Saturday, April 30, 2011

DIGITEC gambar bergeser keatas terlalu banyak

Digitec 14 lama DT-1468K Gold-turbo dengan M37221M04, TDA8443, LA7830.
  • Problem gambar bergeser keatas cukup banyak. Gambar bagian atas hilang terpotong dan dibagian ada blok hitam kurang lebih hampir 4 jari. Jadi bukan problem vertikal kurang penuh, melipat atau tidak linear.
 
Trobelshuting
  • Sirkit vertikal menggunakan dobel power suply (+) 12v dan (-) 12v dimana saat dicek semuanya normal.
  • Bagian input sirkit vertikal menggunakan op-amp uPC4558. Sirkit vertikal demikian sangat jarang sekali kami jumpai
  • Analisa kami problem bukan karena mis-adjustment V position. Pasti ada nilai komponen (terutama resistor) yang nilainya molor. Dimana dalam kasus seperti ini biasanya butuh waktu agak lama untuk mencarinya, karena harus cek dengan dilepas satu demi satu
  • Karena pesawat diantar ke rumah sudah malam hari, dan teman teknisi minta agar segera dibantu menyelesaikan – maka kami pakai saja jurus “magic spite” yang kadang memang cukup ampuh dan instan menyelesaikan suatu masalah.
  • Jilat ujung jari telunjuk. Gunakan untuk meraba sana-sini........Dan uuupssss.......posisi gambar tiba-tiba dapat bergeser kebawah ketika ujung jari menyentuh sekitar kaki 4558 pin-1, 2,3
  • Ambil AVO meter dengan posisi DC 12v. Kami coba-coba gunakan untuk coba-coba menghubung antara kaki-kaki 4558.
  • Ternyata jika pin-(2) dan (3) ditempel AVO gambar dapat sedikit bergeser kebawah.
  • Posisi AVO dirubah ke DC 3v. Gambar dapat bergeser kebawah lebih banyak, tetapi masih kurang.
  • Karena AVO yang kami gunakan mempunyai sensitivitas DC 50k/v. Ini artinya pada posisi DC 3v – maka avometer tersebut mempunyai tahanan dalam setara dengan 3 x 50k = 150k ohm
  • Maka segera kami ambil resistor dengan nilai 100k ohm dan kami coba pasang antara pin-(2) dan (3). Hasilnya gambar nyaris hampir sempurna – tetapi masih kurang sedikit bergeser kebawah
  • Ambil resistor 220k dan dipasang paralel pada resistor 100k – hasilnya gambar malah terlalu banyak bergeser kebawah – sehingga teks malah hilang.
  • Ganti diparalel dengan resistor 560k – dan hasilnya SEMPURNA.
  • Beereees..... dan rekan teknisi cuma bisa senyummmmm.......karena besok bisa memenuhi janjinya ke konsumen


XXXXXXXXXXXXXXXX


Komentar Nugroho


Hmmm terus terang saya belum pernah memakai trik ini. Kapan2 kalau dapat kasus aneh akan saya coba.

Marsonotv.
Ini namanya ilmu bodo-bodo-an. Magic spite  kami coba lakukan jika udah puuussiii.........iiing. Pernah berhasil untuk mengatasi warna hilang/kadang hilang, suara sember, vertikal tidak linear. Tapi jangan coba-coba untuk bagian regulator.








Thursday, April 28, 2011

Konvergen adjustment


Tujuan adjustment konvergen.
  • Setiap pasangan elemen phospor RGB pada layar CRT- dibagian belakangnya diwakili oleh sebuah lubang pada shadow mask.
  • Konvergen adjustment bertujuan agar ke 3 buah sinar elektron RBG masuk lewat satu lubang yang sama pada shadow mask sebelum menembak ke tiga elemen RGB
  • Sehingga jika ke tiga buah elemen RGB tertembak oleh sinar elektron tersebut secara bersamaan akan bercahaya sebagai titik yang berwarna putih
 
 
 Shadow mask adalah merupakan plat tipis yang berlubang-lubang 
yang lokasinya tepat dibelakang layar CRT
 
Kesalahan adjustment konvergen
  • Kesalahan adjustment konvergen akan menyebabkan ketiga sinar elektron RGB melewati lubang shadow mask yang berbeda.
  • Akibatnya kalau layar menampilkan sebuah “garis putih” akan nampak sebagai 3 buah garis RGB yang terpisah.

Persiapan adjustment.
  • Konergen adjustment dilakukan setelah purity adjustment OK
  • Terima gambar dari patern generator sinyal “cross hatch”
cross hatch
  • Ajust britnes, kontras dan fokus agar garis-garis nampak tajam dan mudah diamati.
 
Adjustment konvergen dibagi menjadi 2 tahap, yaitu
  • Konvergen statis
  • Konvergen dinamis
 
Adjustment konvergen statis.
  • Konvergen statis melibatkan adjustmernt pasangan cincin magnetik 4 pole dan 6 pole.
  • Ajustment statis dilakukan untuk mengatur garis RGB agar konvergen pada bagian tengah layar. Jadi amati gambar hanya pada bagian tengah layar saja.
clip_image002
  • Cincin 4 pole untuk mengatur agar garis Red dan Blue konvergen menjadi warna Magenta.
  • Merubah besarnya sudut kedua cincin  akan menyebabkan garis vertikal menyatu
                              clip_image004       clip_image006
  • Memutar kedua cincin secara bersamaan (dengan menjaga besarnya sudut tetap) akan menyebabkan garis horisontal konvergen
                        clip_image008 clip_image010
  • Kedua adjustment tersebut saling mempengaruhi, maka lakukan secara berulang dan bergantian sehingga mendapatkan hasil yang paling optimal
  • Selanjutnya dengan cara yang sama adjust cincin “6 pole” untuk mengatur agar warna Magenta konvergen Hijau sehingga menghasilkan warna putih.
Catatan :
  • Jika diamati - maka cincin magnet yang terdapat pada leher CRT diberi tanga "P" (Purity), "4" (4 pole) dan "6" (6 poe) yang masing-masing berpasangan.
  • Cincin 4, atau 6 pole artinya cincin tersebut mempunyai 4 atau 6 buah kutub magnetik yang simetris.
  • Merubah besarnya sudut setiap pasangan cincin, akan menyebabkan besarnya medan magnetik berubah
  • Setelah adjustment dirasa sempurna – maka sebaiknya cincin magnetik diberi lem agar tidak mudah berubah posisinya.
 
Adjustment konvergen dinamis.
  • Adjustment dilakukan jika konvergen statis telah sempurna.
  • Pastikan screw def yoke cukup kuat sehingga def yoke tidak dapat bergeser maju atau mundur
  • Adjustment dilakukan dengan mengamati garis-garis pada bagian-bagian pinggir luar layar CRT.
clip_image012
  • Dengan menarik ujung bagian depan def yoke ke atas atau bawah ( bahasa jawanya di-ongkek) akan menyebabkan garis konvergen seperti gambar dibawah
  • Dengan menarik ujung bagian depan def yoke ke kiri atau kanan– maka garis-garis akan konvergen seperti gambar dibawah.
clip_image014
  • Pasang 3 buah karet buah karet ganjal agar posisi tidak berubah.

Catatan :
  • CRT dan def yoke sudah merupakan kesatuan pasangan dari pabrik.
  • Mengganti dengan def yoke tipe lain ada resiko konvergen dinamis tidak dapat sempurna atau bahkan garis putih pecah sama sekali
     

*******************************


Catatan tambahan :
  • Mengganti CRT komplit dengan def yoke dan cicncin magnet yang masih asli – maka tidak perlu ada adjustment purity dan konvergen. Yang diperlukan adalah adjustment white balance dan geometri.
  • Mengganti pcb (mesin) – maka yang diperlukan adalah adjustment white balance dan geometri
  • Ada beberapa tipe CRT yang tidak menggunakan cincin magnetik. Sebenarnya secara internal didalam tabung sudah dipasang cincin magnetik. Adjustment telah dilakukan dipabrik menggunakan medan magnetik elektris dari luar. Oleh karena itu jangan mendekatkan bahan magnetik pada leher CRT semacam ini.
  • CRT tanpa cincin magnetik mungkin saja terjadi problem pada purity atau konvergen. Kita dapat menambah cincin magnetik untuk memperbaikinya.
  • Sebaiknya menggunakan obeng non-magnetik untuk melepas atau mengencangkan def yoke atau cincin magnetik.
  • Kadang ada semacam magnet kecil yang berbentuk kotak atau bulat yang ditempelkan pada bagian belakang CRT. Atau semacam plastik strip (permalloy strip) yang ditempelkan pada CRT dibawah def yoke. Semuanya itu digunakan untuk memperbaiki purity adjustment yang kurang sempurna. Jangan menggunakan magnet yang terlalu kuat untuk hal semacam ini. Karena dapat meyebabkan problem konvergen atau geometri.
  • CRT kena benturan atau ada petir didekatnya dapat menyebabkan problem purity (timbul warna pelangi) yang tidak dapat diperbaiki ………atau tamat riwayatnya CRT. Hal ini disebabkan karena posisi elemen shadow mask  bergeser ketika kena benturan Atau shadow mask kena magnet permanen oleh induksi dari petir yang kuat.

Sunday, April 24, 2011

Purity adjustment (beam landing)


Bagaimana prosedure adjustment purity ?
Prosedure adjusment yang benar biasanya dapat dibaca pada Service Manual model bersangkutan. Setiap model mungkin prosedurenya sedikit berbeda.
Secara garis besar caranya dapat kami jelaskan sebagai berikut.


Persiapan awal :
  • Pasang secara melingkar wind cotton (semacam isolator dari kain) ketika meng-asembling def yoke dan magnet ring.
  • Lepas dahulu tiga buah karet pengganjal def yoke
  • Posisi magnet kira-kira 15 hingga 20 mm dari ujung CRT bagian belakang . 
 
clip_image002
Gambar magnetik konvergen - Purity adjustment dilakukan meggunakan magnet "P" (Purity) atau magnet 2 pole.





 
  • Karena magnet ini berfungsi untuk mengendalikan sinar elektron, maka bagian belakang magnet harus sedikit didepan dari lokasi G2 yang ada didalam leher tabung CRT. Atau diluar G3.
clip_image004 clip_image006
  • Sebaiknya layar CRT menghadap kearah timur atau barat, dengan tujuan agar pengaruh medan magnet bumi minimal.
  • Hidupkan pesawat 15 menit untuk menunggu agar panas
  • Kontas dan britnes 50 hingga 75%.
  • Lakukan demagnetisasi permukaan layar CRT dengan degaussing.
  • Untuk penyetelan purity - maka dipergunakan sepasang magnet 2 kutub yang diberi tanda "P"
  • Pelajari dahulu dimana lokasi setiap pasangan ring-magnet Purity.  Lokasi purity magnet ada yang dibagian depan, tetapi kadang ada dibagian belakang.
clip_image008 clip_image010

 

Purity adjusment
  • Terima sinyal “Green” dari patern generator (sebaiknya lewat AV-in)
  • Kendorkan screw def yoke. Kemudian tarik kebelakang posisi def yoke (kearah ring-magnet)
  • Maka pada bagian kiri-kanan akan muncul warna Red dan Blue seperti gambar dibawah.
clip_image012
  • Ajust magnet purity dengan merubah-rubah besarnya sudut antara ke dua magnet “P”
clip_image014
  • Atau dengan posisi sudut yang tetap – kemudian ajust dengan memutar-mutar  secara bersama kedua ring-magnet
clip_image016
  • Sehingga diperoleh hasil achir dimana luas warna Red seimbang dengan luas warna Blue.
  • Kembalikan def yoke pelan-pelan kearah depan, sehingga seluruh layar berwarna hijau merata – dan berhenti.
  • Terlalu maju justru akan menimbulkan flek lagi.
  • Kencangkan kembali screw def yoke
  • Coba putar-putar arah menghadap layar CRT – kalau adjusment bagus maka tidak akan muncul warna flek.
 
Catatan 1.
  • Sinyal yang diterima tidak harus menggunakan warna “green”. Dapat juga menggunakan warna biru dari “blue-back”. Jika menggunakan warna biru - maka ketika def yoke ditarik kebelakang, maka warna kanan-kiri yang akan muncul adalah red dan green.
Catatan 2.
  • Adjustment layar 20 inch keatas – jika arah layar CRT diputar – kemudian timbul sedikit flek kadang bisa terjadi.
  • Maka coba matikan teve beberapa menit – untuk menunggu PTC otomatis degaussing dingin
  • Kemudian hidupkan pesawat
  • Kalau flek ternyata hilang – maka adjustment sudah dapat dianggap cukup
  • Tetapi kalau flek tidak hilang – berarti adjustment belum sempurna.
Catatan 3 - Cara melakukan demagnetisasi :
  • Dekatkan degaussing kearah layar CRT bagian depan.
  • Hidupkan degaussing – kemudian putar-putar secara merata kearah seluruh permukaan layar
clip_image018
  • Jangan menghidupkan degaussing lebih dari 2 menit - karena dapat menyebabkan rusak terbakar
  • Pelan-pelan sambil diputar-putar - jauhkan degaussing dari permukaan layar CRT
  • Pada jarak sekitar 1.5m atau lebih – baru matikan degaussing.
  • Mematikan degaussing dekat layar CRT justru akan mengakibatkan timbulnya gangguan flek.
Catatan 4.
  • Jangan menggunakan alat degaussing untuk dipergunakan pada bagian belakang atau bagian leher tabung CRT. Dapat merusak atau merubah posisi elemen-elemen penembak elektron yang ada didalamnya.
  • Pada tabung SONY Trinitron – dilarang untuk menggunakan alat degaussing yang terlalu kuat –dapat mengakibatkan flek permanen.
 
Membuat sendiri alat degaussing 1.
  • Cari sebarang kumparan degaussing yang biasa dipasang melingkar pada tabung CRT.
  • Pasang secara seri dengan lampu dop 100w kumparan tersebut untuk dapat digunakan sebagai degaussing.
  • Hidupkan dengan menyambung ke listrik.
  • Pegang dengan kedua tangan – kemudian gerakkan naik-turun dan atas-bawah dibagian depan layar CRT
  • Hati-hati – semua kabel terbuka harus di-isolasi dengan baik
 
Membuat sendiri alat degaussing 2.
  • Cari tranfo adaptor ukuran satu atau dua ampere
  • Bongkar inti besinya (kern-nya)
  • Buang inti yang berbentuk “I”
  • Pasang kembali – tetapi dengan posisi semua inti membentuk huruf huruf “E” saja
  • Sambungkan ke listrik pada tap 0v – 220v
  • Jika bagian yang terbuka didekatkan ke layar CRT – maka dapat berfungsi seperti degaussing.
  • Hati-hati – semua kabel terbuka harus di-isolasi dengan baik
 
Pengecekan hasil achir  - diperiksa menggunakan  kaca pembesar untuk melhat penyalaan pada setiap elemen phospor - saat menampilkan raster putih.

 
clip_image020
Adjustment purity yang benar.
Phospor menyala tepat pada bagian tengah (bidang putih)

clip_image022Adjustment purity salah
Bagian kiri phospor tidak menyala

clip_image024Adjustment purity salah
Bagian kanan phospor tidak menyala

clip_image026Adjustment purity salah
Phospor menyala kesamping atas

clip_image028Adjustment purity salah
Phospor menyala kesamping bawah

 

Apa akibatnya jika pemasangan magnet tidak tepat. Kesalahan pemasangan magnet dapat diketahui dari  nyala phospor pada bagian luar layar CRT

clip_image030Akibat jika pemasangan magnent sedikit agak terlalu maju
clip_image032Akibat jika pemasangan magnet sedikit agak terlalukebelakang




 ****************************8

Komentar : sarif tv
Wah artikelnya mantap & gamblang , memang itu pekerjaan yang sangat memerlukan kesabaran, Konvergen-adjustment dan white balance-adjustment sering saya lakukan. Apalagi untuk projection tv, hanya dengan bantuan keping vcd yang di isi dengan gambar patern generator karena nggak punya patern generator, tapi untuk purity adjusment tidak pernah di lakukan karena memang tidak tahu cara dan efeknya.

Apakah purity adjustment itu dengan cara menyetel cincin yang paling depan?

Marsonotv :
Purity magnet ada tandanya huruf “P”. Lokasinya kadang ada didepan – tetapi ada pula yang dibelakang.

Untuk tv projektor - CRT tidak menggunakan magnet-ring , karena CRT Red,Green, Blue berdiri sendiri-sendiri. Jadi tidak membutuhkan adjustment purity. Adjustment konvergen tidak dilakukan dengan penyetelan ring-magnet seperti tv biasa. Tetapi dilakukan seperti adjustment geometri pada tv layar besar seperti H size, V size, V lin, Trapesium dll., dimana adjustment dilakukan secara elektronik dengan menggunakan sejumlah kumpulan VR.









Saturday, April 23, 2011

Konvergen & White-balance adjustment yang kurang diperhatikan

 
Pernahkan Anda menerima pujian dari konsumen, ” wah gambarnya jadi seperti baru lagi” ketika selesai mereparasi pesawat yang sudah agak lama dipakai. Kejadian seperti ini mungkin dapat terjadi jika kita memahami tiga macam adjustment yang berhubungan dengan CRT, yaitu
  • Purity adjustment
  • Konvergen adjustment
  • White balance adjustment
Banyak teknisi yang kurang memahami masalah ketiga mcam adjustment ini. Yang sudah paham atau pernah mendapat training-pun banyak yang alergi dengan masalah ini. Menurut kami hal ini disebabkan karena :
  • Karena teknisi sangat jarang sekali melakukan pekerjaan ini
  • Adjustment membutuhkan “skill” atau “ketrampilan”. Artinya seseorang akan mahir dalam melakukan hal ini  jika pernah berlatih secara berulang-ulang.
  • Belajar pada tahap awal dengan pekerjaan ini cukup banyak menyita waktu, sehingga achirnya banyak teknisi yang malas melakukannya. Pokoknya asal sudah ada gambar.....beres......dan cepat bayaran.
  • Karena teknisi tidak memiliki peralatan yang dibutuhkan.
 
Apakah akibatnya jika terjadi kesalahan pada purity adjustment :
  • Muncul flek pada gambar. Misalnya ketika raster menyala “blue back” muncul gangguan warna lain pada  bagian-bagian tertentu pada layar.
  • Warna blue-back misalnya - tidak merata terangnya pada seluruh bagian layar.
  • Warna jadi kurang “cling”. Misalnya semua layar saat blue-back warna birunya sudah merata pada seluruh layar. Tetapi hal ini belum menjamin bahwa purity adjustment sudah benar. Coba ambil kaca pembesar (lebih bagus pakai keker miliknya tukang jam). Amati nyala masing-masing elemen phospor biru (biasanya berbentuk kotak kecil). Jika yang menyala hanya separo kotak atau kurang, maka akan menyebabkan warna yang muncul kurang cling.

clip_image002Saat layar menampilkan gambar putih. Maka jika adjustmen purity sempurna setiap elemen phospor akan nampak menyala penuh.
 


Apakah akibatnya jika terjadi kesalahan konvergen adjustment :
  • Pernah lihat gambar pada koran berwarna - dimana cetakan warna merah, hijau, biru tidak tepat dan sedikit meleset. Gambar yang ditampilkan CRT juga dapat terjadi demikian jika terjadi kesalahan konvergen adjustment.
  • Akibatnya gambar jadi seperti kurang fokus (tetapi bukn kesalahan fokus adjustment pada flyback)
  • Garis putih akan terlihat ada warna lain pada bagian pinggir-pinggirnya.
  • Kesalahan konvergen adjutment yang  parah akan menyebabkan garis putih pecah menjadi tiga buah garis red, green, blue.
  • Paling gampang diamati adalah ketika menampilkan teks pada bagian bawah gambar. Kesalahan konvergen adjustmen menyebabkan huruf teks yang seharusnya putih nampak ada warna lain pada bagian pinggirnya.

clip_image002[6]
clip_image004[4]
clip_image006[4]
konvergen adjustment benar
konvergen adjustment salah
konvergen adjustment salah
 

Apakah akibatnya jika terjadi kesalah white-balance adjustment :
  • Amati gambar saat menampilkan gambar awan putih atau gambar seseorang yang mengenakan pakaian putih misalnya. Seharusnya terlihat warna putih bersih cemerlang. Kesalahan adjustment menyebabkan gambar terlihat agak sedikit kemerahan atau kehijauan atau kebiruan atau seperti mendung agak hitam
  • Amati layar saat menampilkan gambar warna hitam, misalnya rambut seseorang atau pakaian yang digunakan. Jika terjadi kesalahan white-balance adjustment akan menyebabkan warna hitam sedikit kemerahan atau kehijauan atau kebiruan.
  • Amati warna gambar kulit wajah seseorang atau penyiar. Gambar yang bagus akan menampilkan warna kulit yang coklat sedikit kemerahan. Jika white balance adjustment salah menyebabkan warna kulit kemerahan atau kehijauan.

clip_image001[4]Contoh gambar wanita mengenakan baju putih. Dari contoh kedua gambar disamping, menurut anda mana yang white balancenya benar ?
Jelas salah satu white balance salah, sehingga baju dan rambut menjadi kemerahan
 


Kapankah kita harus melakukan purity dan konvergen adjustment ?
  • Purity dan konvergen adjustment melibatkan adjustment (1) posisi def yoke dan (2) magnet ring yang terdapat pada bagian leher CRT.
  • Selama posisi keduanya “masih asli” belum berubah, maka tidak perlu dilakukan re-adjustment.
  • Adjusment baru perlu dilakukan bila kita mengganti CRT atau def yoke.
 
Kapankah kita harus melakukan white-balance adjustment ?
  • White-balance adjustment melibatkan pengaturan (1) R,G,B cut-off dan (2) R,G,B drive dan (3) VR screen.
  • White-balance adjustment merupakan penyesuaian emisi R,G,B, dimana setiap tabung CRT karakteristiknya tidak ada sama persis.
  • Jika teve sudah digunakan lebih dari 3 atau 4 tahun akan menyebabkan emisi R,G, B berubah. Maka hal ini perlu dilakukan white-balance adjutment.
  • Mengganti CRT baru (CRT komplit dgn def yoke), maka perlu dilakakan white-balance adjustment
  • Mengganti pcb baru (misalnya diganti pcb china). Maka perlu dilakukan white-balance adjustment.
 
Alat apakah yang diperlukan ?
  • Degaussing. Sebelum melakukan adjustment maka layar bagian depan perlu di-demagnetisasi dahulu dengan degaussing dari luar. Hal ini untuk menghilangkan pengaruh kemagniitan bumi pada elemen shadow mask.
  • Patern generator untuk menampilkan pilihan gambar pada raster White, Red, Green, Blue, Cross-hatch (gambar garis putih kotak-kotak).
  • Kaca pembesar tukang jam

clip_image001
Gambar alat degaussing.
Digunakan untuk menghilangkan kemagnetan pada permukaan layar crt (shadow mask) sebelum dilakukan konvergen dan white balance adjustment
 
 
Jika anda sudah ahli dalam melihat dan mengamati kesalahan ajustment-adjusment seperti tersebut diatas. Ketika melihat gambar teve yang tidak normal – maka tentu akan terasa risih dan rasanya ingin untuk melakukan perbaikan adjustment.





URUTAN PROSEDURE ADJUSTMENT
  1. PURITY (magnet "P"+ def yoke maju-mundur)
  2. STATIK KONVERGEN (magnet "6" dan "4" pole) 
  3. DINAMIK KONVERGEN (karet ganjel def yoke) 
  4. LOW-LIGHT WHITE-BALANCE (VR RGB Cut-Off atau Bias) 
  5. HIGH-LIGHT WHITE-BALANCE (VR RGB Drive)


+++++++++++++++++++++

    Sunday, April 17, 2011

    Sedikit tentang kota Jogja

    Sedikit tentang kota Jogja

    Plengkung Gading adalah nama yang diberikan untuk sebuah bangunan bekas pintu gerbang masuk dari bagian selatan komplek Kraton Jogja , yang dahulu dikelilingi dengan tembok besar seluas kurang lebih 1 kilo meter persegi, dan dibangun pada tahung 1875.

    Menurut ceritera disebelah sisi luar dari tembok kraton ini dikelilingi dengan sebuah parit yang cukup lebar. Didepan plengkung ini dahulu dipasang jembatan gantung yang dapat dibuka-tutup untuk mnyeberangi parit tersebut. Jembatan dibuka pada siang hari setelah jam 6.00 dan ditutup pada malam hari pada jam 18.00. Konon saat akan membuka dan menutup jembatan ditandai dengan bunyi terompet dahulu.

    clip_image002

    Foto plengkung Gading 1900 (Djogjakarta.blogdetik)

     

     

    clip_image004

    Foto plengkung Gading saat ini (Wikimapia.org)

     

     

    clip_image005

    Malioboro dan pasar Beringharjo 1910 (tembi.org)

     

     

    clip_image007

    Malioboro saat ini (wikipedia.org)

    Disekitar sini dapat dijumpai penjual macam-macam cindera mata, batik, makan lesehan pada malam hari, pasar tradisonil Beringharjo, bekas benteng Belanda Vredeburg, dan Istana kepresidenan Gedung Agung yang dahulu merupakan bekas rumah gubernur Belanda.

    Saturday, April 16, 2011

    Trobelshuting bagian vertikal (part.1)

     
     
    Merupakan kelanjutan dari tulisan sebelumnya (baca)

    Memperbaiki kerusakan bagian vertikal gampang-gampang susah. Umumnya sih memang gampang. tetapi kadang memang dijumpai ada yang susah. Agar lebih mudah maka pahami dahulu cara kerjanya.  

    Sirkit defleksi vertikal dapat dibagi menjadi 3 bagian :
    1. Vertikal-out amplifier - umumnya menggunakan sebuah ic
    2. Vertikal feedback (umpan balik)
    3. Vertikal osilator - merupakan bagian dari ic jungel
     
    1. Bagian vertikal-out
    • Lihat contoh skema dibawah
    • Sirkit demikian dinamakan ac-kopel
    • Tegangan suply Vcc diberikan pada pin-6. Umumnya mendapat tegangan suply Vcc sekitar 25v.
    • Sinyal berbentuk gigi gergaji di-inputkan pada pin-4 - yang dihubungkan secara langsung (dc kopel) dari ic jungel.
    • Sinyal output dikeluarkan dari pin-2 - dan dihubungkan secara langsung ke kumparan def yoke
    • Jalur sinyal output adalah  pin-2 >>> Def Yoke >>> C311 >>> R303
    • Pin-2 pada kondisi normal umumnya mempunyai tegangan dc sekitar setengah tegangan Vcc
    • C311 2200u/35v berfungsi seperti halnya kapasitor kopel pada audio-amplifier. Yaitu untuk memblokir agar tegangan dc pada pin-2 tidak short ke ground. Tetapi dapat melewatkan pulsa-pulsa vertikal yang bersifat sebagai ac
    • R310 yang diseri dengan C310 merupakan sirkit untuk mencegah agar bagian vertikal out tidak berosilasi. Sirkit seperti ini juga dapat diketemukan pada sirkit Audio amplifier. Kalau sampai terjadi osilasi akan meyebabkan ic sangat panas.
    • Pada saat “vertikal retrace” – yaitu saat scanning vertikal dari sampai pada bagian bawah layar dan kemudian kembali ke bagian atas – dibutuhkan waktu kembali yang sangat cepat. Untuk itu pada saat retrace bagian vertikal-out membutuhkan suply “yang hanya sesaat itu”  tegangan suply yang lebih besar (2x Vcc)
    • Tegangan suply untuk saat vertikal-retrace ini disediakan oleh bagian sirkit PUMP-UP atau kadang dinamakan FLYBACK-GENERATOR yang biasanya sekitar (2 x 25v)
    • Sirkit Pump-up membutuhkan komponen eksternal yang terdiri dari sebuah Diode D302 dan sebuah elko C307.
    • Pin-7 mengeluarkan pulsa-pulsa vertikal dan biasanya digunakan untuk mensuply pulsa vertikal (V sync) ke ic mikrokontrol untuk OSD
    • Pada teve tertentu sinyal pulsa-pulsa dari pin-7 kadang juga digunakan sebagai “sampling” sensor untuk protek. Jika bagian vertikal tidak kerja maka akan menyebabkan teve mati protek.

    2. Bagian vertikal feed-back atau umpan balik.
    • Feed-back atau umpan balik diberikan dari vertikal-out – ke bagian dari vertikal osilator (ramp generator)
    • Berfungsi untuk mengatur “linearitas” bagian penguat defeleksi vertikal.
    • Ada 2 macam jalur feed-back – yaitu (1) dc feed-back  dan (2) ac feed-back
    • Jalur dc feed-back  adalah dari tegangan dc dari pin-2 >>> Def Yoke >>> R306 >>> R313 >>> ic jungel. Dinamakan demikian karena umpan balik merupakan tegangan dc dari vertikal-out ke ramp generator.
    • Jalur ac feed-back  adalah dari pin-2 >>> Def Yoke >>> C311 2200u/35v >>> R305 >>> ic jungel. Dinamakan demikian karena merupakan umpan balik berupa sinyal ac yang telah melewati elko C311.
    clip_image002
     
    3. Bagian vertikal osilator yang lokasinya pada ic jungel (lihat skema dibawah)
    • Frekwensi vertikal diperoleh dari frekwensi horisontal
    • Menggunakan sirkit yang dinamakan Vertikal Count-Down atau pembagi vertikal, maka frekwensi horisontal yang tinggi dibagi-bagi sehingga memperoleh  frekwensi vertikal yang rendah.
    • Frekwensi vertikal yang dihasilkan dari V Count-down tidak tepat 50hz (PAL) ataupun 60Hz (NTSC)
    • Oleh sinyal sinkronisasi yang diperoleh dari sirkit Sync Separator- maka frekwensi vertikal akan dibuat agar sinkron sesuai dengan sinyal yang diterima. Jika yang diterima sinyal PAL maka frekwensi vertikal akan sinkron pada frekwensi 50Hz. Jika yang diterima sinyal NTSC maka frekwensi vertikal akan sinkron pada  60Hz. Jadi secara otomatis besarnya frekwensi vertikal akan mengikuti sistim sinyal video yang diterima.
    • Output dari sirkit V Count-down bentuknya masih berupa sinyal kotak. Sirkit Ramp-Generator berfungsi untuk merubah sinyal kotak menjadi sinyal yang berbentuk gigi-gergaji. Ramp generator membutuhkan komponen eksternal, yaitu sebuah kapasitor C316 untuk pembentuk sinyal gigi-geraji. Kadang pada bagian ini juga terdapat sebuah resistor dengan nilai ratusan kilo atau mega.
    • Pin-23 V NFB (vertkal negatif feedback) mendapat tegangan dc feed-back dari bagian Vertikal-out
    • Tidak ada tegangan dc  feed-back, maka akan menyebabkan pin-24 tidak akan mengeluarkan sinyal ouput (tidak ada tegangan output)

    clip_image004
     
    TROBELSHUTING

    1. Menjumpai kerusakan vertikal satu garis, maka langkah yang perlu dilakukan adalah :
    • Periksa apakah bagian vertikan-out amplifier telah bekerja - baca. item-2 dibawah.
    • Periksa apakah ada tegangan umpan balik (vertikal feed-back) pada ic jungel pin-23 (V NFB, vertikal negatip feedback) – baca item-4 dibawah.
    • Jika keduanya diatas OK – berarti problem pada ic jungel –baca item-5 dibawah.
    • Pada teve model lama – periksa switch Normal-Service. Mungkin pada posisi Service
    • Kerusakan diode pump-up (open atau putus) juga dapat menyebabkan vertikal satu garis
     
    2. Cara memeriksa apakah bagian vertikal-out amplifier sudah kerja.
    • Open atau sedot solderan pada pin-24 ( V out) ic jungel
    • Siapkan Ohm-meter pada posisi x1
    • Probe merah tempelkan ke-ground
    • Probe hitam sentuh-sentuhkan ke jalur menuju ke input ic Vertikal-out .
    • Jika bagian vertikal-out kerja normal – maka garis yang nampak pada layar akan lari-lari naik-turun

    3. Bagian vertikal-out tidak kerja
    • Periksa tegangan suply Vcc
    • Periksa tegangan pada bagian output pin-2. Jika tidak ada tegangan maka kemungkinan ic vertikal rusak
    • Periksa hubungan jalur sinyal output dari pin-2 >>> konektor def yoke >>> elko C311 2200u/35v >>> Resistor nilai kecil R303
     
    4. Tegangan vertikal feed-back tidak ada
    • Periksa apakah sudah ada tegangan pada bagian vertikal out pin-2
    • Periksa komponen-komponen pada jalur dc feedback
    • Problem pada ic jungel yang menyebabkan vertikal satu garis.
    • Tidak ada tegangan dc feed-back pada pin-V NFB
    • Tidak ada tegangan suply Vcc pada ic jungel
    • Kapasitor pada sirkit Ramp-generator short
    • Kadang  pada sirkit ramp-generator  terdapat sebuah resistor (ratusan kilo). Periksa mungkin resistor nilai molor.
    • IC jungel rusak
    • Problem pada ic memori (pada sirkit yang sudah menggunakan teknologi I2Cbus sda/scl)

    5. Vertikal osilator tpada ic jungel tidak kerja, dapat disebabkan karena
    • Tidak ada suply tegangan Vcc pada ic jungel (biasanya tegangan diperoleh dari flyback)
    • Kapasitor filter pada Ramp-generator short (bocor)
    • Kadang ada sebuag resistor yang nilainya ratusan kilo pada ramp-generator. Periksa niali resistor tersebut, mungkin nilainya molor.
    • Kerusakan ic memori pada teve yang sudah menggunakan teknologi I2Cbus (sda/scl)
    • Ic jungel rusak

    6. Vertikal tidak penuh atas-bawah – dapat disebabkan antara lain.
    • Periksa dahulu adjustment vertikal size
    • Periksa tegangan suply Vcc pada ic jungel (mungkin tegangan drops)
    • Resistor kecil R303 – mungkin nilai molor
    • Kadang resistor R303 menggunakan dua buah resistor yang dipasang paralel. Mungkin salah satu putus.
    • Kapasitor pada sirkit Ramp-generator nilai mengecil
    • Elko kopel C311 2200u/35v nilai mengecil (kering)
    • IC vertikal-out rusak

    7. Vertikal tidak linear atau melipat pada bagian bawah – dapat disebabkan karena :
    • Paling sering disebabkan kerusakan part pada jalur feeddback – yang disebabkan karena nilai komponen  berubah. Periksa nilai komponen resistor dan elko.
    • Dapat pulsa disebabkan ic vertikal rusak.

    8. Vertikal tidak linear atau tidak penuh pada bagian atas.
    • Umumnya disebabkan karena tegangan suply Vcc pada ic vertikal-out drops. Periksa elko filter pada suply Vcc dengan ESR meter.
    • Dapat pula disebabkan kerusakan ic vertikal-out
    • Ada gangguan beberapa garis-garis blanking pada bagian atas layar. Umumnya gangguan terjadi karena tegangan pump-up kurang. Disebabkan elko pump-up kering.
    • Jika def yoke pernah diiganti dengan impedansi (ohm) yang lebih tinggi – kadang dapat menyebabkan tmbulnya problem ini.
    • Adjustment Vertikal-Lin dan Vertikal-center (V Pos) yang tidak tepat kadang juga dapat menimbulkan problem ini

    9. Tentang tegangan pump-up
    • Tegangan pump-up yang besarbya 2x  tegangan suply Vcc dibutuhkan hanya pada saat vertikal retrace.
    • Sirkit pump-up membutuhkan eksternal komponen yang terdiri dari sebuah elko dan sebuah diode.
    • Kerusakan pada salah satu part tersebut akan menyebabkan tegangan pump-up drops.
    • Akibatnya pulsa vertikal blangking akan drops – yang ditunjukkan dengan gejala munculnya beberapa garis-garis blangking pada bagian atas layar.
    • Diode pump-up open (putus) akan menyebabkan bagian ic vertikal out tidak kerja (problem satu garis)
     
    clip_image002[1]
    • Gambar diatas adalah merupakan bentuk sinyal vertikal out
    • Pulsa-pulsa yang mempunyai level tinggi adalah pulsa vertikal retarce – dimana membutuhkan suply tegangan pum-up.

    +++++++++++++++++++++++++