Thursday, March 31, 2011

Belajar LCD. 6 - SCALER

 

Teve CRT biasa gambar dari siaran yang diterima maupun gambar dari AV-in setelah melalui proses demodulator menjadi sinyal RGB langsung dapat didisplaykan lewat ke tabung CRT. Berbeda dengan teve LCD - sinyal digital RGB sebelum diumpankan ke Front Panel Display (FDP) harus melalui proses “konversi” dahulu karena adanya perbedaan resolusi gambar dengan resolusi FPD. Sirkit yang digunakan untuk mengkonversikan perbedaan resolusi ini dinamakan ‘SCALER” yang merupakan sirkit paling penting pada proses teve maupun monitor LCD.

  • Scaler adalah merupakan sirkit digital yang berfungsi untuk mengkonversi data gambar dengan resolusi tertentu menjadi data gambar dengan resolusi yang lain yang berbeda
  • Input dari scaler adalah sinyal gambar, sinyal OSD, sinyal teletext, setelah melalui  proses  Analog to Digital Converter (A/D Converter)
  • Output dari scaler berhubungan dengan sirkit LVDS transmiter
  • Sirkit scaler biasanya dibantu oleh sebuah memori sejenis SDRAM
  • Istilah lain untuk sirkit scaler = Image Scaler = IP Converter = Graphic Signal Processor = Format Converter

Untuk lebih memahami masalah scaler, coba lihat tabel beberapa contoh resolusi format sinyal video dibawah :

Computer Standard FPD

Resolusi

VGA

640 x 480 (4:3)

SVGA

800 x 600 (4:3)

XGA

1024 x 768 (4:3)

WXGA

1280 x 768 (15:9)

SXGA

1280 x 1024 (5:4)

SXGA+

1400 x 1050 (4:3)

WSXGA

1680 x 1050 (16:10)

UXGA

1600 x 1200 (4:3)

UXGAW

1900 x 1200 (1.58:1)

QXGA

2048 x 1536 (4:3)

QVGA (quarter VGA)

320 x 240 (4:3)

Analog TV Standard

Resolusi

PAL

720 x 576

PAL VHS

320 x 576 (approx.)

NTSC

640 x 482

NTSC VHS

320 x 482 (approx.)

Digital TV Standard

Resolusi

NTSC (preferred format)

648 x 486

D-1 NTSC

720 x 486

D-1 NTSC (square pixels)

720 x 540

PAL

720 x 486

D-1 PAL

720 x 576

D-1 PAL (square pixels)

768 x 576

HDTV

1920 x 1080

Digital Film Standard

Resolusi

Academy standard

2048 x 1536

Contoh : Dari tabel diatas menunjukkan bahwa gambar dari siaran teve analog sistim PAL (yang sekarang kita pakai), paling bagus hanya dapat menampilkan gambar dengan resolusi 720 x 576. Jika sinyal gambar tersebut akan ditampilkan pada layar LCD jenis WXGA, maka resolusi gambar tersebut harus dikonversikan dahulu menjadi 1280 x 768.

Gambar-gambar dibawah adalah contoh blok diagram teve LCD

clip_image002(gambar diambil dari LG training manual)

clip_image004(gambar diambil dari Service Manual JVC)

 

+++++++++++++++++++++++++++++++

Monday, March 28, 2011

Apakah anda (teknisi) memahami tentang ESD


ESD atau Electric Static Discharge adalah merupaka “momok’ bagi industri elektronik. Apalagi dengan makin berkembangnya “miniatur-isme” bentuk komponen dan sirkit elektronik saat ini. Kerugian yang mencapai billion dollar setiap tahun harus ditanggung oleh dunia elektronik saat ini. Estimasi ESD telah merugikan minimal 8% dari total produksi, bahkan dalam bidang tertentu diperkirakan dapat mencapai 33%.
Kerugian-kerugian tersebut terjadi pada :
  • Kerugian yang terjadi saat pembuatan spare-part, penyimpanan, pengiriman
  • Kerugian saat produksi menjadi barang barang jadi.
  • Kerugian saat barang telah digunakan oleh konsumen
  • Kerugian-kerusgian tersbut mengakibatkan tambahan “biaya” untuk  rework atau pengerjaan ulang di pabrik, yang meliputi biaya kerja (lembur) dan biaya part
  • Biaya garansi akibat kerusakan ketika dipakai konsumen, dimana disini meliputi biaya pengiriman, biaya kerja, biaya part.
 
Apakah sebenarnya ESD itu?
Electric-Staitic artinya adalah “listrik-statis” – yaitu merupakan kejadian yang diakibatkan “ketidak-seimbangan” muatan elektron pada permukaan suatu benda. Ketidak seimbangan muatan elektron ini dapat mengakibatkan terjadinya tegangan listrik hingga ribuan volt dan dapat mempengarugi benda-benda sekitarnya. Ingat mainan kita saat masih kecil. Jika penggaris yang terbuat dari bahan plastik kita gosok-gosok ke rambut atau pakain yang kita pakai, maka penggaris tersebut dapat menarik potongan-potongan kertas kecil. Dikatakan bahwa pada penggaris yang digosok tersebut telah terjadi “muatan listrik statis”. Makin kencang menggosoknya maka akan makin besar muatan listrik statis, yang berarti makin besar tegangan listrik statis.
Discharge artinya adalah “pelepasan muatan”. Ketika penggaris yang telah bermuatan listrik statis didekatkan pada potongan-potongan kertas kecil, maka potongan-potonga kertas tersebut akan ditarik oleh penggaris dan kemudian dilepas lagi. Dikatakan disini bahwa telah terjadi pelepasan muatan oleh penggaris.
ESD dalam dunia elektronik dapat mengakibatkan antara lain :
  • Semikonduktor (seperti diode, transistor, FET, ic) rusak tidak fungsi atau mengalami degradasi
  • Umur spare part semikonduktor tidak dapat bertahan lama.
  • Produk elektronik menjadi cepat rusak tidak tahan lama
 
Kapan ESD dapat terjadi :
  • Faktor manusia. Jika seseorang mengenakan pakaian dari bahan sintesis – maka jika orang tersebut bergerak-gerak – sering bergeser duduknya sehingga bergeseran dengan kursi – atau berjalan diatas karepet – maka tubuh manusia tersebut akan timbul muatan listrik statis
  • Semikonduktor yang disimpan dalam kemasan plastik biasa. Jika kemasan tersebut bergoyang-goyang saat trasportasi misalnya – maka kemasan platik tersebut akan timbul muatan listrik statis.
  • Kedua faktor tersebut diatas dapat terjadi pada saat pabrikasi, penyimpanan, pengiriman, pemakaian olek konsumen, maupun saat di-repair
  • Manusia atau kemasan plastik yang telah mempunyai muatan listrik statis ini jika bersinggungan dengan komponen semikonduktor, maka dapat terjadi pelepasan muatan yang dapat mengakibatkan komponen tersebut rusak secara langsung maupun tidak langsung. Artinya komponen tresebut belum tentu langsung rusak saat itu, tetapi akan mengalami degradasi sehingga setelah digunakan beberapa waktu baru rusak.
 
Berapakah besarnya tegangan listrik statis yang dapat terjadi.
Besarnya tegangan listrik statis dipengaruhi oleh kecepatan gesekan dan tingkat kelembaban udara.

Dibawah ini adalah tabel perkiraan tegangan listrik yang mungkin terjadi.
Kelembaban 0 – 25 %
Kelembaban 0 – 95 %
Orang jalan diatas karpet
35.000v
1500v
Orang jalan diatas lantai vinil (semacam plastik)
12.000V
250v
Pekerja yang gerak-gerak
6000v
100v
Kantong plastik yang ditarik (digerakkan) dari tempat penyimpanan
12.000v
200v
Pekerja yang duduk dikursi yang menggunakan bahan semacam plastik
18.000v
1500v
 
Dibawah ini adalah tabel yang menunjukkan berapa volt besarnya tegangan yang dapat merusak komponen.
IC atau Transistor MOSFET
30 – 1200v
EEPROM
100 – 300v
JFET
1500 – 7000v
OP-AMP
300 – 2500v
Diode
300 – 3000v
Resistor film
1000 – 2500v
 
Bagaimana mengantipasi ESD
  • Dipabrik-pabrik elektronik – setiap pekerja tubuh mereka “wajib” di”ground”kan menggunakan gelang grounding. Mereka menggunakan semacam gelang dari bahan konduktor dimana gelang tersebut kemudian disambungkan ke “ground” melalui kabel konduktor. Meja kerja tidak dilapisi dengan karpet biasa tetapi menggunalkan bahan lapisan yang terbuat dari bahan konduktor. Dan semuanya itu dikontrol dengan ketat.
  • Komponen semikonduktor harus disimpan menggunakan bahan yang ”anti-statis”. Misalnya adalah kantong plastik khusus yang anti-statis, foam anti statis, atau bungkus kertas timah (bhs jawa grenjeng)
  • Setiap personil yang menangani atau memegang komponen harus menggunakan gelang grounding, dan sebaiknya menggunakan bahan pakaian dari kapas.
  • Kelembaban ruang penyimpanan diatus agar tidak terlalu rendah
  • Trasportasi jangan sampai membuat kemasan atau komponen gerak geser-geser.
 
Memahami masalah ESD maka sikap atau langkah yang bagaimana bagi “teknisi” untuk menghindari atau paling tidak meminimalkan problem yang mungkin dapat ditimbulkannya.
  • Kemasan spare part kodian dari pabrik aslinya sudah pasti menggunakan kemasan dari bahan anti-statis . Misalnya IC dikemas pada selongsong khusus anti statis, transistor disusun dalam kemasan dari bahan anti statis.
  • Spare-part eceran yang disediakan oleh service-center resmi umumnya sudah dikemas menggunakan kantong plastik anti statis atau foam anti statis atau kadang dibungkus kertas timah
  • Ditoko spare part atau ditempat teknisi kebanyakan masalah ESD tidak dipahami sama sekali. Mereka menyimpan pada rako dari plastik biasa dan mengemas pada plastik biasa. Begitu pula pelayan toko atau teknisi, mereka memegang-megang spare part begitu saja.
  • Untuk meminimalkan ESD maka paling tidak jika memagang IC atau transitor misalnya – maka hindari atau jangan memegang kaki-kakinya tetapi pegang bagian bodinya.
  • Kalau pun terpaksa harus memagang kaki komponen, misalnya untuk meluruskan kaki komponen yang bengkok. Maka sebaiknya bodi digroundkan terlebih dahulu. Misalnya dengan memegang grounding atau lantai. Oleh karena itu sediakanlah “titik” grounding yang baik - misalnya kabel yang dihubungkan dengan paku panjang yang ditancapkan ke lantai/tembok. Lebih baik jika dihubungkan dengan pipa air dari logam atau dihubungkan dengan ground yang dibuat PLN.
  • Untungnya iklim dinegeri ini umumnya mempunyai tingkat kelembaban yang tinggi, sehingga besarnya tegangan ESD tidak terlalu tinggi. Tetapi bagi ruangan yang ber-AC, karena tingkat kelembaban lebih rendah, maka tegangan ESD relatip lebih tinggi
 
Bahan : An Intruduction to ESD
Pengin lebih tahu tentang ESD - baca lainnya : download
 


+++++++++++++++++++++++

Aisy
wooooooo..........ngono to tibake? baru tahu saya hehehehe.....wah jadi tambah berhati-hati lagi nih kalo lagi kulakan spare part hehehehe.....matur nuwun Pak!



ALGHIASI
Bener" pengetahuan baru bagi kami para teknisi....,
Dulu ada yang nawarin gelang dengan dua bandul di kedua ujung nya, katanya itu gelang anti listrik statis, betulkah????
Terimakasih infonya Pak....

Gelang tidak pakai bandul
Tetapi seperti gelang biasa yang berbentuk pipih tipis dari bahan semacam plastik tetapi dari bahan konduktor. Jadi kalu diukur dengan ohm meter ada semacam tahanannya.  Kemudian ada kabelnya yang muntir-muntir persis kaya kabel tilpon yang bisa molor-mengkerut. Salah satu ujungnya diberi semacam jepitan buaya untuk disambung grounding.

Sunday, March 27, 2011

Tips melacak kerusakan suara dengan ic LV1116N


LV1116N adalah merupakan ic prosesor suara stereo yang biasa digunakan pada pesawat teve. Didalam ic ini terdapat bagian-bagian seperti :
  • Audio-In stereo switch untuk memilih TV - AV1 - AV2 (audio-input pin- 2/35 – 3/34 – 4/33)
  • Audio-out  (pin-5/32) yang disambung ke konektor Ekternal Audio-out
  • Prosesor Pseuodo-stereo – membuat suara mono seperti stereo
  • Prosesor Analog Surround
  • Kontrol Tone (bass-treble)
  • Kontrol Volume
  • Kontrol MUTE
  • Semua fungsi-fungsi tersebut diatas dikontrol melalui pin-SDA/SCL (pin-19/20) oleh mikrokontrol.
  • Mempunyai 2 buah suply Vcc, yaitu (a) untuk bagian digital pada pin-15 (5v) dan (b) untuk bagian audio-analog pada pin-17 (9v)
  • Pin-14/23 merupakan pin-audio out yang disambung ke input dari ic Audio-amplifier
clip_image002
LV1116N ini kadang menimbulkan problem seperti ;
  • Tidak ada suara sama sekali
  • Suara kadang hilang-timbul
  • Suara kadang pelan-keras sendiri

Trobelshuting
Tidak ada suara sama sekali
  • Sentuh-sentuh pin- 14/23 dengan jari tangan. Kalau speaker ada suara berarti problem bukan pada bagian Audio-amplifier, tetapi pada LV1116
  • Cek suara dengan memasang amplifier lewat Audio-out – jika ada suara maka kerusakan LV1116 pada bagian prosesor, kontrol-tone atau kontrol-volume
  • Cek suply tegangan Vcc 5v dan 9v
  • Cek jalur kontrol SDA/SCL dari mikrokontrol (cek tegangannya)
Suara kadang keras-pelan sendiri atau hilang-timbul
  • Biasanya disebabkan karena problem pada bagian kontrol-volume
  • Sinyal audio dikontrol volumenya - masuk pada pin-13 dan keluar lewat pin-14 untuk suara Right
  • Dan masuk pin-24 dan keluar pada pin-23 untuk suara Left
Untuk memastikan kerusakan disebabkan karena LV1116Untuk memastikan bahwa kerusakan disebabkan oleh LV1116
  • Cek apakah suply Vcc sudah  OK
  • Cek apakah jalur SDA/SCL sudah  OK
  • Jumper pin-2 dengan sebuah elko ke pin-14 – jika kemudian terdengar suara keras berarti LV1116 rusak
  • (atau dari pin-35 ke pin-23)
 


Pengalaman.1 (akal-akalan)
Setelah kami periksa ternyata kerusakan teve dengan problem suara kadang keras-pelan sendiri disebabkan karena  kerusakan LV1116 pada bagian kontrol-volume. IC LV1116 ini ternyata masih sulit diperoleh diluaran. Indent dulu di service resmi ternyata makan waktu lama. Pada hal konsumen minta segera cepat diselesaikan. Maka kami tawarkan bagaimana kalau kontrol volume diganti pakai VR (potensiometer) saja. Ternyata konsumen menyetujui. Maka modifikasi yang kami lakukan adalah :
  • Jalur output dari pin-14/23 yang menuju ke ic Audio amplifier kami putus
  • Caranya dengan menyedot solderan pin-14/23 tersebut
  • VR volume stereo kami pasang dari pin-13/24 melalui elko 10uF ke pin-VR bagian pinggir atas)
  • Pin-VR bagian tengah kami sambung ke input ic audio amplifier lewat elko 10uF
  • Pin-VR bagian pinggir bawah disambung ke ground.

++++++++++++++++++

1. Budi Prasetyo menulis komentar :
Sedikit masukan Pak - saya punya pengalaman dgn tv sanyo yg pake ic tone prosesor ini, bisa diakali dgn mem-bypass input power amplifier dg output kontrol volume, lalu merobah option stereo dg nilai 0 di factory modenya. Hasilnya kontrol volume seperti sediakala. Hanya sound efek yg jadi tidak ada. Salut atas artikelnya Pak, salam dari saya di Karawang.

Marsonotv : 
Senang berkenalan dan thanks infonya. Trus untuk suara lewat AV-in dimodif tidak?


2. Tarmizi menulis komentar :
Terima kasih.. atas informasinya mas.. kebetulan saya lagi dapet kasus seperti ini setelah 3-4 jam suara timbul tenggelam, langsung aja ganti ic LV 1116N nya dan OK...

LVDS


Data gambar-bergerak merupakan transfer-data yang membutuhkan kecepatan sangat tinggi. Makin tinggi resolusi gambar  makin tinggi kecepatan transfer-data yang dibutuhkan. Hal ini menyebabkan timbulnya berbagai macam problem antara lain seperti (a) kebutuhan band-width yang lebih banyak, (b) pemakaian daya listrik yang lebih besar, (c) menimbulkan gangguan noise frekwensi tinggi. Ada beberapa macam teknologi sistim transfer-data  seperti misalnya RS422, RS485, SCSI.
LVDS atau Low Voltage Differential Signaling adalah merupakan salah satu teknologi sistim data-tranfering yang mampu menjawab  problem-problem seperti disebutkan diatas. LVDS mempunyai karakteristik seperti :
  • ·Data-transfer dengan kecepatan tinggi
  • Amplitude sinyal data kecil, sekitar 200 hingga 300 milivolt
  • Kebutuhan daya listrik rendah
  • Sedikit menimbulkan noise
  • Bekerja pada tegangan sangat rendah rendah
  • Menggunakan sepasang kabel yang dipelintir (twisted) dan tidak menggunakan ground sebagai referensi sinyal
  • Data yang dikirim merupakan serial-data, sehingga dapat mengurangi jumlah kabel konektor
  • Relatip murah dibanding teknologi lain
 
Sirkit LVDS terdiri dari :
  • LVDS transmiter - sirkit ada pada bagian main-pcb
  • LVDS receiver – sirkit ada pada bagian pcb TCON yang merupakan kesatuan dari Front Panel Display
  • Konektor kabel LVDS
clip_image002(gambar diambil dari Sanyo Training Manual)
 
Gambar dibawah merupakan blok diagram sirkit LVDS interface.
clip_image004(gambar diambil dari Sanyo Training Manual)
 
clip_image006 clip_image008
  Contoh gambar kabel LVDS
 
 
Kerusakan yang dijumpai pada bagian LVDS
  • Karena sinyal LVDS levelnya rendah, maka jika konektor mengalami oksidasi atau kurang kontak – akan menyebabkan gambar kadang hilang, gambar cacat atau hilang sama sekali
  • Kerusakan pada sirkit transmiter
  • Kerusakan pada sirkit receiver
  • Tidak ada tegangan suply Vcc

++++++++++++++++++++++++


Komentar dari Sarif TV :



  • Makasih artikelnya, bagus sekali. 
  • Masalah kabel yang di pelintir, saya pernah terkecoh - dulu nyambung kabel lvds tidak saya pelintir - dan hasil gambarnya hancur berantakan.
  • Pernah juga tv sharp aslinya kabel nggak di pelintir, cuma ada isolasi/pengikat di kedua ujungnya dan dengan tidak sengaja memindahkan ikatan tersebut - hasilnya gambar juga berantakan.

Friday, March 25, 2011

Sirkit protektor SHARP dengan IXA319WJ (chroma M61262)


Sirkit protektor Sharp yang menggunakan mikrokontrol IXA319WJ mempunyai 3 buah input, yaitu
  1. Protektor input pin-7 - normal tegangan “high”
  2. AC det input pin-6 - normal tegangan “high”
  3. AC 50/60 input pin-15– normal tegangan “high”
1. Protektor input pin-7 – digunakan untuk mendeteksi tegangan-tegangan :
Tegangan sampling
Sensor
Protek aktip bekerja
33v TUNER (pin-BT)D203*Aktip jika tidak ada tegangan 33v
5v TUNER (pin-HB/LB)D204*Aktip jika tidak ada tegangan 5v
9v output dari IC601 (7809)D1091*Aktip jika tidak ada tegangan 9v
ABL.1D601*Aktip jika R604 atau R605 open
ABL.2 D610*Aktip jika R601, R603 open atau C601 short
Tegangan 180vD607*Aktip jika tidak ada tegangan 180v
X-ray protektorQ603Aktip jika tegangan flyback naik. Normal tegangan basis “0v”. Untuk melumpuhkan protektor ini paling mudah adalah men-shortkan basis-emitor transistor tsb.
(*) untuk melumpuhkan maka diode dilepas.


2. AC detektor input
  • Protektor akan aktip bekerja jika ada kerusakan part pada jalur tegangan dari tranfo switching pin-4 >>>  D1081 >>> R1040, atau
  • Kerusakan zener D1040 (short)

3. AC 50/60
  • Protektor akan aktip jika bagian vertikal tidak fungsi
  • Keruskan part pada jalur dari Vertikal –out ke pin-15 mikrokontrol (Vertikal-out pin-3 >>> D502 >>> R523 >>> R 526)
  • Atau bagian horisontal tidak kerja (karena menyebabkan bagian vertikal ikut tidak kerja).

+++++++++++++++++++++++++

Monday, March 21, 2011

Belajar LCD.4 - Main-pcb

 

MAIN-PCB (main-board)

Funsi utama dari main-pcb pada teve LCD adalah memproses berbagai macam sinyal-analog video input menjadi sinyal digital-video agar “cocok “ untuk diumpankan ke layar FPD (Front Panel Display). Berbeda dengan teve CRT dimana sinyal analog-video RGB “tanpa konversi” dapat diumpankan langsung ke CRT, maka pada teve LCD sinyal digital-digital RGB “harus dikonversi” dahulu sebelum dapat diumpankan ke layar FPD

Main-pcb dapat dikategorikan menjadi 2 macam proses, yaitu

  1. Bagian proses analog
  2. Bagian proses digital

 

Bagian proses analog yang merupakan bagian yang tidak berbeda jauh dengan teve CRT, terdiri dari bagian-bagian ;

  • TV tuner – berfungsi untuk menerima siaran teve untuk mendapatkan sinyal CVBS dan audio
  • Audio-Video switch – merupakan switch untuk memilih macam-macam input yang tersedia
  • Video proses (video decoder) – untuk memproses sinyal video sistem PAL-NTSCmenjadi sinyal YUV (Y, Cr, Cb)
  • Audio proses – umumnya merupakan prosesor RF stereo seperti NICAM, A2 (Zweiton)

 

Bagian proses digital yang terdiri dari bagian-bagian ;

  • Mikrokontrol – berfungsi seperti pada teve CRT seperti untuk : front panel kontrol, remote kontrol, pembangkit sinyal RGB OSD, chanel memori, auto-search, kontrol on-off, kontrol AV switch, protektor dll.
  • Analog to Digital Converter (ADC) – berfungsi untuk merubah sinyal video-analog input menjadi sinyal video-digital
  • Scaler – merupakan “inti” dari bagain digital prosesor - berfungsi untuk menyesuaikan sinyal video-digital input menjadi sinyal video-digital output agar “cocok” dengan resolusi layar FPD.
  • LVDS transmiter (tx) – dipakai untuk menghubungkan sinyal video-digital dari bagian scaler dengan kabel (konektor) LVDS.

 

Teve LCD mempunyai konektor video-input lebih komplit dibanding dengan teve CRT biasa. Pada teve LCD yang berkualitas konektor video-in dapat meliputi ;

  • Antena atau RF input – untuk mendapatkan sinyal analog CVBS (composite) dari TV biasa.
  • CVBS (composite) input – biasanya kita sebut AV-in
  • Super VHS (S-VHS) atau Y/C input – merupakan sinyal Luminance (Y) dan sinyal warna yang terpisah – gambar yang lebih bagus dapat diperoleh dari DVD, Camera misalnya.
  • Analog Component (Y,Pb,Pr) input – gambar yang lebih bagus dapat diperoleh dari DVD misalnya
  • Analog RGB input – untuk dapat dihubungkan dengan Personal Computer PC lewat konektor konektor 15-pin D-SUB  ( teve LCD sebagai pengganti layar monitor komputer)
  • Digital Component (Y,Cb,Cr)
  • DVI (Digital Visual Interface)
  • HDMI (High Definition Multimedia Interface)
  • Multimedia card reader

 

Siaran teve yang kita nikmati sehari-hari masih menggunakan sistim-analog. Untuk teve LCD yang dipasarkan dinegara yang sudah mengadopsi teve-sistim digital seperti Amerika, maka Antena RF input digantikan dengan Tuner-digital untuk dapat menerima siaran digital HDTV atau SDTV (siaran teve dengan kualitas gambar yang lebih bagus)

 

++++++++++++++++++++++++++

Sunday, March 20, 2011

Teve kena petir


Pengalaman kami tanda-tanda teve rusak karena kena petir dapat berupa antara lain :
  • Ada bagian pcb yang gosong. Terutama sekitar bagian power supply.
  • Ada jalur printed yang terbakar sampai mengelupas. Kebanyak jalur merupakan sambungan ground.
  • Ada beberapa komponen jenis semikonduktor (diode, transistor, ic, rergulator, photocoupler, SExx, TLPxx) yang rusak short atau kadang bodinya sampai retak/pecah
  • Memori data korupt
Kebanyakan petir masuk lewat jalur listrik rumah, jarang sekali terjadi masuk lewat antena. Walaupun petir tidak mengarah langsung ke teve, misalnya menyambar pohon kelapa yang berjarak agak jauh kadang tetap dapat menimbulkan kerusakan. Tidak peduli teve dalam keadaan dihidupkan atau dimatikan, kalau colokan kabel listrik tetap tersambung - resiko kena petir tetap ada. Kadang pemilik tidak sadar kalau tevenya telah kena petir karena lagi tidak dinyalakan. Berat ringannya kerusakan tergantung jarak petir terjadi dengan teve.
Memperbaiki teve yang kena petir  :
  • Kadang memang ada yang sifat rusaknya ringan
  • Tetapi yang paling menjengkelkan bila kita sudah payah-payah memperbaiki bagian regulator dan bagian horisontal misalnya, ternyata bagian IF dan tuner juga rusak. Biaya jadi mahal dan konsumen keberatan. Kita banyak kehilangan waktu, tenaga dan part yang sudah terlanjur diganti.
  • Jika keruskan dirasa berat. Maka paling cepat dan praktis  -  langsung saja ganti dengan mesin china.
Untuk mencegah TV kena petir – maka yang paling safe dilakukan adalah dengan “melepas colokan kabel listrik” bila cuaca lagi banyak terjadi petir.
 

+++++++++++++++++++++++++++

Komentar dari : Santoso

Sepanjang pengalaman saya TV yg rusak berat kena petir itu rata-rata yang saat kejadian petir menyambar pas TVnya dalam keadaan mati tapi kabel listriknya dicolokkan, sedang yg sedang ditonton malah kebanyakan rusaknya ringan, apakah ini cuma suatu kebetulan atau bagaimana Pak?

Wah info ini perlu dilakukan reset terlebih dahulu. Mungkin kalau lagi banyak petir orang-orang pada takut menghidupkan teve. Atau mungkin ada hal-hal teknis yang perlu dipelajari dulu.

Friday, March 18, 2011

Service mode SHARP

 
Kumpulan macam-macam cara Service Mode Sharp
Cara.1 (model lama)
  • Cari sebuah switch NORMAL – SERVICE
  • Bentuknya mirip switch yang digunakan pada bagian vertikal
  • Lokasi ada pada main-pcb bagian belakang dekat dengan TUNER
  • Untuk masuk service mode – pindah ke posisi SERVICE
 
Cara.2
  • Power on
  • Pastikan adjustment gambar pada posisi NORMAL (dengan remot)
  • Short-kan JA137 & JA138 sekitar 1 detik kemudian lepas lagi, maka akan masuk pada service mode.
  • Navigasi menggunakan Ch dan Vol
  • Untuk exit matikan pesawat
Ganti IC memori baru (kosong)
  • Power off
  • Short-kan terus sementara JA137 dan JA138
  • Hidupkan pesawat
  • Tunggu sekitar 30 detik otomatis data default kan ditulis kedalam memori
 
Cara.3
  • Main-switch off atau cabut power-cord (kabel listrik)
  • Tekan dan tahan secara bersamaan Vol-down dan Ch-up pada front panel
  • Hidupkan pesawat
  • Navigasi menggunakan Ch dan Vol dengan remote
  • Exit matikan main-switch (data disimpan secara otomatis)
 
Cara.4 (slim dengan UOC kotak)
  • Power on
  • Pastikan adjustment gambar pada posisi NORMAL (dengan remote)
  • Shortkan pin-5 Mikrokontrol sekitar 1 detik dan lepas kembali (atau JA483 dengan JA484)
  • Tekan MENU untuk memilih MODE yang akan diadjust (Adjust Mode, Check mode, Option mode dll)
  • Navigasi menggunakan Ch dan Vol
  • Tunggu sekitar 4 detik sebelum pindah ke adjustment lainnya agar data disimpan dahulu secara otomatis
Ganti memori baru (kosong)
  • Power off
  • Shortkan terus sementara pin-5 Mikrokontrol ke ground (atau JA483 dengan JA484)
  • Hidupkan pesawat
  • Tunggu sekitar 30 detik dan otomatis data default akan ditulis kedalam memori
  • Jika data default gagal – kemungkinan dapat disebabkan karena ABL britnes terlalu terang atau ada problem pada ABL
 
Cara.5
  • Tekan MENU pada remote
  • Selanjutnya tekan angka 4-7-2-5
  • Navigasi menggunakan Ch dan Vol
  • Untuk exit matikan pesawat
 
+++++++++++++++++++++++++++

Wednesday, March 16, 2011

Sirkit protektor Sharp 20R200 dengan IX3098


  • Sharp 20R200 dengan ic program IX3098 dan chroma M52340 merupakan model lama, tetapi kadang masih ada yang masuk ketempat service .
  • Model ini untuk masuk ke service mode menggunakan sebuah switch (S1006) yang lokasinya ada dibagian belakang main-pcb dekat tuner yang terhubung ke pin-37 ic program. Untuk masuk ke service mode maka posisi switch dipindah ke “service” untuk menshort pin-37 ke ground.
  • IC program mempunyai pin-protek input pada pin-38, dimana pada kondisi normal tegangannya adalah “nol”. Untuk melumpuhkan protektor maka pin-38 dapat dishort langsung ke ground
  • Sirkit protektor berhubungan dengan tegangan heater dari flyback
 
Ada 3 macam kondisi yang dapat menyebabkan protektor aktip bekerja, yaitu
  • Pertama adalah X-ray protektor yang akan aktip jika tegangan flyback melebihi normal. Jika tegangan flyback over maka akan menyebabkan tegangan heater juga ikut naik sehingga menyebabkan zener diode D610 tembus dan pin-protek mendapat tegangan “high”
  • Kedua protektor yang akan aktip jika tegangan heater drops atau hilang disebabkan antara lain misalnya karena flyback rusak, bagian horisontal problem, atau def yoke short. Tegangan heater yang drops atau hilang akan menyebabkan kolektor transistor Q603 ada tegangan “high”. Normal tegangan pada kolektor Q603 adalah “nol”
  • Ketiga (hal ini masih tanda tanya bagi kami) adalah problem ic memori
 
Pengalaman 1.
  • ·Seorang teman teknisi pernah menjumpai kesulitan (bertanya kepada kami) dengan masalah protek pada model ini. Sirkit protektor diperiksa tidak ada masalah. Memori sudah diganti.
  • Ternyata problem disebabkan karena Vcc ic program sedikit drops.  Penyebabnya adalah kapasitor bypass pada jalur Vcc 5v sedikit short (bocor)
 
Pengalaman 2.
  • Ini pengalaman kamisendiri. Setelah pesawat di “power” - sebentar kemudian lampu indikator hijau akan berubah menjadi merah dan berkedip-kedip
  • Tetapi di-power  lagi – led hijau akan meyala lagi sebantar – dan kemudian berubah menjadi merah dan berkedip-kedip lagi
  • IC memori maupun sirkit protektor tidak ada masalah. Bahkan sirkit protektor sudah dilumpuhkan.
  • Anehnya ketika switch S1006 pada dipindah pada posisi “service”, pesawat dapat hidup normal – lampu indikator hijau nyala terus. Dan kalau switch dikembalikan ke posisi normal – led merah akan kedip-kedip kembali
  • Setelah pusing tujuh keliling 2 hari diubek - ternyata problem hilang sendiri ketika kami lakukan re-solder pada X-tal osilator ic program.


+++++++++++++++++++++++++++++

Monday, March 14, 2011

Layar LCD dan Kontrol matrix


Teve CRT gambar dibentuk oleh tiga berkas sinar elektron. Agar menjadi gambar ketiga sinar elektron ini dikendalikan oleh kumparan def yoke untuk melakukan “scanning” secara horisontal dan vertikal. Sebenarnya raster CRT bukanlah menyala secara berbarengan, tetapi merupakan titik yang menyala dan bergerak dengan kecepatan tinggi, tetapi karena mata kita tidak mampu merespon kecepatan tersebut, sehingga kita melihatnya sebagai bidang gambar yang utuh. Disini sinyal gambar RGB diumpankan ke CRT dari main-pcb melalui pcb-CRT soket.

LCD yang digunakan pada penerima teve maupun layar monitor komputer biasa dinamakan TFT LCD (Thin Film Transistor Liquid Crystal display). Layar LCD terdiri dari ribuan elemen LCD atau pixel. Setiap pixel LCD memiliki sebuah transistor untuk mengendalikan hidup-mati atau gelap-terangnya penyalaan. Banyaknya jumlah transistor pengendali ini sama dengan banyaknya pixel-pixel dan disusun serta disambung-sambung pada lembaran transparan yang tembus cahaya yang dinamakan TFT film
Pixel-pixel ini saat menampilkan gambar seperti halnya CRT tidak menyala berbarengan, tetapi bergantian satu persatu dengan kecepatan tinggi. Untuk penyalaan pixel-pixel disusun dan disambung secara “ deret (row)” dan “kolom (kolumn)”. Penyalaan pixel ini dilakukan secara bergantian dengan kecepatan tinggi dikendalikan oleh sirkit pcb yang dinamakan “aktive matrix driver”atau “TCON” atau “FRC board”. TCON lah yang mengatur dan menentukan pixel mana yang akan menyala dan seberapa terang nyalanya.

Dari pabrikan TCON merupakan satu kesatuan dengan LCD panel dan mempunyai sebuah konektor yang dinamakan “konektor LVDS” untuk dihubungkan ke pcb bagian digital dari main-board. Biasanya pabrikan hanya menyediakan sebagai part  sebagai satu modul bersama juga dengan lampu backlight dan modul inverter.

clip_image002
Lewat konektor LVDS ini dihubungkan macam-macam sinyal dan tegangan, seperti
  • Tergangan suply Vcc
  • Pulsa-pulsa digital sinyal gambar
  • Pulsa-pulsa pengendali aktive matrik drive.
  • Berbeda dengan CRT - jika makin tinggi resolusi layar LCD (makin banyak jumlah pixel), maka makin banyak membutuhkan sambungan jalur kontrol (makin banyak jumlah pin-konektor LVDS)
clip_image004
  • ·Gambar diatas adalah merupakan contoh diagram sebuah pcb TCON LCD panel Philips 42 inch yang mempunyai resolusi 1366 x 768 pixel
  • CN1 adalah konektor LVDS 30-pin untuk dihubungkan dengan main-board
  • S1 sampai S1366 adalah merupakan sambungan-sambungan “kolom”
  • G1 sampai G768 adalah merupakan sambungan-sambungan “row”
  • Tabel dibawah menunjukkan fungsi masing-masing pin.
clip_image006
 

Konektor atau kabel LVDS ada beberapa macam (lihar gambar dibawah), demikian pula banyaknya jumlah pin-nya. Semuanya tergantung dari resolusi dan ukuran layar.
clip_image008
Gambar diatas menunjukkan sample hubungan antara main-pcb dengan pcb-TCON menggunakan kabel LVDS (warna putih).
 
clip_image010
Gambar panel LCD komplit dengan pcb-TCON dan kabel LVDS
 
clip_image012
Samsung LCD layar kecil. Kabel LVDS menggunakan jenis flat-wire


Beberapa istilah mengenai layar LCD yang perlu dipahami
Bad pixel.
  • LCD panel membutuhkan puluhan ribu thin film transistor dan LCD pixel. Karena itu ada kemungkinan terjadi cacat pada salah satu komponen ini pada saat produksi. Tentu saja kerusakan ini tidak bisa direpair lagi, sehingga akan mengakibatkan cacat gambar, terutama akan nampak jika menampilkan gambar diam. Cacat bisa nampak sebagai titk spot putih, merah, hijau, biru atau hitam yang disebabkan pixel nyala terus atau mati terus. Setiap merk LCD panel mempunyai kriteria sendiri-sendiri untuk menentukan banyaknya maksimum cacat pixel. Pada saat produksi LCD saat ini masih banyak diketemukan cacat seperti ini, sehingga menyebabkan harga LCD panel hingga saat ini relatip masih mahal.
Resolution
  • Resolusi layar LCD dinyatakan dengan banyaknya jumlah pixel, misalnya 1024 x 768. Makin besar angkanya berarti makin bagus resolusinya..
     Standard Resolusi LCD Panel

  • VGA = 640 x 480
  • SVGA = 800 x 600
  • XVGA = 1024 x 76
  • WXGA = 1280 x 800
  • SXGA = 1400 x 1050
  • UXGA = 1600 x 1200
  • WUXGA= 1920 x 1200
  • QXGA = 2048 x 1536
Dotch pitch
  • Jarak antara center dua buah pixel yang terdekat. Makin kecil jaraknya berarti makin bagus.
Response Time
  • Waktu yang dibutuhkan setiap pixel untuk berubah dari mati-nyala-mati.
  • Makin kecil angkanya atau makin cepat maka hasilnya gambar bergerak makin bagus.
  • Jika respon time besar, maka LCD saat menampilkan  gambar bergerak dengan kecepatan tinggi akan terlihat seperti ada bayangan yang mengikutinya.
Viewing angle
  • Lebar sudut kesrsh samping kiri-kanan layar dimana gambar masih dapat dilihat dengan baik. Makin lebar sudut-  makin bagus.
Brightness
  • Kuatnya intensitas cahaya yang dapat dikeluarkan. Ditentukan oleh kualitas lampu backlight. Makin kuat - makin bagus.
Contras Ratio
  • Perbedaan antara intensitas cahaya yang paling terang dengan cahaya yang paling gelap. Banyak ditentukan oleh kualitas kontrol data digital sinyal gambar dan kecerahan lampu backlight


Beberapa  contoh macam-macam gejala kerusakan LCD modul/pcb-TCON
Konektor LVDS kurang kontak
  • Cek backlight normal
  • Dapat menyebabkan Raster blank tidak ada gambar
  • Dapat menyebabkan gangguan gambar – gambar terkotak-kotak
Bad pixel
  • Ada satu atau beberapa pixel yang rusak sehingga menyala terus atau mati terus.
  • Disebabkan karena transistor drive pada pixel yang bersangkutan rusak.
V-line
  • Layar ada sebuah garis melintang secara horisontal
  • Disebabkan ada satu “kolom” kontrol drive tidak fungsi
H-line
  • Layar ada sebuah garis tegak melintang
  • Disebabkan karena satu “row” kontrol drive tidak fungsi
V-tab
  • Ada “blok” bagian dari gambar yang hilang secara tegak dari atas ke bawah layar
  • Disebabkan karena sekelompok “kolom” kontrol drive tidak fungsi
H-tab
  • Ada  “blok” bagian dari gambar” yang hilang secara horisontal dari kiri ke kanan layar
  • Disebabkan karena sekelompok “raw” drive tidak fungsi
Ada spot (bercak) gambar yang kabur
  • Disebabkan kerusakan sekelompok pixel LCD karena handling yang kurang hati-hati. Misalnya layar terbentur atau kena tekanan
Ada retakan dibagian dalam
  • Disebabkan bahan dari gelas yang ada didalam panel display retak karena handling (kena benturan).
Kebocoran backlight
  • Pada saat raster gelap – pada sebagian pinggir-pinggir layar ada cahaya.
Scratch
  • Lapisan bagian luar luar  panel LCD kena gores
Tidak ada gambar
  • Karena kerusakan pcb-TCON
LCD bocor
  • Didalam layar terlihat seperti ada cairan yang tumpah. Disebabkan cairan LCD bocor merembes keluar

  • Kerusakan pada LCD maupun kerusakan pada modul TCON tidak dapat direpair karena pabrikan umumnya tidak menyediakan part secara terpisah. Jadi harus ganti satu unit modul LCD panel.
  • Melihat dari gejala kerusakan cacat gambar kalau kita belum banyak berpengalam kadang sulit menentukan penyebabnya – apakah kerusakan disebabkan LCD panel atau kerusakan terjadi pada bagian main-board (bagian digital proses). Sehingga kadang kita baru tahu bagian mana yang rusak setelah coba-coba ganti modul.

=========================================

Friday, March 11, 2011

Raster terlalu terang penyebab vertikal satu garis (Panasonic AN5606)


MOBYDICK memberikan tanggapan mengenai postingan kami tentang “Problem kontras kontrol pada TA8690 dapat menyebabkan vertikal satu garis”
“Salam ziarah mas, Gimana kalau tv Panasonic yang memakai ic AN5606K, rusaknya kadang2 jadi vertikal kadang2 ok,apa ada kena-mengena dengan kontras? “
Waktu itu kami beri jawaban bahwa AN5606 kontrol kontras sudah tidak menggunakan sistim analog lagi seperti seperti TA8690, tetapi sudah menggunakan kontrol lewat data SDA/SCL – jadi kasusnya tentu berbeda 
Baru-baru ini - Ketika sedang membuka-buka catatan, dimana catatan selalu kami buat jika menjumpai kerusakan-kerusakan yang menurut kami kelihatan sediki ganjil. Maka disitu ternyata  ada catatan yang ada hubungannya seperti yang ditanyakan MOBYDICK.
Jika raster terlalu terang pada Panasonic yang menggunakan AN5606 - ternyata dari pengalaman yang pernah kami jumpai dapat menyebabkan “vertikal problem satu garis” dan kadang dilanjutkan dengan mati protek. Tercacat penyebabnya adalah resistor ABL R525 ke B+ bermasalah.
 
===============================

Wednesday, March 9, 2011

Belajar TV on-line


Pertanyaan dari rekan teknisi : “Selamat pagi pak! Gimana caranya? Dimana saya bisa mendapatkan pengetahuan yang bagus dari website/sebuah alamat website?”


Menurut pendapat saya untuk memahami segala permasalahan “TV Repair”:
  • Tidak ada satupun buku, tempat kursus, sekolah seperti SMK, perguruan tinggi maupun sumber internet yang cukup bagus dan lengkap membahas tentang masalah reparasi tv ini.
  • Biasanya sumber-sumber yang ada hanya memberikan basic-nya saja. Untuk lain-lainnya harus dikembangkan sendiri

Lalu bagaimana caranya kalau betul-betul ingin mempelajari tv.
  • Kumpulkan saja sebanyak-banyaknya dari macam-macam sumber yang dapat diperoleh - Sedikit-demi sedikit lama-lama jadi bukit. Saya sendiri merasa menguasai masalah teknologi tv ini setelah puluhan tahun belajar terus dari berbagai macam sumber. Itu saja karena dipicu oleh lebih dari  seratus teknisi sebagai anak buah yang tersebar di Nusantara yang sering "bertanya". Dimana mau-tidak mau kan harus menjawabnya. Kalau sudah tahu ya langsung bisa jawab. Kalau "belum tahu" ya harus belajar sendiri untuk mencari tahu atau tanya sana-tanya sini.
  • Teknologi TV kan berkembang terus - mungkin sumber yang diperoleh sudah ketinggalan (walaupun kadang masih bermanfaat sebagai pengetahuan basic). Misalnya saja kalau di SMK – yang diajarkan mungkin hanya linear power suply yang menggunakan tranfo. Pada hal diluar teknologi Switching regulator sudah berkembang sangat jauh.
  • Sekarang belajar dan mereparasi tv  jauh lebih mudah dibanding zaman dulu dimana tiap-tiap bagian-2nya banyak masih berdiri sendiri menggunakan transistor atau ic. Kita dituntut betul-betul menguasai dan memahami fungsi setiap bagiannya tersebut.
  • Akan beruntung bagi mereka jika sedikit bisa “membaca” Inggris. Sebab banyak sumber-sumber yang berbahasa Inggris.
  • Jangan terlalu “bernafsu” untuk "ingin tahu". Belajar sedikit demi sedikit tetapi usahkan rutin. Otak kita tidak akan mampu untuk langsung dijejali dgn macam-macam ilmu dalam waktu singkat.
  • Baca saja sebarang apa yang ada yang ada hubungannya dengan elektronik. Entah itu dapat dipahami atau tidak – kalau perlu lain waktu baca ulang . Lama-lama kita nanti baru bisa memahami. Ingat waktu klas 1 SMP misalnya, kita rasanya sulit memahami matematik - tetapi begitu sudah klas 3, pelajaran matermatik klas 1 tersebut tidak terasa sudah kita kuasai. Untuk dapat memahami cara kerja bagian warna misalnya, saya butuh waktu bertahun-tahun. Kalau dalam bekerja sehari-hari menjumpai masalah - coba baca ulang materi yang berhubungan dengan masalah tersebut.
  • Tanya kepada orang yang lebih tahu. Makanya kita ini wajib banyak ber”silaturahmi” agar banyak kenalan.

Sumber-sumber pengetahuan dapat diperoleh dari :
  • Buku-buku yang ada di Gramedia. Baca saja sebarang buku (entah itu isinya bagus atau tidak) – karena dari situ kita entah sedikit atau banyak bisa mendapatkan ilmu yang berbeda-beda. Sokur kalau dapat membaca Inggris bisa beli buku luar (Cuma buku luar harganya aduhai......).
  • Training manual – beberapa dapat diperoleh dari internet. Kalau punya teman yang kerja di Service Center resmi – misalnya dari JVC, LG, mungkin mereka memilikinya – bisa pinjam/copy.
  • Jangan lupa untuk mempelajari “basic” seperti arus searah, arus bolak-balik, diode, transistor, basic digital dll. Karena penguasaan basic ini sangat penting untuk memahami analisa suatu masalah.

Sumber internet :


===================================

Tuesday, March 8, 2011

Membuat sendiri Patern-Generator ?


Ada pertanyaan dari seorang rekan teknisi,”Dapatkah kita membuat sendiri TV patern-generator ?”
Pertanyaan yang singkat tapi sebenarnya butuh jawaban yang panjang.
Jawaban yang singkat tentu saja adalah, “prinsipnya bisa”  Tetapi,..........................
  • Tergantung jenis yang akan dibuat. Apakah mempunyai fasilitas color-bar misalnya. Atau yang sederhana saja, misalnya cukup dapat menampilkan cross-hatch.
  • Apakah partnya mudah dapat diperoleh
  • Apakah kita mampu dan memahami teknologinya.
Saya sendiri belum pernah membuat alat semacam ini (maklum sudah ada Leader LCG-412C). Tetapi bagi yang ingin memiliki patern generator, dapat kami berikan beberapa alternatip yang mungkin dapat dilakukan seperti dibawah ini.
 
1.Beli kit yang sudah jadi
  • Dengan cara ini kita tinggal merakit – mencoba – dan jadilah. Cuma di Indonesia saya masih kurang pasti apa sudah ada penjualnya. Coba cari informasi mungkin di Jakarta sudah ada.
        Contoh : http://www.afiata.com/making-tv-pattern-generator-with-zna234e/
 
2. Menggunakan IC mikrokontrol.
  • Teknologi ini menggunakan cara seperti yang biasa dilakukan oleh mereka yang hoby robotic atau oleh para mahasiswa teknik yang diharuskan membuat suatu proyek sebagai tugas achir (TA). Dan hasilnya kami rasa yang terbaik
  • Skema dapat diperoleh dari internet
  • Membutuhkan ic mikrokontrol. Biasanya mikrokontrol dapat diperoleh (dapat diorder) dari Jakarta atau Surabaya dan sebagian dapat diperoleh dilokal.
  • Penguasaan pembuatan hard-ware. Yaitu membuat printed pcb kemudian merakit part-partnya
  • Mengkopi soft-ware dari internet
  • Dengan komputer data soft-ware dimasukkan (di-write) ke mikrokontrol
        Contoh :  http://dselec.wordpress.com/generator/
                      http://www.serasidis.gr/circuits/colour_bar_gen/colour_bar_gen.htm
 
3. DVD player sebagai patern generator
  • Pinjam patern-generator dari teman
  • Tampilkan pada pesawat TV atau LCD
  • Rekam dengan camera digital
  • Bawa ketempat perekam DVD – agar dicopy sebagai DVD.
  • Untuk selanjutnya Patern generator dapat ditampilkan dari DVD
  • Atau mungkin ada cara-cara lain untuk mendapatkan gambar patern generator agar dapat dicopy ke DVD player.

4. Dari TV sendiri.
  • Beberapa ic mikrikontrol TV saat ini kadang sudah mempunyai patern generator yang dengan cara tertentu dapat ditampilkan lewat service-menu (Contoh TMPA8873)

++++++++++++++++++++++++

REKANI TEKNISI MEMPUNYAI INFO MASALAH INI : SILAHKAN DI-SHARING DISINI