Friday, September 3, 2010

Memahami flyback (FBT) dan kerusakannya

Revisi 01 - Februari 2011


Memahami macam-macam kerusakan Flyback

 
001.  Nama lain untuk flyback adalah FBT (Flyback Transformer), HVT (High Voltage Transformer), LOPT (Line OutPut Transformer).
Tranfo flyback dipasang pada bagian horisontal-ouput yang utamanya berfungsi untuk menghasilkan tegangan tinggi untuk anode tabung gambar yang besarnya antara 20 hingga 30Kv ( tergantung dari besarnya ukuran layar). Disini pulsa horisontal saat retrace dimanfaatkan untuk menghasilkan induksi tegangan tinggi. Tegangan tinggi yang masih berbentuk pulsa-pulsa ini kemudian disearahkan menggunakan diode internal yang sudah terdapat didalam flyback. Sebagai filter tegangan tinggi digunakan lapisan aquadag tabung gambar, oleh karena itu tabung gambar kadang masih menyimpan tegangan jika pesawat dimatikan. Aquadag merupakan lapisan konduktor yang terdapat didalam dan diluar tabung yang membentuk semacam kapasitor tegangan tinggi dengan nilai beberapa ribu pF saja, dengan kaca tabung gambar itu sendiri sebagai isolator. Oleh karena itu lapisan luar tabung gambar harus selalu dihubungkan ke ground.
Flyback yang digunakan untuk tabung layar flat biasanya secara internal juga diberi tambahan elko filter tegangan tinggi dengan nilai sekitar 0.05uF.
Mendapatkan tegangan tinggi dengan flyback yang bekerja pada frekwensi tinggi, maka hanya dibutuhkan relatip sedikit jumlah lilitan saja, sehingga lebih ekonomis jika dibanding kalau menggunakan tranfo AC 50Hz untuk mendapatkan tegangan tinggi.
Kecuali itu flyback juga digunakan untuk menghasilkan tegangan-tegangan rendah lainnya seperti untuk bagian vertikal, heater, dan 180V untuk video driver. VR sebagai pembagi tegangan dipasang  secara internal  didalam flyback untuk mendapatkan tegangan Fokus dan Screen.


002  Flyback dengan Boost-up.
Pada pesawat model lama kadang dijumpai flyback dengan sirkit Boost-up. Fungsi sirkit boost-up adalah untuk menaikkan tegangan suply B+ menjadi tegangan yang lebih tinggi seperti misalnya menjadi dari 90 menjadi 115v untuk kolektor transistor HOT. Sirkit boost-up terdiri dari sebuah diode, bagian kumparan boost-up dan sebuah elko.


003. Gejala-gejala atau tanda-tanda yang disebabkan karena kerusakan flyback.
Ada macam-macam gejala yang ditunjukkan jika terjadi kerusakan flyback. Gejala yang mungkin terjadi antara lain adalah :
  • Transistor HOT panas akibat antar gulungan ada yang ssetengah hort
  • Transistor HOT rusak (Kolektor-Emitor short), jika diganti short lagi
  • Tegangan B+ drops akibat flyback menyedot arus terlalu banyak
  • Power suply protek dengan bunyi cit...cit...
  • Lampu indikator stand by nyala kedip-2  (protek)
  • Resistor pada sirkit ABL ada yang terbakar atau gosong.
  • Kapasitor 200V pada pin-ABL tranfo flyback short, kalau diganti short lagi
  • Terjadi loncatan api pada pin-pin dibawah flyback, pada kabel tegangan tinggi yang disertai suara pletek-pletek.
  • Timbul suara ngesessssss.....Kalau diamati pada tempat yang gelap akan nampak ada bagian tertentu yang menyemprotkan lidah api, misalnya pada anode cap, kabel tegangan tinggi, atau sambungan antara kabel dengan bodi flyback.
  • Periksa secara visual dengan seksama bodi flyback. Tanda-tanda seperti ada bagian yang menggelembung, ada benjolan, ada bagian yang retak,ada lubang kecil dan mengeluarkan semacam lelehan, ada bagian yang warnanya berubah menunjukkan tanda kerusakan flyback.
  • Raster mengembang sebagai akibat  kerusakan internal diode penyearah, yang mengakibatkan tegangan tinggi drops
  • Raster gelap atau gambar tidak fokus akibat kerusakan pada internal resistor pembagi tegangan.


004. Macam-macam jenis kerusakan yang terjadi pada FBT
  • Salah satu kumparan ada yang putus, hal ini sangat jarang sekali terjadi.
  • Kumparan primer antara pin-B+ dengan pin-kolektor short sehingga menyebabkan transistor HOR rusak.
  • Kerusakan flyback paling umum disebabkan karena faktor panas yang menyebabkan isolasi kawat email bagian tegangan tinggi isolasinya lama-lama rusak, sehingga meyebabkan terjadinya short antar gulungan. Bagian kawat email yang short lama kelamaan makin meluas dan menyebabkan timbulnya panas sehingga bodi flyback kadang terlihat menggelembung.
  • Bahan isolator setelah lama dipakai mengalami degradasi, sehingga terjadi kebocoran tegangan tinggi atau corona (arching). Biasanya mengeluarkan bau dan suara yang khas. Problem mudah diamati jika tempatnya gelap.
  • Anode cap atau kabel tegangan tinggi mengalami degradasi sehingga dapat menyebabkan terjadinya loncatan tegangan tinggi disertai suara pletek....pletek atau suara desis. 
  • Anode cap tidak lagi melekat dengan kuat pada tabung gambar, sehingga lidah api terlihat menyemprot pada bagian pinggir-pinggirnya. Anode cap yang rusak kalau diamati pada bagian dalamnya ada semacam garis goresan-goresan hitam yang diakibatkan terbakar oleh loncatan api.
  • Kerusakan pada bagian pembagi tegangan untuk Fokus dan Screen yang terdapat didalam flyback. Menyebabkan gambar tidak mau fokus atau tidak ada tegangan screen.
  • Kerusakan pada diode penyearah tegangan tinggi yang ada didalam flyback. Tegangan tinggi anode tidak ada atau drops. Raster mengembang (blooming) merupakan tanda bahwa tegangan tinggi drops
  • Beberapa tipe flyback ada yang mempunyai kapasitor filter pada bagian tegangan tinggi. Nilai kapasitor dapat diukur menggunakan kapasitor meter. Kapasitor ini kadang dijumpai rusak, short dengan ground yang dapat diketahui dengan ohm meter (posisi x 10K)
  • Inti ferit retak atau pecah. Dapat dipasang kembali bagian-bagian yang pecah dan tempelkan serapat mungkin.
  • Short antara gulungan primer dengan sekunder. Menyebabkan tegangan B+ short atau bocor ke ground.
  • Kerusakan karena cacat produksi atau cacat kualitas dapat terjadi pada flyback yang masih baru.
  • Kerusakan pada resistor pembagi tegangan pada sirkit kontrol fokus dan screen.


005. Tips untuk memastikan kerusakan flyback
Jika mencurigai ada kerusakan flyback, maka putus hubungan antara pin-flyback dengan kolektor HOT. Kemudian pasang secara seri antara pin-flyback dengan kolektor sebuah bola lampu 100w/220v.
  • Jika lampu menyala sangat terang dan diukur tidak keluar tegangan screen atau tegangan heater sama sekali, maka hal ini menunjukkan bahwa flyback rusak karena kumparan primer ada bagian yang short
  • Nyala lampu redup, tetapi tegangan screen atau heater atau fokus diukur tidak ada sama sekali. Maka hal ini menunjukkan kerusakan flyback pada short pada bagian tegangan tinggi.
  • Kalau semua ada tegangan keluar (walau hanya kecil), maka kemungkinan flyback tidak rusak


006. Yang perlu diperhatikan dalam mencari persamaan flyback atau modifikasi flyback :
  • Besarnya tegangan IC Vertikal out. Sistimnya single atau double
  • Besarnya tegangan B+
  • Apakah menggunakan Boost up
  • Periksa kebutuhan tegangan keluaran lain misalnya 40v, 24v, 16v.


007.  Resiko yang mungkin terjadi jika modifikasi flyback dengan tipe lain,
  • Tegangan heater berubah, bisa kurang - bisa lebih.  Jika tegangan heater kurang akan menyebabkan britnes gambar kurang (kecilkan nilai. Tegangan heater jika  bertambah besar akan menyebabkan umur pemakaian tabung gambar menjadi lebih pendek. Semuanya itu dapat dikoreksi  dengan modifikasi nilai resistor heater
  • Raster menjadi kurang penuh kiri-kanan. Hal ini dapat dikoreksi dengan menambah memasang kapasitor secara paralel  dengan kapasitor resonan yang lokasinya antara Kolektor-Gnd transistor HOT dengan nilai antara 102nF hingga 502 nF. Ingat kapasitor ini harus mempunyai tegangan kerja minimal 1.6Kv.
  • Tegangan keluaran berubah dan protektor aktip bekerja, disebabkan tegangan keluaran flyback berubah sedikit lebih besar. Dapat dikoreksi dengan merubah nilai resistor pada sirkit tegangan sampel protektor dari flyback.
  • OSD tidak keluar atau bergetar kedip-kedip. Dapat dikoreksi dengan merubah nilai resistor pada sirkit dari pin-H AFC ke mikrokontrol.


008.  Kontruksi inti ferit flyback terdiri dari 2 bagian dan mempunyai gap sambungan yang ukurannya kritis. Biasanya gap tersebut dipasang platik spacer tipis. Kembalikan spaser ini jika mengasembling kembali inti ferit flyback. Inti Ferit yang retak dapat diasembling kembali dengan catatan tidak ada bagian yang hilang, dan penyambungannya serapat mungkin jangan sampai menambah besarnya gap yang sudah ada.


009.  Flyback yang bocor mengeluarkan corona mungkin dapat diperbaiki dengan cara memberi sealer dari bahan silikon pada bagian yang bocor. Kalau dapat jauhkan bahan-bahan metal dari bagian yang bocor tersebut.

010. Kabel tegangan tinggi yang bocor dapat diperiksa dengan cara penyapuan menggunakan ujung kuas yang kering sepanjang kabel tersebut. Jika ada kebocoran akan tampak corona bunga api pada ujung-ujung kuas. Kerusakan dapat dikoreksi dengan memberikan isolasi tambahan.


011.  Beberapa hal yang baik untuk dipahami mengenai flyback.
  • Bagian kumparan tegangan tinggi menggunakan kawat yang halus serta membutuhkan teknik yang tinggi dalam cara menggulung. Oleh karena itu tidak perlu untuk mencoba merepair atau menggulung flyback yang rusak.
  • Diode tegangan tinggi terdiri dari serial banyak diode dan kerusakan tidak dapat diperiksa dengan ohm meter biasa.
  • Potensio atau VR fokus dan screen mempunyai nilai diatas 10 M. Oleh karena itu tidak dapat diperiksa dengan ohm meter biasa.


*******************************************************************













No comments: