Tuesday, November 1, 2011

Beberapa penyebab horisontal osilator belum bekerja

(tulisan ini merupakan revisi ke.1 dari tulisan sebelumnya)

 

Jika bagian horisontal belum bekerja, maka langkah awal yang perlu dilakukan adalah :

  • Periksa dengan ohm meter apakah jalur B+ short dengan ground. Biasanya disebabkan karena transistor HOT short
  • Hidupkan pesawat. Periksa apakah tegangan suply B+ sudah ada.

 

Jika kedua hal tersebut diatas sudah OK, maka kemungkinan osilator horisontal pada ic jungel belum bekerja. Tergantung dari desain sistim kerja ic jungel maka osilator horisontal belum bekerja kerja dapat disebabkan antara lain oleh :

  • Tegangan suply pada pin-H.Vcc ic jungel tidak ada atau kurang dari spesikasinya. Kebanyakan teve model lama mempunyai tegangan kerja pada sebesar 8v dan pada teve baru hanya 5v. Sebenarnya yang dibutuhkan pada sirkit bagian ini adalah “arus” yang melalui pin-H Vcc yang ditentukan oleh “RESISTOR” yang dipasang pada pin ini. Oleh karena itu mengganti “NILAI” resistor dari aslinya dapat menyebabkan ic jungel rusak atau osilator tidak bekerja.
  • (teve model lama) Keramik resonator 500khz rusak (biasanya berwarna biru atau orange)
  • Beberapa tipe ic jungel ada yang menggunakan resistor pull up pada bagian outputnya ( misal TDA8366, TDA8842). Jika resistor putus maka akan menyebabkan basis transistor driver tidak mendapat tegangan bias.
  • Jalur hubungan pulsa SDA-SCL antara mikrokontrol dengan ic jungel putus atau jalur yang ada yang short disebabkan kerusakan pada part lain.
  • Beberapa tipe ic jungel osilator horisontal dihidup-matikan oleh kontrol pulsa SDA/SCA dari mikrokontrol (contoh adalah TDA8842). Osilator tetap belum mau bekerja walaupun sudah ada tegangan suply H Vcc, jika mikrokontrol belum bekerja
  • X-ray protektor dipasang untuk mematikan osilator horisontal jika tegangan tinggi flyback over.. TV model lama X-ray protektor aktip bekerja dengan menshort ke ground tegangan H.Vcc. Ada kerusakan salah satu part pada sirkit X-ray protektor dapat menyebabkan ada tegangan pemicu X-ray protektor bekerja.
  • Beberapa ic jungel model lama kadang mempunyai pin-Xray input (misal TA8690, TA8659). Normal pin X-ray tegangannya adalah nol. Jika pada pin-Xray input diukur ada tegangan (walaupun kecil)  maka osilator tidak mau bekerja.

 

Kerusakan pada bagian horisontal driver  dapat disebabkan karena :

  • Tidak ada suply tegangan ke kolektor.
  • Kadang dijumpai tegangan kolektor nol, tetapi jika transistor driver dilepas tegangan kolektor ada (misal pada TDA8844). Ini bukan kerusakan bagian driver. Problem disebabkan pada ic jungel yang belum bekerja atau rusak. Menyebabkan tegangan basis transistor driver over.
  • Tidak ada tegangan pada basis transistor driver. Hal ini dapat disebabkan osilator horisontal belum bekerja atau ic jungel rusak, jalur ada yang putus, atau resistor pull-up pada pin hor-out ic jungel rusak.
  • Pada model teve tertentu kadang pada jalur basis transistor driver dipasang semacam transistor protektor yang disambungkan ke bagian vertikal-out, dimana kolektor-emitor transistor protektor ini akan men-short-kan ke ground tegangan basis jika ada problem pada bagian vertikal. Coba open dahulu transistor ini.
  • Walaupun jarang terjadi kadang disebabkan tranfo horisontal driver rusak (kumparan short)
  • Transistor driver rusak.

 

**********************************************

Untuk mengetahui bahwa osilator horisontal & driver horisontal keduanya sudah bekerja dapat dilakukan dengan cara mengukur tegangan pada bagian sekunder tranfo horisontal driver. Umunya kalau diukur ada tegangan sekitar 2v AC., jika basis transistor HOT diopen.

**********************************************

Kamus :

  • Resistor pull-up = resistor yang dipasang pada salah satu pin-ouput ic dan disambung ke jalur suply Vcc
  • Resistor pull-down = sama seperti pull-up tetapi disambung ke ground
  • IC Jungel = awalnya merupakan istilah untuk penamaan ic horisontal-vertikal osilator

 

**********************************************

No comments: