Sunday, December 19, 2010

Apes (na’as) – nya teknisi

Kejadian-kejadian ini pernah kami alami. Bahkan ada yang  terulang beberapa-kali. Apakah Anda sudah siap jika mengalami kejadian-kejadian seperti dibawah ini. Setelah membaca artikel ini – mudah-mudahan dapat terhindar.
  • Saat melakukan reparasi….Lupa memasang kabel ground tabung gambar………akibatnya ic program atau ic video-chroma rusak………………dipasaran part sudah sulit dicari…………lalu kemana kan kucari-kucari penggantinya…….????  Karena sudah berulang kali mengalami kejadian ini. Maka kami membuat prosedure kebiasaan setiap kali akan memasng soket crt, maka langkah pertama adalah memasang kabel ground dahulu, baru kemudian menancapkan soket crt.
  • Terima pesawat dalam keadaan mati total……. Setelah dikerjakan dan mengganti beberapa parts ternyata tabung gambar rusak.  Konsumen tidak punya biaya…….pesawat batal…………..bayaran batal……. tambah kerjaan melepas part-part pengganti yang sudah terpasang.
  • Pesawat mati total. Power suply sudah ok dengan mengganti beberapa parts dan butuh pengerjaan beberapa waktu. Bagian horisontal rusak…..setelah diuprek beberapa lama ok juga. Raster gelap……lanjut terus ----sehingga raster ok juga. Kali ini gambar belum muncul alias tidak terima siaran……..kali ini penyebabnya bagian AGC ada yang rusak………IC sudah tidak ada yang jual………kerjaan macet ditengah jalan. Buang waktu dan tenaga…..gigit jari tidak bayaran.
  • Setelah part diganti, ternyata pesawat masih problem. Uprek sana- uprek sini problem belum klar (istilah londo artinya selesai) juga. …………….Kembali lagi mencurigai part yang sebelumnya telah diganti………..pinjam dari pesawat lain…………..dan joooosss ….achirnya ok juga………..Eeeeeee ternyata part yang dibeli palsu (atau barang kali rusak atau kualitas KW.5).  
  • Pesawat sudah selesai direparasi………Konsumen sudah diberi tahu kalau pesawat sudah selesai serta besarnya biaya……Sambil menunggu konsumen datang mengambil pesawat di “running test”…….eeeee lha kok tiba-tiba pesawat mati mendadak…………… ternyata flybacknya ko’it ……..trus mau bilang gimana kepada konsumen.
  • Karena kurang hati-hati……..Tabung gambar “kesampluk” atau terbentur sesuatu.  Dan terdengar suara “cesssssssssss……….”   Ternyata tabung gambar gembos…….pusiiiiing deh. Cerita lain adalah seorang salesman yang asik ngobrol  dengan teknisi ditempat kerjanya. Entah bagaimana kejadiannya, tabung 29 inch ke-sampluk tangan si salesman…….dan ceeeesssss………..tabung gambarpun gembos………….gedeeeeee bayarane.
  • Saat mereparasi bagian power suply………tiba-tiba dikejutkan dengan ledakan ………daaaarrrrrr.  Ternyata elko besar masih menyimpan muatan. Beruntung kalau tidak ada part yang rusak. Tetapi pernah juga membuat rusak transistor power regulator. Oleh karena itu jika menjumpai tegangan B+ tidak keluar, maka hati-hati dengan elko besar, kemungkinan masih menyimpan muatan.
  • Saat mereparasi pesawat dan melakukan pengukuran……….tiba-tiba crr…..eeet.  Terjadi konsluiting. Akibatya ada berapa part jadi rusak. Hal ini dapat terjadi karena kaki-kaki komponen banyak yang “pating crongat” (bhs jawa). Kaki-kaki part banyak yang masih nongol panjang-panjang karena kurang pendek memotongnya pada saat proses produksi, sehingga waktu melakukan pengukuran kalau kurang hati-hati dapat menyebabkan terjadi short antar kaki komponen  oleh ujung probe avo-meter. Karena sudah beberapa kali mengalami kasus ini, maka sekarang setiap kali akan mereparasi, maka kami selalu memotong dahulu kaki-kaki komponen yang masih nongol terlalu panjang.
  • Karena sering terima pasien yang berupa “main pcb” saja, maka untuk mencoba menghidupkan pesawat mesti main cangkok soket tabung gambar dengan kabel-kabel. Suatu saat mungkin karena sudah capek dan ngantuk, terjadi salah sambung. Akibatnya tabung gambar rusak. Beruntung kerusakan adalah katode short denga heater…….sehingga tabung gambar masih dapat digunakan. MAKA KALAU LAGI KANTUK…..lebih baik berhenti bekerja dahulu.
  • Ini bisa terjadi kalau berlangganan dengan toko elektronik. Pesawat sudah diambil, tetapi tanda terima “ketlingsut” (diambil tanpa tanda terima)…………………Dua tahun atau tiga tahun  kemudian…………….toko menanyakan pesawat tersebut dengan menunjukkan bukti tanda terima……. Beruntung kalau file-file yang menunjukkan bukti bahwa pesawat sudah diambil masih kita simpan dengan rapi…………..Kalau tidak ada bukti……kan bisa gegeran (istilah suroboyo-an artinya adu mulut)


  • YA ALLAH AMPUNILAH DOSA-DOSA HAMBAMU INI.




*********************************************


  • aduuuuuhhh.....ternyata bukan saya saja ya? hehehehe.......Barusan dapet garapan tv Polytron yang pakai aisy kroma TDA8843nya error sinkronisasi,di belikan di toko elektronik 1 trus di pasang aisy langsung panas mongah-mongah, padahal solderan aman-aman saja, copot lagi lalu beli baru lagi ke toko elektronik 2, pasang lagi trus begitu di tv ON kan malah nggak mau start sama sekali, copot lagi,masih penasaran beli lagi ke toko elektronik 3, lalu pasang lagi,begitu di tv di ON kan nggak mau start sama sekali,masih penasaran lagi, pasang kembali aisy originalnya, eeeee....mau start cuma masih tetep saja kerusakannya,aduuuuuhhh.....apes apes! (aisy romadhona) ....................... ........... ada yang tahu obat pencegahnya  ????

  • kalo saya duka nya jadi tehnisi ini, contohnya tadi siang,,dapat garapan LG29 pearlblack. kerusakan cacat bantal, setelah penggantian semua komponen yg rusak dan tv pun dites oke. setelah itu si empunya nanya berapa semua biaya nya pak?? …..saya jawab sekian sekian…..lalu yg punya pak duit nya besok aja pak ya/tadi duitnya terpakai ada masalah keluarga ..jadi maaf besok aja pak ya?? ……walah walah saya dah bayangin bisa ngipas duit pake beberapa lembar 50ribuan eh ehe ngak jadi deh (ryanmela) .......................................pesawatnya sudah diambil belum? Kadang ada lho konsumen yang seenaknya wudele dewe. Pesawat kerusakan sulit, banyak part yang rusak, konsumen ngomongnya enak saja "kalau ada part yang rusak ganti aja". Begitu pesawat selesai…….pesawat diambil.... sambil ngomong bayarnya besok….katanya mau dicoba dulu……ditunggu beberapa hari tidak balik-balik…..sehingga perlu datang menagih.

  • Itulah suka dan duka seorang teknisi. Saya juga kadang menghadapi hal yang sama, namun saya kembalikan semua kepada yang kuasa. manusia hanya berencana , tetapi Allah yang menentukan. saya kalau mengalami hal itu paling mengelus dada sambil berkata dalam dlm hati " bahwa hari ini belum rezeki saya " dan berdoa semoga semua kerugian yang saya alami hari ini diganti dengan yang lebih baik esok hari atau lusa nanti ". saya lakukan hal itu supaya saya masih tetap punya semangat (digitalmas) ........ ini obat yang paling mujarab penghibur hati yg lara

  • Ada lagi lho......pesawat sudah ganti part yang harganya mahal hingga ratusan ribu........setelah selesai........tidak segera diambil-ambil hingga bulanan........Lha kalau begini caranya --- lain kali kalau akan ganti part yang mahal mesti ditarik uang muka dulu.



Tips kerusakan IF modul Toshiba MVCM31


Kami punya pengalaman beberapa kali berhasil menangani kerusakan IF modul Toshiba 29 inch tipe MVCM31. Jika suatu saat Anda menjumpai kerusakan serupa, maka pengalaman ini boleh-lah untuk dicoba.
Jika modul ini dibuka, maka akan terlihat ada :
  • IC besar yang merupakan  A/V switch dan kami belum pernah menjumpai problem pada IC ini.
  • IC SMD (Surface Maount Device) kecil, yang merupakan penguat sinyal Video-IF, AGC, AFT dan video detektor.
  • Transistor SMD yang lokasinya dekat dengan SAW filter yang bentuk fisiknya paling besar, adalah merupakan transistor penguat Pre-amp sinyal Video-IF

1. Kerusakan tidak terima siaran yang menyebabkan gambar hilang atau layar berwarna biru.
  • Solusi yang kami lakukan adalah mengganti elko-elko yang berhubungan dengan IC VIF, re-soldering kaki coil yang berhubungan dengan IC Video-IF dan kaki-kaki IC Video-IF. Kemudian cuci dengan thiner.

2. Kerusakan gambar noise (bintik).
  • Solusi ini hampir seluruhnya berhasil. Yang kami lakukan adalah memasang secara paralel resistor nilai 100 ohm antara emitor transistor Pre-amp Video-IF ke ground. Kenapa dapat terjadi demikian - kami kurang pasti, sebab kalau kami periksa resistor chip aslinya tidak ada masalah.

3. DATA PIN-OUT MODUL TOSHIBA


***************************************

Saturday, December 11, 2010

Mengganti def-yoke dengan tipe lain.


Dipabrik def-yoke sudah merupakan pasangan tetap yang distel (istilah teknisnya di tune) dengan tepat dengan tabung gambar. Def-yoke dan kapasitor resonat sudah dikalkulasi dengan tepat pada sirkit horisontal-out. Merubah nilai impedansi def-yoke atau nilai kapasitor tentu ada efeknya. Jika ingin mencoba mengganti dengan tipe lain usahakan nilai resistansi (ohm) kumparan def-yoke yang sama atau hampir sama. Terutama untuk bagian horisontal yang cukup kritis. Melepas def-yoke jangan sampai merusak posisi adjustment magnet konvergen yang ada dibelakang def-yoke.
Mengganti def yoke dengan tipe lain, kemungkinan dapat mengakibatkan :
  1. JIka beruntung lebar dan ketinggian raster bisa sama. Tetapi kalau diamatai - gambar pada bagian punggir kiri-kanan dan atas bawah layar RGBnya tidak konvergen dan tidak dapat diadjust. Garis putih pecah (split) menjadi tiga buah garis RGB. Tulisan teks yang berwarna putih ada warna lain dan terkesan tidak fokus.
  2. Purity problem. Raster menjadi belang dan tidak dapat diadjust.
  3. Lebar vertikal umumnya tidak masalah karena dapat diadjust.
  4. Def-yoke teve lama dimana Vcc bagiann vertikal-out menggunakan tegangan 100v akan sulit untuk diadjust jika digunakan untuk teve model baru dengan tegangan Vcc 27v
  5. Raster kiri-kanan menjadi lebar. Biasanya akan menyebabkan pula tegangan keluaran flyback  naik. Lebar dapat dikoreksi dengan memasang tranfo yoke WANSONIC.
  6. Raster kiri-kanan menyempit. Dapat dikoreksi dengan mengganti nilai kapasitor resonant 1600v dengan  nilai yang lebih besar. Atau dapat digunakan tranfo yoke WANSONIC. Biasanya akan mengakibatkan tegangan keluaran flyback akan drops, sehingga ada resikonya gambar menjadi agak redup.
  7. Mengganti def-yoke dengan ohm yang jauh lebih kecil sangat riskan. Menyebabkan tegangan flyback naik yang dapat mengakibatkan – api meloncat dari kop anode, transistor HOT rusak, flyback cepat rusak,  kemungkinan merusakan tabung gambar dalam jangka waktu tertentu, atau memicu protektor bekerja.

###############################
Pengalaman pahit
Suatu saat kami pernah mengganti def yoke  dengan tipe lain yang mengakibatkan raster melebar kiri-kanan. Agar raster menyempit maka kapasitor resonat 1600v pada kolektor transistor HOT kami coba kecilkan nilainya menjadi hampir separuhnya. Kami waktu sudah menyadari kalau  tegangan flyback pasti menjadi naik. hal ini dapat terdengar dari suara kretek-kretek pada kop tegangan tinggi saat teve dihidupkan. Gambar memang menjadi sangat bagus dan terang. Perkiraan kami nanti yang tidak tahan lama adalah flybacknya. Ternyata setelah dipakai kurang dari satu bulan, tabung gambar menjadi rusak gelap, dan ada suara ngecessss…. saat dihidupkan.

************************************

Monday, December 6, 2010

Cara memeriksa transistor FET (MOSFET)

 
Cara kerja FET hampir mirip dengan transistor bipolar (transistor biasa yang sering kita jumpai). Jika transistor bipolar membutuhkan tegangan yang dapat menyediakan “arus drive” yang cukup untuk Basis agar dapat mengontrol arus Kolektor – Emitor. Maka FET hanya membutuhkan “tegangan drive” dan hampir tidak membutuhkan arus drive untuk Gate sama sekali untuk dapat mengontrol arus Source – Drain
Equivalen FET dengan Transistor bipolar
  • Gate (G) = Basis (B)
  • Source (S) = Kolektor (C)
  • Drain (D) = Emitor (E)
Cara memeriksa FET jenis positip
  • Ambil OHM-meter dan set pada posisi 10x
  • Pegang ujung logam probe merah dengan ujung jari tangan kiri dan tempelkan (terus-menerus) pada kaki (D)
  • Tangan kanan pegang probe hitam tetapi jangan menyentuh ujung probe (pegang plastiknya saja).
  • Probe hitam tempelkan “sesaat” saja pada kaki (G)
  • Segera pindahkan probe hitam ke kaki (S), maka jarum harus menyimpang. Jika jarum tidak menyimpang berarti FET kehilangan nfaktor penguatannya.
  • Lepas probe hitam
  • Sentuh kaki (G) dengan ujung jari tangan, maka jarum harus tidak menyimpang sama sekali jika probe hitam ditempelkan ke kaki Source. Jika jarum menyimpang berarti FET short atau bocor
Penjelasan.
  • (G) sebagai kontrol input mempunyai kapasitansi yang sangat kecil. Kapasitansi Gate ini dapat menyimpan muatan listrik.
  • Pada saat probe meter hitam ditempelkan pada (G), maka kapasitansi Gate mendapat muatan positip. Tegangan positip ini menyebabkan resistansi antara (S) – (D) drops, sehingga jarum menyimpang
  • Pada saat (D) disentuh dengan jari, maka muatan positip akan hilang terbuang lewat sentuhan jari. Dan resistasi antara (S) dan (D) akan berubah menjadi sangat besar sekali, sehingga jarum tidak menyimpang.
 
++++++++++++++++++++++++++++++
            
Pengalaman buruk dengan power FET
  • Sewaktu memperbaiki SMPS (switch mode power suply) yang menggunakan power FET, kami niatmya bermaksud untuk mengukur drive dari IC osilator drive apakah tegangannya keluar.
  • Untuk itu kami open (lepas) dulu kaki Gate transistor FET tersebut.
  • Ketika pesawat kami nyalakan, ternyata power FET langsung jebol.
Kenapa bisa terjadi begitu?
Analisa kami ketika kaki (G) diopen, mungkin (G) tidak sengaja mendapat muatan positip. Maka begitu pesawat dinyalakan maka arus besar akan langsung mengalir dari (D) ke (S) yang menyebabkan FET langsung jebol. Oleh karena itu jangan sekali-kali menghidupkan pesawat dengan kondisi kaki (G) di-open. Ini berbeda dengan saat bekerja dengan transistor bipolar, dimana membiarkan kaki Basis di-open tidak akan menimbulkan masalah jika pesawat dihidupkan.
 
################################
 
Anda perlu tahu
Gajah Mada yang memiliki kampus yang megah sekarang ini kampus-kampusnya dahulu dipinjami dan tersebar luas menempati lokasi-lokasi milik Kraton Ngayogyakarta. Rumah-sakit Gajah Mada awalnya juga masih tersebar dilokasi-lokasi milik kraton. Banyak kantor pemerintahan sipil dan militer yang yang dahulu  menempati lokasi-lokasi milik kraton Jogja. Saat ini banyak rumah2 warga yang  menempati tanah-tanah milik kraton.  Sebidang petak pemakaman nenek kami beserta anak cucunya juga menempati tanah milik kraton. Yang semuanya GRATISSSSSS.

Ketika antena dicolokkan pesawat langsung mati protek


PROBLEM :  Raster dapat hidup normal dengan noise tanpa antena.  Ketika jack antena dicolokkan (ada gambar) pesawat langsung mati protek. Kalau level britnes atau screen dikecilkan kadang problem dapat tidak terjadi lagi.
Ada 2 kemungkinan  sistim protektor yang dapat memicu problem seperti ini, yaitu :
  1. B+ Over current protektor
  2. ABL protektor
1. B+ over current protektor disampling dengan sebuah resistor (nilai beberapa ohm saja) dan sebuah transistor yang dipasang pada jalur B+ ke flyback (Emitor-Basis paralel dengan resistor). Pada kondisi normal  kolektor–emitor transistor pada kondisi “off”. Jika arus yang melalui resistor melebihi dari nilai yang ditentukan, maka kolektor-emitor akan “on” sehingga memicu sirkir protektor aktip bekerja. Kerusakan dapat disebabkan karena nilai resistor molor. Untuk melumpuhkan  protektor dapat dilakukan dengan men-jumper resistor atau melepas transistor
2. ABL protektor disampling dari tegangan ABL. Pada saat noise tegangan ABL normal. Pada saat antena dicolokkan (ada gambar) tegangan ABL akan drops sehingga memicu ABL protektor aktip bekerja.  Kerusakan biasanya disebabkan karena resistor ABL yang dipasang pada arah jalur B+ nilainya molor (nilai umumnya ratusan kilo hingga mega ohm). Untuk melumpuhkan protektor maka hubungan antara sirkit ABL dengan pin-protektor diputus (kalau hubungan menggunakan sebuah diode, lepas diode ini)



***************************************************

Monday, November 22, 2010

Tips kerusakan power suply STR50xxx

I. Macam-macam STR50xxx
  • STR50092   tegangan keluaran 92v
  • STR50103   tegangan keluaran 103v
  • STR50115   tegangan keluaran 115v
  • STR50113   tegangan keluaran 113v
  • STR50213   tegangan keluaran 113v
II. Pin-out
  1. Gnd
  2. Base drive
  3. Input
  4. Output
  5. Soft start
III. Kerusakan dan pemeriksaan.
  • Periksa pin-input dan pin output dengan ohm meter. Kerusakan yang paling sering terjadi adalah pin-3 dan pin-4 short.
  • Sebelum mencoba menghidupkan pesawat periksa dahulu jalur B+ apakah tidak ada yang short. Dapat disebabkan karena Tr HOR short atau diode protek SR2M short.
  • Tegangan 300v ada, tetapi tidak ada tegangan output. Periksa apakah pada pin-2 (base-drive) ada tegangan bias (tegangan start). Jika tidak ada tegangan dapat disebabkan karena resistor bias dari 300v putus atau STR rusak (pin-2  dengan pin-1 short)
  • Pada saat di hidupkan pertama kali ada tegangan output sesaat saja dan kemudian tergangan terus drops. Hal ini menunjukkan bahwa sirkit regulator sudah OK. Problem disebabkan sirkit bagian horisontal belum bekerja. Agar dapat bekerja secara terus-menerus sirkit STR membutuhkan pulsa horisontal dari flyback ke pin-base drive. Periksa bagian horisontal atau sirkit jalur pulsa dari flyback ke pin-base driver.
IV. Hati-hati merepair model ini.  Regulator semacam ini merupakan HOT CHASIS. Artinya memegang setiap  ground dari pesawat  ada resiko kena sengatan listrik.  RF antena  sudah diberi pengaman khusus agar tidak nyetrum (ground dan input diberi tambahan kapsitor). Kalau model ini mempunyai fasilitas AV-input, maka digunakan sirkit photocoupler untuk mengisolasi agar jack AV-in tidak nyetrum. 


*******************************************


Kami pernah menjumpai model ini, dimana jack RF antena diganti dengan jack antena biasa. Hal ini tentu akan sangat membahayakan konsumen jika memegang antena.

Saturday, November 20, 2010

CRT retak/patah pada bagian leher dibawah yoke

Kerusakan CRT dengan gejala :
  • Nampak ada loncatan api disekitar katode didalam CRT 
  • Sekitar katode muncul sinar warna unggu. 
  • Jika def yoke dilepas - kemudian diperiksa sekitar leher CRT akan diketemukan ada bagian yang retak 
  • Pada kasus yang lebih parah - leher CRT akan retak melingkar dan kadang bisa patah

Apakah yang menyebabkan kerusakan CRT seperti gejala diatas ?
Menurut pengamatan kami - ada beberapa hal yang menyebabkan kerusakan seperti diatas, yaitu :

1. Cacat produksi.
Tabung CRT dibuat dengan vakum (hampa udara) tingkat tinggi. Jika pembuatan kurang sempurna akan menyebabkan lama-kelamaan ada udara yang bocor menerobos masuk lewat sela-selan kaki-kaki CRT yang kurang rapat. Pada kerusakan semacam ini tidak diketemukan retak pada bgaian leher CRT

2. Tegangan B+ over.
Umumnya diketemukan pada pesawat teve yang tidak diperlengkapi sistim protektor. Tegangan B+ yang mendekati 200v akan menyebabkan tegangan anode CRT dari flyback over dan merusakn CRT retak pada bagian lehernya. Oleh karena itu biasakan ukur tegangan B+ setiap kali memulai repair pesawat
Pada pesawat model lama yang power suplynya mempunyai switch-otomatis 110-220v juga sering diketemukan problem ini. Kadang pada tegangan 220v - tetapi switch otomatis bekerja ke 110v sehingga tegangan pada elko besar yang normalnya sekitar 300v akan melonjak lebih dari 500v dan menyebabkan tegangan B+ juga melonjak. Kalau ketemu model-model seperti ini - maka biasanya sirkit switch otomatis akan kami matikan (dilepas komponennya)

3. Bagian vertikal tidak kerja.
Bisa terjadi pada model-model tertentu jika bagian vertikal tidak kerja - maka gejalanya adalah layar menyala redup disertai gejala seperti warna pelangi. Jika ketemu problem semacam ini - dan kemudian pesawat dihidupkan terlalu lama - maka akan dapat menyebabkan CRT retak pada bagian lehernya.
Menurut analisa kami - sebenarnya vertikal juga satu garis. Tetapi karena ada gangguan laian sehingga garis tidak nampak ditengah layar sebagaimana biasanya, tetapi bergeser keatas/kebawah tersembunyi. Akibatnya sinar elektron akan menembak bagian leher CRT - sehingga lama-lama akan panas dan achirnya retak

4. Teve kadang problem satu garis.
Bebeapa kali kami dapat info dari konsumen. Kadang teve problem satu garis dapat diperbaiki dengan cara digebrak. Jika hal ini sering dilakukan - maka ada resiko CRT akan retak atau patah pada bagian lehernya.

5. Kerusakan kapasitor resonan.
Kerusakan kapasitor resonan (1600v) pada kolektor transistor Horisontal-out juga akan menyebabkan tegangan anode CRT over. Tetapi karena transistor umumnya keburu rusak - maka hal ini jarang sampai merusak CRT


**********************









Friday, November 12, 2010

Trik melacak sumber penyebab mati protek 2.

Kali ini kami akan bercerita tentang tips dan trik lainnya dalam melacak kerusakan mati protek. Model yang kami hadapi adalah pcb SHARP yang menggunakan IC UOC SMD dengan tipe M61262 (ic surface mount device) dengan problem mati protek beberapa detik setelah teve dihidupkan sehingga raster belum sampai nyala. Model ini adalah merupakan model yang baru pertama kami jumpai, dan kami belum mempunyai skematiknya sama sekali.
 

Trik yang akan kami gunakan adalah dengan melihat “gejala nyala raster” untuk mendapatkan petunjuk bagian mana yang problem. Misalnya jika raster nyala satu garis maka hal ini menunjukkan bahwa problem ada pada bagaian vertikal. 
  • Karena pesawat selalu mati protek dalam beberapa detik, maka tak mungkin kita bisa melihat raster, karena pesawat sudah mati sebelum heater sempat panas.
  • Trik yang kami gunakan adalah memberi tegangan heater dari sebuah tranfo step-down 1Ampere dari luar dengan tegangan 6v AC. Agar nantinya tegangan heater dari flyback tidak crash dengan tegangan ini, maka kami putus hubungan jalur tegangan heater dari flyback dengan cara melepas resistor yang biasa dipasang pada jalur heater. 
  • Sebelum pesawat dihidupkan maka tegangan heater dari luar ini kami hidupkan lebih awal agar heater panas terlebih dahulu. 
  • Sehingga ketika pesawat kami hidupkan, maka raster bisa langsung muncul sesaat. Dan pada contoh kasus yang lagi kami hadapi raster nampak polos putih terang dengan disertai garis-garis blangking.
  • Kami coba kecilkan tegangan screen. Raster tetap nampak polos blangking ketika dicoba hidupkan lagi. 
  • Raster kami kecilkan sampai minim, hasilnya tetap tidak mau gelap. 
  • Maka dari gejala yang ditunjukkan ini, kami langsung memberikan analisa bahwa problem kemungkinan disebabkan karena tidak ada tegangan video 180v. 
  • Ketika kami periksa tegangan tersebut, ternyata memang benar tidak ada. Kerusakan disebabkan karena resistor UFR (unflamable resistor) dari pin-flyback ke diode penyearah 180v putus.
  

**************



Baca artikel terkait

Trik melacak sumber penyebab mati protek 1.

Ini adalah salah satu pengalaman trik kami dalam mencari penyebab protek.
Kali ini kami menerima pasien rujukan mati protek LG model chasis MC994C yang menggunakan mikrokontrol M37211M8-222 yang dikirim pcb-nya saja. Sepengetahuan kami LG sangat jarang menggunakan sirkit protektor, tetapi model yang baru pertama kali kami jumpai ini selalu mati protek setelah dihidupkan beberapa detik.   

  • Langkah pertama yang selalu kami lakukan setiap kali akan merepair suatu model yang baru pertama kali kami jumpai adalah untuk mendapatkan skematik. Tidak bisa mendapatkan skematik chasis ini, tetapi kami bisa mendownload chasis MC994A, dimana mikrokontrol yang digunakan nampaknya sama, yaitu dengan part nomor MC3V211. Kontrol-POWER ON-OFF adalah pin-5 dan PROTEK-input adalah pin-6 (tertulis ABS atau ABNORMAL) yang merupakan B+ Over Current protektor. Pada kondisi normal pin-protek ada tegangan adalah “high” 
  • Langkah kedua kami lumpuhkan sistim protek dengan cara melepas sebuah transistor yang terdapat pada sirkit protektor dengan tujuan agar pin-protek “terkunci” pada pada tegangan “high” terus.
  • Tetapi hasilnya pesawat tetap selalu mati protek, sebelum rasternya sempat menyala.


Pusing kali ini. Apa kira-kira penyebab protek lainnya? Trus mau diapakan lagi?
Setelah sempat tertunda beberapa hari sambil memikirkan apa kira-kira yang memicu sistim proteknya, maka kami ingat salah satu petunjuk penting dalam melacak suatu kerusa, bahwa :

SALAH PETUNJUK KERUSAKAN TEVE DAPAT DIKETAHUI DARI TAMPILAN RASTER

  • Pesawat model ini akan hidup jika tegangan pada kontrol power on-off mikrokontrol berubah dari “low” ke “high”
    Oleh karena itu kontrol power kami “kunci” agar selalu pada tegangan “high” dengan cara meng-“open” pin-POWER (solderan pin-power disedot)
  • Dengan demikian raster dapat menyala terus dengan menaikkan sedikit tegangan screen. Raster menyala polos dan vertikal menyempit. Hal seperti ini biasa terjadi karena pada kondisi ini mikrokontrol belum bekerja.
  • Tombol CH-UP ditekan dan mikrokontrol akan bekerja. Raster menyala normal dengan noise (disini nampaknya memori chanel hilang) selama beberapa detik dan kemudian kembali polos. Hal ini terjadi karena mikrokontrol mati protek. 
  • Kami ulangi hidupkan sambil mengamati raster. Ternyata raster tidak menampakkan tampilan OSD.
  • Maka pelacakan kerusakan kali ini kami fokuskan dahulu pada penyebab OSD tidak muncul. Kami ambil osiloskop dan kami periksa apakah ada pulsa-pulsa pada pin-HS (Horisontal sync) dan pin-VS (Vertikal Sync) pada mikrokontrol yang merupakan syarat utama untuk menampilkan OSD.
  • Ternyata pin-VS tidak ada input pulsa-pulsa dari bagian Vertikal out. Dan penyebabnya adalah kerusakan sebuah resistor pada jalur ini.
  • Setelah resistor kami ganti, OSD langsung muncul. Dan senangnya lagi ternyata mikrokontrol tidak protek lagi. 
Kali ini kami “'baru tahu” jika mikrokontrol LG M37221M8-221 atau MC3V221 akan menyebabkan mati protek jika tidak mendapatkan pulsa-pulsa pada pin-VS. Setahu kami selama ini adalah bahwa jika tidak ada pulsa-pulsa pada pin-VS akan menyebabkan tampilan OSD tidak muncul atau menyebabkan raster gelap.

 

***************************


Baca artikel terkait



Tuesday, November 2, 2010

Catatan penyebab raster gelap atau blak (Revisi 01 - Maret 20011

(Revisi 01 - Maret 2011)

Yang dimaksud dengan raster gelap atau blank disini ialah kerusakan dengan gejala-gejala sebagai berikut :
  • Raster blank atau gelap
  • OSD tidak muncul
  • Jika tegangan screen dinaikkan,  raster akan menyala disertai dengan garis-garis blangking.
  • Diperiksa tidak ada tegangan pada pin-RGB-out ic video-chroma.


Menurut pengalaman kami hal dapat disebabkan karena bermacam-macam problem. Setiap model belum tentu sama penyebabnya.  Dibawah ini adalah catatan kami tentang problem-problem yang kemungkinan dapat menyebabkan raster blank.
  • EEPROM rusak atau Data EEPROM korup. Biasanya disertai vertikal yang menyempit
  • Pulsa sinkronisasi vertikal (VS) dari ic vertikal-out ke mikrokontrol  terputus. Dapat disebabkan karena jalur putus atau transistor bufer rusak atau kerusakan bagian Pump-up IC Vertikal-out
  • Tidak ada pulsa FBP dari flyback ke ic video-chroma. Disebabkan karena jalur pulsa dari pin-AFT flyback putus. Sering dijumpai disebabkan karena printed pada pin-AFT flyback retak.
  • Mikrokontrol belum bekerja. Periksa tegangan suply 5v, x-tal, dan Reset
  • Jalur SDA atau SCL dari mikrokontrol ke ic video chroma terputus atau short
  • Salah adjustment tegangan screen. Biasa terjadi pada teve yang menggunakan sirkit umpan balik IK
  • Tegangan heater kurang. Dapat terjadi pada teve yang menggunakan sirkit umpan balik IK.
  • Jalur sirkit umpan balik IK dari  pcb crt-soket ke ic chroma putus atau ada part yang rusak
  • Ada kerusakan part pada pcb CRT soket. Biasa terjadi pada teve yang menggunakan sirkit umpan balik IK
  • Kerusakan IC video-chroma
  • Problem pada sirkit ABL Periksa part-part pada sirkit ABL mulai dari ic chroma sehingga pin-ABL flyback. Dapat disebabkan misalnya karena diode short, resistor putus, atau kapasitor short.
  • Emisi salah satu katode CRT  lemah (sering diketemukan  pada teve yang menggunakan sirkit umpan balik IK seperti SONY dan SAMSUNG)
  • Periksa apakah mikrokontrol mempunyai kontrol "MUTE". Pada saat pindah chanel biasanya raster "dibuat gelap sementara"  oleh tegangan mute. mungkin ada problem pada bagian ini.
  • IC chroma mungkin mempunyai suply tegangan Vcc untuk bagian Video/chroma tersendiri.  Cek tegangan ini.



  • Sharp - tidak ada tewgangan pada pin- AC Detec mikrokontrol. Lacak tegangan yang berasal dari tranfoswitching
  • TA8690 – tidak ada tegangan pada pin-54 atau pin-15.  Periksa komponen pada pin tersebut
  • LA76810/76818 – tidak ada tegangan suply Vcc pada pin-18 atau tidak ada pulsa V Sync dari ic vertikal out ke mikrokontrol
  • TDA8366 – Tidak ada pulsa FBP dari flyback ke pin-39.  Atau pulsa SSC-out dari pin-37 short disebabkan kerusakan ic delay line (TDA4661/4665)

Baca juga :

Pengalaman 1. 
Pusing belum juga ketemu penyebabnya karena sudah dicoba dengan mengganti beberapa part. Maka ketika ada pesawat dengan model yang sama, kami kemudian melakukan pemeriksaan bentuk dan tegangan pulsa-pulsa pada ic video-chroma menggunakan osiloskop. Ternyata ada perbedaan besarnya level pulsa FBP dari flyback - dimana pada pesawat yang problem level lebih kecil sedikit. Achirnya setelah diubek problem dapat terselesaikan dengan mengganti tranfo horisontal-drive

Pengalaman 2.
Kami diminta membantu seorang teknisi dengan problem raster gelap. Setelah melakukan pemeriksaan, kami menyangka ic video-chroma yang rusak. Tetapi belum sempat mencoba melepas ic, pandangan kami tertarik pada cara pemasangan part tambahan, yaitu resistor semen utuk menggurangi tarikan awal daya listrik. Resistor tersebut dipasang pada flyback dengan cara di-ikat menggunakan seutas kawat (bindrad) yang dilingkarkan pada inti ferit trafo flyback. Lha .... ini kan menyebabkan flyback seperti di-short-kan. Ikatan kawat kami lepas.... dan pesawat langsung normal.

Rekan teknisi punya pengalaman lain ? Akan kami tambahkan

Saturday, October 30, 2010

Repair tips China LA76810A Search problem

Dalam dua hari terachir ini kami dibuat pusing 2 pasien pcb teve china yang menggunakan LA78610A MCU LC863532C, dan Tuner Longsign CWC-5052-V8.


I. Keduanya mempunyai problem yang sama, yaitu
  • Jika dilakukan search hanya  sebagian kecil chanel yang dimemori dan sebagian lain lewat.
  • Chanel yang berhasil dimemori gambar kurang bagus (tidak pas) 
  • Gambar baru bagus jika dilakukan “fine tuning” pada chanel yang dimemori


II. Langkah-langkah perbaikan yang kami lakukan.
  • Pengalaman kami selama ini - problem “gagal auto search” dapat disebabkan data Menu “VIF System SW”  yang seharusnya “1” berubah ke “0” (artinya adalah 0=38Mhz dan 1 =38,9Mhz). Kami cek nilainya ternyata sudah benar.
  • Kami cek tegangan AFT saat berlangsung auto search. Pada pesawat normal, saat auto search berlangsung jika tegangan pada pin AFT-out diukur - maka tegangan akan berayun naik hingga mendekati 5v dan turun mendekati 1v setiap kali sinyal chanel diterima. Hasilnya ternyata pada chanel yang lewat tegangan AFT berayun turun hanya sampai 2.5v.
  • Maka kecurigaan kami jatuh pada sirkit dan komponen-komponen yang berhubungan dengan bagian IF - terutama bagian AFT.
  • Pemeriksaaan nilai-nilai kapasitor, resistor tidak menemukan masalah.
  • Kami coba secara berturut-turut ganti coil detektor 38,9, Tuner dan LA76810A - tetap tidak membuahkan hasil.
  • Problem baru terselesaikan ketika kami ganti “SAW filter” dengan part no F3826C (yang nampaknya seperti pernah diganti) dengan part no lain yaitu L38.9C.


III. Panasaran dengan hasil yang diperoleh maka :
  • Kami bertanya : Apakah SAW filter tersebut rusak ?
  • Data yang kami peroleh dari internet menunjukkan bahwa frekwensi center F3826C adalah 38Mhz.
  • Jadi kesimpulannya adalah bahwa SAW filter tersebut tidak rusak, tetapi telah diganti dengan frekwensi yang salah sehingga tidak cocok dengan frekwensi IF output Tuner yang digunakan.


IV. Perlu dipahami :
  • Pada sebuah teve frekwensi Tuner IF-output, SAW filter dan data Menu VIF system sw, ketiganya harus menggunakan frekwensi yang sama.
  • Di Indonesia teve kebanyakan didapati menggunakan 38.9 dan kadang dijumpai menggunakan 38.
  • Kalau tidak sama kemungkinan dapat menyebabkan : problem auto search, warna hilang atau siara desis.



V. Berikut ini adalah Data frekwensi SAW filter untuk mengetahui pesawat teve menggunakan frekwensi VIF 38 atau 38.9.


38.0MHz    L3826C/F3826C
38.0MHz    F3828H
38.0MHz    L1333
38.0MHz    SF3811/F3811
38.0MHz    K2958
38.0MHz    K2979
38.0MHz    K2957
38.0MHz    K3561M
38.0MHz    K6283K


38.9MHz   N38.9A
38.9MHz   L38.9C
38.9MHz   G1865M
38.9MHz   L38.9
38.9MHz   F389
38.9MHz   K2971M
38.9MHz   L38.9H
38.9MHz   K2955M
38.9MHz   K2966M
38.9MHz   L38.9L
38.9MHz   K3953M
38.9MHz   G3962M
38.9MHz   K9656M
38.9MHz   K2962M
38.9MHz   L9453M
38.9MHz   SIP5K








#########################################


Awal bulan ini kami sekeluarga berturut-turut diberi  nikmat Allah berupa sakit tenggorokan dan batuk-batuk. Dokter yang memeriksa mengatakan bahwa sekarang ini memang baru musimnya. Kalau kondisi tubuh lemah maka penyakit akan masuk.

Dan dipenutup bulan ini ……….Eeeeee …………kok Merapi-ku yang cantik  jadi ikut-ikutan  batuk-batuk., sehingga jatuh beberapa korban dan ribuan orang perlu diungsikan.
Ya Allah Tuhan kami. Engkaulah Pelindungku. Lindungilah kami dari bencanaMu. Semoga bencana segera berachir dan orang-orang dapat bekerja kembali. Anak-anak dapat bersekolah lagi seperti semula. Amien


******************************

Thursday, October 28, 2010

Repair tips SHARP dengan UOC IXC-844 (part-2 Software)

I. Service Menu.
Sebelum masuk ke mode service maka pastikan teve pada kondisi NORMAL dahulu.
  1. Cara pertama : Tekan tombol SERVICE pada remote. Kemudian tekan tombol MENU. Tekan tombol SERVICE lagi untuk keluar.
  2. Cara kedua : Pin-5 dihubungkan ke ground. Kemudian tekan tombol MENU
Jika melakukan perubahan nilai data  maka tunggu sekitar 200 milidetik sebelum pindah ke item lain, hal ini untuk menunggu proses data baru  disimpan kedalam memori.


II. Inisialisasi data jika mengganti EEPROM baru yang masih kosongan
  • Posisi stand-by
  • Pin-5 dihubungkan ke ground
  • Hidupkan pesawat
  • Tunggu sebentar. EEPROM akan dipreset secara otomatis.
  • Kemudian masuk ke service mode untuk cek atau melakukan adjustment geomatri.
Catatan : Jika inisialisasi gagal, kemungkinan disebabkan karena beam current over.


(sumber : SERVICE MANUAL SHARP)






################################




Baca artikel terkait :

Tuesday, October 26, 2010

Tips kerusakan SHARP dengan UOC IXC-844 (part-1)

Menjumpai kerusakan Sharp yang menggunakan IC UOC IXC-844 pertama kali sepertinya sulit untuk mengerjakannya. Tetapi setelah tiga kali mengerjakan model-model yang menggunakan ic ini dan memiliki skematiknya yang kami peroleh dari Sdr Dede Muhammad - Digitalmas rasanya menjadi tidaklah sesulit seperti yang kami bayangkan sebelumnya.
Berikut ini beberapa catatan yang kami buat untuk mempermudah dalam memperbaiki model-model ini.




I. Bagian power suply.
Berfungsi untuk menyediakan tegangan suply B+ 125v, tegangan suply untuk IC Audio Amp, tegangan 12v untuk bagian horisontal drive, dan tegangan 8v dan 5v setelah melalui regulator.


a. Tidak ada tegangan B+ (tegangan 300v ada), maka periksa :
  • Cek  jalur B+ pada sekunder mungkin ada yang short (dapat disebabkan karena diode B+ atau transistor HOT rusak)
  • Cek resistor start up R702 150k untuk mensuply Vcc pin-4 IC STR-W6654
b. Tegangan B+  sedikit drops dan diukur goyang-goyang sehingga led indikator kedip-kedip
  • Periksa dengan ESR meter 2 buah elko yang ada pada sirkit power suply
  • Periksa  take-over suply Vcc pin4 ic STR, yaitu resistor RT10 dan diode D708 dari tranfo switching pin-4.
  • Ada kerusakan pada jalur sirkit umpan balik dari bagian sekunder ke bagian primer lewat photocoupler. Yaitu dari D752  >> RT25 >> Photocoupler >> R727.
c. Tegangan B+ drops sangat rendah.
  • Disebabkan karena tegangan sekunder untuk suply ic  Audio  tidak ada atau short.


II. Bagian mikrokontrol
  • Bagian mikrokontrol mendapat tegangan suply 5v pada pin-89 berasal dari tranfo switching pin-13 >>>  diode  D752 >>>  transistor regulator 5v Q753.
  • Key-input pin-91
  • Remote input pin-92
  • SDA/SCL pin-97/95
  • Reset-input  pin-74
  • POWER kontrol output berasal dari pin-94. Saat st-by tegangannya "low" dan pada saat power-on tegangannya berubah menjadi "high",  yang digunakan untuk mengontrol on-off tegangan-tegangan regulator 8v dan 5v.


III. Tegangan-tegangan yang dikontrol on-off oleh mikrokontrol
  • (Tegangan 5v) D752 >>>  IC regulator PQ05RDA1 (pin-1 IN dan pin-2 OUT)  untuk mesuply pin-35 bagian Chroma, bagian defleksi vertikal pin-12, pin-73 dan Remote pre Amp
  • (Tegangan 5v) D752 >>>  R754 >>>  transistor regulator 5v Q754 untuk mensuply Tuner.
  • (Tegangan 8v) D752 >>> R757 >>>  transistor regulator 8v Q752  untuk mensuply Horisontal Vcc pin-69 dan transistor VIF pre-amp Q201


IV. Sirkit protektor.


a. Protektor tegangan suply - disampling dari tegangan-tegangan berikut dan diinputkan ke pin-81.
  • Tegangan 5v  pin-2 ic PQ05RDA1
  • Tegangan 5v  transistor regulator Q754
  • Tegangan 180v dari flyback
  • Tegangan 33v untuk Tuner
Protektor akan aktip bekerja jika salah satu tegangan-tegangan tersebut diatas tidak keluar.




b. Protektor X-ray -  disampling dari flyback pin-2 >>>  R612 >>> Zener D603 >>> Q603 dan diinputkan ke pin-81.  Protektor akan aktip bekerja jika :
  • Tegangan flyback naik diatas normal.  Dapat disebabkan misalnya karena tegangan B+ over atau kapasitor resonant pada transistor HOT nilainya berubah mengecil.
  • Zener D603 atau transistor Q603 rusak


c. Protektor vertikal - disampling dari pulsa-pulsa vertikal dan diinputkan ke pin-83 .  Problem protek vertikal dapat disebabkan karena
  • Tidak ada suply tegangan Vcc dari flyback untuk ic Vertikal-out.
  • IC Vertikal out rusak
  • Jalur pulsa-pulsa dari pin-3 ic Vertikal-ou ke pin-83 putus.
  • Diode zener D503 short.


#  Protektor a dan b dapat di non-aktipkan dengan cara melepas jumper J497 yang berhubungan ke pin-81.




V. AC Detect input pin-82
Kami masih belum paham dengan fungsi pin ini yang mendapat tegangan “high” dari tranfo switching pin-13 >>> D1061 >>  Diode zener D1002.
Jika pin-82 tidak ada tegangan akan menyebabkan raster blank (layar gelap).




VI. Bagian horisontal.
  • Osilator horisontal akan bekerja ketika power-on dan pin-69 mendapat tegangan suply Vcc 8v dari transistor regulator Q752.
  • Pulsa horisontal dioutputkan dari pin-13 dan diinputkan lewat Q604 sebelum dihubungkan ke transistor horisontal drive.


VII. Bagian vertikal.
  • Pulsa vertikal akan bekerja jika power-on dan pin-12 mendapat suply tegangan 5v
  • Pulsa vertikal dioutputkan lewat pin-9 dan diinputkan ke pin-1 ic vertikal-out LA78041.
  • IC vertikal out mendapat tegangan suply  Vcc 24v dari flyback.


VIII.  Jalur sinyal video.
  • Sinyal dari IF tuner-out  >>>  Q201 >>>  SAW filter SF201 >>> masuk ke pin-48/49.
  • Bagian Video IF mendapat  tegangan suply Vcc 5v  pada pin-53
  • Filter AGC pin-50.
  • RF AGC out pin-47
  • PLL video detektor filter pin-46.
  • Sinyal video (CVBS) dari sirkit video detektor dioutputkan dari pin-30 dan di-inputkan masuk kembali ke pin-80 untuk diproses oleh bagian video-chroma
  • Bagian chroma mendapat tegangan suply Vcc 5v pada pin-35


IX. Bagian suara
  • Sinyal audio dioutputkan dari pin-65/66 dan diinputkan ke ic Audio amp pin-2/4  LA42102.
  • IC Audio amp mendapat suply Vcc pada pin-7 dari tranfo switching
  • L-out adalah pin-8/9
  • R-out adalah pin-11/12
  • Audio mute pin-6 (normal tegangan low)
  • Audio on-off pin-5 (normal ada tegangan high)




Beberapa catatan  pengalaman  kerusakan penulis dengan model-model ini.
  1. Paling sering dijumpai adalah kerusakan protek yang disebabkan karena salah satu tegangan suply  tidak kerja atau ic vertikal out rusak (baca IV.a dan IV.c)
  2. Vertikal protek karena zener diode D503 short
  3. Tidak terima siaran, tetapi AV-in normal. Diperiksa tidak ada tegangan pada pin-50 AGC filter. IC UOC IXC844 rusak. Kami hampir tidak percaya bahwa harga IXC844 sangat murah sekali (pada saat tulisan ini kami buat di perwakilan resmi harganya cuma 15.000rp)
  4. Raster gelap disebabkan karena pin-82 saat power-on tidak ada tegangan "high".  Penyebab jalur printed ke zener D1002 putus.


ANDA MEMPUNYAI PENGALAMAN UNIK DGN MODEL INI, SILAHKAN SHARING DISINI.




***********************************************************


Baca artikel terkait






Ternyata air bisa “mendengar” dan “membaca”.


Pernah mendengar penemuan Dr. Masaru Emoto.
Berdasarkan eksperimen beliau - menunjukkan bahwa air dapat “mendengar” atau “membaca”.  Kata-kata yang indah yang diucapkan atau tulisan yang ditempelkan pada bejana air seperti misalnya “terimakasih”, “cinta”, “maha-suci”, "sejahtera" atau “kalimat doa-2” membuat kristal-kristal air menjadi berbentuk beraturan yang indah. Sebaliknya kata-kata “keji” atau “umpatan” membuat kristal air menjadi  tidak keruan dan nampak sangat buruk.
Kristal air yang indah memberikan energi yang positip, sebaliknya kristal air yang buruk memberikan energi yang negatip. Perlu diketahui bahwa tubuh manusia 90% terdiri dari zat cair.
Terserah kepada anda – apa yang anda inginkan dengan tubuh anda ? atau keluarga anda ?
Apakah anda suka mengumpat,  atau suka berteman dengan orang yang suka berkata dan berbicara keji,  atau suka nonton acara teve yang penuh dengan ucapan caci maki, pertengkaran atau gosip.
Atau anda suka mendengarkan puisi-2 yang indah, berbicara dengan santun dan berteman dengan orang yang berbicara santun, memasang tulisan-tulisan indah dirumah atau tempat kerja, memasang musik yang penuh dengan kata-kata indah dan santun, banyak mengucapkan doa setiap hari, mendengarkan kalam Illahi.


Dari pada ngelamun atau berpikir yang bukan-bukan pada saat menyedot dan memasang solderan ic mikrokontrol atau ic jungel-video-chroma kami biasakan untuk mengucapkan "Asma Allah" dalam hati sesuai dengan banyaknya pin-pin ic tersebut. Misalnya Ya Rohman Yang Maha Pengasih, Ya Rohim Yang Maha Penyayang, Ya Rozak yang Maha Pemberi Rezeki.


###################

Wednesday, October 20, 2010

Memahami def yoke lebih jauh 1

Suatu saat kami dapat pasien dengan keluhan gambar tidak fokus. Teve sudah dibawa kebengkel lain tetapi problem tetap tidak terselesaikan.
Ketika gambar saya amati ternyata adjustment fokus tidak ada masalah. Pengamatan kami sebenarnya yang bermasalah adalah konvergen pada bagian-bagian pinggir atas-bawah dan kiri-kanan layar. Huruf-huruf teks dan gambar logo pemancar teve jelas nampak seperti hasil cetakan koran yang warnanya tidak pas, sehingga kesannya seperti tidak fokus. 
Lalu kami gunakan gambar dari patern “cross-hatch” atau gambar kotak-kotak. Nampak sangat jelas bahwa garis-garis putih pada pinggir atas-bawah dan kiri-kanan layar pecah menjadi tiga buah garis RGB (istilah teknisnya problem kovergen dinamis). Dan konvergen bagian tengah gambar tidak ada masalah (konvergen statis).

Pertama kami menyangka bahwa problem disebabkan oleh adjustmen magnet konvergen yang salah atau def yoke pernah diganti bukan aslinya.
Ternyata adjustmet OK-OK saja.
Def yoke kami periksa masih nampak sepertinya aslinya.


Setelah kami teliti  lebih jauh, nampak sepertinya sambungan-sambungan kumparan def yoke pernah  di-re-solder. Tipe def yoke tersebut memiliki tambahan 2 buah kumparan kecil yang ada dibagian atas dan dibagian bawah leher tabung gambar. Kelihatan sambungan-sambungannya sudah tidak dihubungkankan lagi (alias sengaja diputus dengan maksud yang tidak kami pahami).


Selama ini sebenarnya kami belum memahami apa fungsi ke 2 buah kumparan tersebut.
Kami pelajari sambungan yang telah diputus tersebut dari def yoke lain yang masih bagus. Ternyata ke dua kumparan tersebut dihubungkan secara serial dengan kumparan vertikal. Kemudian kami coba  re-asembling sambungan-sambungan def yoke yang bermasalah tersebut. Dan hasilnya konvergen garis-garis yang pecah kembali menjadi normal


“Ooooooo. . . . . . jadi kira-kira seperti itulah fungsi atau pengaruh kumparan kecil itu”, guman kami dalam hati, “baru tahu sekarang”.


Menurut pengalam kami problem serupa “mungkin dapat terjadi” jika tabung gambar diganti dengan def Yoke dengan tipe lain.








Adakah orang yang mengetahui kapan  hari kiamat itu akan terjadi ?
Jika ada orang yang bertanya tentang hari kiamat, maka sesunguhnya orang yang ditanya adalah sama-sama tidak tahu seperti orang yang bertanya.  Sebab hanya Allah yang mengetahui kapan hari kiamat itu akan terjadi.




************************************************************************

Tuesday, October 19, 2010

Pengalaman dengan LG ultra slim transistor horisontal rusak terus

Dalam waktu yang hampir bersamaan kami terima LG ultra slim 21” dengan problem yang hampir sama.
  1. Seorang konsumen menjelaskan bahwa tevenya pernah dibawa ke sebuah bengkel, tetapi karena teknisi kesulitan maka isinya diganti dengan  mesin china. “Kami merasa sangat kecewa dengan hasil gambarnya”, cerita selanjutnya,  “mesin aslinya sudah pernah diganti flybak  dan transistor horisontalnya sudah menghabiskan beberapa buah,  tetapi tetap gagal service”. Dibawa dan ditunjukkannya pula  pcb asli, flyback yang pernah diganti, beberapa bekas transistor horisontal yang rusak dan remote kontrol asli. Singkat ceritera konsumen tersebut menginginkan agar bisa dibantu supaya pcb asli dapat digunakan lagi.
  2. Seorang teknisi lain punya kasus yang sama. Setiap kali transistor horisontal dipasang baru maka selalu langsung rusak. Diagnosa pertama jatuh pada flyback, tetapi ketika flyback sudah ganti hasilnya tetap sama. Diagnosa selanjutnya mengarah ke def yoke.  Ketika pergi ketoko spare parts untuk mencari def yoke dia sempat menceriterakan masalahnya kepada pemilik toko. Pemilik toko yang sudah sangat kenal baik dengan kami menyarankan agar membawa saja tevenya ke tempat kami, sipa tahu bukan def yokenya yang rusak karena kalau diamati def yoke yang dibawanya untuk contoh tersebut tidak ada yang nampak gosong atau terbakar.
Dari kedua kasus diatas setelah kami kerjakan ternyata penyebab adalah sama, yaitu kapasitor resonant yang lokasinya pada bagian kolektor transistor horisontal-out nilainya menurun drastis sehingga hampir nol (normal nilai 183pF/2000v).
Mungkin LG model-model ultra slim ini tidak memiliki x-ray protektor. Sebab kalau ada x-ray protektor biasanya akan aktip bekerja jika nilai kapasitor resonant berubah menurun sedikit saja.


Mengambil hikmah dari kasus diatas maka saran kami kepada setiap teknisi wajib :
  • Memiliki kapasitor-meter atau AVO-meter yang mempunyai fasilitas untuk pengukuran kapasitor.
  • Jangan lupa untuk setiap kali memeriksa nilai kapasitor resonant jika ada kasus transistor horisontal sering rusak.


* Artikel penyebab transistor horisontal-out mati seketika saat teve dihidupkan (baca)








Komentar rekan teknisi
  • Betul sekali Pak Marsono pengalaman itu saya dapat waktu saya masih kerja di SC Jakarta ada 6 cashis yang dikirim dari Banjarmasin dari ke 6 chasis tersebut keluhannya sama yaitu setiap di pasang TR horisontal dalam hitungan detik TR itu langsung paeh (bhs sunda mati). Awalnya kecurigaan pada flyback tapi satelah flyback saya ganti tidak ada perubahan akhirnya saya langsung tertuju pada nilai "C" resonannya yang langsung terhubung degan colector. Alhasil setelah penggantian"C"tersebut chasis menjadi normal kembali ,trimaksih dan salut buat Pak Marsono yang telah membagikan ilmu dan pengalamannay untuk kemaslahatan  (awanda noviani -wds)
  • Ya betul sekali Pak Marsono,penyebab utama langsung m@k thuusss....nya transistor horizontal pada tv LG Slim memang dari kapasitor tersebut, saya juga pernah sampai kebobolan mengganti transistor horizontalnya hehhehe....... (aisy romadhona)






######






Seperti apakah Allah itu?
Allah adalah Pencipta dan tidak sama dengan machluk atau seperti benda-benda ciptaannya.
Allah tidak mempunyai dimensi seperti semua yang ada dilangit dan dibumi.
Dialam semesta ini tidak ada sesuatu yang sama atau mirip dengan Allah


*************************************************************

Sunday, October 17, 2010

Pengalaman rejuvinasi tabung gambar

Kami lakukan rejuvinasi tabung gambar dengan prinsip sebagai berikut :
  • Soket tabung gambar asli dilepas, dan dipasang soket baru
  • Heater diberi tegangan antara 6 hingga 7.5V dari tranfo 1A
  • Antara Katode dan G1 ditembak menggunakan elko 10uF/350v yang diseri dengan resistor 10K/2watt yang telah diberi muatan dari tegangan 300v (G1 mendapat tegangan positip)
  • Saat rejuvinasi tegangan berlangsung heater di putus (dengan switch), untuk menghindari kerusakan
  • Penembakan biasa kami ulangi hingga 3 kali.
Suatu saat kami mencoba rejuvinasi tabung ganbar ITT dengan problem warna hijau sudah sangat lemah sama sekali (tidak muncul sama sekali), tetapi warna merah dan biru masih sangat bagus. Kami ulangi proses rejuvinasi hingga 3 kali, hasilnya tetap gagal total, warna hijau tetap tidak muncul
Iseng-iseng kami coba matikan warna merah dan biru dengan melepas hubungan pin-katodenya. Maksudnya ingin mengamati warna hijaunya seperti apa sih?
Ketika kami hidupkan, layar tampak gelap. Screen coba kami naikkan. Tiba-tiba muncul bintik-bintik hijau pada seluruh permukaan layar. Dalam beberapa detik bintik-bintik makin banyak dan meluas. Dan achirnya byaaaak…… seluruh layar berwarna hijau terang.
Katode merah dan biru kami sambung lagi, dan gambar menjadi normal kembali.


(Memahami prinsip rejuvinasi tabung gambar - baca )




*****************************************************************

Saturday, September 25, 2010

Menghidupkan teve tanpa tabung gambar

Menghidupkan main-pcb pesawat teve tanpa tabung gambar (CRT) dan def yoke memang biasa kami lakukan, tetapi hanya kami lakukan sebatas saat :
  • Memperbaiki kerusakan bagian power suply
  • Memperbaiki keruskan bagian horisontal osilator hingga ke bagian horisontal driver saja.
  • Untuk amannya biasa kmi lepas dahulu transistor horisontal, atau memutus jalur suply B+ ke flyback.
 
Resiko menghidupkan teve jika tegangan tinggi flyback tetap bekerja.
Mencoba menghidupkan tegangan tegangan tinggi flyback tanpa tabung gambar jarang sekali kami lakukan karena mempunyai resiko merusak ic. Kalau kerusakan menimpa ic mikrokontrol atau ic chroma misalnya, maka harganya tentu tidak murah. Apa lagi kalau menimpa teve model lama, dimana partnya belum tentu ada lagi………..ini namanya musibah.


Kenapa resiko ini dapat terjadi.
Penulis sudah merasakan mengalami musibah semacam ini (tidak bayaran malah nombok he..he...he..). Kalau selama ini anda belum pernah merasakan tertimpa musibah semacam ini, mungkin hanya belum saja.... (mudah-mudahan tidak…)
Coba ingat pelajaran pertama saat belajar dasar kelistrikan dahulu. Diajarkan bahwa “arus listrik adalah merupakan arus tertutup”. Artinya bahwa listrik dari kutup positip sumber-listrik selalu mengalir keluar melewati suatu beban dan pasti akan masuk kembali ke kutup negatip sumber-listrik tersebut.
Demikian pula yang terjadi pada kop-anode tegangan tinggi flybak yang dibiarkan terbuka. Akan terjadi “semprotan listrik tegangan tinggi”. Semprotan listrik tegangan tinggi ini bukannya langsung hilang keudara begitu saja, tetapi tetap akan mencari jalan untuk kembali ke grounding pesawat teve atau istilah teknisnya “HV return”. Semprotan listrik akan membentuk semacam awan elektron yang tidak nampak dan mencari jalan kembali ke ground pesawat teve. Dia akan mencari jalur kembali yang terdekat. Bisa saja kembali melalui udara, atau melalui meja kerja. Kalau kebetulan jalur yang ditempuh melalui salah satu pin sebuah ic, maka ada resiko ic tersebut menjadi rusak.
Resiko ini besar kemungkinan bisa terjadi jika kop anode menghadap kebawah. Tegangan tinggi flybak akan menyemprot kerah meja kerja dan arus listrik akan mengalir kembali menuju main pcb pesawat teve. Umumnya main-pcb saat dihidupkan dipasang dengan posisi terbalik dimana komponen ada dibagian bawah yang dekat dengan permukaan meja, sehingga kalau kebetulan ada sebuah ic yang posisinya dekat dengan permukaan meja, maka mempunyai resiko rusak yang paling besar.
Apa lagi kalau udara kondisinya agak lembab.
 
Bagaimana cara memperkecil resiko.
Mungkin anda terpaksa harus melakukan menghidupkan teve tanpa tabung gambar. Untuk memperkecil resiko maka dapat dilakukan dengan :
  • Jauhkan kop anode dari main pcb dengan posisi kop anode menghadap keatas. Biasanya kami beri pemberat tang besar.
  • Sediakan kabel engkel sepanjang kurang lebih 30cm.
  • Solder ujung kabel pada ground flyback.
  • Ujung kabel lainnya dilingkarkan disekitar kop anode dengan jarak sekitar 5cm dengan harapan “hv return” akan kembali melewati kabel ini.
  • Hidupkan sebentar saja dan jangan dilakukan berulang-ulang.
 
****************************************************