isi program” pada bagian ROM (read only memori) yang ada didalam mikrokontrol. Tergantung juga dari isi programnya – fungsi dari beberapa nomor pin-nya juga tidak sama. Misalnya untuk pin-protek antara merk satu dengan lainnya bisa berbeda nomor kakinya.
  3. IC eeprom yang dipakai sama (ic kosongannya) – tetapi “isi programnya yang berbeda”. Isi rogram dibuat oleh masing-masing pabrik pemakaianya.
  4. Tergantung dari fasilitas yang dimiliki sebuah teve, maka kapasitas eeprom yang dibutuhkan tidak sama. Misalnya jika teve memiliki banyak fasilitas seperti kalender, macam-macam game, service menu – tentu saja membutuhkan eeprom dengan kapasitas penyimpanan data yang lebih banyak  dibanding teve model lama yang hanya membutuhkan memori untuk menyimpan data chanel dan volume saja. C04, C08, C16 menunjukkan besarnya kapasitas memori eeprom.

 

Memahami ic mikrokontrol lebih lanjut

  • Bagi mereka yang pernah belajar atau praktek membuat robot, tentu sudah sangat paham tentang masalah ini, karena sebelum dipakai pada teknik televisi mikrokontrol awalnya sudah digunakan pada otomatisasi kontrol-kontrol mesin robot mekanik
  • Dinamakan mikrokontrol – karena ic ini memang digunakan sebagai jantungnya untuk mengatur atau mengkontrol suatu fungsi-fungsi tertentu. Misalnya kalau dalam teknik televisi untuk mengatur on-off, volume, color dll. Kalau dalam teknik Audio-compo untuk mengatur play, stop, tuner, DVD, dll. Kalau dipakai dalam teknik robot mobil misalnya dipakai untuk kontrol maju, mundur, belok kiri, belok kanan dll.
  • Dinamakan ic program – disebabkan pada awalnya ic ini tidak dapat digunakan untuk apapun sebelum di-isi ”program” tertentu sesuai dengan maksud penggunaannya (atau dinamakan ic program kosongan).
  • Awalnya pabrik ic hanya menyediakan ic kosongan yang memiliki pin Vcc, Reset, Osilator, SDA dan SCL (pada merk berbeda semua fungsi-fungsi ini nomor pin sama).
  • Kemudian juga disediakan pin lainnya untuk dapat digunakan sebagai pintu-masukan (input) atau juga dapat digunakan untuk pintu keluaran (out). Penggunaan nomor pin ini semua tergantung dari selera pengguna. Oleh karena itu penggunaan nomor pin Power, Key-in, Protek dll, antara satu merk dengan merk lainnya bisa berbeda.
  • Menggunakan PC komputer serta dengan program tertentu (soft ware) -  ic kosongan ini kemudian dapat diisi dengan program tertentu sesuai kehendak yang akan menggunakannya.
  • IC program kosongan ini harganya relatip mahal. Oleh karena itu kemudian ic mikrokontrol yang telah diisi program ini dapat di-copy-kan (diperbanyak) ke pabrik pembuat ic  yang bersangkutan, sehingga ic program copy-an ini harganya jauh bisa lebih murah.
  • Bedanya ic kosongan dan ic copy-an – Kalau ic kosongan isi program dapat dirubah-rubah. Maka ic copy-an isi programnya sudah fixed tidak dapat dirubah dan disimpan dalam ROM.
  • Mikrokontrol yang biasa kita gunakan berisi 2 macam memori, yaitu ROM dan RAM. ROM menyimpan data yang dibuat oleh pabrikan agar mikrokontrol dapat berfungsi sesuai yang dikehendaki (data tdk dapat diubah). RAM berisi data sementara saja dan isinya dapat dirubah-rubah.
  • Contoh data RAM adalah : data seting service menu, data seting color, kontras, volume dan lain-lain.
  • Data yang ada didalam RAM ini ketika pesawat dimatikan - maka akan selalu dipindahkan (re-write) ke eeprom untuk disimpan.
  • Ketika pesawat dihidupkan - maka data dari eeprom akan di-copy-kan atau ditulis ke RAM mikrokontrol. Oleh karena itu dalam keadaan pesawat masih hidup, kemudian jika seumpama ic eeprom dicabut. Maka teve masih dapat berfungsi secara normal, karena data eeprom sudah disimpan didalam RAM.

 

**********************

 

  • Kalau pengin lebih memahami masalah ic program ini dapat belajar ke Pak Dede Digitalmas – dia jagonya ( iya betul ta…..pak Dede !)
  • Jadi misalnya kita punya IC TDA9381 kosongan – maka kita dapat program sendiri mau dipakai untuk Samsung atau Polytron atau lainnya.
  • Syaratnya untuk dapat melakukan ini harus punya PC komputer, program komputer (soft-ware), dan copy-an isi program dari mikrokontrol yang merk bersangkutan. Tetapi perlu diingat – melakukan ini berarti melakukan pembajakan.
  • Untuk dapat meng-copy data ic program – setiap merk “soft-ware” nya belum tentu sama.

 

+++++++++++++++++++++++++

Auto-search tidak kerja (tidak nyantol)

(tulisan ini merupakan revisi ke.1 tulisan sebelumnya)

Manual-searh dan Auto-search tidak bekerja atau tidak nyantol.

Sebenarnya bukan merupakan kerusakan mikrokontrol. Tetapi lebih banyak disebabkan karena mikrokontrol tidak terima sinyal pulsa-pulsa yang dibutuhkan untuk dapat bekerjanya auto search. Kerusakan lebih banyak disebabkan karena problem pada sirkit bagian Video-IF

Syarat agar auto-search dapat nyantol (dimemori) :

  • Mikrokontrol harus terima sinyal tegangan AFT dari bagian Video-IF (contoh gambar pin-10)
  • Mikrokontrol harus terima sinyal sinkronisasi horisontal dari bagian Video-IF (contoh gambar pin-27). Istilah lain yang sering digunakan untuk nama sinyal sinkronisasi ini adalah SD (sync detect), ID (indetification) atau sinyal Sync.

clip_image002

Lihat contoh ic LA76810 dibawah :

  • Sinyal AFT berasal dari pin-10
  • ·Sinyal SD berasal dari pin-22

clip_image004

 

Langkah-langkah pengecekan jika auto-search tidak bisa nyantol (manual search tidak mau stop)

  • Pastikan dahulu bahwa pada saat proses Auto-search atau Manual-search berlangsung semua siaran sudah terlihat diterima dengan bagus, tetapi chanel tidak dimemori atau siaran tidak nyantol. Kalau gambar belum terlihat normal, maka kerusakan bukan pada sistim Auto searh atau Manual searh. Kerusakan ada pada bagian Video-IF atau TUNER.
  • Pin AFT-in mikrokontrol tidak terima tegangan AFT dari IC Video-IF pin-AFT-out. Lacak jalur  sinyal tegangan AFT  dari IC Video-IF ke mikrokontrol. Kerusakan dapat juga disebabkan karena adjustment coil AFT (jika masih menggunakan coil AFT) yang tidak tepat pada 38.9Mhz sehingga mengakibatkan pin-AFT out tidak mengeluarkan tegangan. Salah adjustment pada menu  service-mode juga dapat menyebabkan problem ini.
  • Pin SD-in mikrokontrol tidak terima pulsa ID atau pulsa Horisontal-sync. Lacak jalur ini dari IC Video-IF.

 

Cara menguji jika sinyal AFT telah masuk ke mikrokontrol :

  • Ukur tegangan pada pin-AFT in mikrokontrol
  • Lakukan auto serch
  • Setiap terima siaran – tegangan harus bergoyang berubah dari mendekati 0v hingga 5v (atau sebaliknya)

 

Cara menguji sinyal ID sudah diterima mikrokontrol :

  • Ukur tegangan pada pin- ID in mikrokontrol
  • Lakukan auto-search
  • Setiap terima siaran – tegangan harus berubah. Model yang berbeda perubahan tegangan ada yang hanya 0.5v, tetapi ada pula yang lebih besar.

 

Pada IC One-chip jalur sinyal SDD maupun jalur AFT sudah tersambung secara internal didalam chip. Auto searh tidak kerja kemungkinan disebabkan karena  :

  • EEPROM data korup atau kesalahan adjustmen service-menu (misal Video IF diset pada frekwensi 38.0 dimana seharusnya pada 38.9)
  • Kerusakan part pada filter bagian IC Video-IF (pin- IF PLL filter)

 

Tanda-tanda Auto-search sudah bekerja dapat diamati pada “angka chanel” yang terlihat pada saat proses auto-search berjalan. Jika auto search sudah bekerja, maka angka chanel akan berubah dari1, 2, 3....dst setiap kali sebuah chanel dimemori.

 

 

**************************

Sunday, October 23, 2011

Menguji dan penyebab mikrokontrol tidak kerja

(tulisan ini merupakan revisi ke.1 tulisan sebelumnya)

 

Menguji apakah mikrokontrol sudah bekerja.

Cara yang paling mudah untuk menguji apakah mikrokontrol sudah bekerja adalah dengan menggunakan Remote-kontrol.

  • Hidupkan teve
  • Ukur tegangan pada kaki pin-POWER . Tegangan terukur mungkin “4v” ( atau sebaliknya “0v”).
  • Tekan tombol “POWER” pada remote – tunggu sebentar, maka tegangan pada pin-POWER akan berubah dari 4v ke 0v (atau sebaliknya).
  • Tekan ulang tombol “POWER” – tunggu sebentar, maka tegangan pada pin-POWER akan berubah lagi seperti semula.

Catatan :

  • Pin-POWER pada mikrokontrol kadang diberi nama STAND-BY atau ON-OFF.

 

 

Kemungkinan yang dapat menyebabkan mikrokontrol tidak atau belum kerja.

  • Tidak ada tegangan suply Vcc +5v, disebabkan karena regulator suply 5v rusak
  • Tidak ada tegangan +5v pada pin-RESET, disebabkan karena sirkit reset rusak
  • Tidak ada tegangan (sekitar 1 hingga 2v) pada pin-X tal in/out, disebabkan karena ic mikrokontrol rusak.
  • X-tal osilator rusak.
  • Tidak ada perintah INPUT dari remote kontrol, disebabkan karena remote PRE-AMP rusak.
  • Tidak ada perintah input dari tombol lewat pin-Key in, disebabkan karena tombol-2 pada front panel rusak atau jalur putus Key-in putus, atau ada resistor pada sirkit kontrol yang putus.
  • Jalur sinyal SDA/SCL dengan ic memori ada yang putus atau short.
  • Tegangan pada pin SDA/SCL (sekitar 5v) drops disebabkan resistor pull-up yang dihubungkan ke jalur +5v putus (atau nilai molor) atau ic memori rusak short
  • Data error pada ic memori atau ic memori rusak.
  • IC memori pernah diganti dengan ic lokal kosongan.
  • Kalau hal-hal seperti diatas sudah diperiksa bagus, maka kemungkinan terachir adalah ic mikrokontrol yang rusak.

Perintah power-on pada pesawat teve ada yang dimemori dan ada pula yang tidak dimemori.

  • Pada jenis pesawat dimana power-on di-memori – ketika pesawat yang dalam keadaan masih hidup colokan listrik dicabut – maka ketika colokan listrik dipasang kembali pesawat otomatis akan langsung hidup lagi.
  • Pada jenis pesawat dimana power-on tidak dimemori – maka setiap kali colokan listrik dilepas – maka ketika colokan listrik dipasang kembali, maka pesawat selalu kembali dalam kondisi stand-by.

Untuk model-model teve penggunaan fungsi kontrol “POWER” bisa berbeda-beda, tetapi secara umum digunakan untuk :

  • Mengontrol hidup-mati tegangan suply untuk bagian horisontal osilator (H. Start atau H Vcc)
  • Mengontrol naik-turun tegangan keluaran sekunder bagian regulator power suply. Saat stand-by tegangan B+ dibuat serendah mungkin. Hal ini bertujuan untuk saving power. Dan pada saat power-on tegangan B+ baru naik ke normal
  • Mengontrol hidup-mati tegangan suply B+ atau tegangan AC input lewat sebuah “Relay kontrol”. Akan terdengar bunyi cetak-cetik jika tombol “power” dimainkan.

 

 

clip_image002

  • Lihat contoh gambar ke.1 diatas
  • Disini lewat transistor V703 dan V552, kontrol “power” digunakan untuk kontrol “on-off” transistor V554A.
  • V554A digunakan untuk kontrol hidup-mati tegangan ST 5v2 dan ST 12v
  • Tegangan ST 10v digunakan untuk mensuply ke H Vcc.

 

clip_image004

  • Lihat contoh gambar ke.2 diatas
  • Tegangan kontrol “power” digunakan untuk mengontrol agar pada saat stand-by tegangan B+ rendah, dengan cara mengontrol perubahan arus yang melalui photocoupler.
  • Pada saat “stand-by” basis Q804 ada tegangan sekitar 0.7v.  Akibatnya kolektor-emitor seakan seperti dishort. Arus photocoupler akan mengalir melalui photocoupler pin-1 >> pin-2 >> D808 >> langsung dishort ke ground lewat Q804. Dan tegangan B+ akan drops dibawah normal.
  • Pada saat “power-on” basis Q804 tegangan berubah menjadi nol. Kolektor-emitor berubah menjadi off (open). Dan arus photocoupler akan ganti melalui SE110 lewat pin-3 ke ground pin-2 dan arusnya berubah menjadi lebih kecil. Dan akibatnya tegangan B+ akan naik pada kondisi normal.

 

+++++++++++++++++++

Cara kerja OSD (On Screen Display)

(tulisan ini merupakan revisi ke.1 tulisan sebelumnya)

OSD dibangkitkan oleh sirkit Karakter Generator yang ada didalam  setiap chip mikrokontrol yang merupakan gudang pembangkit macam-2 huruf karakter seperti yang ada pada tombol mesin ketik serta berbagai macam bentuk gambar grafis. Misalnya bentuk gambar grafis Volume, kontras, color, britnes.

Karakter generator membutuhkan bantuan sinyal pulsa-pulsa seperti dibawah ini untuk dapat menampilkan OSD.

  • Pulsa  Horisontal Sync (HS) yang diperoleh dari pulsa flyback (pin-AFC).
  • Pulsa Vertikal Sync (VS) yang diperoleh dari ic Vertikal-Out.
  • Osilator OSD - untuk membangkitkan pulsa-pulsa clock yang dibutuhkan karakter generator. Osilator OSD tidak menggunakan X-tal tetapi menggunakan sirkit LC (coil dan kapasitor). Pada teve model baru Osilator OSD sudah tidak dijumpai lagi, karena pulsa-pulsa clock untuk OSD dapat diturunkan dari osilator sistim

Pulsa HS dan VS ada yang langsung diinputkan ke mikrokontrol. Tetapi ada yang dilewatkan pada transistor inverter (pembalik polaritas pulsa). Contoh gambar adalah transistor V704 dan v705.

clip_image002

Keluaran atau output karakter generator adalah :

  • Data OSD  Red,
  • Data OSD Green,
  • Data OSD Blue
  • Sinyal Fast Blank yang merupakan sinyal yang digunakan untuk menggerakkan switch kecepatan tinggi yang ada di ic Video-chroma. Didalam ic chroma antara gambar teve dan data OSD sebenarnya ditampilkan secara bergantian dengan kecepatan tinggi, dengan tujuan agar tampilan OSD lebih jelas

clip_image004

  • Misalnya jika tampilan OSD berwarna  putih, maka semua pin-OSD R-G-B out ketiganya akan mengoutputkan data. Bila tampilan OSD hijau, maka yang mengoutputkan data hanya pin-Green saja.
  • Data OSD RGB dari mikrokontrol dicampur dengan sinyal gambar RGB pada ic jungle melalui switch kontrol Tv/Ext (contoh gambar adalah pin-51/52/53)
  • Switch Tv/Ext merupakan switch kecepatan tinggi yang dikontrol on-off oleh sinyal F/B (Fast Blank) dari mikrokontrol (contoh gambar adalah pin-53)

clip_image006

 

Kerusakan jika OSD tidak muncul

  • Disebabkan mikrokontrol tidak terima salah satu sinyal VS atau HS
  • Periksa jalur sinyal VS dari bagian Vertikal-out ke mikrokontrol
  • Periksa jalur sinyal HS dari flybak (pin-AFC) ke mikrokontrol
  • Jalur F/B mungkin terkunci pada 0v (atau short ke ground)

 

***********************

Memahami cara kerja mikrokontrol sebuah teve

(tulisan ini merupakan revisi ke.1 tulisan sebelumnya)

Secara garis besar mikrokontrol terdiri dari bagian-bagian :

  • Input port - atau pintu masukan
  • Output port - atau pintu keluaran
  • CPU (Central Processing Unit)
  • ROM (Read Only Memori)
  • RAM (Read Adress Memori)
  • Osilator sistim
  • Karakter Generator (pembangkit On Screen Display)
  • Reset
  • Eeprom (memori)

 

Input-port

Merupakan pintu masukan untuk memberikan perintah-perintah ke mikrokontrol. Ada beberapa sistim input yang dijumpai pada mikro kontrol.

  • Sistim matrik, yaitu sistim yang banyak dijumpai pada teve model lama dan sudah banyak ditinggalkan karena masih sedikit rumit. Disini ada beberapa jalur kontrol-output (Ko1, Ko2, Ko3......) yang dimatrik dengan beberapa kontrol-input (Ki1, Ki2, Ki3......). Macam-macam jenis perintah dibuat dengan menghubungkan salah satu kontrol-output dengan salah satu kontrol-input dengan touch-switch.
  • Sistim Analog, disini perintah masukan berupa "tegangan" yang di-inputkan pada salah satu input port. Beberapa macam perintah dapat dimasukkan lewat satu pintu masukan, seperti yang umumnya digunakan pada kontrol front panel televisi. Dengan sirkit pembagi tegangan beberapa perintah diinputkan lewat input port Key-in (lihat contoh gambat dibawah). Umumnya pesawat teve hanya menggunakan satu pintu Key-in.
  • Sistim serial data, digunakan untuk memasukkan perintah-perintah yang diterima dari Remote Receiver dan komunikasi antara mikrokontrol dengan ic lainnya (SDA)

Macam-macam jenis masukan pada mikrokontrol pesawat televisi :

  • Key-input , untuk memasukkan data perintah analog dari tombol front panel
  • Infra Red input, untuk masukan perintah yang diterima dari remote yang merupakan serial data
  • AFT-in, merupakan masukan untuk tegangan AFT yang digunakan untuk mengatur Automatic Fine Tuning dan untuk proses Auto-search.
  • Indentifikasi (ID), menerima masukan sinyal Horisontal Sync dari sinyal video sairan yang diterima. Digunakan untuk proses Auto-search dan untuk kontrol muting suara dan gambar (blue back) jika tidak terima siaran. Nama lain yang kadang digunakan untuk masukan ini adalah SD (sync detect).
  • Protek-in, merupakan masukan yang akan memberikan perintah mematikan-kan power secara otomatis jika ada problem pada bagian sirkit lain teve.
  • Horisontal Sync (HS), merupakan masukan pulsa dari flyback yang diperlukan untuk bagian karakter generator OSD
  • Vertikal Sync (VS), merupakan masukan pulsa dari sirkit Vertikal-out yang diperlukan untuk bagian karakter generator OSD
  • SDA, merupakan port input sekaligus output untuk data komunikasi menggunakan serial data dengan ic lain.
  • Reset, merupakan port-input yang akan menerima tegangan reset dari sebuah sirkit reset.
  • Eeprom, merupakan komponen eksternal yang digunakan untuk menyimpan data yang diperlukan agar mikrokontrol dapat berfungsi.

 

CPU (Central Processing Unit)

Merupakan jantung dari mikrokontrol yang berfungsi sebagai pengolah data. Data-data dari input-port diproses untuk dibaca, disimpan, diproses dan kemudian disalurkan ke masing-masing bagian dari output-port sesuai perintah yang diberikan

Output-port

Merupakan hubungan keluar untuk memberikan perintah dari mikrokontrol kebagian sirkit lain sesuai dengan perintah yang diterima input port
Bentuk sinyal output-port ada beberapa macam.

  • PWM (Pulse Wave Modulation), yaitu merupakan output  yang berbentuk tegangan analog yang dapat berubah naik-turun dan dapat diukur menggunakan voltmeter. Misalnya kontrol output untuk tegangan tuning (VT).
  • Tegangan diskrit yang dapat berubah “High” atau “Low” (5v atau 0v). Misalnya kontrol yang digunakan untuk kontrol Band Switch, kontrol TV/AV. Tegangan ini dapat diperiksa dengan voltmeter
  • Serial data (SDA), merupakan sistim komunikasi data digital dimana beberapa macam jenis perintah dapat disalurkan lewat satu pintu keluaran/masukan. SDA membutuhkan pulsa pembantu untuk sinkronisasi sistim kerjanya yang dinamakan serial-clock (SCL). Hampir semua televisi saat ini menggunakan sistim ini karena sirkit dan perkabelan menjadi sangat sederhana. SDA bisa dilihat menggunakan osiloskop

Macam-macam output-port dari mikrokontrol.

  • Power on-off atau St-by, merupakan kontrol untuk menghidupkan atau mematikan teve. Ada model-model yang menggunakan tegangannya “0v” pada saat stand by dan "5v" saat pesawat hidup. Tetapi ada pula yang menggunakan cara sebaliknya.
  • Kontrol band switch ke tuner untuk pengaturan pemilihan band VHFL, VHFH, UHF
  • Kontrol tuning ke tuner (VT) yang merupakan tegangan yang dapat berubah dari nol hingga 32v
  • Kontrol pemilihan TV/AV, umumnya jika terima TV outputnya “0v” dan jika pada posisi AV outputnya “5v”
  • SDA, merupakan output-port digital untuk berbagai macam kontrol. Port ini dipakai sekaligus sebagi port input ke mikrokontrol
  • SCL, pembantu pulsa SDA sebagai sinyal sinkronisasi data
  • Red, Green, dan Blue OSD output, merupakan data OSD dari mikrokontrol untuk dicampur dengan sinyal gambar teve.
  • Fast Blank, merupakan pengendali switch kecepatan tinggi untuk pencampuran antara data OSD dengan gambar teve.

Macam-macam output-port yang mungkin masih dijumpai pada TV model lama :

  • Kontrol gambar analog ke bagian Video-chroma (misal kontrol kontras, warna, britnes)
  • Kontrol suara analog ke bagian Audio (misal kontrol vol, mute)
  • Kontrol sistim warna analog PAL/NTSC atau 50/60

 

ROM (Read Only Memori)

Adalah merupakan jenis memori data yang sudah berisi program tertentu dan hanya dapat “dibaca”. ROM yang ada didalam chip mikrokontrol digunakan untuk menyimpan data-data "program kerja" untuk menjalankan CPU dalam mengolah data. Tanpa ada isi data program kerja maka  mikrokontrol tidak dapat digunakan sama sekali. Program kerja pada  mikrokontrol dirancang oleh desainer teve sesuai dengan keinginan mereka. Mikrokontrol biasanya mempunyai nomor part yang terdiri dari 2 bagian. Nomor part yang bagian belakang (belakang tanda -) menunjukkan isi program-kerja yang disimpan didalam ROM.

 

RAM (Read Address Memori)

Merupakan jenis memori yang dapat dibaca, dihapus dan ditulis ulang isi datanya untuk disimpan sementara yang ada didalam mikrokontrol. RAM yang ada didalam chip mikrokontrol berfungsi untuk menyimpan sementara data dari eeprom yang ada diluar mikrokontrol. Setiap kali pesawat dihidupkan data dari eeprom dibaca CPU dan ditulis kedalam RAM. Dan setiap kali pada saat dimatikan data dari RAM ditulis kembali kedalam eeprom. Hal ini dilakukan sehingga perubahan-perubahan seting terachir yang telah dilakukan pemakai selalu disimpan dalam eeprom. Contoh adalah data program chanel, seting volume, kontras, britnes.

 

OSILATOR SISTIM

Merupakan pembangkit pulsa (clock generator) yang diperlukan mikrokontrol agar dapat bekerja. Frekwensi osilator ditentukan oleh eksternal X-tal. Umumnya frekwensi yang digunakan merupakan kelipatan dari frekwensi 4Mhz. Makin tinggi frekwensi yang digunakan, makin cepat kerja mikrokontrol dalam mengolah data

clip_image002

 

Tegangan “RESET’

Digunakan untuk mengembalikan (me-reset) agar semua sirkit digital yang ada didalam mikrokontrol dikembalikan pada posisi awal. Tegangan input reset untuk pesawat televisi umumnya merupakan tegangan "low". Pada saat pesawat dihidupkan pin-RESET ditahan sesaat agar tegangannya tetap 0v, sebelum kemudian mendapat tegangan sekitar 4 hingga 5v.

Sirkit reset sederhana hanya menggunakan komponen sebuah resistor dan sebuah kapasitor elko saja. Sedang sirkit yang lebih sempurna menggunakan sirkit transistor dan diode zener, atau menggunakan jenis ic.

clip_image004

contoh sirkit RESET yang menggunakan transistor.

 

EEPROM (Electric Erasable Program Read Only Memory)

Adalah merupakan jenis eksternal memori yang dapat dibaca, dihapus dan diganti isi datanya menggunakan pulsa elektris. Eeprom tidak membutuhkan tegangan back-up untuk menyimpan data dan mampu bertahan menyimpan data hingga 10 tahun.
Sebelum ada eeprom, ic memori dahulu ada yang memerlukan bateri untuk back-up agar data tidak hilang. Ada pula yang membutuhkan tegangan (-) 28v untuk menulis dan menghapus data.

Eeprom digunakan untuk menyimpan data :

  • Data konsumen, yaitu data yang dapat dirubah-rubah oleh konsumen pemakai, misalnya nomor program chanel, seting kontras, britnes, warna, dan volume
  • Data adjustment pabrik, data berbagai adjustment yang berhubungan dengan sirkit televisi. Dengan memasukkan dengan kode-kode tertentu (Service Mode)  teknisi dapat merubah isi data ini. Misalnya data white-balance, sub-kontras, AGC dll
  • Data program kerja mikrokontrol, merupakan data yang memberi perintah bagaimana mikrokontrol harus bekerja. Data ini kalau sampai berubah atau cacat dapat menyebabkan teve tidak berfungsi. 

Kemampuan ic memori dalam menyimpan data ditunjukkan pada angka bagian belakang yang tertera pada ic tersebut. Umumnya merupakan kelipatan dari angka 4 (misal 24C04, 24C08, 24C16).  Jika pesawat memiliki banyak fasilitas seperti misalnya kalender, game maka makin besar kemampuan menyimpan data memori yang dibutuhkan.

Hal-hal yang perlu dipahami tentang eeprom

  • Eeprom diproduksi dengan kondisi kosongan, kemudian dipabrik baru diisi dengan program.
  • Eeprom yang dijual diluaran merupakan eeprom kosongan.
  • Beberapa model teve ada yang dapat diganti langsung dengan eeprom kosongan dan secara otomatis akan diisi sendiri oleh ic program.
  • Ada beberapa model teve dapat diganti dengan eeprom kosongan, tetapi membutuhkan prosedur tertentu agar dapat terprogram sendiri secara otomatis (dinamakan inisialisasi)
  • Ada beberapa model teve yang harus diganti dengan eeprom yang sudahdiprogram dari pabrik (pre-program). Kalau teve jenis ini dipasang eeprom kosongan maka teve mungkin dapat menyala tetapi raster tetap gelap atau muncul kode “error”

 

Teknologi I2Cbus (Inter-Intergrated Circuit Bus line)

Merupakan konsep sistim "komunikasi data" antar beberapa ic menggunakan 2 kabel, yaitu  SDA (Serial Data) dan SCL (Serial Clock) yang diperkenalkan pertama kali oleh Philips.

  • Serial Data digunakan komunikasi data dua arah. Misalnya mikrokontrol dapat mengirim data volume, kontras, color ke ic video-chroma. Sebaliknya ic video-chroma dapat mengirim data ke mikrokontrol, misalnya data bahwa telah diterima sinyal suara stereo NICAM sehingga mikrokontrol dapat menampilkan OSD pada layar. 
  • Serial Clock dibangkitkan oleh osilator sistim mikrokontrol dan dikirim ke ic lainnya. Sinyal ini diperlukan sebagai sinyal pembantu komunikasi data agar sinkron.

 

 

clip_image006

  • Gambar diatas adalah contoh kontrol input sistim analog untuk memberikan perintah-2 dari kontrol front panel teve.
  • Sirkit terdiri dari serial resistor yang digunakan sebagai voltage devider (pembagi tegangan)
  • Jika salah satu tombol kontrol ditekan, maka pada pin-Key input mikrokontrol tegangannya akan berubah sesuai dengan tombol yang ditekan

 

image

  • Gambar diatas merupakan contoh kontrol perintah input sistim matrix yang kadang masih dapat diketemukan pada teve model lama.

 

********************************

Memahami fungsi mikrokontrol

(tulisan ini merupakan revisi ke.1 tulisan sebelumnya)

Istilah lain yang digunakan untuk menyebut nama mikrokontrol adalah ic Program, Micom (MicroComputer) atau MCU (Micro Computer Unit).

Sebelum diperkenankan teknologi mikrokontrol pada bagian depan front panel teve harus dipasang banyak berbagai macam kontrol yang menggunakan beberapa buah push-switch dan potensiometer (VR =variable resistor). Semuanya itu tentu membutuhkan sirkit per-kabelan yang cukup rumit. Dengan digunakannya teknologi mikrokontrol semuanya ini berubah menjadi lebih sederhana, peng-operasian menjadi lebih gampang serta banyak keuntungan tambahan lain yang diperoleh.

Dari sisi konsumen pemakaian mikrokontrol memberikan kelebihan antara lain :

  • Penggunaan Remote Kontrol yang multi fungsi.
  • Jumlah program chanel yang disimpan menjadi lebih banyak. Sebelum menggunakan mikrokontrol pesawat teve umumnya hanya dapat digunakan untuk menyimpan 8 hingga 12 program chanel.
  • Tampilan On Screen Display (OSD) pada layar TV untuk mengetahui fungsi kontrol yang dijalankan.
  • Fasilitas pemrograman chanel  (mengisi program chanel) secara otomatis dengan Auto Search yang mudah dan cepat. Sebelum ada mikrokontrol kita harus mengisi program chanel satu demi satu yang tentunya memakan waktu cukup lama.
  • Penyesuaian secara otomatis jika sinyal yang diterima sistemnya berubah. Sebelumnya kita harus menekan tombol switch PAL-NTSC jika sistim gambar yang tampil berubah.
  • Blueback, yaitu fasilitas muting layar yang berwarna biru jika siaran habis (tidak terima siaran). Dahulu kalau teve siaran habis, maka akan terdengar suara ngosos yang keras dan layar keluar noise (bintik-bintik seperi semut).
  • Fasilitas On Timer maupun Off Timer yang dapat menghidupkan atau mematikan TV secara otomatis sesuai yang dikehendaki pemakai

 

Dari sisi produsen penerapan teknologi mikrokontrol memberikan keuntungan antara lain :

  • Sirkit menjadi lebih sederhana tidak rumit sehingga mempercepat proses produksi. Jika terjadi perubahan disain rancangan tidak perlu mengganti sirkit perkabelan (hard ware), tetapi cukup mengganti "isi program" (soft ware) mikrokontrol.
  • Proses adjustmen (penyetelan) menjadi lebih mudah dan cepat. Sebelum menggunakan mikrokontrol ada banyak adjustment mekanis yang perlu dilakukan seperti coil dan VR trimer. Dengan mikrokontrol memungkinkan adjustmen secara digital sehingga mempercepat proses produksi maupun reparasi. Teknisi tidak perlu membuka cabinet teve untuk memperbaiki adjustment seperti AGC, White Balance, dan geometri.

 

************************

Friday, October 21, 2011

Gambar ada gangguan garis-2 blangking dan bagian kiri-kanan layar agak gelap

 

KASUS :

  • TV China model lama dengan LA76810A
  • Gambar kabur disertai garis-garis blangking dan sisi bagian kanan –kiri layar agak gelap.
  • VR screen diajust tidak menyelesaikan masalah.

TINDAKAN :

  • Pertama kecurigaan jatuh pada tegangan 180v.......Cek tegangan 180v normal......cek elko dengan ESR meter OK
  • Kemudian cek semua elko pada bagian sekunder power suply dengan ESR meter......bagus semua
  • Maka analisa kami jatuh pada IC LA76810A .........dan setelah IC diganti.........ternyata masalah tetap sama saja.

SOLUSI :

  • Kami berkejakinan bahwa penyebab adalah masalah elko. Oleh karena itu secara bodoh-bodohan kami cek saja semua elko yang ada dengan ESR meter.
  • Dan achirnya kerja membuahkan hasil. Ternyata elko kecil ( C444 seperti pd gambar)  pada sirkit daerah horisontal-out yang kering.

clip_image002

 

Catatan :

  • Kalau elko kecil C437 bermasalah atau dilepas biasanya tidak berpengaruh pada tampilan gambar

 

***********************************

Memahami perbedaan Video Driver TDA6107

 

TDA6107 banyak dijumpai yang digunakan sebagai ic Video Drive Amplifier pada sirkit CRT soket

Ada 3 macam type, yaitu

  • TDA6107AJF
  • TDA6107JF
  • TDA6197Q

clip_image002

 

  • Perbedaan ketiga tipe tersebut adalah TDA6107AJF mempunyai faktor penguatan 81, sedang TDA6197JF dan TDA6197Q mempunyai faktor penguatan hanya 50.
  • TDA6107AJF kadang hanya disuply dengan tegangan 150v. Sedang tipe JF dan Q umumnya disuply dengan tegangan 180 ~ 200v
  • Jika tipe AJF diganti dengan tipe JF atau Q, maka ada resiko kemungkinan raster gelap atau gambar jadi kurang kontras.
  • Sebaliknya tipe JF/Q jika diganti tipe AJF maka biasanya tidak menimbulkan masalah.

 

***************************

Thursday, October 20, 2011

Penyebab tegangan B+ drops

 

micro.stream2@gmail.com

  • Wilujeng siang Pak Marsono?
  • Sakderengipun nyuwun ngapunten menawi mangkeh anggenipun tanglet kathah klentha-klenthu'nipun
  • Bilih dalem gadah TV merk TCL
  • Model : 21276
  • IC Jingle : 8823CPNG4U89
  • IC Memori : 24C08
  • IC Vertical : LA78040
  • Seri FBT : BSC25-0299D
  • TR_HOT : D1555

Gejalanya TV dalam keadaan Mati Total

  • Rangk.PS untuk Resistor start (R803_804=220K dan Q804=TR.C5586 short,sudah diganti (B+ muncul )
  • Dicoba,,,malah TV tidak mau nyala??? Cek lagi FBT short ( 185V_COL_AFC_B+115V_H terhubung GND )
  • Saya ganti dengan seri yang baru dan mencoba menyalakannya,suara ada tapi gambarnya tidak mau melebar ke atas ke bawah (kira" cuma 5 CM Melebarnya )
  • Saya Lihat Heaternya kok tidak menyala,,saya cek tegangan Pin FBT pada nge-droop,,B+ juga ikut" nge'drop
  • Sekarang TV saya diamkan sejenak dan bertanya dahulu pada Bapak Marsono...
  • Mohon Bantuannya pak dan saya ucapkan terimakasih.

 

Marsonotv

  • Klo heater tdk nyala - layar akan gelap
  • Ukur tegangan langsung pada pin- heater CRT soket - berapa volt ac
  • B+ drops dapat disebabkan kerusakan pd power suply atau pd bagian horisontal !!! Harus dipastikan kerusakan ada dibagian mana?
  • Coba lepas dulu transistor horisontal
  • Pada elko B+ pasang lampu // 2 buah lampu dop 220v-100w dengan ground (klo masih bisa mendapatkan yg 110v cukup satu saja)
  • Jika tegangan B+ tetap drops berarti problem pada bagian power suply
  • Jika tegangan B+ bagus - berarti problem pd bag horisontal

 

micro.stream2@gmail.com

  • Wilujeng nDalu Bapak?
  • Terimakasih atas sarannya kemarin, sekarang televisi sudah sembuh dari penyakitnya dan kembali yang punya.
  • Tapi dari situ saya bisa belajar banyak (walupun tidak banyak sekali) tentang tv,,kemarin sempet bingung juga,mau tanya ke siapa??
  • Soalnya baru pertama kali pegang TV,,(dulu cuma pegang TV Trainer)
  • Sekarang juga sudah tau susah-sulitnya nyervis TV,,,pokoknya terimakasih banyak kepada pak marsono yang udah bantu saya benerin tv.
  • O iya pak,,kalau bleh tau, kiat" apa saja yang harus dilakukan sebelum memegang tv dan paling awal untuk melakukan penge-cek-kan
  • Sebelumnya terimakasih atas saran yang diberikan kepada saya.

 

Marsonotv

  • Prosedure umum service TV yg selalu kami lakukan (........bukan cara service yang mengandalkan hafalan)
  • Memahami cara kerja bagian-bagian dari pesawat teve (karena itu perlu belajar teruuussss……sampai tua seperti saya ini)
  • Amati gejala-gejala dengan seksama – untuk menentukan perkiraan awal bagian mana yang diperkirakan rusak
  • Ambil atau buka skematik dan selembar kertas serta ball-point. Skema tdk perlu sama, bisa digunakan yang mirip. Klo tidak ada bisa digunakan data-sheet ic berangkutan (karena itu perlu memiliki koleksi segudang skematik)
  • Pelajari – sirkit bagian yang diperkirakan rusak
  • Buat catatan-2 titi-titik/test point/no-pin kaki ic mana saja yang akan diperiksa atau diukur tegangannya – dan part mana saja yang akan di cek.
  • Lakukan pengukuran pada titik-titik dan pengecekan part sesuai catatan
  • Analisa hasil pengukuran dan pengecekan – untuk memutuskan part mana yg perlu atau coba diganti
  • Coba hidupkan pesawat
  • Klo masih problem - ulangi dan ulangi prosedure diatas.
  • Dan yang tidak kalah penting jangan malu bertanya klo ada yang belum paham (bisa dari buku, internet, rekan teknisi….)

 

************************

Monday, October 17, 2011

Teve China dengan UOC 79CSN931CTE1V10 (LA76931) suara ngosos

 

KASUS :

  • TV dengan UOC 79CSN931CTE1V01 (Sanyo LA76931)
  • Problem suara kecil dan ngosos kencang….gambar bagus

 

TINDAKAN :

  • Pertama kami curigai problem disebabkan oleh “soft error”
  • Dari pada susah-susah cek service menu, maka langsung aja coba ganti eeprom yang sudah berisi program (kebetulan ada pesawat yang sama)…….EEE....ternyata masih problem. Berarti kerusakan disebabkan “hard error”
  • Kadang problem seperti ini kadang disebabkan kopling dari SIF-out (dalam kasus ini pin-1) ke SIF-in pin-3 hubungan kurang baik……Cek ternyata OK no problem
  • Cek komponen pada pin-7 yang merupakan filter untuk sirkit APC-Filter (Sound PLL) untuk bagian FM-detektor. Disini secara visual langsung ketemua biang penyebabnya…….ternyata ada kaki kapasitor yang loose kontak solderannya.

clip_image002

Catatan pembetulan : dari Blok BPF seharusnya dihubungkan ke blok LIM AMP.

 

 

************************

 

Gambar blok diagram LA76931

clip_image004

Teve China dengan UOC 79CSN931CTE1V10 (LA76931) tidak terima siaran

 

KASUS

  • TV china dengan UOC 79CSN931CTE1V01 (Sanyo LA76931)
  • Tidak terima siaran (hanya blueback saja)

 

TINDAKAN

  • Cek gambar lewat AV in……OK no problem – Berarti kemungkinan kerusakan pada bagian Video-IF atau TUNER.
  • Coba lakukan Auto-serach….ternyata tidak ada noise - Hal ini menunjukkan bagian Video-IF tidak berfungsi normal
  • Cek tegangan suply IF Vcc pada pin-9…..OK no problem
  • Cek komponen-komponen pada pin-58 yang merupakan sirkit APC Filter (VCO filter) untuk bagian Video-detektor. Achirnya ketemu biang penyebabnya , secara visual nampak ada tekukan kaki komponen yang menjulur dan short ke komponen lainnya.

clip_image002

*********************

Blok diagram komplit UOC LA76931

clip_image004

Saturday, October 8, 2011

Problem gangguan warna ketangkap setelah menggunakan osiloskop

 

KASUS :

  • Terima TV China kiriman dari rekan teknisi
  • Gambar ada gangguan.
  • Pada bagian kiri layar - timbul gangguan blok vertikal kemerah-merahan dari atas kebawah.
  • Jika kontrol warna diminimkan (gambar jadi black-white) – gangguan juga ikut hilang

 

TINDAKAN :

  • Analisa awal kami problem tentu pada sirkit bagian warna.
  • Maka perburuan maupun coba-coba ganti part berkutat terus pada sirkit bagian warna
  • Hampir seminggu lebih penyebab problem tidak juga diketemukan

Maka selanjutnya kami coba lacak menggunakan osiloskop.

  • Cek bentuk pulsa pada basis transistor horisontal output – tenyata bentuknya cacat tidak seperti pada umumnya.
  • clip_image002[4]

    Gambar samping - Bentuk pulsa normal pada basis transistor horisontal

  • Selanjutnya kami lacak maju –  Cek bentuk pulsa pada output horisontal osilator ternyata bentuknya juga cacat tidak seperti biasanya.
  • clip_image002[8]

    Gambar samping - Bentuk pulsa normal pada osilator horisontal output.

  • ….”Mungkin ic osilator problem”, pikir kami.
  • Coba ganti ic – lho kok .......pada wae (hasil tetap cacat).
  • Setelah berpikir cukup lama………….
  • Coba matikan bagian horisontal output dengan memutus jalur suply B+
  • Ternyata pulsa pada horisontal osilator jadi normal.
  • Demikian juga bentuk pulsa pada basis horisontal output jadi normal.
  • Kesimpulan achir……………problem ada pada sirkit bagian horisontal-output.
  • Coba lepas dan cek transistor horisontal output......eeeeee ternyata biangnya ada disini.......yang dipasang ternyata transistor “tanpa diode damper”…………….pantesan diuber pada bagian warna tidak pernah ketemu……………
  • Ya beginilah resiko-nya jika mereparasi eks bengkel lain………..kadang ada part yang diganti bukan semestinya………..bisa bikin pusiiiingggg…….

 

Analisa kami pada kasus ini kenapa bagian horisontal output dapat menyebabkan bentuk pulsa osilator horisontal cacat

  • Karena tidak ada damper diode menyebabkan bentuk pulsa horisontal-out dari flyback cacat
  • Pulsa dari flyback ada yang diumpan balikkan ke bagian horisontal osilator sebagai sinyal FBP (flyback pulse) yang digunakan untuk kontrol Horisontal AFC2. Oleh karena itu pulsa osilator jadi ikut cacat

 

*********************************

Gambar bawah adalah contoh lain bentuk pulsa horisontal jika diperiksa dengan osiloskop

clip_image006

 

**************************************

Friday, October 7, 2011

Panasonic Chasis EURO7 mati stand-by

 

KASUS :

  • Panasonic Chasis EURO 7 (TX-29P300) dengan problem mati stand-by, dimana power tidak mau on

TINDAKAN ke.1

  • Analisa awal, mikrokontrol tidak kerja.
  • Buka komputer lihat service manual
  • Awalnya kami cukup kesulitan mencari lokasi ic mikrokontrolnya, walaupun sudah berlama-lama melototi skematik.
  • Model ini ternyata mikrokontrolnya menggunakan SDA6000 yang merupakan satu kesatuan sebagai TELETEXT. Berbentuk sebagai sebuah modul kecil pcb dobel-layer pada bagian pojok depan main board
  • clip_image002

     

     

     

     

     

     

    U adalah modul mikrokontrol/teletext

  • Dengan bantuan skematik kami cari dulu titik-titik test point dimana kami dengan mudah akan dapat melakukan test pengecekan-pengecekan Vcc 5v, osilator, reset, dan kontrol Key-in. Kemudian titi-titik tersebut kami tandai dengan spidol merah.
  • Kemudian dengan volt-meter kami lakukan pengecekan Vcc 5v, Reset dan kontrol Key-in dan untuk kerja osilator kami cek dengan osiloskop.
  • Ternyata hasilnya semua normal.
  • Jadi kesimpulan awal IC mikrokontrol tidak rusak.
  • Maka kemudian kami coba bersihkan board dengan thiner dan kemudian dikeringkan dengan hair dryer.
  • Ternyata mikrokontrol bisa OK dan teve dapat menyala normal.
  • Senangnya........tapi .......eeee .......ternyata tidak lama.................2 hari kemudian pesawat mati lagi

TINDAKAN ke.2

  • Analisa kedua, mungkin solderan ic-ic ada yang kurang bagus.
  • Maka perlu tindakan re-soldering.
  • Menggunakan kuas kecil yang kami celupkan dahulu pada larutan “gondorukem” kami sapukan pada semua kaki-kaki ic tempel (*)
  • Kemudian kaki-kaki ic kami panaskan menggunakan solder-blower agar timah-timahnya meleleh lagi.
  • Dipasang.......dan harap-harap cemas.........pesawat dapat hidup normal lagi.......tetapi 2 hari kemudian mati lagi

TINDAKAN ke.3

  • Coba re-soldering secara manual dengan solder biasa.
  • Pesawat dapat hidup lagi............tetapi 2 hari kemudian pesawat terulang mati lagi.......

PAUSE DAHULU........pusing memikirkannya

  • Mungkinkah IC mikrokontrol SD6000 rusak?..........
  • Tanya ke service resmi.......harga SDA6000 kurang lebih 400rb......itupun mesti order ke Japan.....
  • Wah.....mahal ni...je.......bagaimana nanti setelah dipasang ada masalah.........memasang-nya pun rasanya tidak gampang......bisa-bisa nombok.......kalau gagal
  • Konsumen pun mungkin keberata
  • …….“Ah ......lebih baik dibatalkan saja........”, pikir kami.

TINDAKAN ke.4

  • Sudah hampir 3 minggu lebih pesawat masing nongkrong di bengkel (....kok konsumen belum menanyakan).
  • Iseng-iseng kami amati bolak-balik pcb modul mikrokontrol (.....visual chek istilah keren-nya)
  • Disitu kami lihat banyak sekali lubang-lubang vias (**) yang tembaga printednya kelihatan berwarna kecoklatan tidak kena timah.
  • …….“Jangan-jangan ada salah satu lubang vias yang korosi sehingga tidak kontak lagi,” pikir kami.
  • Maka tindakan selanjutnya lubang-lubang vias yang jumlahnya hampir ratusan kami coba solder-i satu demi satu agar terlapisi timah – dengan harapan kalau ada yang tidak kontak bisa nyambung lagi.

  • clip_image004

Gambar samping adalah printed modul mikrokontrol layer bagian atas dimana menempel IC SDA6000

  • clip_image006

Gambar samping adalah printed modul mikrokontrol layer bagian bawah.

  • Kemudian pesawat kami coba lagi dengan harapan mudah-mudahan kali ini berhasil. Doa kami “Ya Tuhan, tiada sesuatu yang mudah jika engkau membuatnya sulit. Dan tiada sesuatu yang sulit jika engkau membuatnya menjadi mudah. Mudahkanlah urusan dan pekerjaan kami. Amien”
  • 2 hari.....3 hari......4 hari....dan seterusnya  berlalu.......dan pesawat tetap masih hidup.
  • Alhamdulillah………Mudah-mudahan dapat bertahan lama.

 

Catatan :

(*) Re-soldering ic SMD (tempel) kenapa mesti diberi cairan larutan gondorukem (gondorukem yang dilarutkan pada thiner)?…….. Pengalaman kami jika kaki-kaki ic SMD dipanaskan langsung dengan solder blower tanpa diberi cairan larutan gondorukem, maka kadang-kadang timbul ledakan kecil yang meyebabkan timah berhamburan (muncrat...) ke sekeliling dan menyebabkan kaki-kaki ic short. Waktu masih diperusahan kami menggunakan cairan yang dinamakan fluxer, yang biasa digunakan pada proses “flow solder” dibagian produksi.

(**) Vias adalah nama lubang kecil yang berisi lapisan tembaga berbentuk silinder kecil dan berfungsi untuk menghubungkan printed pada layer bagian atas dengan printed layer bagian bawah.

 

******************************

Thursday, October 6, 2011

Data karakteristik utama Transistor Horisontal

 

 

Karakteristik utama transistor horisontal yang perlu diperhatikan.

  1. Tegangan kerja maksimum C- E
  2. Arus kerja maksimum kolektor yang berbentuk DC konstant dan berbentuk Pulsa
  3. Frekwensi kerja. TV normal cukup 16Khz. Untuk TV 100hz harus mempunyai frekwensi kerja 32 Khz
  4. Hfe merupakan faktor penguatan arus rata-rata
  5. Diode Damper (Yes/No)

1. V MAKS

2. DC - PULSE

3. FREQ

4. Hfe

5. D Damper

BU 508D

1500v

8 -15A

16Khz

13

Y

BU 2508D

1500v

8 - 15A

16Khz

13

Y

BU 2520D

1500v

10 - 25A

16Khz

7

Y

BU 2522D

1500v

10 – 25A

64Khz

7

Y

BU 2527D

1500v

12 – 30A

64kHZ

7

Y

BU 2705D

1700V

8 – 15A

16Khz

6

Y

BU 4508D

1500v

8 – 15A

16Khz

-

Y

C 2499

1500v

6 – 12A

16Khz

7

Y

C 4744

1500V

7 – 16A

16Khz

13

Y

C 4927

1500v

9 – 18A

16Khz

7

Y

C 5149

1500v

8 – 16A

16Khz

6

Y

C 5296

1500v

8 – 16A

32Khz

5

Y

C 5386

1500v

8 - 16A

64Khz

6

Y

C 5591

1700v

20 – 30A

32Khz

8

Y

C 5589

1500v

18 – 36A

32Khz

6

Y

C 5885

1500v

6 – 9A

16Khz

7

Y

C 5967

1700v

20 – 40A

32Khz

7

Y

C 6090

1500v

10 – 25A

32Khz

6

Y

C 5386

1500v

8 – 16A

32Khz

5

Y

D 1427

1500v

5 - -A

16Khz

-

Y

D 1649

1500v

2.5 – 10A

16Khz

-

Y

D 1651

1500v

5 - -A

Y

D 1878

1500v

5 – 20A

32Khz

7

Y

D 1879

1500v

6 – 20A

32Khz

7

Y

D 1880

1500v

8 – 30A

32Khz

7

Y

D 1884

1500v

5 – 20A

32khZ

7

N

D 1886C

1500v

8 – 25A

32Khz

6

N

D 1887

1500v

10 – 30A

32khz

7

N

D 2498

1500v

6 – 12A

32Khz

7

N

D 2553

1700v

8 – 16A

32Khz

7

Y

D 2578

1500v

8 – 20A

32Khz

6

Y

D 2686

1500v

5 – 10A

16Khz

5

Y

D 2645

1500v

10 – 25A

32Khz

6

Y

D 2689

1500v

10 – 25A

32Khz

6

N

D 5072

1500v

5 – 16A

16Khz

7

Y

D 5703

1500v

10 – 30A

32Khz

6

N

TT 2140LS

1500v

6 – 15A

31Khz

6

Y

 

***  Untuk mencari persamaan sebaiknya dicari yang karakteristiknya paling mendekati.

ESR meter sangat memudahkan dalam service



 
3 October 2011 16:44

Email dari sarif tv  solec.tv@gmail.com 

Esr pesanan saya sudah sampai dan langsung tes...untuk servis mainboard plasma 42P4
tes elco ukuran 100Uf bagus,buat ukur elco 10Uf juga bagus, tanpa harus melepas elco dari pcb. Giliran ukur elco 4,7Uf kok nggak ada reaksinya....?? jarum meneng bae, wah saya pikir alatnya jelek, wah priye ki pak Marsono,,,,,,,?????.............setelah ukur elco lain lho kok bisa !!!
ternyata di mainboard itu elco ukuran 4,7Uf rusak semua dan jumlahnya 50an biji. Setelah ganti semua elconya........... langsung thokcerrrrr. Thank you pak Marsono.





 
 
29 September 2011 20:57

Email dari Anto Susanto  anto.susanto26@yahoo.co.id

Assalammualaikum pak Marsono.Saya mengucapkan terima kasih banyak atas ESR METER nya, sangat  membantu saya dalam menyelesaikan pekerjaan terutama pencarian kerusakan yang disebabkan oleh Elco. Semoga Allah membalas kebaikan



Catatan  tambahan :
  • Probe capitan buaya dapat diganti dengan probe bekas avometer. Akan lebih mempermudah untuk cek elko-elko SMD yang dipasang menempel dan banyak digunakan pada teve LCD maupun Plasma.


***********************
****************************

Macam-2 jenis kerusakan tabung CRT

 

Kerusakan

Tanda-2/Penyebab

 

Emisi katode lemah

  • Gambar tidak bisa kontras dan terang
  • Warna tidak tajam lagi
  • White balance tidak dapat normal lagi walaupun coba diajust
  • Dapat terjadi hanya pada salah satu katode atau ketiganya
  • Gambar tidak fokus lagi
  • Gambar ada garis-garis blangking

Tidak dapat direpair tapi kadang dapat ditingkatkan saja (rejuvinasi)

Heater (H) putus

  • Pin heater diukur dgn ohm meter tidak nyambung
  • Diamati Heater nampak tdk menyala
  • Dapat terjadi karena tegangan dari flyback terlalu tinggi (....misal diganti diganti bukan asli)

Tidak dapat direpair

Salah satu katode (K)short dgn heater (H)

  • Tidak ada gambar dan raster nyala terang dgn salah satu warna RGB disertai garis-garis blangking
  • Kalau katode warna yg problem diopen/dimatikan – warna tetap dapat menyala
  • Kaki H-K diukur dgn ohm meter kadang tidak ada masalah. Disebabkan short baru terjadi pada saat keadaaan hidup (panas)

Tidak dapat direpair, tetapi dapat diakali dengan modifikasi

G1 short/leaks dgn G2

  • Raster/Layar gelap
  • Dgn ohm meter (posisi x10K) antara pin-G1 dgn G2 terukur short atau ada resistansi.
  • Pada saat pesawat hidup, diukur tidak ada tegangan pada G2 (screen) – teteapi kalau soket CRT dilepas ada tegangan
  • Paling sering dijumpai pada layar jenis Flat

Dapat direpair

G2 short dgn G3

  • Ada gambar, raster nyala terlalu terang (putih) disertai garis-garis blangking
  • Kadang disertai tidak mau fokus

Kadang dapat direpair

G1 short dengan salah satu katode (K)

  • Tidak ada gambar, raster nyala terlalu terang sesuai warna katode yg short disertai garis-garis blangking.
  • Kdang diukur dengan ohm meter tidak ada masalah. Sebab kerusakan baru terjadi pada keadaan hidup (panas)

Dapat direpair

Ada loncatan api (disertai suara) didalam tabung pada bagian penembak elektron

  • Disebabkan kebocoran vacum karena kualitas CRT
  • Disebabkan bagian leher CRT ada yg retak - umumnya terjadi pada bagian dalam dibawah def yoke

Tidak dapat direpair

Ada warna unggu pada bagian penembak elektron

  • Disebabkan kebocoran vacum karena kualitas

Tidak dapat direpar

Leher dibawah yoke ada retak atau leher patah

  • Kalau diamati pada bagian atas leher tabung dibawah yoke ada retakan
  • Ada tanda keretakan yang mirip dipicu kena benda tajam
  • Leher patah jika yoke dibuka
  • Dapat disebabkan karena tegangan B+ over
  • Dapat disebabkan karena ada kerusakan pada bagian vertikal.
  • TV sering digebrak, karena kadang muncul problem satu garis horisontal (problem vertikal)

Tidak dapat direpair

Emisi katode lemah

  • Dapat terjadi pada salah satu katode atau ketiganya sekaligus
  • Terjadi pada teve yang sudah lama dipakai (lebih dari 5 tahun)
  • Problem white balance dan tidak dapat diadjust lagi
  • Gambar tidak kontras dan britnes tidak terang lagi
  • Jika color dibuat minim, gambar tidak bisa hitam putih (dominan salah satu warna)
  • Pada salah satu warna timbul garis-garis blangking
  • Adjustment kontras-britnes kecil  warna muncul, tetapi jika dibesarkan warna jadi hilang.

Tidak dapat direpair. Kadang bisa ditingkatkan lagi (rejuvinasi)

Flex

  • Dapat disebabkan karena otomatic degaussing tidak fungsi
  • Dapat disebabkan karena adjustment ring magnetik kovergen berubah posisinya
  • Dapat disebabkan karena pengaruh medan magnet kuat dari luar
  • Dapat disebabkan karena petir

Umumnya dapat direpair . Tetapi kena medan magnet yg kuat atau karena kena petir kadang tidak dapat direpair

Ada warna seperti pelangi

  • Disebabkan karena tabung pernah kena benturan, sehingga posisi shadow mask berubah

Tidak dapat direpair

Warna RGB saling tertukar

  • Disebabkan karena otomatic degaussing lama tidak berfungsi

Dapat direpair

Permukaan layar kaca gores

  • Karena penanganan yg tidak hati-hati
Gambar masih tetap bisa dinikmati

Salah satu pin kaki CRT patah

  • Tergantung pin ke berapa yang patah

Kadang masih bisa direpair

Anode short dengan lapisan luar aquadag (ground)

  • Raster/Layar gelap
  • Tegangan anode short atau drops
  • Kalau dibiarkan hidup agak lama dapat menyebabkan flyback atau transistor horisontal rusak

Tidak dapat direpair