Saturday, January 1, 2022

Memahami ic UOC (one chip)

YG BANYAK TEKNISI BELUM TAHU & PAHAM.

IC UOC (One Chip ic) adalah merupakan gabungan antara ic (1) mikrokontrol, dan (2) chroma yg dikemas dalam satu ic, misalnya :

  • TDA 93xx/95xx/96xx - buatan Philips.
  • TMPA 88xx - buatan Toshiba.
  • LV76xxxx - buatan Sanyo.
  • RJxxxxxx - buatan Renesas.

Didunia Sistem warna dikenal ada NTSC, PAL dan SECAM.
Tapi sistem PAL sendiri dipecah ada macam2 lagi spt misalnya PAL 4.43, PAL 3.58, PAL 50, PAL 60
Demikian juga sistem suara dikenal ada I, DK, BG atau 4.5, 5.5, 6, 6,5.
Sistem suara stereo juga ada macam2 spt misalnya Nicam, A2
Shg didunia ini......dikenal ada lebih dari 30 sistem siaran Tv analog.


Sebagai pabrik atau penjual ic UOC tentu saja akan ribet klo pengin jualan ke berbagai negara yg sistem siaran tvnya saling berbeda.... karena berarti harus merancang/bikin macam2 ic yg cocok dg masing2 negara tujuan.

Berkat teknologi digital ....kesulitan tersebut dapat diatas dg mudah.
Sebagai contoh TMPA88xx buatan Toshiba ....yg juga digunakan pd TV China, Polytron (diberi nama HBT), AKARI (diberi nama PTC),



Jeroan ic bisa dilihat pd contoh gambar UOC TMPA88x.........bagian kiri merupakan mikro-kontrol......bagian kanan merupakan chroma.
Bagian chroma jika dipakai Toshiba, Polytron, AKARI, CHINA dll......fungsi nomor kaki semua sama tdk ada yg beda.
Bagian mikrokontrol.....kaki2 Reset, Vcc, Xtal, Sda/Scl, Gnd jika dipakai oleh berberbagai merk yg beda nomor pin- juga sama......
Sedang sisanya pemakaian kaki2 bisa beda2.......misalnya kaki utk pin VT, Protek (bisa pakai/bisa tidak), MUTE, Band SW, IR-in, Key-in.....beda merk tv bisa beda pemakain pin kakinya......sak kare pe sing pesen (sesuka hati yg order)


Utk memenuhi permintaan China, Polytron, AKARI, CHINA yg beda2 misalnya......atau permintaan pasar Amerika yg butuh sisten NTSC saja........
Maka pabrik cukup merubah data memori ROM yg ada dibagian mikrokontrol dan tdk perlu merubah sirkitnya (hardware)....dan selanjutnya tentu saja data ic eeprom juga harus beda......
Tampian OSD dan SERMOD juga bisa dibuat berbeda.


Memori ROM adalah jenis memori yg isinya sudah fixed dan tdk bisa dirubah-ubah.
Utk membedakan pesanan dari merk atau pabrik tv yg berbeda.....maka UOC kemudian diberi label “nomor tambahan” dibelakangnya......
Kita tdk bisa merubah-rubah ic yg utk pasar Amerika misalnya, supaya cocok dg pasar Indonesia.


INI YG BANYAK BELUM BANYAK DIPAHAMI TEKNISI.

Akibatnya sudah beli mahal2....eeeee gak bisa dipakai.........otak-atik sampai mumet, buang2 waktu & tenaga......HASIL NOL


Pabrik sebenarnya juga menyediakan jenis ic yg tdk pakai memori ROM.....tapi pakai memori yg isinya dapat diisu sendiri (dg prograrmer khusu tentunya)....yg harganya lebih mahal.....
Shg bisa saja misalnya kita COPY data ROM ic Polytron....kemudian isinya kita masukkan ke ic tsb....Jadi deh ....kita bisa memiliki ic HBT Polytron........
Mau tahu jagonya otak-atik spt ini.......Hubungi saja Akang Dede Muhammad Digitalmas.....

IC TMPA China dan Polytron misalnya....

Untuk bagian penerimaan, dan proses tv  (bagian chroma) dan bgaian suara, semua pemakaian nomor kaki sama tdk ada berbeda.

Jadi cuma kaki2 pd bagian mikrokontrol ada beberapa yg beda........
Maka bisa saja kita modif punya Polytron dg punya China....tentunya dg sedikit modifikasi pd kaki2 mikrokontrol yg berbeda dan ganti isi data ic eeprom




******************************

Sunday, July 25, 2021

Raster atau gambar melengkung bagian bawah

Problem raster melengkung pada bagain bawah, sehingga teks kelihatan melengkung.
Apa penyebabnya ?
Apakah bisa diperbaiki ?
 

Bisa macam2 penyebabnya :

·         1. Kalau def yoke dan posisinya masih asli belum berubah. Ini memang problem aslinya dari sono (problem design def yoke). Tapi masih sedikit dapat ditolong seperti Gbr.1. ...........Lepas dulu semua karet ganjal.........Tarik keatas bagian depan def yoke......trus pasang kembali karet ganjal.........Koreksi demikian bisa menyebabkan yg melengkung pindah bagian atas layar. Maka mungkin perlu diatur agar melengkungnya atas-bawah seimbang.

 


·         2. Beberapa CRT menggunakan Def Yoke khusus yg ada tambahan sepasang coil kecil khusus untuk “koreksi mlengkung atas-bawah” spt contoh Gbr.2. Coil tsb ada di kiri-kanan atau kadang atas-bawah........Coil tsb tdk boleh dirubah2 posisinya , atau terbalik pemasangannya........def yoke demikian tdk dapat diganti sembarangan.


·         3. Def Yoke pernah diganti bukan aslinya. Apalai klo Crt flat sulit dicari penggantinya. Ganti def yoke bukan aslinya, selain dapat menyebabkan raster melengkung atas-bawah....juga dapat menyebabkan warna RGB pecah pd bagian2 pinggir2 layar atas-bawah, kiri-kanan.......biasanya tampak jelas pd gambar Logo yg ada dipojok atas. Pakai cara.1 untuk mendapatkan gambar terbaik.

 

 

 

**********************

 

Thursday, February 4, 2021

Berapakah besar tegangan Screen atau G2 tabubg crt ?

 

Teknisi kadang ada yg bertanya :

Berapakah sesungguhnya besar tegangan G2  atau Screen ?
Karena mereka kadang mendapat info yg berbeda-beda..........Ada yg bilang 150v, 250v, 300v, 400v

Jawaban yang tepat hanya bisa dilihat pada salah satu contoh Datasheet.

Besarnya tegangan screen bisa berbeda tergantung tegangan yang dipakai untuk tegangan Video RGB.


Jika tegangan Video RGB rendah (kurang dari 150v), maka tegangan screen  yag dibutuhkan hanya sekitar 130 – 370v (lihat gbr kotak biiru).
Jika tegangan Video RGB tinggi (sekitar 165-185v) maka membutuhkan tegangan screen yang lebih tinggi, yaitu sekitar 375 sampai 1000v (lihat gbr kotak merah).

 Kenapa hasil pengukuran teknisi bisa berbeda-beda.

Sebab sesungguhnya hampir semua avo-meter yg dipakai teknisi TIDAK MAMPU untuk mengukur tegangan screen.
Tegangan screen mempunyai impedasi yg sangat tinggi, dan arus yang sangat kecil sekali (sekitar 5 mikro Amp  atau 5/1.000.000 A, atau 5/1000 mA), sedang kebanyakan avo analog yang ada dipasaran  impedasinya sangat rendah. Akibatnya begitu probe avo dicolokkan, tegangan screen akan langsung drops.

Seberapa banyak drops?...

Ini semua tegantung dari kualitas avo yg digunakan, dan tergantung posisi skala yang digunakan.  Semakin murahan avo yg dipakai, tentu dropsnya semakin besar. Semakin kecil skala yg dipilih semakin besar error-nya. Maka jika ukur screen selalu gunakan skala yg paling besar (umumnya 1000/1200v)

Jadi yang terukur selama ini kita lakukan.......adalah tegangan screen palsu atau bukan sesungguhnya....

Saya pakai AVO SANWA CX506A (sekarang kalau gak salah harga 1.5 jutaan atau lebih)......tegangan screen umumnya terukur sekitar 400v.

Bagi yg punya SANWA DIGITAL CD800 atau FLUKE yg 4jutaan.....mungkin bisa info terukur berapa???


****************

Sunday, January 3, 2021

Memahami cara kerja ic vertikal Jilid.3

Sebelum baca artikel ini, sebaiknya sudah baca : Jilid.1 dan Jilid.2
Karena beberapa fungsi sudah tidak diulas ualang lagi disini..


Gambar skema seperti diatas dinamakan sirkit “Vertikal dc kopel dengan Diferensial Input”.

Konfigurasi seperti ini merupakan penemuan Philips. Karena itu hanya akan diketemukan pada pesawat yang menggunakan ic chroma Philips, seperti seri TDA93xx, ic Zig-zag, ic tempel Hercules kotak besar.
  • Disini output driver dari ic chroma ada 2 buah yang phasanya berlawanan arah, yaitu V.driveA dan V.driveB
  • V.driveA untuk men-drive agar vertikal membuka layar dari bagian tengah sampai keatas.
  • V.driveB untuk membuka layar dari bagian tengah sampai kebawah.


Ciri2 sirkit demikian adalah :

  • Menggunakan suply Vcc +/-
  • Tegangan Out ke def yoke idealnya NOL (tapi umumnya tidak bisa tepat nol).
  • Tegangan input pin1 besarnya sama dengan teg pin7. Pada pesawat yang menggunakan TDA93xx umumnya tegangan sekitar 0.7v
  • Input R301 nilai sama dengan R umpan balik R303.

Kerusakan yang kadang dijumpai adalah : Vertikal hanya menyala separuh-atas atau separuh-bawah.

  • Cek tegangan input pin1 dan pin2.
  • Cek tegangan output diferensial dari ic chroma. Jika salah satu tidak ada tegangan alias pincang, maka ini menunjukkan ic chroma rusak.
  • Kalau tegangan dari ic chroma normal semua, maka kemungkinan ada jalur yang putus antara ic chroma dengan ic vertikal, atau ada komponen yang berubah nilai.

IC chroma yang pincang, menurut teknisi Rusia dapat di-akali dengan cara penambahan sirkit seperti gambar dibawah ini.



******************

Thursday, December 24, 2020

Memahami cara kerja ic vertikal Jilid.2

 

Sebelum baca artikel ini, maka baca dulu Jilid.1


Ada beberapa macam konfigurasi sirkit vertikal amplifier.

Skema seperti contoh gambar diatas  dinamakan “ vertikal kopel dc”
Hal ini disebabkan bagian output disambung langsung ke kumparan vertikal def yoke, dan bagian yang ke ground disambung langsung tanpa menggunakan elko 1000/2200uF. 

·       

 Ciri2 sirkit vertikal kopel dc : 

  • Single input.
  • Tegangan Reference pin7 kira2 1.7v........ Besarnya tegangan ini ditentukan oleh besarnya tegangan  suply ke R reference dan oleh perbandingan nilai antara pembagi tegangan R413 : R414 (bisa dihitung dg hukum ohm). Perubahan sedikit pd tegangan reference dapat menyebabkan vertikal geser (shift).
  • Tegangan pin1 = pin7......... Untuk memenuhi hal ini umumnya nilai (R413: R414) nilainya hampir sama dengan (R404 : R408).
  • Tegangan Pin5 Output idealnya “0V”........Tapi biasanya bisa lebih atau kurang dikit. Karena tegangan pin output nol atau sama dengan tegangan ground, maka disini def yoke dapat disambung langsung, tidak diperlukan elko 1000/2200uF. Jika tegangan pin1 dan pin7 tidak sama, akan mengakibatkan pin5 Output ada tegangannya tidak nol lagi. Klo cuma sedikit hanya akan mengakibatkan vertikal geser (shift) naik atau turun. Tapi jika sampai lebih dari 4v, vertikal tidak kerja, yang muncul bukan gejala satu garis. Garis bergesar terlalu jauh sehingga hilang tidak nampak dari layar. Dan ini justru akan mengakibatkan layar tampak nyala penuh, blank polos,  disertai adanya warna-warni seperti pelangi. Dan kalau hal seperti ini dibiarkan hidup terlalu lama dapat menyebabkan CRT patah lehernya (baca : layar blank polos seperti ada pelangi).
  • Kumparan def yoke dilalui arus yang berbentuk gigi gergaji........Yang berfungsi untuk mengerakkan scanning vertikal sinar elektron dari atas sampai kebawah layar, dan vertikal retrace agar sinar elektron kembali lagi keatas untuk melakukan scanning ulang. Ketika dialiri arus saat V.retrace yang berubah dengan sangat cepat, dapat menimbulkan frekwensi osilasi liar yg tidak diinginkan. Maka disini selalu dipasang R dan C Damper pd kumparan Def Yoke. Kerusakan damper dapat meyebabkan munculnya gangguan beberapa garis blok hitam horisontal.
  • IC vertikal tdk jauh beda dengan IC Audio amplifier, cenderung munculnya frekwensi liar frekwensi tinggi (self osilasi). Maka selalu dipasang sirkit “anti osilasi” yang terdiri dari R yang diseri dgn C. Kerusakan anti osilasi dapat menyebabkan ic vertikal panas, dan munculnya gangguan garis2 hitam horisontal pada seluruh layar.
  • Umpan balik (feedback) diperlukan untuk memperoleh LINEARITAS bagian vertikal. R ke gnd kalau  dikecilkan dapat menyebabkan gain umpan balik lebih kecil, faktor penguatan vertikal tambah besar, vertikal tambah lebar, linearitas vertikal terganggu.
  • Perubahan nilai R input juga berpengaruh pada faktor penguatan, vertikal shift, gain umpan balik, dan linearitas vertikal.



********************
























































































Monday, December 21, 2020

Memahami cara kerja ic vertikal Jilid.1

 

IC vertikal spt, Sanyo LA78041, Philips TDA8172, Panasonic AN15521, STMicroelectronis (lisensi Philips) STV9302 adalah merupakan ic vertikal paling phenomenal sepanjang achir kehidupan Tv tabung. Hampir semua merk menggunakan ic ini cukup lama untuk produksi tv tabung.

Bagaimana isi jeroan ic tersebut ???

Alangkah baiknya klo kita bisa memahami lebih dalam. Dengan demikian akan bisa membantu kita dalam menganalisa dan melacak penyebab suatu gejala kerusakan.

Ini adalah blok diagarm sebuah ic vertikal.



Ada 2 bagian penting dari sebuah ic vertikal.

  • Power amplifier.
  • Flyback Generator.

 

  • Power Amplifier.

Amplifier disini sebenarnya tidak jauh berbeda dg amplifier Audio. Dan karakteristiknya mirip dengan sebuah OpAmp.
Mempunyai 2 buah Input yaitu (1) Non Inverting input dan (2) Inverting Input.
Tegangan suply bagian Amplifier yg sesungguhnya adalah pin-6.

  • Flyback Generator

Vcc pin-2 memang suply input utk ic vertikal, tapi ini bukan Vcc utk bagian Amplifier. Dia hanya dipakai utk mensuply bagian Flyback Generator atau istilah lainnya adalah Pum-Up. Flyback Generator  sendiri menghasilkan tegangan 2 kali tegangan Vcc.

Tapi jangan heran.......tegangan ini tdk bisa dilihat pakai Volt meter......mesti dilihat pakai osiloskop. Karena tegangan ini tdk muncul secara kontinyu, tetapi hanya secara periodik yg dipakai hanya ketika “vertikal retrace” saat scanning.

Tegangan flyback perlu sebuah filter, yang umumnya menggunakan elko 100u/50v atau 35v. Dimana biasanya klo elko ini rusak akan mengakibatkan ada beberapa “garis2 vertikal retarace scanning” nampak pd bagian atas layar.

Disini juga digunakan sebuah diode. Maka klo diode tersebut putus, akan mengakibatkan amplifier tidak kerja. Yang kadang terjadi diode tersebut rusak (bukan short) tetapi rusak tdk mampu dilalui arus besar, sehingga klo diukur, tegangan pin-6 akan drops. Normal tegangan pin-6 harus terukur sama dg tegangan Vcc pin-2.

Kenapa ada Flyback Generator.

IC vertikal sebelumnya......yg telah lahir duluan seperti misalnya TD8356....atau klo pd model tv yg lebih tua yang masih menggunakan transistor NPN/PNP.
Vcc Vertikal Amplifier membutuhkan tegangan Vcc yg lebih tinggi antara 45 sampai 60v.
Padahal tegangan ini tdk dibutuhkan secara kontinyu. Denga adanya penemuan sirkit Flyback Generator ini, maka Vcc yang dibutuhkan tidak perlu tinggi2. Cukup sekitar 25 -30v....sedang tegangan tinggi 45-60v akan dipenuhi oleh Flyback Generator. Semua ini demi EFISIENSI daya listrik.

  • Memeriksa ic vertikal dg Ohm-meter

Dalam keadaan dilepas atau masih terpasang, ic vertikal dapat diperiksa utk memastikan masih bagus atau rusak. Ke-akurat-an cara ini bisa 95%.
Power Amplifier berisi dua buah power transistor jenis NPN/PNP.
Ukur saja antara (pin-5 dgn pin-6) pakai ohm meter posisi 1x secara bolak-balik sebagaimana kita cek diode. Normal hasilnya harus sama spt saat cek diode.
Demikian juga antara (pin-4 dengan pin-6).



****************************




Tuesday, October 13, 2020

Memahami mesin Pqlytron CRT ke.2

 Berdasar pengamatan kami pada group MarsonoTv crt, kasus Polytron merupakan kasus yang sering ber-ulang2 ditanyakan. Hal ini karena teknisi belum mengerti CARA KERJA teve Polytron. Terutama pada bagian2 Psu, Horisonyal/Flyback, dan Vertikal/protek.

Maka melalui tulisan yang bersambung akan kami bahas masing2 bagian tersebut, sehingga teknisi paham cara kerjanya, tidak sampai salah eksekusi, dan bisa langsung tepat sasaran.

Jangan ketinggalan sudah baca terlebih dahulu RUMUS POLYTRON  Jilid.1

Kita bahas tegangan Vcc 5VD untuk bagian Mikrokon.

Mikrokon mempunyai 2 buah tegangan suply 5v yg sumbernya berbeda.
Kedua power suply tersebut kerjanya bergantian, tidak barengan.
  • Satu bekerja saat Stby (indikator nyala) 
  • Dan satunya lagi akan bekerja setelah start (indikator padam).
Posisi Stby.

Posisi start.

KERUSAKAN TEGANGAN 5V.

Kita semua pasti sudah paham pengalaman, kerusakan suply 5VD untuk Stby paling sering terjadi karena elko filter tegangan 38v (50v). Elko kering sehingga menyebabkan tegangan 5VD drops. Pesawat tidak bisa start atau susah start.

Kerusakan tegangan 5v saat power-on ……….ini yg paling sering bikin mumet teknisi.

Umum gejalanya adalah lampu indikator merah kedip2 cepat.
Bagimana ini dapat terjadi ???

Penjelasannya sebagai berikut :
  • Saat masih Stby, tegangan 5v normal diberikan dari jalur 38v(50v). Indikator merah menyala.
  • Saat di-power-on indikator merah padam. Dan suply 5VD gantian diberikan dari jalur 12v (14V).
  • Karena ada problem pada jalur 5VD dari 12v(14), maka yang keluar adalah tegangan 5VD yang drops (misal jadi 4 atau 4.5v).
  • Karena 5VD drops, maka Mikrokon kembali mati stby. Dan indikator merah kembali nyala lagi. Suply 5v kembali diberikan oleh jalur stby dari 38v(50v) yg normal.
  • Karena 5v Mikrokon kembali normal, maka Mikrokon otomatis kembali memerintahkan power-on lagi. Indikator merah padam lagi. Suply 5VD ganti diberikan oleh jalur yg bermasalah…tegangan 5VD drops lagi, Mikrokon kembali mati stby………….
  • Demikian yang terjadi….dan proses ber-ulang2 terus…..Mikrokon hidup-mati-hidup-mati terus menerus dan indikator merah jadi nampak hidup-mati kedip2 berulang terus.
  • Dan kalau kita periksa tegangan Vcc 5VD Mikrokon,  akan terlihat tegangan GOYANG2 tidak stabil antara 4.5 -5v.

Apa yang menyebabkan tegangan 5VD saat power-on drops???

Problem inilah yang kadang memusingkan teknisi karena belum paham sistem kerjanya.

  • ·         Bisa terjadi tegangan 12v(14v) normal, tapi karena Diode D510 rusak, maka menyebabkan tegangan yang ke Reg 5VD drops. Diode rusak kalau diperiksa pakai ohm-meter nampak normal. Tapi kalau dipasang akan menyebabkan tegangan yang masuk ke Reg 5VD drops (kejadian serupa yang kadang terjadi pada Diode Pump-up Vertikal).
  • ·         Bisa jadi tegangan 115v normal, tapi tegangan 12v (14v) drops, sehingga Reg 5VD ikut drops. Hal inilah yg sering membingungkan teknisi.

 

B+ 115 NORMAL……..12V(14V) DROPS

PADA HAL TIDAK ADA KOMPONEN YANG SHORT ATAU RUSAK PADA JALUR TSB.
KITA ULAS PADA BAHASAN SELANJUTNYA.



**********************

 



Memahami ic UOC (one chip)

YG BANYAK TEKNISI BELUM TAHU & PAHAM. IC UOC (One Chip ic) adalah merupakan gabungan antara ic (1) mikrokontrol, dan (2) chroma yg dikem...