Monday, August 30, 2010

Kerusakan bagian Video-prosesor (part.2 bag warna)

Revisi 00 - Agustus 2010


Dokumen ini kami susun dari berbagai sumber dan dari hasil pengalaman kerja pribadi sebagai bengkel service, trainer kursus service radio-tv dan pengalaman bekerja pada sebuah perusahaan elektronik yang pernah mempunyai kerja sama dengan perusahaan Jepang, Korea dan China sebagai manager service station, sebagai manager teknik departemen customer service pusat dalam mengelola dan menyediakan (sumber daya manusia) teknisi. Didedikasikan untuk para teknisi televisi maupun mereka yang lagi belajar. Tujuannya adalah agar dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam teknik reparasi TV.
Kritik, saran maupun informasi tambahan kami terima dengan senang hati.
Sumarsono - bravomarsono@gmail.com





Daftar isi :


1. Memahami cara kerja bagian warna penerima teve.
  •  1.01  Modulator sinyal warna (color-encoder)
  •  1.02  Asal sinyal warna.
  •  1.03  Fungsi bagian prosesor sinyal warna.
  •  1.04  Mengapa sinyal Green (G-Y) pada transmiter dihilangkan.
  •  1.05  Bagian-bagian dari prosesor warna sistim PAL.
  •  1.06  Kompoen 1H delay line
  •  1.07  sirkit color-separation
  •  1.08  Sirkit color matrik 
  •  1.09 RGB switch internal/ekstenal (TV/OSD)
  •  1.10  Sirkit Comb-filter.
  •  1.11  TINT kontrol.
  •  1.12  Kenapa pada LA76810A misalnya tidak ada X-tal 4.43Mhz lagi.
  •  1.13  ACL (automatic color limiter)


2. Kerusakan-kerusakan bagian warna
  •  2.01  Tidak ada warna bukan karena kerusakan sirkit
  •  2.02  Tidak ada warna karena kerusakan sirkit atau komponen.
  •  2.03  Saat pindah chanel warna hilang sebentar.
  •  2.04  Cara adjustment VR trimer pada sirkit color-separatian (model lama)
  •  2.05  Mengganti x-tal warna.
========================================================================

1. Memahami cara kerja bagian warna penerima teve.


1.01 Modulator sinyal warna (color-encoder)
Untuk memahami kerja bagian warna ada baiknya kita memahami macam-macam sistim modulator yang terdapat pada transmiter teve.
  • Sinyal gambar atau video didemodulasikan secara AM (amplitudo modulasi) dan pada pesawat penerima sinyal video diperoleh kembali menggunakan sirkit video-demodulator
  • Sinyal suara atau audio pada teve sistim B/G, sinyal audio dimodulasikan secara FM (frekwensi modulasi) dengan frekwensi 5.5Mhz. Dan pada pesawat penerima sinyal audio diperoleh kembali menggunakan sirkit FM detektor
  • Sinyal warna pada teve sistim PAL, sinyal warna dimodulasikan menggunakan sistim modulasi Quadrature-amplitudo dengan frekwensi 4.43Mhz Dan pada pesawat penerima sinyal warna diperoleh kembali menggunakan sirkit color –demodulator atau color-dedoder.


1.02 Asal sinyal warna.


Sinyal warna dari pesawat teve dapat berasal dari :
  • Sinyal CVBS dari Video-detektor setelah melalui penyaring sirkit BPF (band pass filter) 4.43 Mhz
  • Sinyal CVBS dari AV-in setelah melalui penyaring sirkit BPF (band pass filter) 4.43 Mhz
  • Dari Y/C-input pada teve yang mempunyai fasilitas ini.


1.03 Fungsi bagian prosesor sinyal warna.
Istilah lain bagian prosesor-warna adalah chroma-prosesor atau color-prosesor atau color-decoder atau color demodulator. Berfungsi untuk memproses sinyal warna satu jalur yang masih dibawa oleh frekwensi 4.43Mhz sehingga diperoleh kembali 2 jalur sinyal, yaitu sinyal (R-Y) dan (B-Y). Kemudian sinyal (R-Y) dan (B-Y) akan dimatrik dengan sinyal Y (luminance) sehingga nanti hasil achirnya adalah sinyal R,G dan B.


1.04 Mengapa sinyal Green (G-Y) pada transmiter dihilangkan.
Sinyal luminance (Y) merupakan sinyal hitam-putih dimana asal mulanya disediakan untuk penerima teve hitam-putih, yaitu saat peralihan dari teknologi hitam-putih ke warna. Sinyal Y merupakan gabungan dari ketiga warna primer Y = R + G + B dimana tepatnya menggunakan rumus perbandingan Y = 0.30 R + 0.59G + 0.11B. Karena pada penerima teve sudah diketahui sinyal Y, Red, dan Blue maka dengan rumus matematis sinyal Green akan bisa dicari dengan rumus G = (R + B) – Y.


1.05 Bagian-bagian dari prosesor warna sistim PAL
  • Color Bandpass filter, berfungsi untuk menyaring sinyal CVBS sehingga yang lewat hanya sinyal warna 4.43 Mhz dan sinyal burst 4.43Mhz
  • BPA (band-pass) amplier, merupakan sirkit penguat siyal warna 4.43Mz.
  • Color kontrol, berfungsi untuk mengatur faktor penguatan BPA
  • ACC (auto color control). Sinyal warna yang diterima teve dari berbagai macam siaran levelnya berbeda-beda. Sirkit ACC berfungsi untuk mengatur agar level sinyal warna dan sinyal burst 4.43 levelnya selalu konstan.
  • Burst-gate, berfungsi untuk memisahkan sinyal burst 4.43Mhz dari sinyal pembawa warna 4.43Hz. Untuk kerjanya burst-gate membutuhkan pulsa FBP dari flyback. Sinyal burst-gate dipakai sebagai sinyal sinkronisasi osilator warna.
  • VCO 4.43Hz merupakan Voltage Control Osilator dimana frekwensinya dapat diatur oleh tegangan dc. Frekwensi osilator 4.43Mhz dibutuhkan oleh bagian color-demodulator untuk memisahkan sinyal warna dar1 frekwensi pembawa 4.43Mhz. IC video-chroma model lama menggunakan rersonator X-tal 4.43Mhz untuk sistim PAL (dan 3.58Mhz untuk sistim NTSC). Sedang pada ic model-model baru sekarang ini hanya digunakan x-tal resonator tunggal, dan frekwensi osilator warna diturunkan dari frekwensi x-tal tersebut untuk sistim PAL maupun NTSC.
  • APC (auto phase control). Frekwensi osilator VCO sistim PAL harus bekerja tepat pada 44.43361875 Mhz. APC membandingkan sinyal burst dan sinyal VCO. Jika frekwensi VCO tidak sama dengan sinyal burst maka APC akan mengoreksi VCO dengan cara mengoutputkan tegangan dc untuk merubah frekwensi VCO.
  • Color killer. Berfungsi untuk mematikan bagian warna jika sinyal yang diterima antena terlalu lemah. Sebab jika bagian warna tetap bekerja, maka noise akan nampak lebih parah. Dengan mematikan bagian warna, maka noise gambar hitam putih menjadi berkurang. Color killer akan bekerja jika sinyal burst yang diterima terlalu lemah dan jika osilator VCO frekwensinya tidak tepat 4.43Mz, yairu dengan cara mematikan color-kontrol menjadi nol.
  • (R-Y)-demodulator. Berfungsi untuk melepas sinyal (R-Y) dari sinyal pembawa warna 4.43Mhz
  • (B-Y)-demodulator. Berfungsi untuk melepas sinyal (B-Y) dari sinyal pembawa warna 4.43Mhz
  • 1H delay, merupakan komponen yang digunakan untuk menunda sinyal warna kurang lebih 64u-detik pada bagian sirkit color separation yang dipergunakan untuk mendapatkan sinyal (R-Y) dan sinyal (B-Y) pada sistim PAL (NTSC tidak menggunakan komponen ini).
  • PAL flip-flop atau PAL switch, merupakan switch frekwensi 7.8Khz yang dibutuhkan sirkit color demodulator sistim PAL.


1.06 1 H delay line
Komponen 1Helay line pada teve model lama masih berbentuk komponen mekanis yang berbentuk kotak (ada yang warna hitam atau biru atau abu2 misalnya). Pada perkembangan selanjutnya komponen ini dapat dibuat menjadi lebih kecil yang bekerja menggunakan teknologi CCD (charge couple device) yang berbentuk ic (misalnya TDA4665).
Perkembangan teknologi terachir  komponen-komponen seperti  BPF (44.3), Y-delay, IH delay dan lain-lainnya semuanya sudah dapat dibuat terintregrasi didalam sebuah chip ic.


1.07 Sirkit Color-separation (model lama)
Sirkit color-separation dijumpai hanya pada teve model lama. Disini terdapat komponen-komponen seperti 1H delay line, transistor DL amp, Coil dan sebuah VR trimer. Sinyal warna di-inputkan ke bagian ini dan keluarannya adalah sinyal (R-Y) dan sinyal (B-Y).


1.08 Sirkit color matrik
Sirkit color matrik dipergunakan untuk mendapatkan sinyal R-G-B out dari input sinyal Y, (R-Y), dan (G-Y)


1.09 RGB switch internal/ekstenal (TV/OSD)
IC video chroma umumnya diperlengkapi dengan eksternal input untuk sinyal RGB yang dapat digunakan untuk masukan sinyal OSD atau sinyal Teletext. Sirkit switching kecepatan tinggi digunakan untuk men-swith secara bergatian antara sinyal RGB dari gambar teve (internal) atau sinyal RGB OSD (eksternal). RGB switch dikontrol oleh mikrokontrol lewat pin yang dinamakan F/B (fast blank). Pada saat tegangan kontrol switch “low” maka yang terhubung adalah sinyal internal RGB gambar teve, dan pada saat “high” yang terhubung adalah sinyal eksternalOSD


1.10 Sirkit Comb-filter.
Model teve standar untuk memisahkan sinyal Y dan sinyal C dari sinyal CVBS menggunakan sirkit BPF (band pass filter) dan LPF (low pass filter). Cara ini mempunyai kekurangan, yaitu hilangnya detail gambar frekwensi tinggi sehingga resolusi gambar hasilnya rendah (maksimum resolusi horisontal 400). Sirkit yang dinamakan comb-filter yang dijumpai pada model teve berkelas digunakan untuk memisahkan sinyal Y dan sinyal C tanpa harus kehilangan detail gambar sehingga dapat diperoleh gambar dengan resolusi hingga 700.


1.11 TINT kontrol.
Tint kontrol hanya digunakan untuk sitim NTSC. Sistim NTSC mempunyai kelemahan dimana jika jarak antara transmiter dengan penerima teve jauh dapat menyebabkan phase sinyal warna bergeser. Akibatnya warna yang tampil dilayar dapat berubah. Paling mudah mengamati pergeseran sinyal warna adalah melihat kulit wajah gambar orang. Warna yang benar adalah kecoklat-cokltan. Jika terjadi pergeseran phase warna, maka kulit wajah dapat nampak kemerah-merahan atau ke hijau-hijauan. TINT kontrol digunakan untuk mengkoreksi problem ini, yaitu dengan cara menambah level Green jika wajah nampak kemerah-merahan atau menambah level Red jika wajah nampak kehijau-hijuan.


1.12  Kenapa pada TMPA88xx misalnya tidak ada X-tal 4.43Mhz lagi.
Pada tipe-tipe ic video-chroma terbaru umumnya sudah tidak diketemukan kompoen x-tal 4.43 atau 3.58 lagi. Disini frekwensi VCO osilator warna untuk PAL maupun NTSC diturunkan dari sebuah X-tal tunggal yang sekaligus juga dipergunakan sebagai referensi untuk VCO horisontal osilator, sirkit PLL video detektor dal lain-lain. Kerusakan x-tal kecuali menyebabkan warna jadi hitam-putih mungkin dapat disertai gejala lain seperti gambar kadang roboh atau suara mendesis.


1.13  ACL (automatic color limiter)
Amati gambar teve. Jika level britnes dikurangi, maka level warna akan nampak menjadi over. ACL merupakan sirkit yang secara otomatis akan mengurangi level sinyal warna jika sirkit ABL bekerja. Agar level warna tidak menjadi over.




2. Kerusakan-kerusakan bagian warna


2.01 Tidak ada warna bukan karena kerusakan sirkit
Dapat disebabkan antara lain karena :
  • Kontrol level warna minimum
  • Sinyal yang diterima lemah
  • Adjustmen chanel kurang pas
  • Salah seting sistim warna. Seharusnya pada AUTO atau PAL
  • Salah seting sistim-suara, misalnya diset pada 4.5 atau sistim NTSC
  • Kesalahan seting pada factory seting (service menu)


2.02 Tidak ada warna karena kerusakan sirkit atau komponen.
Dapat disebabkan antara lain karena :
  • (model lama) jalur sinyal warna terputus sehingga tidak sampai masuk ke pin chroma-in
  • (model lama) Coil BPF 4.43 rusak atau adjustmen berubah tidak tepat pada 4.43.
  • (model lama) Tidak ada tegangan kontrol warna.
  • (model lama) Adjustmen kapasitor pada X-tal tidak tepat.
  • (model lama) 1 H delay line rusak.
  • VCO tidak bekerja, disebabkan karena X-tal warna 4.43 rusak atau frekwensi telah berubah.
  • Nilai kapasitor kecil yang dipasang seri dengan X-tal nilai berubah.
  • APC tidak bekerja, disebabkan karena kapasitor atau elko filter pada sirkit ini rusak.
  • X-tal tunggal seperti yang terdapat pada TMPA88xx misalnya - frekwensinya berubah. X-tal ini juga dipergunakan untuk referensi frekwensi horisontal, oleh karena jika terjadi kerusakan kadang disertai gejala gambar kadang roboh.
  • Tegangan suply Vcc pada bagian video-chroma over atau kurang
  • IC video-chroma rusak
  • Part pada pin color-killer rusak atau nilai berubah.


2.03 Saat pindah chanel warna hilang sebentar.
Dapat disebabkan antara lain karena :
  • Frekwensi X-tal bergeser agak jauh sehingga APC membutuhkan waktu agak lama untuk menepatkan pada frekensi 4.43 yang tepat.
  • Kami pernah menjumpai problem ini, dimana disebabkan karena komponen pada jalur pulsa FBP dari pin-AFC flyback ke ic video-chroma ada yang nilainya berubah.


2.04  Cara adjustment VR trimer pada sirkit color-separatian (model lama)
Saat melakukan perbaikan teve model lama, mungkin dijumpai sirkit color separation yang lokasinya dekat dengan 1Hdelay line atau DL Amp. VR trimer tersebut digunakan untuk meng-adjust “flesh tone” atau warna kulit wajah agar warnanya tepat mendekati warna alami. Adjustment mengatur perbandingan antara sinyal level (R-Y) dan sinyal (B-Y) yang paling tepat.


Cara adjustmen :
  • Terima gambar yang menampilkan gambar manusia (misalnya gambar penyiar
  • Amati warna kulit wajahnya
  • Adjust VR untuk mendapatkan warna kulit yang alami, jangan sampai kemerah-merahan misalnya.

2.05  Mengganti x-tal warna 4.43
semua jenis x-tal warna pada bodinya tertulis nilai 4.43. Tetapi antara satu dengan lainnya belum tentu dapat digunakan untuk persamaan. X-tal ada yang dipsang tanpa kapasitor seri, dan ada pula yang memaki kapasitor seri. Jika X-tal yang jenisnya dipasang tanpa kapasitor, kemudian dipakai untuk mengganti pada sirkit yang ada kapasitornya, maka kapasitor harus dihilangkan (dijumper langsung). Demikan pula sebaliknya jika asalnya x-tal menggunakan kapasitor, kemudian dipakai untuk mengganti pada sirkit dimana x-tal tanpa kapasitor, maka kapasitor harus dipasang dengan nilai sesuai asalnya.
Perubahan nilai kapasitor sedikit saja (misal 15pf diganti 18 pf) kemungkinan dapat menyebabkan warna hilang.


*****************************************************************************************

Friday, August 27, 2010

Kerusakan bagian Video-prosesor (part.1 bag luminance)

Revisi 00 – Agustus 2010

Dokumen ini kami susun dari berbagai sumber dan dari hasil pengalaman kerja pribadi sebagai bengkel service, trainer kursus service radio-tv dan pengalaman bekerja pada sebuah perusahaan elektronik yang pernah mempunyai kerja sama dengan perusahaan Jepang, Korea dan China sebagai manager service station, sebagai manager teknik departemen customer service pusat dalam mengelola dan menyediakan (sumber daya manusia) teknisi. Didedikasikan untuk para teknisi televisi maupun mereka yang lagi belajar. Tujuannya adalah agar dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam teknik reparasi TV.
Kritik, saran maupun informasi tambahan kami terima dengan senang hati.
Sumarsono - bravomarsono@gmail.com


Daftar isi :
1. Memahami cara kerja bagian video-chroma prosesor bagian luminace (Y)
   1.01  Fungsi bagian video-chroma prosesor
   1.02  Format sinyal CVBS sistim CCIR – PAL
   1.03  Apa yang dimaksud PAL B/G
   1.04  Memahami sinyal CVBS
   1.05  Bagian-bagian dari prosesing sinyal luminance (Y)
   1.06  Prinsip kerja ABL


2. Kerusakan-kerusakan yang dapat terjadi pada bagian prosesor luminance (Y)
   2.01  Raster gelap - OSD tidak muncul
   2.02  Raster gelap - OSD muncul
   2.03  Raster putih polos atau wash out
   2.04  Gambar kontras tipis
   2.05  Gambar klise atau seperti film negatip

===================================================================================

1. Memahami kerja bagian video-chroma prosesor
   (part.1) bagian Luminance (Y) prosesor.

1.01 Fungsi bagian video chroma prosesor.
Bagian video-chroma prosesor berfungsi untuk mengolah sinyal masukan video CVBS sehingga diperoleh kembali keluaran sebagai sinyal RGB yang selajutnya akan diumpankan ke tabung gambar.
Perlu dipahami bahwa pada transmiter teve berwarna mempunyai 3 jalur sinyal R-G-B dari kamera yang dibentuk menjadi satu jalur sinyal yang dinamakan sinyal video atau sinyal CVBS. Didunia tidak ada kesepakatan dalam cara memproses 3 jalur sinyal R-G-B menjadi satu jalur sinyal CVBS sehingga saat ini dikenal 3 macam format sinyal CVBS, yaitu NTSC, PAL dan SECAM.
Mempelajari bagian video-chroma pada teve model baru sekarang ini lebih gampang dibanding dengan model lama produksi sebelum tahun 2000. Pada teve model lama banyak bagian-bagian dari video-prosesor yang masih merupakan sirkit yang berdiri sendiri, tidak seperti teve model saat ini dimana-bagian-bagiannya sudah terintregrasi menjadi satu chip. Sinyal CVBS dimasukkan kedalam chip ic dan langsung keluar sebagai sinyal RGB.

1.02 Format sinyal CVBS sistim CCIR - PAL.
Di Indonesia sistim pertelevisian menggunakan format sistim CCIR dan sistim warna PAL, dimana karakteristik sistim tersebut antara lain adalah :
Sistim CCIR :
  • Frekwensi sinkronisasi horisontal 15.625 Hz/detik
  • Frekwensi sinkronisasi vertikal 50 Hz/detik.
  • Menggunakan sistim interlaced scanning dimana masing-masing bidang gambar terdiri dari 2 frame
  • Setiap bidang gambar (terdiri dari 2 frame) ditampilkan sebanyak 25 kali/detik. Maka setiap detik ditampilkan sebanyak 50 frame 
  • Setiap bidang gambar terdiri dari 625 garis-horisontal.
Sistim warna :
  • Besarnya frekwensi pembawa sinyal warna adalah 4.43Mhz/detik.
  • Sinyal warna yang dibawa merupakan gabungan dari sinyal-sinyal (R-Y), (B-Y) dan Burst (sinyal sinkronisasi warna)
  • Sinyal (B-Y) dimodulasi dengan phase 0 derajad
  • Sinyal (R-Y) dimodulasi dengan phase 90/270 derajad secara bergantian setiap 1 garis hrisontal.

1.03  Apa yang dimaksud dengan PAL B/G
Indonesia menggunakan sistim PAL B/G. B/G artinya ialah bahwa sistim pembawa suara (mono) yang digunakan pada transmiter adalah FM dengan frekwensi 5.5Mhz
1.04 Memahami sinyal CVBS
Sinyal CVBS pada penerima teve dapat berasal dari :
  • Sirkit video-detektor. Ada 2 macam sinyal keluaran dari bagian IF Video detektor. Pertama sinyal video CVBS yang selanjutnya akan diproses oleh bagian video-chroma prosesor untuk mendapatkan sinyal video RGB. Kedua sinyal FM 5.5Mhz yang selanjutnya akan diproses oleh bagian Sound IF prosesor sehingga akan diperoleh sinyal audio (suara) mono.
  • Konektor AV input
Sinyal CVBS merupakan sinyal video yang mempunyai informasi :
  • Sinyal luminance (Y) atau sinyal hitam-putih
  • Sinyal chroma (warna dan burst) yang masih dibawa oleh frekwensi 4.43Mhz
  • Sinyal sinkronisasi (vertikal dan horisontal)
Pada bagian video-prosesor video-chroma prosesor ketiga macam sinyal ini dipisah-pisahkan dengan menggunakan :
  • Sinyal luminace (Y) yang mempunyai band frekwensi mulai dari nol hingga kurang lebih 4Mhz, dipisahkan dari sinyal CVBS menggunakan sirkit LPF (low pass filter) dan chroma trap.
  • Sinyal warna yang dibawa oleh frekwensi 4.43 dipisahkan dari sinyal CVBS menggunakan sirkit BPF (band pass filter).
  • Sinyal sinkronisasi dipisahkan dari sinyal CVBS menggunakan sirkit sinkronisasi-separator.

1.05 Bagian-bagian dari sirkit prosesing sinyal luminance (Y)
  • Y-delay digunakan untuk menunda sinyal luminance sekitar satu mikrodetik detik. Pada bagian achir dari prosesor video-chroma nantinya sinyal luminance dan sinyal warna akan digabung kembali. Karena sinyal warna mengalami proses yang lebih panjang dan lebih lama. Maka sinyal liminace perlu di”tunda” sekitar satu mikro detik agar nantinya bisa bersamaan sampainya dengan sinyal warna pada bagian matrik. Pada teve model lama Y-delay merupakan komponen yang terdiri dari deretan kapasitor dan induktor. Dimana kalau part ini putus akan menyebabkan gambar seperti klise. Pada teve model baru komponen ini tidak nampak lagi karena sudah terintregrasi didalam ic video-prosesor. 
  • Chroma trap digunakan untuk untuk menjebak sinyal warna agar tidak ikut masuk ke bagia sinyal luminance.
  • DC clamp (atau Pedestal clamp atau dc Restore) . Sinyal lumince terdiri dari sinyal dc dan ac. Gambar hitam misalnya adalah merupakan sinyal dc. Jika sirkit sinyal luminace dikopel menggunakan sebuah elko, maka sinyal tersebut akan kehilangan sinyal dc. Sirkit dc clamp dibutuhkan untuk mengembalikan keberadaan sinyal dc.
  • Pulsa FBP diinputkan ke ic video-chroma antara lain diperlukan untuk kerja sirkit dc clamp dan video blangking. Kehilangan pulsa FBP akan menyebabkan raster menjadi gelap.
  • Video-tone atau Sharpness. Merupakan sirkit yang berfungsi untuk membuat agar contour atau detail gambar menjadi lebih jelas.
  • Kontras kontrol. Merupakan amplifier untuk memperkuat sinyal luminance
  • Britnes kontrol. Mengatur level pedestal sinyal luminance (kecerahan background gambar). Sharpness, Britnes dan Kontras pada ic video chroma model lama menggunakan kontrol tegangan (analog) untuk mengatur kuat levelnya. Sedang pada teve model baru sekarang ini semuanya dikontrol melalui data bus SDA/SCL.
  • Video blangking. Sinyal horisontal dan vertikal blangking ditambahlan pada sinyal luminance agar vertikal dan horisontal retrace tidak nampak
  • ABL (automatic brightness control). Suatu sirkit yang berfungsi untuk mencegah agar arus elektron sinar katode tabung gambar tidak over jika teve terima sinyal gambar yang terlalu terang. Keuntungan dengan srkit ABL adalah tabung gambar dan flyback dapat lebih tahan lama umur pemakaiaannya. Tegangan ABL kalau putus  tidak terlalu nampak berpengaruh pada gambar, tetapi jika tegangan short ke ground maka akan menyebabkan kontras gambar tipis atau gambar gelap.
  • Video Noise Reduction. Merupakan sirkit untuk menghilangkan gangguan noise frekwensi tinggi pad sinyal dc. Misalnya gambar menampilkan blok hitam, maka semuanya harus nampak betul-betul hitam, tidak ada gangguan bintik-bintik putih.
  • Blacklevel compensation (atau Black-stretch atau Black level expander). Jika gambar kurang kontras maka gambar hitam akan nampak kurang hitam seperti berkabut. Black level compensation digunakan untuk memperbaiki kekurangan ini. Misalnya teve menampilkan gambar anjing hitam dimalam hari. Maka tanpa black level compensation anjing tersebut mungkin tidak nampak. Dengan black lecel compensation gambar anjing hitam masih bisa menjadi nampak, walaupun backgrundnya juga hitam.
  • Beberapa model teve ada yang mempunyai sirkit EE (Electric eye atau ECO). Jika pencahayaan ruangan penonton  terang maka kita perlu menaikkan level kontras dan britnes agar gambar enak ditonton. Sebaliknya jika pencahayaan agak gelap maka kita perlu menurunkan level kontras dan britnes. EE merupakan sirkit kontrol britnes dan kontras secara otomatis yang akan menyesuaikan dengan kuatnya pencahayaan ruangan. Keuntungan penggunaan EE adalah, tabung gambar dapat berumur lebih lama, mata tidak cepat capek, saving daya listrik.

1.06  Cara kerja bagian ABL
Pin-ABL tranfo flyback dihubungkan melalui resistor-pembagi tegangan ke jalur suply B+ atau suply 12V. Arus anode tabung gambar mengalir melalui resistor-resitor ABL, sekunder flyback untuk tegangan tinggi, dan ke tabung gambar. Jika arus anode tabung gambar naik, maka tegangan pada resistor-pembagi akan drops sesuai dengan besarnya arus. Tegangan drops kemudian akanemngatur kontrol britnes/kontras ic video-chroma.



2. Kerusakan-kerusakan yang dapat terjadi pada sirkit luminance.

2.01 Raster gelap polos (OSD tidak muncul)
Yang dimaksud raster gelap disini adalah layar yang nampak gelap hitam, tetapi jika tegangan screen dinaikkan maka akan menyala dengan garis-garis blangking dan OSD tidak muncul. Kerusakan dapat disebabkan antara lain karena :
  • Tegangan pada filter sirkit dc clamp short ke ground
  • Tidak ada pulsa FBP dari tranfo flyback ke ic video-chroma. Jalur terputus atau ada part yang short ke ground.
  • Tidak ada tegangan Vcc untuk bagian IC video-chroma atau tegangan drops
  • Problem AKB (IK) pada ic video-chroma yang mempunyai sirkit AKB (baca...)
  • Problem komunikasi data SDA/SCL dengan mikrokontrol. Ada kerusaka pada mikrokontrol atau ic memori.

2.02 Raster gelap dan ada OSD
  • Sinyal video CVBS atau sinyal luminace jalur terputus tidak masuk ke ic video-chroma. dapat disebabkan karena kerusakan AV switch 
  • IC video-chroma terkunci pada posisi AV-in. Kerusakan disebabkan dari bagian mikrokontrol atau AV switch
  • IC video-chroma terkunci pada posisi MUTE. Kerusakan pada kontrol video muting
  • IC video chroma terkunci pada posisi OSD. Tegangan pada pin-F/B dari mikrokontrol normalnya adalah nol

2.03 Raster putih polos terang atau wash-out
Dapat disebakan kerusakan pada :
  • Tegangan pada dc clamp terlalu tinggi. Mungkin ada kapasitor short ke suply Vcc.
  • Problem sirkit AKB (IK) pada ic video-chroma yang menggunakan sirkit ini (baca...)
  • IC rusak

2.04  Kontras tipis
dapat disebabkan karena :

  • Kerusakan pada sirkit ABL yang menyebabkan tegangan pada pin-ABL input ic video-chroma drops
  • (model lama) Tergangan kontrol kontras dari mikrokontrol drops.

2.05  Gambar klise atau seperti film negatip.
Sering diketemukan pada model lama dimana masikan ke ic video chroma sinyal Y, sinyal chroma masih terpisah sendiri-sendiri. Problem disebabkan karena gambar kehilangan informasisinyal Y. Umumnya disebabkan kerusakan komponen Y-delay atau jalur sinyal Y terputus.


*******************************************************************************************

Monday, August 23, 2010

Tips SAMSUNG SLIM 21' transistor horisontal panas

Revisi 01 - September 2010


Seorang teman teknisi minta tolong dengan Samsung slim 21” UOC TDA12156 - transistor HOT TT2222. Info pesawat tersebut belum ada setahun sudah 4 kali rusak transistor HOT-nya. Ketika kami ganti HOT dan coba dihidupkan, ternyata belum satu menit HOT sudah sangat panas sekali. Dugaan kami problem karena HOT under drive.



Kemudian HOT kami lepas lagi dan mulai melakukan beberapa langkah pemeriksaan :
  • Ukur tegangan B+, hasil normal sekitar 125V
  • Ukur tegangan suply horisontal-driver sekitar 8v, ini tanda tanya ?
  • Ukur elko pada horisontal driver dengan ESR-meter, hasil masih bagus.
Kecurigaan kami jatuh pada problem disebabkan tegangan horisontal driver kurang sehingga menyebabkan under-drive. Kami lacak sumber tegangan suply yang berasal dari sekunder tranfo switching. Setelah kami ubek-ubek hasilnya tidak menjumpai adanya kerusakan part. Kemudian sirkit kami pelajari dengan lebih seksama (maklum belum punya skematiknya).


Ternyata sirkit suply untuk horisontal-driver Samsung slim 21” ini ada sedikit spesial dibanding model-model lainnya.
Disini diketemukan ada 2 macam tegangan suply :
  1. Tegangan 12V berasal dari sekunder SMPS yang dikontrol on-off oleh mikrokontrol. Tegangan ini jatuhnya hanya sekitar 8v sampai ke tranfo horisontal-driver dan dipakai hanya sesaat untuk start saja.
  2. Setelah flyback bekerja, maka tegangan ganti disuply (take-over) dari flyback dengan tegangan 17v (dari hasil pengukuran yang kami lakukan).
Achirnya sumber masalah ketemu juga. Tegangan dari flyback drops disebabkan “diode” yang berfungsi sebagai switch dari fyback ke tranfo horisontal driver sedikit rusak, sehingga menyebabkan tegangan take-over drops.


Gambar dibawah merupalkan sirkit serupa yang dijumpai pada salah satu model JVC.
Pada saat standby dimana bagian horisontal belum bekerja H drive mendapat suply 11v dari sekunder SMPS
Setelah bagian horisontal bekerja, H drive mendapat suply 45v dari Flyback

DATA PIN-OUT MODUL TUNER-IF SONY

Revisi 00 - Agustus 2010


Sony IF modul IFD-380A
1. RF AGC 8. Audio out
2. IF in 9. Audio in
3. Vcc 10. TV audio out
6. AFT out 12. Video out
7. Vol kontrol


Sony tuner-IF modul BTF-FA401
Blok tuner    1. 9v                          4. clock
                     2. 30v                        5. data
                     3. 5v                          6. enable


Blok IF        1. RF AGC-filter          8. audio-in
                    3. 9v                            9. audio-out
                    4. AFT-out                  10. TV audio-out
                    7. Vol-kontrol             11. Mute
                    8. Audio-out               12. Video-out


Sony tuner-IF BTF-XA401
Blok tuner    2. AGC                       6. 5v
                    3. 12v                         7. clock
                    4. IF-out                     8. data
                    5. 30v                         9. enable


Blok IF        1. RF AGC                9. Mute
                    2. IF-in                     10. MPX audio-out
                    3. Vcc                       11. Video-out
                    6. AFT-out               12. Video-out


Sony tuner UV916H
1. AGC                 6. data
2. 12v                   7. Gnd
3.                          8. IF-out
4. 5v                     9. IF out
5. clock


Sony IF modul IFH383
1. Gnd                 11. 9v
2. IF-in                12. 5v
3. IF-in                13. mono
4. Gnd                 14. Sound IF
5. clock               15. Sound FMI-out
6. data                 16. Gnd
7. AGC                17. Sound FM2-out
8. H pulse            18. TV ID
9. Gnd                 19. BG/DK
10. Video-out      20. AFT-out


Sony modul BTF-LA402
1. 9v               7. RF AGC-filter         13. Vol-kontrol
2. 30v             8. IF-out                      14. Audio-out
3. 5v               9. 9v                            15. Audio-in
4. clock          10. AFT-out                 16. TV audio-out
5. data            11. NC                         17. Mute
6. enable         12. NC                         18. Video-out


Sony BTF-WA404
1. 9v                     8. IF-out               15. NC                  22. Mono
2. 30v                   9. 9v                     16. NC                  23.
3. 5v                     10. AFT-out         17. Video-out        24. Mute
4. clock                11. NC                  18. Video-out        25.
5. data                  12. Gnd                19. Stereo led        26. Audio-out R
6. enable              13. NC                  20. SAP led           27. Audio-out L
7. RF AGC-out    14. NC                   21. Mode


Sony modul BTF-WA421
1. 9v                    7. RF AGC-filter    13. Video-out         19. Mute
2. 30v                   8.                          14. Stereo led          20. NC
3. 5v                     9. 9v                     15. SAP led            21. Audio-out R
4. data                 10. AFT-out           16. Mode                22. Audio-out L
5. clock               11. Gnd                 17. Mono
6. Gnd                 12. Video-out        18. NC






*********************************************************************

Saturday, August 21, 2010

Tips kerusakan Sanyo QXXAVB488-QXXAVB500

TIPS KERUSAKAN SANYO QXXAVB488/629 – QXXAVB500 (M37221M8)
Revisi 00 - Agustus 2010


Pertama kali mengerjakan model Sanyo dengan ic jungel/chroma/IF QXXAVB488 sulit sekali untuk mendapatkan skema atau data pin-out. Tetapi kami achirnya mendapat referensi menggunakan skema Sanyo dengan nomor part QXXAVB629 dimana menurut pengamatan kami pin-outnya hampir sama.


Berikut data pin-out QXXAVB629 :

Vcc IF 5v pin-8                Hvcc pin-22                V out pin-21
Vcc video 5v pin-26         H out pin-12               V ramp pin-25
Vcc video 9v pin             H AFT pin-15               V fb pin-24
                                      HFBP pin-27



IF in pin-6/7                      X-tal 4.43 pin-40               TV in pin-36
IF VCO pin-49/50               X-tal 3.58 pin-32                Ext in pin-34
IF PLL pin-51                     APC pin-35                        Sync in pin-39
IF out pin-52                     Killer pin-33
IF AGC pin-5
RF AGC out pin-4
AFT out pin-2



SIF in pin-3                              SDA/SCL pin-14/10
Ext audio in pin-47                   RGB out pin18/19/20
Audio out (direct) pin-48
Audio out pin-45

Service Mode
  • Tekan dan tahan tombol MENU pada TV
  • Tekan tombol "2" pada Remote
  • Tekan MENU pada TV atau Remote untuk keluar


White Balance adjustmen (remote)
  • Tombol "1" atau "4"  untuk adjust R cut-off
  • Tombol "2" atau "5"  untuk adjust G cut-off
  • Tombol "3" atau "6"  untuk adjust B cut-off
  • Tombol "7" atau "Recall" untuk adjust R drive
  • Tombol "8" ayai "0" untuk adjust B drive


Protektor (mikrokontrol QXXAVB686)
Pesawat akan mati protek jika bagian horisontal tidak kerja. Sirkit protektor disampling dari tegangan yang keluar dari flyback oleh pin-24 mikrokontrol.




Fine tuning
Untuk melakukan fine tuning harus melalui service-mode
  • Tekan dan tahan tombol MENU pada TV
  • Tekan tombol “4” pada Remote
  • Lakukan fine tuning dengan tombl VOL.
  • Tekan MENU pada TV atau remote untuk keluar


Mengganti ic memori
Jika ic memori diganti maka akan otomatis terisi data default dari ROM mikrokontrol. Pesawat mungkin akan bekerja tidak normal sebelum dilakukan re-adjustment.



Tuesday, August 17, 2010

Kerusakan layar atau raster gelap

Kerusakan (problem) raster gelap
Revisi 00 – Agustus 2010

===================================================================================

Apa yag dimaksud dengan problem raster gelap.
Yang dimaksud disini dengan problem raster gelap atau istilah teknisnya problem video blangking ialah :
  • Layar gelap tidak mengeluarkan sinar sama sekali.
  • Tetapi jika tegangan screen (G2) dibesarkan layar akan nampak hidup polos dan bergaris-garis blangking.
  • OSD tidak muncul jika kita coba pencet-pencet tombol front-kontrol.
  • Pin RGB-out pada ic video-chroma jika diukur tegangan drops.
Ada banyak macam penyebab problem raster gelap demikian. Untuk ic video-chroma yang berbeda kadang penyebabnya dapat berlainan. Dibawah ini adalah beberapa macam kemungkinan yang menyebabkan raster gelap


01. IC video-chroma tidak mendapat pulsa FBP dari flyback. Pulsa horisontal diberikan dari pin-AFT ke pin-FBP-in pada ic video-chroma. Pulsa ini jika dilihat menggunaka osiloskop besarnya kurang lebih antara sekitar 8v peak-to-peak. jika diukur dengan avo-meter akan menunjukkan tegangan kecil sekitar 0.2v.
Kerusakan dapat disebabkan antara lain karena :
  • Solderan atau jalur printed pada pin-AFT kaki flyback retak
  • Part pada jalur pulsa dari flyback ke ic video-chroma ada yang rusak atau short ke ground, misalnya diode.

02. Pesawat menggunakan sirkit AKB (IK) pada bagian RGB driver
  • Tidak ada umpan balik pulsa AKB dari pcb CRT soket ke ic video-chroma. Periksa mungkin ada kerusakan part, jalur print putus, solderan konektor kendor.
  • Adjustmen tegangan screen tidak benar.
  • Salah satu katode tabung gambar lemah.
  • Baca mengenai Kerusakan sirkit AKB.

03. Mikrokontrol-belum bekerja.
  • Periksa dengan remote kontrol apakah pin-POWER dapat dibuat hidup-matikan dimana tegangan dapat berubah high-low jika pesawat dihidup-matikan.
  • Problem dapat disebabkan pula karena jalur komunikasi SDA-SCL antara mikrokontrol dengan ic video chroma putus

04. Kerusakan ic memori.
Pada pesawat yang sudah menggunakan teknologi IC2Bus kerusakan ic memori dapat menyebabkan raster gelap.


05. Tidak ada pulsa Sandcastle (SCP)
Beberapa tipe IC tertentu mempunyai pin SCP-out. Pulsa SCP dibangkitkan pada ic video-chroma dan diberikan ke ic lain misalnya ic 1H-delay. Kerusakan dapat disebabkan karena ada part atau pin-ic yang pada jalur SCP-out short. Umumnya disebabkan karena ic 1H-delay rusak (misal TDA4661/4665)
Contoh : Pulsa SCP-out TDA8366 adalah pin-37.


06. IC video-chroma terkunci pada posisi Video-mute
Periksa apakah pesawat mempunyai sirkit kontrol MUTE dari mikrokontrol ke ic video-chroma, mungkin ada kerusakan part sehingga terkunci terus pada posisi MUTE. Normal tegangan pada kontrol mute adalah nol. Kontrol mute seharusnya hanya bekerja sesaat (ada tegangan hihg) pada waktu tombol chanel ditekan. Hal ini bertujuan untuk menyembunyikan gangguan gambar roboh yang terjadi saat perpindahan chanel.


07. Tidak ada tegangan suply Vcc untuk bagian video-chroma. Kadang suatu ic mempunyai beberapa masukan tegangan suply, misalnya untuk bagian IF, bagian defleksi dan bagian video-chroma.


08. Pada pesawat model lama yang mempunyai sirkit sinyal luminance (Y) dari ic video chroma ke pcb crt soket, kemungkinan dapat disebabkan jalur sinyal ini putus atau ada kerusakan part.


09. Pengalaman 1.
Karena pusing belum juga ketemu penyebabnya karena sudah dicoba dengan mengganti beberapa part. Maka ketika ada pesawat dengan model yang sama, kami kemudian melakukan pemeriksaan bentuk dan tegangan pulsa-pulsa pada ic video-chroma menggunakan osiloskop. Ternyata ada perbedaan besarnya level pulsa FBP dimana pada pesawat yang problem level lebih kecil sedikit. Achirnya setelah diubek problem dapat terselasaikan dengan mengganti tranfo horisontal-drive


10. Pengalaman 2.
Kami diminta membantu seorang teknisi dengan problem raster gelap. Setelah melakukan pemeriksaan, kami menyangka ic video-chroma yang rusak. Tetapi belum sempat mencoba melepas ic, pandangan kami tertarik pada cara pemasangan part tambahan resistor semen utuk menggurangi tarikan awal daya listrik. Resistor tersebut dipasang pada flyback dengan cara di-ikat menggunakan seutas kawat yang dilingkarkan pada inti ferit trafo flyback. Lha .... ini kan menyebabkan flyback seperti di-short-kan. Ikatan kawat kami lepas.... dan pesawat langsung normal.


11. Pesawat dengan ic TA8690A
Dapat disebabkan karena
09. Pengalaman yang jarang terjadi, tetapi pernah kami jumpai
  • Pin-54 (OSD britnes kontrol) tidak ada tegangan. Periksa part-part pada pin tersebut.
  • Pin-14 (clamp filter) tidak ada tegangan karena kapasitor pada pin tersebut short
  • Jalur sinyal luminace (-Y) dari pin-19 ke pcb crt soket bermasalah.

12. Pesawat dengan ic TDA8366
Pulsa sandcastle dari SCP-out pin-37 short. Disebabkan karena ic 1H delay rusak (TDA4665)



***********************************************************************************************************************

Sunday, August 15, 2010

KERUSAKAN SIRKIT AKB (IK)

Melacak kerusakan dan memahami cara kerja sirkit AKB
Revisi 00 – Agustus 2010
=======================================================================================================

1. Memahami fungsi dan cara kerja sirkit AKB (IK)


1.01. Kerusakan sirkit AKB.
Pada ic video-chroma tipe-tipe tertentu para pasti teknisi sudah sering menjumpai sirkit AKB (Automatic Cathode Bias) atau IK (Cathode current). Sirkit ini terdapat pada bagaian pcb CRT soket dan dihubungkan atau diumpan balikkan ke ic video-chroma. Kerusakan pada sirkit ini kadang dapat membingungkan. Kita menyangka kerusakan pada ic video-chroma, pada hal kerusakan terjadi pada sirkit pcb crt soket.


1.02. Apakah sebenarnya fungsi sirkit AKB.
Tabung gambar selama pemakaian yang lama tentu karakteristiknya akan mengalamai perubahan. Tingkat emisi masing-masing katode dapat berubah dengan tidak sama. Hal ini tentu dapat mengakibatkan  gray-scale trancking gambar berubah dan white-balance level hitam menjadi tidak seimbang. Sirkit AKB berfungsi untuk menjaga agar level cut-off katode RGB  tetap terjaga seimbang jika karakteristik emisi katode RGB sedikit berubah selama pemakaian.


1.03. Apakah sebenarnya white-balance itu.

Coba perhatikan gambar teve.
  • Apakah awan putih kelihatan putih? Apakah baju putih penyiar nampak putih? Maksud kami betul-betul putih, tidak sedikit kemerah-merahan misalnya.
  • Apakah rambut hitam penyiar nampak hitam? Apakah kopiah yang dipakai nampak hitam. Maksud kami betul-betul hitam, tidak sedikit kemarah-merahan misalnya
  • Perhatikan kulit wajah gambar manusia atau penyiar misalnya. Apakah nampak alami terang kecoklat-coklatan, tidak kemerah-merahan atau kehijau-hijauan.
Jika awan putih terlihat sedikit kehijauan atau kemerahan. Jika rambut (hitam) seseorang terlihat sedikit kebiruan atau kemerahan. Jika wajah penyiar nampak kemerah-merahan. Maka hal seperti ini dinamakan cacat white-balance yang umumnya disebabkan karena problem adjustment. Problem white balance menyebabkan gambar tidak terlihat natural. Terlalu banyak hijau menyebabkan gambar puyeh seakan kurang kontras dan tajam.


1.04. Cara kerja sirkit AKB.
  • Tegangan bias transistor atau IC untuk RGB-driver dikontrol oleh IC video-chroma
  • Sebuah sirkit timing generator yang terdapat didalam ic video-chroma mengeluarkan pulsa-pulsa sampling lewat RGB output secara bergantian.
  • Pulsa yang berasal dari arus katode driver RBG pada pcb crt soket diumpan-balikkan kan ke ic video-chroma.
  • IC video-chroma kemudian secara otomatis akan mengatur besarnya tegangan bias RGB untuk mengatur white-balance
2. Problem-problem yang disebabkan sirkit AKB.


2.01 Gejala atau tanda-tanda problem AKB
Jika terjadi kerusakan pada sirkit AKB akan menyebabkan RGB output dari ic video-chroma diblangking, sehingga menyebabkan :
  • Tegangan RGB-out drops, raster menjadi gelap.
  • Jika tegangan screen dinaikkan raster akan putih polos atau kadang dominan salah satu warna.
Hal ini kadang sering mengecoh teknisi yang belum berpengalaman dan memvonis kerusakan disebabkan karena ic video-chroma (yang kadang harganya tidak murah).


2.02 Macam-macam penyebab problem AKB
Problem AKB yang menyebabkan raster menjadi polos atau dominan salah satu warna antara lain dapat disebabkan :
  • Jalur umpan balik IK dari pcb crt soket ke pcb ic chroma putus
  • Ada resistor yang nilainya molor pada pcb srt soket. Biasanya resistor yang mempunyai nilai ratusan kilo.
  • Ada transistor yang rusak pada sirkit pcb crt soket. Kadang kebocoran kecil antara kolektor-emitor yang hanya dapat diukur menggunakan ohm meter posisi x1k dapat menyebabkan problem
  • Tegangan heater drops. Dapat disebabkan karena resistor pada jalur heater nilainya molor.
  • Kesalahan adjustmen tegangan screen (G2). 
  • Tabung gambar emisi lemah pada salah satu katodenya.
  • Tabung gambar diganti dengan tipe lain.

2.03  Beberapa pengalaman kami dengan problem AKB (IK)
  • INTEL atau GOLDSTAR TDA3562. Raster putih polos. Disebabkan karena salah satu transistor BF421 kolektor-emitornya sedikit bocor jika diukur dengan ohm meter posisi x1k
  • INTEL atau GOLDSTAR TDA3562. Raster dominan salah satu warna. Disebabkan resistor 680k nilai molor
  • Samsung Zoom V TDA9381. Raster putih polos tidak ada noise. Disebabkan resistor pada jalur heater nilai molor.
  • Samsung Zoom V TDA9381. Ganti tabung gambar raster putih polos. Tabung gambar pengganti membutuhkan arus heater yang lebih besar sehingga menyebabkan tegangan heater drops. Solusi tegangan heater dinaikkan agar menjadi normal.
  • Sony TDA8375. Problem raster dominan hijau. Diperiksa tegangan G-out lebih besar dibanding dengan R-out dan B-out. Pertama kami menyangka ic chroma yang rusak, ternyata diganti baru hasilnya sama saja. Problem disebabkan karena karakteristik tabung gambar untuk katode G berubah. Solusinya adalah membuat ajustment G cut-off menjadi nol.
  • Pada pesawat teve yang tidak menggunakan sirkit AKB kesalahan adjustmen tegangan screen (G2) menyebabakan gambar gelap atau gambar kabur dengan gangguan blangking. Pada pesawat teve yang menggunakan sirkit AKB kesalahan adjustmen dapat membuat raster polos tidak ada gambar. 

*****************************************************************************************************************************************