Wednesday, June 30, 2010

Memahami parameter diode recovery time

Memahami parameter “diode recovery time”


Bagi calon teknisi yang lagi belajar dan belum berpengalaman, umumnya mereka mengenali hanya 2 macam parameter sebuah diode, yaitu :
  • Tegangan kerja maksimum (saat mendapat tegangan bias mundur – atau saat tidak menghantar – atau saat “off”)
  • Arus kerja maksimum (saat mendapat tegangan bias maju – atau saat menghantar – atau saat “on”)
Pengalaman serupa juga kami alami beberapa puluh tahun yang lalu ketika SMPS baru kali pertama diperkenalkan pada pesawat televisi. Ketika ada diode tegangan B+ yang rusak.  Dan kemudian kami ganti dengan diode dari luaran (maksud kami dari diode yang dijual ditoko, bukan dari service resmi) ternyata diode panas dan sebentar saja rusak. Kami berpikir bahwa diode pengganti tegangan atau arusnya kurang besar. Kemudian setelah diganti dengan yang lebih besar, ternyata hasilnya tetap sama saja rusak. Achirnya kami order diode dengan nomor part yang sama, dan ketika part datang dan dipasang hasilnya langsung beres.
Lalu mengapa diode yang dibeli dipasaran tersebut panas dan rusak?
Sebenarnya masih banyak lagi parameter lain yang dimiliki sebuah diode. Salah satunya lagi yang perlu dipahami eleh teknisi adalah yang dinamakan “diode recovery time”.
Diode umum yang digunakan untuk penyearah pada sirkit power suply 50Hz, saat mendapat tegangan bias maju diode akan menghantar (“on”). Kemudian jika tegangan bias berubah terbalik maka diode berubah menjadi tidak menghantar (“off”). Jika diode tersebut kemudian dipasang pada tegangan ac dengan frekwensi tinggi. Maka saat diberi tegangan bias maju diode akan menghantar (“on”) seperti biasa. Tetapi saat tegangan bias berubah terbalik, ternyata diode tidak langsung mampu berubah menjadi “off” secara cepat. Ada kelambatan waktu sebentar untuk “off” sehingga ketika tegangan bias berbalik “off” masih ada sedikit arus bocor balik. Jika frekwensi ac makin diperbesar ternyata arus bocor balik makin besar pula. Arus balik bocor inilah yang menyebabkan diode menjadi panas.
Diode recovery time adalah merupakan parameter sebuah diode yang menunjukkan” waktu” yang diperlukan untuk berubah dari posisi “on” ke posisi “off”. Makin kecil nilai recovery time makin bagus digunakan pada frekwensi tinggi.


Berdasarkan parameter diode recovery time, maka jenis diode digolongkan menjadi :
  • Diode umum, untuk penyearah tegangan AC
  • Diode Fast Recovery, digunakan pada sirkit flyback dan SMPS dengan frekwensi sekitar 35 Khz
  • Diode Super Fast recovery, digunakan pada sirkit SMPS dengan frekwensi sekitar 70 hingga 80 Khz.
Tips mencari persamaan diode.
Kalau kita tidak bisa mendapatkan diode dengan nomor part yang sama, maka kami biasanya akan ganti dengan nomor part lain. Diode akan kami ganti dengan diode yang digunakan pada lokasi yang sama. Misalnya diode B+ pada televisi model-A rusak, maka akan kami ganti dengan diode B+ yang digunakan oleh televisi B atau C.

Monday, June 28, 2010

Tips kerusakan AKARI

BEBERAPA TIPS KERUSAKAN AKARI




001 Cara buka Service Menu


Service Menu.1 yang menggunakan LA76810-PTS302, PTC1202-01, TA8690
  • Tekan MENU pada TV dan SLEEP pada remote
  • Tekan SLEEP 3x untuk menyimpan data dan keluar dari menu


Service Menu.2 - CLARA
  • Tekan DISPLAY dan MENU secara bergantian dengan cepat.
  • Tekan SLEEP 2x
  • Ganti SET UP SELECT 0 --> 1 pada Menu 2 untuk masuk ke menu lainnya.
  • Tekan Q.view untuk keluar.


Service Menu.4 – Mengguanakan IC M61256


  • Tekan MENU pada TV dan SLEEP pada remote
  • Jika pakai TUNER Samsung TECC2949PG40 Nilai TUNER SEL 0
  • Jika pakai Tuner LG TAEW G002D Nilai TUNER SEL 1
  • Tekan SLEEP untuk keluar.


Service Menu.5, - 29M77A


  • Tekan CALL dan MENU secara bergantian dengan cepat. Cara ini agak susah, oleh karena itu ulang coba beberapa kali kalu belum berhasil
  • Tekan ENTER untuk menyimpan data.
  • Tekan TV/AV untuk keluar.


Service Menu.6 – 29M99SN


  • Tekan CALL dan MENU secara bergantian dengan cepat. Cara ini agak susah, oleh karena itu ulang coba beberapa kali kalau belum berhasil
  • Tekan CALL dan MENU secara bergantian hingga muncul tulisan “BUS OPEN” untuk menyimpan data
  • Tekan CALL dan MENU untuk keluar


002 Tidak ada suara walaupun vol maksimum (IC TA8690).
OSD display kontrol volume normal, tetapi suara tidak ada. Diperiksa bagian suara penguat audio. Kalau di cek Auto-search ternyata tidak fungsi.
Problem disebabkan mikrokontrol “muting” karena tidak terima pulsa ID dari TA8690. Periksa jalur pulsa tegangan ID dari TA8690 pin-21 ke mikrokontrol pin-6 (ID input). Paling sering disebabkan transistor Q06 rusak.




003 Transistor Power Rergulator rusak pada TV yang meggunakan SMPS All Transistor, jika diganti rusak lagi,
Disebabkan karena umpan-balik dari tegangan B+ lewat photo coupler ke rangkaian regulator ada yang problem. Umumnya disebabkan karena resistor 47k nilainya molor.




004 Gambar ada gangguan beberapa garis-garis horisontal dibagian tengah layar. Kadang disertai sura humming (power suply all transistor)
Disebabkan kapasitor elko besar tegangan 300V kering.




005 Pesawat kadang mati sendiri pada pesawat yang menggunakan SMPS All Transistor. Kalau di power mau menyala lagi.
Pesawat model ini sebenarnya tidak diperlengkapi dengan sirkit protek. Pesawat “off’ sendiri karena lama-kelamaan tegangan 5v untuk mikrokontrol drops pelan-pelan. Disebabkan karena photocoupler mau rusak.




006 Suara desis pada model yang menggunakan LA76810. Ketika diperiksa sistim suara berubah ke 4.5. Dicoba kembalikan ke 5.5 selalu kembali ke 4.5.
Disebabkan data korup pada EEPROM. Dapat diperbaiki dengan langkah-langkah sebagai berikut :


  • Buka servis menu.
  • Pilih menu nomor 11.
  • Ubah OPT-COLOR-SYSTEM dari “1” “2”
  • Ubah OPT-SIF-System dari “0” “1”
  • Keluar dari servis menu.
  • Masuk ke main menu dengan menekan-nekan tombol MENU.
  • Pilih menu SYSTEM
  • Ubah “M/N” menjadi “B/G”
  • Keluar dari main menu
  • Masuk lagi ke servis menu lagi.
  • Pilih menu nomor 11 seperti item (1)
  • Ubah OPT_COLOR-SYSTEM menjadi “1” seperti semula.
  • Ubah OPT_SIF-SYSTEM menjadi “0” seperti semula
  • Keluar dari servis menu dengan menekan SLEEP 2x
  • Lakukan Auto search ulang


007 Muncul tulisan “HUBUNGI INTEL-AKARI”
Disebabkan karena data korup atau kerusakan EEPROM. Ganti dengan EEPROM yang sudah di-preprogram dari perwakilan service.




008 Muncul gambar gembok pada model seri CL (Clara). Front panel dan remote tidak bisa difungsikan.
Coba tekan dan tahan tombol DISPLY beberapa detik hingga gambar gembok hilang. Kemudian matikan TV
Kalau tetap tidak bisa ganti IC EEPROM dengan yang sudah di-preprogram dari perwakilan service.




009 Volume satu strip suara langsung keras (LA76810)


  • Buka service menu.
  • Masuk ke MENU-8, untuk masuk menu-8 maka SETUP SELECT pada MENU-2 nilai harus dirubah dulu dari 0 menjadi 1.
  • Problem disebabkan item STEREO OPT yang seharusnya mempunyai nilai 0 berubah menjadi 1, kembalikan ke 0.
  • Jangan lupa untuk mengembalikan SETUP SELECT ke nilai semula.
  • Tekan tombol Q.VIEW untuk keluar dari factory setting.


010 Raster gelap (TA8690)
Pin-54 tidak ada tegangan (normal sekitar 3 ~ 4v)




011 Chanel geser sehingga gambar lama-lama hilang (LA76810)
Ganti coil video detektor




*********************************************************************************

Wednesday, June 23, 2010

Kerusakan mati protek & LED kedip-kedip

Memahami sirkit protektor dan Melacak kerusakan penyebab problem protek
Revisi 00 Juni 2010


Dokumen ini kami susun dari berbagai sumber dan dari hasil pengalaman kerja pribadi sebagai bengkel service, trainer kursus service radio-tv dan pengalaman bekerja pada sebuah perusahaan elektronik yang pernah mempunyai kerja sama dengan perusahaan Jepang, Korea dan China sebagai manager service station, sebagai manager teknik departemen customer service pusat dalam mengelola dan menyediakan (sumber daya manusia) teknisi. Didedikasikan untuk para teknisi televisi maupun mereka yang lagi belajar. Tujuannya adalah agar dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam teknik reparasi TV.
Kritik, saran maupun informasi tambahan kami terima dengan senang hati.
Sumarsono - bravomarsono@gmail.com




Daftar isi :


  • 001     Bagaimana yang dimaksud mati protek atau rusak protek.
  • 002     Protektor x-ray (sinar-x
  • 002.1  Cara kerja protektor x-ray
  • 002.2  Ada beberapa macam sirkit protektor x-ray mematikan pesawat.
  • 002.3  Data beberapa contoh lokasi pin x-ray input IC jungel
  • 003     Protektor over current B+ (OCP)
  • 003.1  Problem-problem yang dapat memicu protektor B+:
  • 004     Protektor-vertikal (istilah lain CRT protektor atau Vertikal Guard atau Neck protektor
  • 004.1  Cara kerja sistim protektor-vertikal
  • 004.2  Problem-problem yang dapat memicu protektor vertikal
  • 005     Protektor tegangan suply
  • 005.1  Melacak kerusakan bagian regulator yang menyebabkan protek
  • 005.2  Problem-problem yang menyebabkan protektor tegangan aktip bekerja
  • 006     Protektor ABL
  • 006.1  Problem-problem yang dapat memicu protektor-ABL
  • 007     Protektor-software
  • 007.1  Problem-problem yang dapat memicu protektor-software
  • 008     Protektor pada sirkit SMPS (power suply).
  • 008.1  Sirkit protektor SMPS yang menggunakan 3 buah transistor
  • 008.2  SMPS yang menggunakan IC (atau hibrid IC)
  • 009     Protektor White-balance SONY
  • 009.1  Problem yang dapat menyebabkan protektor white balance aktip
  • 009.2  3 macam proteksi yang membuat raster gelap pada pesawat merk Sony
  • 010      Data contoh lokasi pin protek-input IC mikrokontrol
============================================================================




001 Bagaimana yang dimaksud mati protek atau rusak protek.
Pesawat televisi yang diperlengkapi dengan sirkit protektor, maka ada beberapa kemungkinan yang dapat terjadi jika terjadi problem pada salah satu sirkitnya.


  • Protek bagian horisontal - Ketika pesawat dihidupkan bagian horisontal akan hidup sebentar, tetapi kemudian mati lagi. Pada saat mati jika diukur pada horisontal driver menunjukkan bahwa tidak ada sinyal drive. Jika colokan listrik dicabut kemudian dicoba diulang dihidupkan lagi maka kejadian serupa akan terulang lagi. Tetapi jika jika basis transistor HOT coba diopen atau transistor HOT dilepas ternyata sinyal drive dapat hidup terus.
  • Protek bagian mikrokontrol - Jika diperiksa tegangan mikrokontrol pada pin kontrol power on-off, ketika pesawat dihidupkan kontrol power mau "on" sebentar kemudian kembali "off". Jika colokan listrik dicabut power mau "on" lagi tetapi sebentar kemudian tetap kembali "off". Pada model-model tertentu kadang pada saat pesawat mati ditandai dengan nyala led indikator yang kedip-kedip
  • Protek tabung gambar - Pesawat dapat dihidupkan tetapi raster gelap. Dicoba tegangan screen dinaikkan raster dapat nyala normal atau nyala 1 garis horisontal.
  • Protek bagian power suply - Pesawat jika dihidupkan tegangan B+ dari power suply ada sebentar tetapi kemudian hilang atau drops. Atau tegangan power suply ada tetapi sedikit drops dan tegangan goyang-goyang, yang disebabkan karena power suply hidup-mati berulang terus menerus.
Ada model televisi yang tidak menggunakan sistim protektor sama sekali, ada yang menggunakan hanya satu sistim protektor, tetapi ada pula yang menggunakan beberapa sistim protektor sekaligus. Sistim protektor sengaja dibuat dengan tujuan tertentu. Melacak kerusakan yang menyebabkan protek kadang menyulitkan, karena pesawat selalu mati sendiri sebelum kita dapat melakukan pengukuran-pengukuran. Dengan mengenal berbagai macam sistim protektor dan memahami cara kerjanya maka akan sangat membantu mengatasi kesulitan-kesulitan ini.
Macam-macam sistim protektor pesawat televisi :


  • Protektor x-ray
  • Protektor vertikal
  • Protektor B+ over current (OCP)
  • Protektor B+ over voltage (OVP)
  • Protektor ABL
  • Protektor tegangan suply (jika short atau putus)
  • Protektor white balance
  • Protektor sirkit power suply (SMPS)


002 Protektor x-ray (sinar-x)
Merupakan sistim protektor yang diterapkan paling awal dalam teknik televisi, oleh karena itu paling banyak dijumpai pada pesawat model-model lama. Jika tegangan tinggi anode tabung gambar dari tranfo flyback melebihi batas yang diperbolehkan, tabung gambar dapat menghasilkan sinar-x dari bagian anode dan shadowmask yang dibombardir oleh elektron-elektron kecepatan tinggi. Untuk menghindari problem ini maka dipasang sikit protektor x-ray, dimana secara otomatis "bagian horisontal akan dimatikan" jika tegangan tinggi dari flyback over.




002.1 Cara kerja protektor x-ray :


  • Tegangan tinggi flyback disampel (umumnya diambil dari pin-heater), disearahkan dan diturunkan menggunakan pembagi (devider) yang menggunakan resistor-resistor jenis presisi tinggi. Tegangan sampel inilah yang digunakan untuk mengetahui apakah tegangan flyback kondisinya normal atau over.
  • Sebuah "diode zener" sebagai sensor dihubungkan ke tegangan sampel ini. Pada kondisi normal besarnya tegangan sampel adalah dibawah nilai tegangan zener sehingga diode pada kondisi "off" atau tidak tembus.
  • Seumpama ada kejadian tiba-tiba tegangan flyback naik - maka tegangan sampel akan naik melebihi nilai tegangan diode, yang menyebabkan diode "on" atau tegangan menembus diode, yang akan memicu protek aktip bekerja.


002.2 Ada beberapa macam cara sirkit protektor x-ray mematikan pesawat.


  • Protektor mematikan bagian horisontal dengan cara men-short-kan tegangan H.Vcc ke ground. Sebuah transistor kolektornya dipasang pada jalur H.Vcc dan emitornya disambung ke ground. Pada kondisi normal basis transistor ini tegangannya adalah nol. Jika tegangan flyback naik dan diode zener tembus, maka basis akan mendapat tegangan positip (0.5V) dari diode zener. Kolektor-emitor transistor akan short sehingga osilator horisontal kehilangan tegangan suply H.Vcc. Contoh adalah model JVC yang menggunakan ic M52016SP.
  • Protektor mematikan bagian horisontal dengan cara men-short-kan ke ground tegangan basis transistor hor-drive, sehingga bagian horisontal mati tidak kerja. Sebuah transistor sebagai protektor kolektornya dipasang pada jalur basis transistor hor-drive dan emitornya disambung ke ground.
  • Perkembangan selanjutnya adalah diproduksinya jenis IC jungel yang mempunyai pin-input untuk x-ray protektor. Pada kondisi normal pin x-ray tegangannya adalah nol. Jika tegangan flyback over maka pin-input X-ray akan mendapat tegangan positip yang akan menyebabkan osilator horisontal tidak kerja (walaupun tegangan H.Vcc mungkin masih ada). IC jungel yang mempunyai fasilitas koreksi EW protektor diinputkan lewat pin-EHT yang berfungsi sebagai kontrol EW sekaligus sebagai input protektor x-ray.
  • Berapa model pesawat ada yang menghubungkan protektor x-ray ke bagian mikrokontrol. Jika x-ray aktip bekerja maka mikrokontrol akan membuat pesawat mati melalui kontrol "power off"
  • Catatan : Banyak model-model yang tidak lagi memasang sirkit protektor x-ray, hal ini disebabkan karena saat ini sudah dapat diproduksi jenis tabung gambar yang hanya sedikit sekali mengeluarkan sinar-X jika tegangan anode melebihi batas.


002.3 Data beberapa contoh lokasi pin x-ray input IC jungel
AN5160 (pin-3), AN5192 (pin-55), AN5195 (pin-55), AN560x (pin-20),
CXA1213 (pin-22), CXA2060 (pin-18), CXA2130 (pin-18), CXA1870 (pin-30),
M51407 (pin-15), M52770 (pin-36)
TA1282 (pin-29), TA7689 (pin-30), TA8690 (pin-20), TA865x (pin-52), TA8719 (pin-52), TA8725 (pin-30)
TDA83xx (pin-50), TDA88xx (pin-50), TDA93xx (pin-36)




002.4 Problem-problem yang dapat memicu protektor x-ray aktip bekerja :


  • Kerusakan bagian power suply yang menyebabkan tegangan B+ over atau salah adjustmen
  • Kapasitor resonan pada kolektor transistor HOT nilai menurun atau solderan lepas
  • Tranfo flyback pengganti yang dipasang tidak cocok.
  • Kerusakan salah satu part pada sirkit sensor protektor x-ray sendiri


003 Protektor over current B+ (OCP)
Pesawat televisi tidak mempunyai protektor B+ OCP, maka dapat tejadi hal-hal sebagai berikut.


  • Jika flyback rusak menyebabkan flyback terbakar dan mengeluarkan asap.
  • Def yoke rusak dapat terbakar dan mengeluarkan asap
  • Jika ada kerusakan flyback atau def yoke dapat menyebabkan transistor HOT rusak.
Protektor B+ OCP dapat dihubungkan kebagian mikrokontrol dan akan memicu mikrokontrol "power off" jika arus B+ ke flyback melebihi batas. Tetapi ada pula yang dihubungkan ke protektor horisontal untuk mematikan osilator. Sensor protektor B+ OCP berupa sebuah "sebuah power resistor dan sebuah transistor" yang dipasang seri pada jalur suply B+ ke flybak. Jika arus yang melalui resistor ini melebihi batas akan menyebabkan adanya "tegangan drops" pada kedua ujung kaki resistor ini dan menyebabkan transistor "on" yang memicu adanya tegangan pada pin x-ray mikrokontrol.




003.1 Problem-problem yang dapat memicu protektor B+ OCP :


  • Kerusakan Flyback
  • Kerusakan Def Yoke
  • Britness gambar over
  • Kerusakan bagian ABL
  • Kerusakan tabung gambar
  • Kerusakan pada sirkit video RGB
  • Tidak ada tegangan 180v
  • Ada kerusakan pada salah satu sirkit yang mengambil suply dari flyback sehingga beban flyback over, misalnya IC vertikal-out short.
  • Kerusakan pada sirkit protektor sendiri.


004 Protektor-vertikal (istilah lain CRT protektor atau Vertikal Guard atau Neck protektor)
Jika bagian defleksi vertikal tidak bekerja, maka raster akan nyala satu garis horisontal. Hal ini dapat menyebabkan lapisan phospor tabung gambar rusak terbakar jika pesawat dibiarkan tetap hidup dalam jangka lama.
Ada beberapa macam sistim hubungan protektor-vertikal :


  • Protektor disambungkan bersama protektor x-ray ke bagian horisontal yang akan memicu osilator horisontal tidak bekerja
  • Protektor disambungkan kebagian mikrokontrol yang akan memicu untuk "power off" sehingga pesawat akan mati secara otomatis atau pesawat tetap hidup tetapi raster menjadi gelap (level britnes diturunkan).


004.1 Cara kerja sistim protektor-vertikal yang dapat dijumpai ada beberapa macam :


  • Menggunakan sampling pulsa-pulsa dari IC vertikal-out yang dihubungkan ke mikrokontrol. Jika mikrokontrol tidak menerima pulsa-pulsa ini maka protektor akan bekerja.
  • Menggunakan sampling dari tegangan suply Vcc IC-vertikal yang dihubungkan ke IC mikrokontrol menggunakan sebuah diode. Pada kondidi normal ada tegangan pada pin-protek IC mikrokontrol. Jika tegangan suply Vcc short atau putus maka tegangan pada pin-protek mikrokontrol akan ikut short ke ground lewat diode dan memicu protek untuk aktip bekerja
  • Menggunakan sampling arus suply IC vertikal-out yang akan aktip bekerja jika arus suply melebihi batas. Sebagai sensor protektor disini dipasang seri sebuah resistor dan sebuah transistor pada jalur suply dimana cara kerjanya mirip dengan OCP.


004.2 Problem atau kemungkinan yang dapat menyebabkan protektor-vertikal aktip bekerja :


  • IC vertikal-out short (rusak)
  • Tidak ada tegangan suply ke IC vertikal-out.
  • Jalur pulsa dari IC vertikal-out ke mikrokontrol putus atau ada part yang rusak
  • Bagian defeleksi vertikal tidak bekerja (kerusakan pada IC jungel)


005 Protektor tegangan suply (regulator).
Jika ada salah satu tegangan rendah tidak mengeluarkan tegangan atau short, maka menyebabkan protektor ini akan aktip bekerja. Tidak semua regulator dipasang protektor. Regulator yang diberi sensor-protektor setiap model tidaklah tentu, misalnya pada tegangan 5V, tegangan 8V, tegangan 12V, tegangan tuner, tegangan penguat audio. Dengan sebuah diode tegangan-tegangan ini dihubungkan ke pin-protek IC mikrokontrol. Pada keadaan normal pin-protek ada tegangan. Jika salah satu regulator rusak tidak mengeluarkan tegangan karena shot atau putus maka tegangan pada pin-protek akan ikut berubah menjadi "nol" dan akan memicu mikrokontrol akan mematikan pesawat "power off"




005.1 Melacak kerusakan bagian regulator yang menyebabkan protektor aktip kadang sedkit sulit dilakukan karena pesawat selalu mati sendiri sehingga kita tidak sempat melakukan pengukuran-pengukuran.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melacak kerusakan.


  • Ukur tegangan Vcc pada setiap pin-output regulator dengan cara cabut-pasang colokan listrik. Jika ada tegangan kemudian hialng, berarti regulator bagian tersebut tidak masalah.
  • Lepas hubungan diode-diode pada pin-protek (hal ini perlu skematik diagram)
  • Mengunci agar pin-protek selalu dalam kondisi ada tegangan dengan cara melepas hubungan pin-protek ke bagian lain. Cara ini biasanya akan meyebabkan akan ada salah satu part yang terbakar (misalnya IC regulator) jika pesawat dapat menyala.
  • Lacak menggunakan ohm meter untuk mencari bagian regulator yang outputnya short.


005.2 Problem-problem yang menyebabkan protektor tegangan aktip bekerja :


  • Ada salah satu sirkit regulator bagian outputnya short
  • Ada salah satu IC regulator yang rusak (pin-out tidak mengeluarkan tegangan atau short)
  • Ada salah satu IC regulator yang bagian pin-input tidak mendapat tegangan masukan, misalnya disebabkan karena ada resistor atau diode dari tranfo SMPS putus.


006 Protektor ABL
Jika britnes gambar terlalu tinggi dan pesawat dibiarkan terus menerus dalam kondisi seperti ini, maka dapat mengakibatkan :


  • Tranfo flyback kerjanya berat, sehingga beresiko cepat rusak
  • Umur pemakaian tabung gambar menjadi lebih pendek
  • Protektor-ABL digunakan untuk mencegah kedua masalah diatas. Protektor mengambil sampel dari tegangan ABL dan diinputkan ke pin x-ray IC jungel atau ada juga yang diinputkan ke IC mikrokontrol.


006.1 Problem-problem yang dapat memicu protektor-ABL


  • Level britnes over.
  • Kerusakan pada bagian prosesor sinyal video RGB
  • Tidak ada tegangan 180v untuk transistor video drive
  • Adjustmen tegangan screen over
  • Kerusakan tabung gambar (misalnya katode short dengan heater)


007 Protektor-software
Pada saat pesawat dihidupkan pertama kali, mikrokontrol membaca data-data dari IC memori. Kehilangan atau kerusakan data pada IC memori dapat menyebabkan macam-macam problem atau pesawat tidak mau dihidupkan. Pada pesawat model-model baru yang sudah menggunakan komunikasi I2CBus (komunikasi lewat SCL-SDA) dipasang protektor-software yang akan membuat mikrokontrol selalu kembali "power off" jika dihidupkan. Beberapa model ada yang kemudian ditandai dengan "lampu led" yang kedip-kedip (kode-blingking).




007.1 Problem-problem yang dapat memicu protektor-software :


  • IC memori rusak atau isi datanya rusak
  • Jalur komunikasi SDA-SCL ada yang putus atau short
  • Tuner yang dipasang tidak cocok.
  • Ada komponen atau blok pcb modul yang belum terpasang.


008 Protektor pada SMPS (power suply)
Sebagai contoh SMPS paling sederhana yang masih menggunakan 3 buah transistor (C3807, A1015 dan transistor power) problem klasik yang sering terjadi adalah :


  • Problem pada sirkit umpan balik dapat menyebabkan tegangan keluaran B+ over sehingga dapat membahayakan pesawat secara keseluruhan. Misalnya elkonya meletus, pcb gosong terbakar karena over heated, transistor horisontal short.
  • Problem pada sirkit umpan dapat menyebabkan transistor power regulator rusak karena transistor over current (misal disebabkan resistor 47k pada sirkit transistor error detektor pada bagian sekunder nilainya molor).
  • Jika tegangan ac input drops dapat menyebabkan transistor power regulator rusak, karena transistor over current Jika bagian sekunder ada yang short dapat menyebabkan transistor power regulator rusak over current.
Protektor SMPS dirancang untuk membuat agar SMPS "handal tidak mudah rusak" jika ada hal-hal yang tidak beres seperti tersebut diatas. Sirkit SMPS yang menggunakan IC umumnya sudah didesain dengan sistim protektor, yaitu antara lain :


  • Over voltage protektor (OVP)
  • Over current protektor (OCP)
  • Over load protektor
  • Short sirkit protektor
  • Over temperatur protektor


008.1 Sirkit SMPS yang menggunakan 3 buah transistor ada yang sudah diberi protektor "sederhana" untuk mencegah kerusakan transistor power jika sirkit umpan balik ada yang problem. Protektor berupa tambahan sebuah zener diode (umumnya 7.5V) yang diseri dengan sebuah diode biasa pada bagian primer. Kerusakan zener dapat menyebabkan :


  • Tegangan B+ drops
  • Raster mengecil jika tegangan screen dinaikkan
  • Gambar kembang kempis jika level kontras berubah-ubah


008.2 SMPS yang menggunakan IC driver + FET atau hibrid IC (IC driver + FET dalam satu kemasan) sirkit protektor sudah terintregrasi didalam IC. Komponen luar yang mempunyai hubungan dengan bagian protektor hanyalah "sebuah resistor power jenis wirewound" yang biasanya mempunyai nilai kurang dari satu ohm sebagai "sensor over current" untuk mencegah kerusakan power regulatornya.


  • Jika nilai resistor ini berubah menjadi besar maka dapat memicu SMPS protek walaupun kondisinya normal-normal saja
  • Sebaliknya jika nilai resistor ini diganti dengan nilai yang lebih kecil, akan menyebabkan sistim protektor tidak dapat bekerja dengan semestinya
  • SMPS biasanya bekerja "auto start", artinya jika protektor aktip bekerja maka setelah mati akan hidup sendiri lagi. Oleh karena itu SMPS yang problem protek biasanya tegangannya kalau diukur akan goyang-goyang, hal ini disebabkan karena SMPS tersebut dalam kondisi "hidup-mati" sendiri terus menerus.


009 Protektor White-balance SONY
Sepengetahuan kami protektor white-balance hanya  dimiliki oleh merk Sony, dimana tabung gambar akan dibuat gelap jika ada masalah dengan white-balance. Sensor protektor mengambil sampel dari arus IK (AKB) dari ketiga katode RGB.




009.1 Problem yang dapat menyebabkan protektor white balance antara lain adalah :


  • Tabung gambar problem (misal salah satu warna lemah)
  • Adjustmen G2
  • Probelm sirkit RGB amplifier
  • Problem pada sirkit IK (AKB)


009.2 Ada 3 macam proteksi yang membuat raster gelap pada pesawat merk Sony, yaitu


  • Protektor vertikal (problem vertikal)
  • Protektor softwarte (problem komunikasi data SDA/SCL)
  • Protektor white-balance


010 Data contoh lokasi pin protek-input IC mikrokontrol
Polytron chroma TDA8842 (pin-2) protektor vertikal
Polytron HBT 00-02G (pin-42) protektor vertikal
Polytron HBM 00-XX (pin-16) protektor vertikal
Polytron STV2238 (pin-61)
Polytron Onechip STV9302 (pin-62) protektor vertikal


LG M37272 (pin-8)
LG CXP86xx (pin-41)
LG LA76938 (pin-23)


SHARP TDA9381 (pin-8) protektor power suply vertikal dll
SHARP IX245 (pin-63)
SHARP IXC3368 (pin-8)
SHARP IXC080 (pin-63) protektor power suply, (pin-65) protector vertikal, (pin-64) protektor SMPS
SHARP IXC725 (pin-7) protektor power suply, (pin-8) protektor vertikal


SAMSUNG SDA555x (pin-36) protektor vertikal
SAMSUNG TDA12120H (pin-8) protektor vertikal, (pin-43) protektor x-ray


JVC TDA9365 (pin-5)
JVC (pin-13) protektor vertikal, (pin-32) x-ray
JVC MN1873287 (pin-22) protektor audio power suply
JVC M37212M8 (pin-33) protektor regulator 5v, 9v, 11v (pin-48) protektor x-ray


Toshiba OEC7062 (pin-9) protektor B+OVP dan x-ray (heater)
Toshiba OEC7063 (pin-29) protektor B+ OCP dan x-ray (heater)
Toshiba OEC 7074 (pin-8) protektor B+ OCP dan x-ray (heater)
Toshiba OEC 7091 (pin-74) protektor B+ OCP dan x-ray (heater)


TMPA8807CMNG (pin-62) protektor vertikal


______________________________________________
LINK :


****************************************************************************************

Wednesday, June 9, 2010

Melacak elko rusak dengan ESR meter



Melacak dengan cepat Elko rusak pada pesawat model lama dengan ESR meter.
Revisi 01 - Agustus 2010

Dokumen ini kami susun dari berbagai sumber dan dari hasil pengalaman kerja pribadi sebagai bengkel service, trainer kursus service radio-tv dan pengalaman bekerja pada sebuah perusahaan elektronik yang pernah mempunyai kerja sama dengan perusahaan Jepang, Korea dan China sebagai manager service station, sebagai manager teknik departemen customer service pusat dalam mengelola dan menyediakan (sumber daya manusia) teknisi. Didedikasikan untuk para teknisi televisi maupun mereka yang lagi belajar. Tujuannya adalah agar dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam teknik reparasi TV.
Kritik, saran maupun informasi tambahan kami terima dengan senang hati.
Sumarsono -
bravomarsono@gmail.com

 ===================================================================================

Semua teknisi pasti mempunyai pengalaman yang sama bahwa pesawat model-model lama umumnya sering dijumpai ada beberapa elko-nya yang kering atau turun nilainya, terutama banyak diketemukan pada pesawat merk-merk china. Elko yang kering dapat menimbulkan berbagai macam gangguan yang kadang sulit dilacak atau bahkan dapat membuat bagian-bagian tertentu tidak kerja sama sekali, terutama jika digunakan pada sirkit yang bekerja pada frekwensi tinggi seperti SMPS (Switch Mode Power Suply) dan bagian Horisontal. Elko kering terkadang membuat teknisi pusing kepala dan memakan banyak waktu saat melacak kerusakan.


Banyak teknisi menyiasati masalah ini dengan cara langsung mengganti semua elko yang ada, dengan tanpa mempedulikan apakah elko-elko tersebut rusak atau tidak. Hal ini umumnya memang cukup berhasil. Tetapi terkadang  elko pengganti kualitasnya tidak bagus, sehingga pesawat rusak ulang setelah dipakai beberapa waktu. Mengganti semua elko juga merupakan suatu masalah sendiri jika sirkit yang diperbaiki banyak menggunakan elkoPenggunaan ESR-meter ternyata merupakan pilihan yang paling tepat untuk mengatasi problem-problem diatas. Kami sarankan ESR-meter merupakan tool yang wajib dimiliki oleh setiap teknisi setelah avo-meter.

Menggunakan ESR-meter yang kami buat sendiri dengan biaya kurang dari 50.000 rupiah kami mencatat banyak keuntungan seperti :

  • Melacak elko rusak dengan waktu lebih cepat karena tidak perlu melepas elko (in-circuit tester) satu persatu.
  • Hanya elko rusak yang diganti
  • Dapat digunakan untuk memeriksa kualitas elko baru maupun bekas. Hal ini tentu menguntungkan untuk memanfaat part bekas dari pcb eks ganti mesin. Kadang pesawat rusak ulangan hanya disebabkan karena elko baru yang dipasang ternyata kualitasnya jelek.
  • Elko yang jika di cek menggunakan ohm-meter kadang hasilnya menipu. Karena kalau dicek dengan ESR-meter ternyata ESR-nya sudah menjadi besar.
  • Dapat dipakai untuk memeriksa flyback yang short pada gulungan bagian primer (antara pin-B+ dengan pin-Kolektor), def yoke yang short, bagian primer tranfo power yang short.
  • Untuk mengetahui apakah re-chargeable bateri masih baik. Re-chargeable bateri yang sudah rusak umumnya ESR-nya lebih besar jika dibanding yang masih baik.
  • Untuk melacak jalur printed yang bocor/short
  • Dengan membandingkan pada kapasitor yang masih baik, ESR-meter dapat dipakai untuk memeriksa kapasitor dengan nilai ribuan pf.
Catatan :
  • ESR meter tidak dapat untuk mengetahui elko bocor atau short. Untungnya jarang sekali terjadi kerusakan elko short.
  • ESR meter hanya cocok untuk memeriksa elko dengan nilai mulai 0.47uF keatas.


Apakah sebenarnya ESR itu?
Umumnya parameter yang dimiliki sebuah elko yang dipahami oleh teknisi adalah “tegangan kerja maksimum” dan “nilai kapasitansi”. Pada hal sebenarnya masih ada beberapa parameter lain misalnya adalah "temperature kerja maksimum" (85 atau 105 derajat C) dan "ESR" (Equivalent Series Resistance).
Kecuali bersifat kapasitip dalam prakteknya elko juga mempunyai karakteristik “resistip” yang disebabkan karena kombinasi resistansi kaki-kakinya, sambungan internal, plat dan elektrolit. Karakteristik resistip inilah yang membentuk ESR, karena kalau digambarkan maka seakan-akan seperti dipasang seri dengan kapasitansi elko tersebut.
  • Idealnya ESR sebuah elko adalah nol, tetapi dalam praktek hal ini tidak mungkin.
  • Elko tegangan tinggi cenderung mempunyai ESR yang lebih besar dibanding elko tegangan rendah
  • Elko dengan nilai kecil cenderung mempunyai ESR lebih besar dibanding elko nilai besar.
  • Elko 105 derajad (C) cendering mempunyai ESR lebih besar dibanding elko 85 derajad (C).


Apakah ESR-meter itu?
ESR meter adalah merupakan semacam ohm-meter yang dapat digunakan untuk mengukur besarnya “resistansi” dari elko. Bedanya jika ohm-meter menggunakan arus dc (arus searah) untuk menggerakkan meter, maka ESR meter menggunakan ac (arus bolak-balik) dengan standard frekwensi 150Khz. Seperti tadi sudah dijelaskan bahwa idealnya elko ESR-nya adalah nol. Tetapi hal ini dalam praktek memang tidak mungkin. Elko kualitas bagus dengan nilai 10uF keatas umumnya memang mendekati nol.


Apa penyebab ESR elko dapat berubah.
  • Pertama disebabkan karena faktor kualitas sambungan komponen didalamnya yang kurang baik. Hal ini dapat dijumpai pada elko baru maupun elko lama.
  • Kedua disebabkan karena cairan elektrolit yang kering karena menguap atau bocor, yang dapat dijumpai pada elko lama.Apakah akibat jika ESR elko berubah menjadi besar?


Akibat jika nilai ESR elko berubah
  • Prinsip kerja sebuah elko adalah dapat “di-isi dan di-buang” muatan listriknya secara berulang. Dengan demikian ESR elko akan dilalui arus pengisian-pembuangan ini secara berulang-ulang sesuai dengan frekwensi kerja sirkit. Dan kita tentu sudah paham bahwa resistor jika dilewati arus akan menimbulkan panas sesuai dengan besarnya kuat arus yang lewat dan sesuai besarnya nilai resistansi. Demikian pula dengan elko yang memiliki ESR, makin besar nilai ESR makin besar panas yang timbul didalam elko, dan makin tinggi frekwensi makin besar pula panas yang ditimbulkan. Panas ini lama-kelamaan dapat menyebabkan elektrolit menguap menjadi gas dan merembes keluar, sehingga nilai elko akan berubah menurun. Pada kasus-kasus tertentu panas bahkan dapat membuat elko meledak.
  • Pada sirkit yang bekerja pada frekwensi tinggi elko seharusnya mempunyai resistansi nol terhadap sinyal frekwensi tinggi. Jika ESR berubah menjadi besar maka resistansi elko tidak lagi nol, dan jika nilainya resistansinya berubah cukup besar maka dapat membuat cara kerja sirkit kacau.

Pengalaman kami dengan penggunaan ESR meter dalam mereparasi pesawat model lama (pesawat tua), yang pertama selalu kami lakukan adalah :
  • Memeriksa semua elko dengan ESR-meter pada bagian SMPS, Horisontal dan Vertikal dan langsung mengganti jika ESR-nya problem.
  • Memeriksa secara visual (dengan kaca pembesar kalau perlu) solderan-solderan pada bagian SMPS, Horisontal output, Vertikal Output, dan pcb CRT soket dan menyolder ulang jika nampak ada yang masalah atau mencurigakan solderannya.
Kedua hal tersebut ternyata dapat menghilangkan kesulitan-kesulitan yang mungkin timbul dan sulit dilacak, sehingga penggunaan ESR meter dapat mempersingkat waktu reparasi.


Bagaimana menggunakan ESR meter buatan sendiri (kalibrasi)
  • Setelah alat selesai dibuat
  • Kumpulkan beberapa elko bekas yang masih baik. Cari elko bekas dari pcb pesawat buatan Jepang atau Eropa asli (bekas pesawat ganti mesin) karena umumnya kualitasnya bagus untuk dipakai sebagai referensi.
  • Kelompokkan berdasarkan nilai menjadi nilai kurang dar 2.2uF, kurang dari 4.7uF, kurang dari 10uF dan lebih besar dari 10uF.
  • Coba gunakan ESR-meter untuk mengukur masing2 kelompok, dan tandai posisi jarum meter pada masing2 kelompok
  • Tanda tersebut dapat digunakan sebagai referensi penunjukkan ESR elko yang masih bagus.
  • Jika jarum meter menyimpang kurang dari tanda referensi tersebut, berarti ESR elko sudah tidak baik.




Jika ingin memahami atau membuat ESR meter sendiri, coba buka alamat web site seperti dibawah ini.




 ************************************************************************************

Thursday, June 3, 2010

FOTO ALBUM



BERSAMA STAFF JVC SERVICE JAPAN DAN TEKNISI ASIAPASIFIC
BERSAMA TEKNISI THOMSON SINGAPORE
BERSAMA TEKNISI JVC-AKARI SELURUH INDONESIA


BERSAMA STAFF PRODUKSI TV JVC