Monday, November 22, 2010

Tips kerusakan power suply STR50xxx

I. Macam-macam STR50xxx
  • STR50092   tegangan keluaran 92v
  • STR50103   tegangan keluaran 103v
  • STR50115   tegangan keluaran 115v
  • STR50113   tegangan keluaran 113v
  • STR50213   tegangan keluaran 113v
II. Pin-out
  1. Gnd
  2. Base drive
  3. Input
  4. Output
  5. Soft start
III. Kerusakan dan pemeriksaan.
  • Periksa pin-input dan pin output dengan ohm meter. Kerusakan yang paling sering terjadi adalah pin-3 dan pin-4 short.
  • Sebelum mencoba menghidupkan pesawat periksa dahulu jalur B+ apakah tidak ada yang short. Dapat disebabkan karena Tr HOR short atau diode protek SR2M short.
  • Tegangan 300v ada, tetapi tidak ada tegangan output. Periksa apakah pada pin-2 (base-drive) ada tegangan bias (tegangan start). Jika tidak ada tegangan dapat disebabkan karena resistor bias dari 300v putus atau STR rusak (pin-2  dengan pin-1 short)
  • Pada saat di hidupkan pertama kali ada tegangan output sesaat saja dan kemudian tergangan terus drops. Hal ini menunjukkan bahwa sirkit regulator sudah OK. Problem disebabkan sirkit bagian horisontal belum bekerja. Agar dapat bekerja secara terus-menerus sirkit STR membutuhkan pulsa horisontal dari flyback ke pin-base drive. Periksa bagian horisontal atau sirkit jalur pulsa dari flyback ke pin-base driver.
IV. Hati-hati merepair model ini.  Regulator semacam ini merupakan HOT CHASIS. Artinya memegang setiap  ground dari pesawat  ada resiko kena sengatan listrik.  RF antena  sudah diberi pengaman khusus agar tidak nyetrum (ground dan input diberi tambahan kapsitor). Kalau model ini mempunyai fasilitas AV-input, maka digunakan sirkit photocoupler untuk mengisolasi agar jack AV-in tidak nyetrum. 


*******************************************


Kami pernah menjumpai model ini, dimana jack RF antena diganti dengan jack antena biasa. Hal ini tentu akan sangat membahayakan konsumen jika memegang antena.

Saturday, November 20, 2010

CRT retak/patah pada bagian leher dibawah yoke

Kerusakan CRT dengan gejala :
  • Nampak ada loncatan api disekitar katode didalam CRT 
  • Sekitar katode muncul sinar warna unggu. 
  • Jika def yoke dilepas - kemudian diperiksa sekitar leher CRT akan diketemukan ada bagian yang retak 
  • Pada kasus yang lebih parah - leher CRT akan retak melingkar dan kadang bisa patah

Apakah yang menyebabkan kerusakan CRT seperti gejala diatas ?
Menurut pengamatan kami - ada beberapa hal yang menyebabkan kerusakan seperti diatas, yaitu :

1. Cacat produksi.
Tabung CRT dibuat dengan vakum (hampa udara) tingkat tinggi. Jika pembuatan kurang sempurna akan menyebabkan lama-kelamaan ada udara yang bocor menerobos masuk lewat sela-selan kaki-kaki CRT yang kurang rapat. Pada kerusakan semacam ini tidak diketemukan retak pada bgaian leher CRT

2. Tegangan B+ over.
Umumnya diketemukan pada pesawat teve yang tidak diperlengkapi sistim protektor. Tegangan B+ yang mendekati 200v akan menyebabkan tegangan anode CRT dari flyback over dan merusakn CRT retak pada bagian lehernya. Oleh karena itu biasakan ukur tegangan B+ setiap kali memulai repair pesawat
Pada pesawat model lama yang power suplynya mempunyai switch-otomatis 110-220v juga sering diketemukan problem ini. Kadang pada tegangan 220v - tetapi switch otomatis bekerja ke 110v sehingga tegangan pada elko besar yang normalnya sekitar 300v akan melonjak lebih dari 500v dan menyebabkan tegangan B+ juga melonjak. Kalau ketemu model-model seperti ini - maka biasanya sirkit switch otomatis akan kami matikan (dilepas komponennya)

3. Bagian vertikal tidak kerja.
Bisa terjadi pada model-model tertentu jika bagian vertikal tidak kerja - maka gejalanya adalah layar menyala redup disertai gejala seperti warna pelangi. Jika ketemu problem semacam ini - dan kemudian pesawat dihidupkan terlalu lama - maka akan dapat menyebabkan CRT retak pada bagian lehernya.
Menurut analisa kami - sebenarnya vertikal juga satu garis. Tetapi karena ada gangguan laian sehingga garis tidak nampak ditengah layar sebagaimana biasanya, tetapi bergeser keatas/kebawah tersembunyi. Akibatnya sinar elektron akan menembak bagian leher CRT - sehingga lama-lama akan panas dan achirnya retak

4. Teve kadang problem satu garis.
Bebeapa kali kami dapat info dari konsumen. Kadang teve problem satu garis dapat diperbaiki dengan cara digebrak. Jika hal ini sering dilakukan - maka ada resiko CRT akan retak atau patah pada bagian lehernya.

5. Kerusakan kapasitor resonan.
Kerusakan kapasitor resonan (1600v) pada kolektor transistor Horisontal-out juga akan menyebabkan tegangan anode CRT over. Tetapi karena transistor umumnya keburu rusak - maka hal ini jarang sampai merusak CRT


**********************









Friday, November 12, 2010

Trik melacak sumber penyebab mati protek 2.

Kali ini kami akan bercerita tentang tips dan trik lainnya dalam melacak kerusakan mati protek. Model yang kami hadapi adalah pcb SHARP yang menggunakan IC UOC SMD dengan tipe M61262 (ic surface mount device) dengan problem mati protek beberapa detik setelah teve dihidupkan sehingga raster belum sampai nyala. Model ini adalah merupakan model yang baru pertama kami jumpai, dan kami belum mempunyai skematiknya sama sekali.
 

Trik yang akan kami gunakan adalah dengan melihat “gejala nyala raster” untuk mendapatkan petunjuk bagian mana yang problem. Misalnya jika raster nyala satu garis maka hal ini menunjukkan bahwa problem ada pada bagaian vertikal. 
  • Karena pesawat selalu mati protek dalam beberapa detik, maka tak mungkin kita bisa melihat raster, karena pesawat sudah mati sebelum heater sempat panas.
  • Trik yang kami gunakan adalah memberi tegangan heater dari sebuah tranfo step-down 1Ampere dari luar dengan tegangan 6v AC. Agar nantinya tegangan heater dari flyback tidak crash dengan tegangan ini, maka kami putus hubungan jalur tegangan heater dari flyback dengan cara melepas resistor yang biasa dipasang pada jalur heater. 
  • Sebelum pesawat dihidupkan maka tegangan heater dari luar ini kami hidupkan lebih awal agar heater panas terlebih dahulu. 
  • Sehingga ketika pesawat kami hidupkan, maka raster bisa langsung muncul sesaat. Dan pada contoh kasus yang lagi kami hadapi raster nampak polos putih terang dengan disertai garis-garis blangking.
  • Kami coba kecilkan tegangan screen. Raster tetap nampak polos blangking ketika dicoba hidupkan lagi. 
  • Raster kami kecilkan sampai minim, hasilnya tetap tidak mau gelap. 
  • Maka dari gejala yang ditunjukkan ini, kami langsung memberikan analisa bahwa problem kemungkinan disebabkan karena tidak ada tegangan video 180v. 
  • Ketika kami periksa tegangan tersebut, ternyata memang benar tidak ada. Kerusakan disebabkan karena resistor UFR (unflamable resistor) dari pin-flyback ke diode penyearah 180v putus.
  

**************



Baca artikel terkait

Trik melacak sumber penyebab mati protek 1.

Ini adalah salah satu pengalaman trik kami dalam mencari penyebab protek.
Kali ini kami menerima pasien rujukan mati protek LG model chasis MC994C yang menggunakan mikrokontrol M37211M8-222 yang dikirim pcb-nya saja. Sepengetahuan kami LG sangat jarang menggunakan sirkit protektor, tetapi model yang baru pertama kali kami jumpai ini selalu mati protek setelah dihidupkan beberapa detik.   

  • Langkah pertama yang selalu kami lakukan setiap kali akan merepair suatu model yang baru pertama kali kami jumpai adalah untuk mendapatkan skematik. Tidak bisa mendapatkan skematik chasis ini, tetapi kami bisa mendownload chasis MC994A, dimana mikrokontrol yang digunakan nampaknya sama, yaitu dengan part nomor MC3V211. Kontrol-POWER ON-OFF adalah pin-5 dan PROTEK-input adalah pin-6 (tertulis ABS atau ABNORMAL) yang merupakan B+ Over Current protektor. Pada kondisi normal pin-protek ada tegangan adalah “high” 
  • Langkah kedua kami lumpuhkan sistim protek dengan cara melepas sebuah transistor yang terdapat pada sirkit protektor dengan tujuan agar pin-protek “terkunci” pada pada tegangan “high” terus.
  • Tetapi hasilnya pesawat tetap selalu mati protek, sebelum rasternya sempat menyala.


Pusing kali ini. Apa kira-kira penyebab protek lainnya? Trus mau diapakan lagi?
Setelah sempat tertunda beberapa hari sambil memikirkan apa kira-kira yang memicu sistim proteknya, maka kami ingat salah satu petunjuk penting dalam melacak suatu kerusa, bahwa :

SALAH PETUNJUK KERUSAKAN TEVE DAPAT DIKETAHUI DARI TAMPILAN RASTER

  • Pesawat model ini akan hidup jika tegangan pada kontrol power on-off mikrokontrol berubah dari “low” ke “high”
    Oleh karena itu kontrol power kami “kunci” agar selalu pada tegangan “high” dengan cara meng-“open” pin-POWER (solderan pin-power disedot)
  • Dengan demikian raster dapat menyala terus dengan menaikkan sedikit tegangan screen. Raster menyala polos dan vertikal menyempit. Hal seperti ini biasa terjadi karena pada kondisi ini mikrokontrol belum bekerja.
  • Tombol CH-UP ditekan dan mikrokontrol akan bekerja. Raster menyala normal dengan noise (disini nampaknya memori chanel hilang) selama beberapa detik dan kemudian kembali polos. Hal ini terjadi karena mikrokontrol mati protek. 
  • Kami ulangi hidupkan sambil mengamati raster. Ternyata raster tidak menampakkan tampilan OSD.
  • Maka pelacakan kerusakan kali ini kami fokuskan dahulu pada penyebab OSD tidak muncul. Kami ambil osiloskop dan kami periksa apakah ada pulsa-pulsa pada pin-HS (Horisontal sync) dan pin-VS (Vertikal Sync) pada mikrokontrol yang merupakan syarat utama untuk menampilkan OSD.
  • Ternyata pin-VS tidak ada input pulsa-pulsa dari bagian Vertikal out. Dan penyebabnya adalah kerusakan sebuah resistor pada jalur ini.
  • Setelah resistor kami ganti, OSD langsung muncul. Dan senangnya lagi ternyata mikrokontrol tidak protek lagi. 
Kali ini kami “'baru tahu” jika mikrokontrol LG M37221M8-221 atau MC3V221 akan menyebabkan mati protek jika tidak mendapatkan pulsa-pulsa pada pin-VS. Setahu kami selama ini adalah bahwa jika tidak ada pulsa-pulsa pada pin-VS akan menyebabkan tampilan OSD tidak muncul atau menyebabkan raster gelap.

 

***************************


Baca artikel terkait



Tuesday, November 2, 2010

Catatan penyebab raster gelap atau blak (Revisi 01 - Maret 20011

(Revisi 01 - Maret 2011)

Yang dimaksud dengan raster gelap atau blank disini ialah kerusakan dengan gejala-gejala sebagai berikut :
  • Raster blank atau gelap
  • OSD tidak muncul
  • Jika tegangan screen dinaikkan,  raster akan menyala disertai dengan garis-garis blangking.
  • Diperiksa tidak ada tegangan pada pin-RGB-out ic video-chroma.


Menurut pengalaman kami hal dapat disebabkan karena bermacam-macam problem. Setiap model belum tentu sama penyebabnya.  Dibawah ini adalah catatan kami tentang problem-problem yang kemungkinan dapat menyebabkan raster blank.
  • EEPROM rusak atau Data EEPROM korup. Biasanya disertai vertikal yang menyempit
  • Pulsa sinkronisasi vertikal (VS) dari ic vertikal-out ke mikrokontrol  terputus. Dapat disebabkan karena jalur putus atau transistor bufer rusak atau kerusakan bagian Pump-up IC Vertikal-out
  • Tidak ada pulsa FBP dari flyback ke ic video-chroma. Disebabkan karena jalur pulsa dari pin-AFT flyback putus. Sering dijumpai disebabkan karena printed pada pin-AFT flyback retak.
  • Mikrokontrol belum bekerja. Periksa tegangan suply 5v, x-tal, dan Reset
  • Jalur SDA atau SCL dari mikrokontrol ke ic video chroma terputus atau short
  • Salah adjustment tegangan screen. Biasa terjadi pada teve yang menggunakan sirkit umpan balik IK
  • Tegangan heater kurang. Dapat terjadi pada teve yang menggunakan sirkit umpan balik IK.
  • Jalur sirkit umpan balik IK dari  pcb crt-soket ke ic chroma putus atau ada part yang rusak
  • Ada kerusakan part pada pcb CRT soket. Biasa terjadi pada teve yang menggunakan sirkit umpan balik IK
  • Kerusakan IC video-chroma
  • Problem pada sirkit ABL Periksa part-part pada sirkit ABL mulai dari ic chroma sehingga pin-ABL flyback. Dapat disebabkan misalnya karena diode short, resistor putus, atau kapasitor short.
  • Emisi salah satu katode CRT  lemah (sering diketemukan  pada teve yang menggunakan sirkit umpan balik IK seperti SONY dan SAMSUNG)
  • Periksa apakah mikrokontrol mempunyai kontrol "MUTE". Pada saat pindah chanel biasanya raster "dibuat gelap sementara"  oleh tegangan mute. mungkin ada problem pada bagian ini.
  • IC chroma mungkin mempunyai suply tegangan Vcc untuk bagian Video/chroma tersendiri.  Cek tegangan ini.



  • Sharp - tidak ada tewgangan pada pin- AC Detec mikrokontrol. Lacak tegangan yang berasal dari tranfoswitching
  • TA8690 – tidak ada tegangan pada pin-54 atau pin-15.  Periksa komponen pada pin tersebut
  • LA76810/76818 – tidak ada tegangan suply Vcc pada pin-18 atau tidak ada pulsa V Sync dari ic vertikal out ke mikrokontrol
  • TDA8366 – Tidak ada pulsa FBP dari flyback ke pin-39.  Atau pulsa SSC-out dari pin-37 short disebabkan kerusakan ic delay line (TDA4661/4665)

Baca juga :

Pengalaman 1. 
Pusing belum juga ketemu penyebabnya karena sudah dicoba dengan mengganti beberapa part. Maka ketika ada pesawat dengan model yang sama, kami kemudian melakukan pemeriksaan bentuk dan tegangan pulsa-pulsa pada ic video-chroma menggunakan osiloskop. Ternyata ada perbedaan besarnya level pulsa FBP dari flyback - dimana pada pesawat yang problem level lebih kecil sedikit. Achirnya setelah diubek problem dapat terselesaikan dengan mengganti tranfo horisontal-drive

Pengalaman 2.
Kami diminta membantu seorang teknisi dengan problem raster gelap. Setelah melakukan pemeriksaan, kami menyangka ic video-chroma yang rusak. Tetapi belum sempat mencoba melepas ic, pandangan kami tertarik pada cara pemasangan part tambahan, yaitu resistor semen utuk menggurangi tarikan awal daya listrik. Resistor tersebut dipasang pada flyback dengan cara di-ikat menggunakan seutas kawat (bindrad) yang dilingkarkan pada inti ferit trafo flyback. Lha .... ini kan menyebabkan flyback seperti di-short-kan. Ikatan kawat kami lepas.... dan pesawat langsung normal.

Rekan teknisi punya pengalaman lain ? Akan kami tambahkan