Sunday, October 23, 2011

Menguji dan penyebab mikrokontrol tidak kerja

(tulisan ini merupakan revisi ke.1 tulisan sebelumnya)

 

Menguji apakah mikrokontrol sudah bekerja.

Cara yang paling mudah untuk menguji apakah mikrokontrol sudah bekerja adalah dengan menggunakan Remote-kontrol.

  • Hidupkan teve
  • Ukur tegangan pada kaki pin-POWER . Tegangan terukur mungkin “4v” ( atau sebaliknya “0v”).
  • Tekan tombol “POWER” pada remote – tunggu sebentar, maka tegangan pada pin-POWER akan berubah dari 4v ke 0v (atau sebaliknya).
  • Tekan ulang tombol “POWER” – tunggu sebentar, maka tegangan pada pin-POWER akan berubah lagi seperti semula.

Catatan :

  • Pin-POWER pada mikrokontrol kadang diberi nama STAND-BY atau ON-OFF.

 

 

Kemungkinan yang dapat menyebabkan mikrokontrol tidak atau belum kerja.

  • Tidak ada tegangan suply Vcc +5v, disebabkan karena regulator suply 5v rusak
  • Tidak ada tegangan +5v pada pin-RESET, disebabkan karena sirkit reset rusak
  • Tidak ada tegangan (sekitar 1 hingga 2v) pada pin-X tal in/out, disebabkan karena ic mikrokontrol rusak.
  • X-tal osilator rusak.
  • Tidak ada perintah INPUT dari remote kontrol, disebabkan karena remote PRE-AMP rusak.
  • Tidak ada perintah input dari tombol lewat pin-Key in, disebabkan karena tombol-2 pada front panel rusak atau jalur putus Key-in putus, atau ada resistor pada sirkit kontrol yang putus.
  • Jalur sinyal SDA/SCL dengan ic memori ada yang putus atau short.
  • Tegangan pada pin SDA/SCL (sekitar 5v) drops disebabkan resistor pull-up yang dihubungkan ke jalur +5v putus (atau nilai molor) atau ic memori rusak short
  • Data error pada ic memori atau ic memori rusak.
  • IC memori pernah diganti dengan ic lokal kosongan.
  • Kalau hal-hal seperti diatas sudah diperiksa bagus, maka kemungkinan terachir adalah ic mikrokontrol yang rusak.

Perintah power-on pada pesawat teve ada yang dimemori dan ada pula yang tidak dimemori.

  • Pada jenis pesawat dimana power-on di-memori – ketika pesawat yang dalam keadaan masih hidup colokan listrik dicabut – maka ketika colokan listrik dipasang kembali pesawat otomatis akan langsung hidup lagi.
  • Pada jenis pesawat dimana power-on tidak dimemori – maka setiap kali colokan listrik dilepas – maka ketika colokan listrik dipasang kembali, maka pesawat selalu kembali dalam kondisi stand-by.

Untuk model-model teve penggunaan fungsi kontrol “POWER” bisa berbeda-beda, tetapi secara umum digunakan untuk :

  • Mengontrol hidup-mati tegangan suply untuk bagian horisontal osilator (H. Start atau H Vcc)
  • Mengontrol naik-turun tegangan keluaran sekunder bagian regulator power suply. Saat stand-by tegangan B+ dibuat serendah mungkin. Hal ini bertujuan untuk saving power. Dan pada saat power-on tegangan B+ baru naik ke normal
  • Mengontrol hidup-mati tegangan suply B+ atau tegangan AC input lewat sebuah “Relay kontrol”. Akan terdengar bunyi cetak-cetik jika tombol “power” dimainkan.

 

 

clip_image002

  • Lihat contoh gambar ke.1 diatas
  • Disini lewat transistor V703 dan V552, kontrol “power” digunakan untuk kontrol “on-off” transistor V554A.
  • V554A digunakan untuk kontrol hidup-mati tegangan ST 5v2 dan ST 12v
  • Tegangan ST 10v digunakan untuk mensuply ke H Vcc.

 

clip_image004

  • Lihat contoh gambar ke.2 diatas
  • Tegangan kontrol “power” digunakan untuk mengontrol agar pada saat stand-by tegangan B+ rendah, dengan cara mengontrol perubahan arus yang melalui photocoupler.
  • Pada saat “stand-by” basis Q804 ada tegangan sekitar 0.7v.  Akibatnya kolektor-emitor seakan seperti dishort. Arus photocoupler akan mengalir melalui photocoupler pin-1 >> pin-2 >> D808 >> langsung dishort ke ground lewat Q804. Dan tegangan B+ akan drops dibawah normal.
  • Pada saat “power-on” basis Q804 tegangan berubah menjadi nol. Kolektor-emitor berubah menjadi off (open). Dan arus photocoupler akan ganti melalui SE110 lewat pin-3 ke ground pin-2 dan arusnya berubah menjadi lebih kecil. Dan akibatnya tegangan B+ akan naik pada kondisi normal.

 

+++++++++++++++++++

No comments: